…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Hut ke-8 Blogfam, Tetaplah Lestari!

Posted in Indonesia by daengrusle on December 6, 2011

logo blogfam

Pintu Nasib Bernama Blogfam

Nasib seperti sebuah lorong yang misterius, tapi ia menjadi satu-satunya jalan yang harus diterabas. Ia kadang datang dengan risau yang hampa oleh ketidakpastian, dengan tanda tanya yang bisu. Kebisuannya membangkitan rasa penasaran. Ketidakpastian mengundang keberanian. Di ujung lorong nasib, sebuah dunia baru yang akan merubah jejak langkah menanti pasti. Dan peradaban dunia telah menyaksikan hanya yang bisa merawat rasa penasarannya yang mampu menoreh jejak mereka di lintas sejarah.

 

Blogfam buat saya seperti sebuah pintu nasib. Saya ingat ketika membuka pertamakali laman forum nya di pertengahan tahun 2006,  ia sepenuhnya memperkenalkan sebuah dunia imaji yang membuat saya penasaran. Dunia menulis di sebuah ruang terbuka tanpa kertas dan pena seperti sebuah kotak misterius yang kemudian memupuk rasa penasaran saya. Dan saya mengenal banyak blogger keren di sana, sebuah ruang kelas yang terbuka dengan semua orang menjadi guru saya. Betapa kerennya komunitas ini! Dan perjalanan menyusuri lorong-lorong dengan hasrat merekam laku hidup, menuliskan dalam blog, kemudian dimulailah.

 

Sebagai blogger pemula yang baru beberapa hari membuat blog, blogfam seperti pasar yang riuh menyajikan apasaja yang perlu dimiliki untuk bekal menjadi blogger. Ada banyak tips, trick, info lomba blog, dan perkawanan yang ditawarkan di forum itu. Hal yang paling asik tentu saja menemu komunitas yang kemudian menjadi sumur saya menimba ilmu: Angingmammiri, komunitas blogger Makassar.

 

Setelah aktif selama setahun lebih hingga pernah memenangkan beberapa lomba blogfam di bulan Agustus 2007, saya kemudian mulai jarang berinteraksi di Blogfam dan akhirnya dua tahun belakangan malah tak pernah lagi membuka akun saya di forum blogfam. Hingga ketika kemarin @blogfam hadir di linimasa twitter ku dengan tagar #HUTblogfam! Sesaat saya seperti mengenang lagi pintu nasib yang telah saya lalui bernama blogfam.

 

Anyway, sebenarnya saya tidak merasa berhak untuk memberi saran, harapan atau usulan kepada Blogfam, mengingat sejak beberapa tahun saya malah sudah tidak pernah lagi aktif menjejak di forumnya. Sesekali saya hanya pengen narsis menengok profil blog saya yang pernah direview oleh mbak Yaya Marzuki di bz!edisi Oktober 2007. Namun, terkenang betapa ‘besar’ jasa blogfam dalam melecut saya menjadi blogger dan kemudian menumbuhkan antusiasme menjadi penulis, saya merasa perlu untuk sedikit menorehkan harapan untuk blogfam di masa depan.

 

Tetaplah Lestari Dalam Keramahan Komunitas

Ketika masih bekerja di Jakarta, saya sempat ikut PestaBlogger 2008 dan 2009 dan menemu beberapa aktifis blogfam, seperti maknyak Labibah Zain, Jafrane dan the most famous one especially for angingmammiri blogger community: Amril Taufik Gobel aka DaengBattala, salah satu mentor yang setia dan rendah hati. Saya mengamati, diantara sekian banyak komunitas, hanya blogfam yang tetap lestari dalam keramahan. Tidak ada gembar-gembor yang memekakkan, juga tidak ada gelak tawa yang meruntuhkan kewibawaan komunitas lain, mereka hadir dengan senyum dan santun. Seperti sebuah keluarga, dimana senyum dan keramahan bukan hal yang dibuat-buat.

 

Komunitas blogger angingmammiri, di mana kini saya menyebutnya rumah saya, juga lahir dari blogfam. Bermula sebagai salah satu chapter blogfam dengan sebutan RT Makassar, Angingmammiri kemudian mewujud menjadi komunitas blogger berbasis daerah Makassar dan sekitarnya. Spirit keramahan yang ditularkan oleh Blogfam menjadi aura kental di komunitas ini. Dan setiap kali kami mengenang asal muasal komunitas angingmammiri, maka kami pasti selalu merujuk ke induknya, tak lain blogfam!

 

Lalu membanjirlah dunia blogging dengan banyak pop-culture yang kreatif dan lebih komersial, nama blogfam larut dan menjauh dari hingar bingar itu, setidaknya yang saya pahami dari pembacaan di perlintasan milis blogger. Blogfam dengan rendah hati seperti berada di tepian arena, menjadi penonton tapi masih tekun menjaga keramahan.

 

Tapi kita tahu, siklus hidup sebuah produk yang glamour tidaklah panjang. Seperti letusan kembang api, ia muncul ke atas, bertahan beberapa detik dengan letusan memikat di atas angkasa, tapi kemudian pudar dan jejaknya hilang menyisakan keterkejutan bagi penontonnya. Tapi tidak dengan keramahan, tidak dengan kesederhanaan. Dua kearifan ini bukanlah sebuah produk, dia adalah nyawa. Komunitas yang berbasis kerahaman dan kesantunan tentu akan terus hidup lestari.

 

Mencari tali penyambung bz!

