…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Cerita Muram Tentang Bangsamu

Posted in Indonesia, puisi, Renungan, Sulawesi Selatan by daengrusle on December 16, 2012

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

bangsamu terlalu banyak menanam dendam.
aku takut jika kembali, jalanan dijejali amarah, buah dendam yang berbiak.
tanahmu memang subur untuk lahan pertengkaran,
lihatlah mahasiswa kini lebih suka memegang badik daripada diktat dan pena.
para dosen konon gemar mampir ke meja proyek berhitung neraca untung rugi
daripada membuihkan tinta di kertas jurnal

bangsamu terlalu banyak menimbun prasangka
aku takut jika kembali, rumah2 menatapku kecut seperti lampu muram
kudengar para pengkhotbah kini suka merentangkan telunjuk, seumpama tongkat guru yang menghukum murid nakal sebagai sesat dan kafir,
padahal para murid juga merapal rukun yang lima, mengingat rukun yang enam.
murid yang nakal, konon karena berani berpendapat beda, entahlah.

bangsamu terlalu sering menumpahkan serapah
aku takut kalau kembali, tiba-tiba menjadi batu, menjadi malin kundang
konon serapah perempuanmu bisa menjadikan siapa saja menjadi batu yang malang

padahal aku menyimpan bekal ribuan maaf di pundakku, juga di telaga mataku
aku dengar karena berbeda, orang mudah meludahi saudaranya dengan serapah
aku takut berlumur lumpur,

maka kuputuskan untuk diam di sini, di negeri asing
aku dianggap asing, karenanya dianggap tak ada,
tak ada juga dendam, prasangka dan serapah.

karena aku asing, tentunya.

(abudhabi, desember 2012)

Advertisements

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. bisot said, on December 20, 2012 at 4:45 am

    dalemmm… sedih, marah, putus asa… tapi tetap rendah hati 🙂

  2. Alris said, on December 29, 2012 at 4:37 pm

    Kalau liat foto, jelas jembatannya bisa ambruk. Lha, itu truk yang melewati seharusnya tidak dibenarkan untuk melewati jembatan itu.

    • daengrusle said, on December 29, 2012 at 5:17 pm

      betul, truk2 yg melewati jembatan itu sudah melebih ambang batas yang diijinkan yang bisa dibebani jembatan. kejadian ini berulangkali sehingga merobohkan struktur jembatan…

  3. sari said, on March 28, 2013 at 2:33 am

    jembatan yang sudah tua dengan kapasitas yang lebih,jelaslah tidak balance


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: