…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

WALIKOTA MAKASSAR SEHARUSNYA SEORANG BLOGGER ANGINGMAMMIRI

Posted in komunitas by daengrusle on October 13, 2014

Kopdar dengan AngingMammiri di tahun 2007

Kalau bukan karena sebuah pesan di sebuah thread diskusi blogfam, mungkin saya akan sangat terlambat mengenal komunitas blogger Angingmammiri ini. Jejak itu seingat saya di bulan Juni 2006 ketika saya masih menetap dan bekerja di Balikpapan. Di salah satu thread blogfam, ada sekumpulan blogger berkumpul di kelurahan “Makassar”, membincangkan apa saja tentang kota ini. Berikutnya, bincang-bincang ini menjadi pesan berantai di inbox, email, milis dan akhirnya bersua dalam serangkaian kopdar seru baik di Makassar, ataupun di Jakarta.

Akhir 2000-an memang masa keemasan blog. Saat belum “terkalahkan” oleh maraknya micro-blogging atau orang lebih sering menyebutnya “social media”, blog menjadi media yang laris manis. Blog portal, blog-walking, lomba blog, blog review dan semacamnya pernah menjadi aktifitas wajib bagi para blogger. Saat itu, tradisi menulis tulisan panjang masih terjaga, dan tentu lebih panjang dari 140 karakter. Karena blog, banyak yang tiba-tiba menjadi penulis cerpen yang baik, ada yang gandrung menjadi penyair, atau paling tidak menjadi seorang citizen reporter. Tapi inti semuanya adalah aktifitas berbagi cerita dalam bentuk tulisan menjadi trend. Bayangkan betapa kerennya melihat anak-anak muda yang melek internet tapi juga punya kemampuan menuangkan isi pikiran nya melalui tulisan, dan dibaca oleh orang lain (dan dikomentari!). Pramoedya Ananta Toer mesti bangga dengan ini.

Namun, sebagaimana sebuah siklus produk, blog kemudian menurun intensitasnya, meski tak semua blogger kemudian berhenti menulis. Sebagian masih setia merawat “bakat” menulis itu, sebagian lain merasa sudah cukup ngeblog di facebook atau twitter, path atau instagram. Sebahagian malah melompat jauh ke dunia yang lebih serius, menjadi penulis. Ada juga blogger yang kemudian benar-benar berhenti, dan membiarkan blognya menjadi museum jejak tulisan nya di “masa lalu”. (more…)

Tagged with:

Pindah Blog

Posted in Abu Dhabi, Blogging, komunitas by daengrusle on May 22, 2011

Yah, sekali lagi terinspirasi dari Opa Brad yang (kembali) ngeblog dengan domain sendirinya, saya coba juga beralih kembali ke blog berdomain bayar sendiri. Sebelumnya, nun di tahun 2007-2009 saya masih memaintain blog dengan domain sendiri: http://www.daengrusle.com . Namun berhubung satu dan lain hal, saya tak mampu mempertahankan kelangsungan hidup blog tersebut. Dan akhirnya kembali ke blog domain gratisan: http://www.daengrusle.wordpress.com.

Domain daengrusle.com itu sendiri saya peroleh dengan gratis sebenarnya, hasil memenangkan lomba postingan dan lomba foto di blogfam tahun 2007 silam. Namun, keterbatasan kemampuan teknis menyebabkan saya frustasi dan tak bisa meneruskannya.

Nah, dengan racun yang ditularkan oleh Opa Brad, akhirnya saya menghubungi kembali http://www.qwords.com tempat dulu saya memperoleh domain dan hosting berbayar tersebut berharap saya bisa mendapatkan kembali domain daengrusle.com. Tapi harapan saya rupanya tak bisa terkabulkan, domain itu sudah dimiliki orang lain. Heran ya, apa nama saya cukup komersil untuk didagangkan…he2. Demikian juga dengan hosting/isi postingan yang lalu2 sudah tidak bisa dikembalikan lagi. Tak mengapa sih. 

Anyway, solusi lainnya saya tempuh adalah dengan membeli domain baru yang saat ini sudah saya pakai.

http://www.daengrusle.net

Dengan bantuan teknis dan limpahan hostingan unlimited dari Prof Mustamar, sahabat terkasih yang ringan tangan di komunitas blogger AngingMammiri, maka Alhamdulillah saya dapat nge-blog lagi. Juga, sekiranya tak ada Ipul Daeng Gassing, ketua komunitas blogger AM yang sempat menyentil saya dalam postingannya, tentu saya blum sempat berpikir untuk memulai lagi aktifitas nge-blog ini. Thanks to you, man!

Bulan Mei ini, saya rekor lagi memposting 6 postingan! Rekor terbaik dalam dua tahun terakhir..he3