…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Kairouan Kota Suci Anti Poligami

Posted in agama, Sejarah, Uncategorized by daengrusle on June 24, 2017

orig-mosque-of-uqba-in-kairouan-tunisia-17.jpg

Namanya selintas mirip dengan kata karavan, serapan dari bahasa Persia yang bermakna tempat beristirahat. Di masa perang, nama ini identik dengan basis militer atau penduduk sipil. Di masa sekarang, caravan juga bermakna sebagai sekelompok orang yang bepergian dalam barisan yang sama. Kota Kairouan, berdiri di ujung bulan Ramadan, 29 tepatnya, di tanduk daratan Tunisia. Adalah jendral tersohor dari dinasti Umayah, yakni Uqbah bin Nafi, keponakan tokoh Amr bin Ash yang mendirikan kota Kairouan ini di tahun 670M (48H). Saat salah satu pasukan Uqbah menemukan sumur sumber air di kota itu, banyak yang menyebut airnya berasal dari air yang sama dengan air zamzam di Mekkah.

Kairouan, berkembang pesat, terlebih kemudian menjadi pusat pemerintahan kekhalifaan Umayah di barat Afrika. Setelah jatuh bangun karena serangan dari bangsa lokal Berber, dan juga silih berganti penguasa hingga pernah dikuasai kaum Fatimid, dinasti Syiah yang mendirikan Kairo dan AlAzhar di Mesir, Kairouan kemudian berkembang menjadi pusat kebudayaan Islam.

Mesjid besar di tengah kotanya, yang dinamai dari pendirinya, Mesjid Besar Sidi Uqbah, sejak abad ke-9 hingga 11M, menjadi tempat berkumpulnya ulama dan sufi dari mazhab Maliki. Mesjid dan kota ini menjadi tujuan para pelajar muslim dari seluruh Afrika untuk belajar ilmu Islam dan Sains. Salah satu tradisi khas yang berkembang di kota tua ini adalah kewajiban untuk menghargai monogamy, alih-alih poligami sebagaimana yang banyak dipraktekkan di tempat lain. Di kota itu, para isteri berhak mengajukan tuntutan hukum sekira sang suami berniat menikah lagi.

Saking berkembangnya kota ini, selain mitos bahwa air yang mengalir di kota itu berasal dari sumber yang sama dengan sumur Zamzam di Mekkah, kota Kairouan sempat didaulat sebagai kota suci ke-4 peradaban Islam, setelah tiga kota suci lainnya: Mekkah, Medinah dan Yerusalem. Konon penduduk kota Kairouan percaya bahwa berziarah sebanyak 7 kali ke Mesjid agung Sidi Uqbah, sama derajatnya dengan berziarah 1 kali ke Mekkah.

Itulah kota Kairouan, alQayrawaan, atau caravan, kota suci ke-4 peradaban Islam, pusat pembelajaran mazhab Maliki, dan juga kota yang anti poligami. Kota tua ini kemudian dilindungi sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO sejak 1988.