Trend media informasi akan mengarah ke media digital! Kita semua sadar itu, dan kita menyaksikan banyak media cetak kemudian terbit dengan dua wajah. Wajah dalam cetakan kertas sebagaimana lazimnya, dan wajah dalam format digital berbasis website. Kita juga mengenal makin suburnya alternative media massa berbasis warga yang popular disebut citizen journalism. Bahkan ada beberapa media nasional yang merasa perlu membuka keran khusus untuk itu, muncullah kompasiana, politikana dan sebagainya.

 

Tapi di penghujung tahun 2008, selepas memaparkan tema pestablogger 2008, majalah online blogfam bz! malah kemudian berhenti terbit. Sesuatu yang sejatinya membuat saya terkejut. Ini seperti arus balik yang membingungkan, berhenti di saat dunia masih membutuhkannya. Namun, hidup punya alasan untuk apapun. Nasib pun demikian! Kesibukan pengurusnya membuat bz! harus berhenti, tak ada yang mampu membekukan waktu dan melahirkan bz! edisi januari 2009.

 

Sangat disayangkan, tapi tentu penyesalan tak akan berarti tanpa sebuah harapan. Saya berharap bz! dihadirkan kembali, dengan memberi kesempatan kepada komunitas blogger berbasis daerah untuk menyambung hidupnya. Banyak blogger yang juga pengurus yang handal dalam urusan ini. Lihatlah portal masing-masing komunitas, semuanya tertata baik dengan postingan bermutu! Ada baiknya bz! diserahkan ke mereka, agar ada forum bagi semua untuk berbagi bersama, tentu tanpa meninggalkan semangat dan misi bz! sebelumnya. Kalau perlu malah ada perbaikan ke arah yang lebih baik!

 

Itu saja, terimakasih blogfam. Dan semoga makin sukses di masa depan.

Selamat Ulang Tahun ke-8!

==

Post note: postingan ini memenangkan Lomba Blog Entry #HUTBlogfam ke-8. Pengumumannya di link ini. Terimakasih untuk Blogfam!

Advertisements

16 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. JaF said, on December 6, 2011 at 12:20 pm

    Mampir daeng. Terimakasih dan terharu.. Kok ya kesan para member blogfam selalu sama, kekeluargaan yang paling berkesan. Semoga terus jadi medium penyatu rasa kekeluargaan.

    Terimakasih juga saran untuk bz! nya.. Makin panas rasanya untuk kembali hadir 😀

    • daengrusle said, on December 7, 2011 at 4:34 am

      makasih ‘ammaure’ Jaf, iya nih mari kita bakar sumbu kompornya supaya bz! terbit lagi….hehehe

  2. vi3 said, on December 6, 2011 at 3:27 pm

    duuhh, bener deh kekuatan utama dari Blogfam adalah kekeluargaannya.. keramahan dan rasa persaudaraan yang kental.
    di blogfam dulu ada kelurahan-kelurahan yang mengadakan kopdar.. salah satunya makassar yang menjadi cikal bakal angingmamiri..
    HBD, blogfam…

    • daengrusle said, on December 7, 2011 at 4:34 am

      makasih mbak vi3, angingmammiri pasti tak akan lupa sama ‘induk semang’ nya yang santun nan ramah…:)

  3. Amril TG said, on December 6, 2011 at 8:14 pm

    Terimakasih Daeng Rusle atas artikelnya yg begitu menyentuh. Mengenai bz!, moga-moga harapannya bisa terpenuhi. Kita sedang mencoba menggarap format yg pas untuk menghadirkan bz! kembali, termasuk tentu saja menjalin kerjasama dengan Komunitas Blogger Daerah. Thanks Daeng dan salam buat keluarga di Abu Dhabi

    • daengrusle said, on December 7, 2011 at 4:35 am

      thanks kakak Debat…turut mendukung reborn nya bz!..

      salam balik untuk keluarga di Cibitung..

  4. iwok said, on December 7, 2011 at 1:40 am

    Terharu membaca ulasan versi DaengRusle tentang Blogfam. Betapa komunitas ini benar-benar sudah menorehkan kesan yang dalam bagi semua orang yang pernah berada di dalamnya. Terima kasih banyak daeng sudah semakin menguatkan kembali ‘rasa’ yang diuarkan blogfam selama ini 🙂

    • daengrusle said, on December 7, 2011 at 4:37 am

      amin mas Iwok…
      pokoke blogfam tetap yang ter-ramah 🙂

  5. Indahjuli said, on December 8, 2011 at 4:22 pm

    *speechless*
    hanya mampu berkata terima kasih, terima kasih sudah mengenang blogfam dengan baik.

    • daengrusle said, on December 11, 2011 at 4:21 am

      thanks mbak Indah,…kita semua punya kenangan yang sama indahnya, tentu!

  6. indobrad said, on December 8, 2011 at 6:21 pm

    happy birthday, blogfam 🙂

    • daengrusle said, on December 11, 2011 at 4:21 am

      thanks Om Brad ganteng…:)

  7. elhakim said, on December 11, 2011 at 2:10 am

    selamat ulang tahun ke 8 blogfam, semoga tambah erat dan guyup, selamat daenggg…

    • daengrusle said, on December 11, 2011 at 4:20 am

      thanks bro elhakim sudah berkunjung ke gublog (gubuk blog) ku….

  8. Sigito said, on December 15, 2011 at 8:57 pm

    Mas Daeng aku copas pembukaannya di FB sorry ijinnya belakangan.

    Barokallahu fikum..

    • daengrusle said, on December 16, 2011 at 4:39 am

      silahkan mas Sigito.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: