…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Lima Kali Januari Di Abu Dhabi

Posted in Abu Dhabi by daengrusle on January 2, 2015

Bersama Team Sepakbola Martabak Saat Acara Lomba 17an Yang Diselenggarakan KBRI Abu Dhabi

Kembali lagi Januari, bulan yang dingin dengan pagi yang selalu pekat. Di bulan ini, di sini, hari masih buram meski jam menunjuk angka tujuh. Dan ini membuat orang malas melepas selimut, terutama anak-anak. Pun mandi di bawah suhu 12-15 derajat tentu bukan mandi yang riang. Meski dengan kran pemanas, tak ada yang bahagia diguyur air di pagi yang menggigil.

Tapi inilah Januari bulan yang dulu membuat saya terlontar jauh dari kampung halaman. Awal Januari 2011 lalu, bersama seorang kawan, saya menjejak di dinginnya tanah yang asing, Abu Dhabi. Kota yang kalau diterjemahkan menjadi “Bapak si Menjangan” ini ternyata tak sedingin Januari. Setiap bersua orang, anda akan selalu disapa dengan panggilan “my friend” “shadiqi” “habibi” dan segala panggilan hangat lainnya. Acap pula karena dianggap berwajah identik, orang-orang memanggil saya dengan “Kabayan”, “Phok” atau “Pare”. Ketiganya adalah idiom Tagalog untuk memanggil mereka yang berasal dari Philipina. Di awal saya masih sering berusaha meluruskan dengan menyanggah “My friend, I am Indonesian, not Pinoy”. Tapi rupanya itu tak menghentikan anggapan umum. Jadilah saya kemudian merasa larut menjadi orang Pinoy, dengan segala konsekuensinya: merasa orang Philipina adalah sebangsa saya, bersimpati dan meraih simpati dari mereka dan sesekali mendapat privelege dari petugas atau pelayan Pinoy di tempat tertentu. Selain juga diserang oleh pandangan sukacita sekeliling kalau melihat wajah pinoy seperti saya masuk ke mesjid.

Kini, sudah lima kali Januari menyapa saya di Abu Dhabi. Tak pernah merasa menyesal menjadi penghuni kota yang penuh kotak-kotak ini. Kota yang dengan tingkat kemacetan sangat rendah dan kriminalitas nyaris nihil ini adalah kota yg ramah buat siapa saja. Kulinernya pun sungguh bersahabat di lidah orang Indonesia, sambil sesekali mengecap masakan Asia lainnya; Biryani, Nasi Mandi, Menu Philipina, Thailand, Vietnam, dan negeri serumpun Malaysia.

Tuhan terlalu baik menyelamatkan saya dan keluarga dari segala keluh para kaum urban. Tapi Tuhan juga terlalu bijak membuat saya mencintai Indonesia melebihi kadar ketika saya masih berada di dalamnya secara fisik. Di negeri yang tanahnya berbagi benua dengan makam para Rasul dan Imam agung ini, menjadikan kita memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir, membaca dan menulis (juga bermain). Teman-teman baru serupa keluarga jauh yang karib sepenanggungan. Alhamdulillah. Lima kali memeluk Januari di Abu Dhabi adalah nikmat yang teramat layak disyukuri.

Advertisements
Tagged with: ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Eko said, on June 19, 2015 at 7:48 am

    Assalamualaikum. Bang.
    Saya baru 5 hari di abu dhabi. Rencananya mau boyong anak istri nanti.
    Ada acara kumpul2 sesama org Indonesia ga ya? Terutama yg berkeluarga. Banyak yg mau ditanyain nih.
    No tlp sy 0565835975.
    Semoga bisa ketemu.
    Terimakasih.
    Wassalam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: