…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Ragam “Mazhab” Islam di Amerika

Posted in agama by daengrusle on October 11, 2015

Masjid Maryam in Chicago, USA

Masyarakat Muslim di Indonesia dan beberapa belahan dunia lain mungkin hanya mengenal beberapa mazhab mainstream yang sering melintas dalam diskusi atau pelajaran teologi; ahlussunnah (hanafi, maliki, syafii, hambali), syiah (imamiah, zaidiyah, ismailiyah), mutazilah, ibadi, ahmadiyah. Setidaknya mazhab-mazhab itulah yang paling sering dibincangkan terutama ketika pokok diskusi merambah ke soal akidah dan fiqh.

Muslim di Amerika, dengan pola pikir yang terbuka dan bebas, ternyata juga mengalami pergulatan pemikiran dalam soal mazhab. Dilatar belakangi oleh sejarah perbudakan yang kelam, juga mungkin karena ketidaktahuan atau terputusnya arus dakwah di belahan barat ini, kemudian membuat muslim awal di Amerika mendirikan sekte atau mazhab tersendiri. Pikiran-pikiran kritis yang menolak untuk terpaku (atau taqlid) pada satu pemahaman saja, membuat Islam di Amerika menjadi lebih dinamis, dengan kebebasan mendefinisikan pokok syariah yang seperti tak terbendung. Di Amerika, sepertinya mazhab2 mainstream punya “kawan berdialog” lebih banyak daripada yang ada di Timur Tengah, Asia atau Afrika. Beberapa mazhab yang lahir dari rahim sejarah muslim di Amerika ini sebagai berikut.

1. Moorish Science Temple of America, didirikan oleh Drew Ali tahun 1913. Dia menggelari dirinya sebagai Nabi Mulia (Prophet Noble) Drew Ali dengan ajaran yang lebih bernuansa sinkretism, karena menggabungkan pokok ajaran Islam dengan Budha, Kristen, Sufism bahkan juga ajaran Tao. Meski memakain nama “Science” dalam mazhabnya, tapi konon keyakinannya malah banyak bertolak belakang dengan sains populer. Nampaknya mazhab ini didirikan untuk mengkonsolidasi muslim asal Afrika Barat yang berimigrasi ke Amerika sebagai budak. Tahun 1930an, jamaahnya mencapai jumlah 30,000 namun berkurang drastis menjadi hanya 800-an saja saat ini. Jumlah mesjidnya (disebut sebagai Temple) diklaim sebanyak 260 buah di seluruh Amerika Serikta.

2. Nation of Islam (dulu populer sebagai Black Moslem), didirikan tahun 1930 oleh Wallace Fard Muhammad. Tampaknya merupakan pecahan dari Moorish Science Temple of America. Pengganti Wallace, Elijah Muhammad kemudian menetapkan pokok-pokok ajaran mazhab ini sejak tahun 1934. Ajarannya cukup kontroversial dan dituding sebagai gerakan rasis, anti kulit putih, anti kristen, anti-semit dan digolongkan sebagai “gerakan kebencian” di beberapa tempat di Amerika. Mereka juga menetapkan bahwa Wallace adalah reinkarnasi Tuhan di bumi. Salah satu mantan anggota Black Moslem yang terkenal adalah Malcolm X, yang kemudian keluar dan terbunuh dengan tragis. Jumlah jemaat Nation of Islam kini berjumlah 20,000 dengan 130 mesjid, dipimpin oleh tokoh Louis Farrakhan.

3. Five-Percent Nation (Nation of Gods and Earths), didirikan tahun 1964 oleh Clarence 13X sebagai pecahan Nation of Islam. Clarence merupakan murid langsung Malcom X dan menyatakan pemisahan diri dari Nation of Islam karena tidak mengakui Fard Muhammad seorang sebagai jelmaan Tuhan. Ajarannya sendiri malah menyatakan bahwa seluruh bangsa kulit hitamlah yang justru merupakan jelmaan Tuhan di bumi. Mereka menyebut diri sebagai sekte 5% karena keyakinannya bahwa di seluruh dunia hanya 5% manusia yang mengenal kebenaran dan diwajibkan untuk memberikan pencerahan kepada yang lainnya.

4. United Submitters International, didirikan tahun 70-an oleh Rashad Khalifa, seorang imigran asal Mesir yang berprofesi sebagai Biochemist. Meski banyak mengambil ajaran Islam, tapi mereka tak menyebut diri sebagai Muslim, tetapi “Submitter”, yang kalau diamati merupakan terjemahan inggris dari makna muslim juga. Ajaran ini dikenal juga dengan nama Quraniyyun, dengan doktrin bahwa hanya Quran lah satu-satunya sumber kebenaran, sembari menolak hadist yang dianggap banyak mengalami penyimpangan karena tak bebas dari intervensi manusia, berbeda halnya dengan Alquran yang dianggap murni karena dijaga Tuhan. Mengajarkan monotheisme, Khalifa menyebut diri sebagai “pembawa pesan Tuhan” meski dia bersikeras bahwa ia bukanlah Nabi sebagaimana Muhammad. Dalam ajarannya, ia menyebut bahwa memang kenabian sudah terputus dan berhenti pada sosok Nabi Muhammad, namun Tuhan masih mengutus sosok “pembawa pesan” sebagaimana yang di emban. Meski begitu, ia menolak menyebut nama Muhammad dalam sholat karena dianggap sirik. Dalam ibadah, menurutnya, hanya boleh menyebut nama Tuhan saja tanpa ada sosok lain selainNya. Rashad Khalifa terbunuh di tahun 1990 oleh seorang muslim radikal yang terganggu oleh ajarannya yang dianggap sebagai nabi palsu yang mengajarkan ajaran sesat.

5. American Society of Moslem; didirikan tahun 1976 oleh Warith Deen Muhammad, yang merupakan anak kandung pemimpin Nation of Islam, Elijah Muhammad. Setelah ayahnya wafat, ia kemudian mengambil jalan yang ditempuh Malcolm X, melakukan reformasi ajaran dari ayahnya dan menjalankan tradisi Islam Sunni seperti shalat, puasa, ibadah haji dan juga menyingkirkan bangku-bangku dari mesjid yang didirikannya. Saat ini ia memiliki sekitar 200,000 pengikut. Organisasi ini kemudian dibubarkan tahun 2003 setelah Warith Deen Muhammad pensiun.

Sebahagian muslim mungkin akan menganggap bahwa sekte2 yang ada di Amerika Serikat itu menyimpang karena berbeda pokok ajaran dengan Islam yang mereka pahami. Meski memang aneh, dan cenderung kontroversial, namun setidaknya para jemaah yang tergabung dalam sekte2 d iatas itu mengaku diri mengambil pokok ajaran Islam sebagai dasar-dasar ajaran mereka. Wallahu ‘alam. [foto: Mesjid Maryam di Chicago, Amerika]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: