…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

malam setelah supermoon

Posted in puisi, Uncategorized by daengrusle on November 15, 2016

super-moon

[pic was copied from this link]

aku mungkin rindu pada kesejukan

di pipimu,

ketika kulit wajah kita beradu

kau tahu, rindu seperti itu

akan melukis sebaris senyum di bibirku,

bibir yang mungkin cemburu.

selalu cemburu. nasib nya selalu saja tak beruntung

bibir yang hanya bisa bermimpi. betul, bermimpi saja

(auh, malam setelah supermoon)

Advertisements
Tagged with: ,