…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Ultah ke-5 AngingMammiri: Kesunyian Tak Punya Tempat di Sana!

Posted in Kenangan by daengrusle on November 25, 2011

logo ultah Angingmammiri ke-5

Hidup memiliki kesunyiannya masing-masing. Tapi di komunitas blogger Makassar Angingmammiri, kesunyian tak memiliki tempat. Setidaknya itu yang saya rasakan sejak mula bergabung di sekitar Juni 2006. Berawal ketika mengikat diri pada salah satu group discussion yang lagi heboh: Blogfam. Pada salah satu room nya, saya mengenal beberapa nama blogger asal makassar seperti rara, teeza, ntan, ndy dan lain-lain, yang kemudian mengajak saya untuk ikut mailing list komunitas blogger makassar yang kebetulan sedang ‘dipersiapkan’ kelahirannya.

Keanggotaan saya dalam komunitas ini bukan karena saya menetap di Makassar, epicentrum lahiriah komunitas ini. Selama lima tahun menjadi anggota komunitas Angingmammiri ini, saya tak pernah menetap di Makassar. Sejak 2006 hingga 2008, saya bekerja di Balikpapan dan kemudian didaulat menjadi koordinator Angingmammiri di sana, istilahnya menjadi “preman” di Balikpapan. Tahun 2008 hingga 2010, saya pindah ke ibukota Jakarta. Kemudian di awal 2011 saya loncat lebih jauh lagi lintas negara, ke Abu Dhabi, Uni Emirate Arab.

Meski tak pernah berinteraksi secara intens di dunia fisik, tapi saya merasa punya keterikatan emosional yang cukup erat dengan anggota komunitas lainnya. Setiap ada kesempatan mudik ke Makassar, karena memang saya asli Bugis yang menetap di kota itu, saya berusaha untuk menyempatkan berkopdar-ria dengan komunitas ini. Adalah semacam kewajiban bagi saya untuk turut mencicipi kehangatan dan kebersamaan yang tiada tara ini.

Saya mungkin seperti didaulat sebagai yang termasuk dituakan di komunitas ini, bersama daengnuntung, daenggassing, daengmappe, daengmarowa, ombradley dan lain-lain, meski sebenarnya saya masih merasa sangat muda apalagi ketika bercengkerama dengan sesama member di milis dari seluruh generasi. Mungkin pengaruh panggilan daeng itu ya yang mengandung stigma ‘berumur’, tapi setidaknya posisi dituakan punya keuntungan tertentu, bisa menegur atau mencela sesuka hati ke yang lebih muda, he4.

Saya mengenal Rara, ketua pertama angingmammiri (2006-2010) sebagai  kawan yang seakan-akan di matanya ‘semua bisa dia lakukan’. Sosok luar biasa ini menjadi perekat utama dalam komunitas yang lumayan cair dengan beragam latar belakang. Karenanya, sempat ada kekhawatiran bagaimana ketergantungan komunitas sangat tinggi kepada dokter gigi yang ramah ini, padahal di saat yang sama regenerasi perlu dilakukan, demi menjaga keberlangsungan komunitas kreatif ini dan juga membiarkan Rara menempuh jalan karir atau apapun cita-citanya tanpa perlu terbebani oleh kerja-kerja komunitas yang sudah dibesarkannya.

Tapi untunglah kemudian, komunitas ini masih punya sosok seperti Ipul Daenggassing, yang kemudian didaulat menjadi ketua komunitas berikutnya (2010-sekarang). Meski punya gaya kepemimpinan beda, dengan sedikit keras dan banyak analisa, Ipul bisa memantapkan jejak komunitas ini semakin kuat baik di lokal maupun di panggung nasional. Ipul, sebagaimana Rara, juga intens memperluas jaringan dengan sesama blogger di daerah lain. Dan acceptance dirinya dan terhadap dirinya cukup tinggi, mungkin karena pembawaannya yang cukup berwibawa tapi tetap lugas dalam berkomunikasi. Blogger yang gaya menulisnya memikat ini mungkin masih akan dibutuhkan 2-3 tahun mendatang hingga nanti pada saatnya perlu diganti dengan yang lain.

Ada banyak kerja-kerja komunitas yang menarik digalakkan oleh para blogger2 muda ini, dan dengan ini saya merasa yakin bahwa usia komunitas blogger Makassar Angingmammiri yang menginjak tahun ke-5 sejak diluncurkan 25 November 2006 insya Allah akan tetap berlanjut terus. Yang mungkin perlu dipikirkan adalah memperkuat jaringan ke siswa sekolah SMA dan kampus-kampus yang padanya nanti tongkat estafet kepengurusan AM akan diserahkan. Belakangan ini memang bermunculan banyak blogger baru dari kalangan kampus yang cukup potensial. Dengan canda dan coddo a la kadarnya, membuat mereka akan merekatkan diri lebih kuat, insya Allah.

Satu hal lagi, Angingmammiri sering menelorkan penulis-penulis blog yang kuat. Banyak diantaranya punya kemampuan mengolah kata dengan baik dan akan terus meningkat sekira terasah sebagaimana beberapa anggota AM senior yang sudah malang melintang dalam dunia kepenulisan. Ada Daeng Nuntung, Amril T Gobel, Ipul, dan lain-lainnya yang butuh diabadikan jejaknya. Karenanya, selayaknya komunitas ini juga memikirkan serius untuk memperkuat kemampuan menulis anggota-anggotanya. Kerja sama dengan surat kabar online maupun citizen journalism web mungkin bisa menjadi ajang untuk membina mereka.

Itu saja, dan saya yakin dengan semua kekurangan yang ada, tetap tidak ada tempat bagi kesunyian di kronik komunitas ini. Majulah pacca, majulah cappo’…!

Advertisements

15 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] Ultah ke-5 AngingMammiri: Kesunyian Tak Punya Tempat di Sana! […]

  2. Amril TG said, on November 26, 2011 at 12:04 am

    Tulisan yang memikat, Daeng. Semoga Angingmammiri terus maju dan berkembang menjadi komunitas blogger paling diperhitungkan di jagad maya blog di Indonesia.

    • daengrusle said, on November 26, 2011 at 3:24 am

      amin doanya. semoga kak ATG juga masih setia bersama AM di hari2 ke depan, sembari juga mensinergikan komunitas ini dengan komunitas lain yang kak ATG juga ‘rawat. Amin

  3. rara said, on November 26, 2011 at 2:30 am

    Hihihi.. Ketemu DR pertama kali secara offline di kopdar 12 jam di’? Hahaha gile hari itu, seharian ktemu anak AM terus, untung ndak bosan ki’ 😀 haha..
    Kita kenal pertama kali kayaknya di milis cotomakassar, terus tnyata member blogfam juga, dan menjerumuskan DR ke AM hihihi 😀

    • daengrusle said, on November 26, 2011 at 3:25 am

      hahha..ndak bosan lah waktu itu, tp takjub aja sama endurance teman2..hihi

      iya yah, di milis comat…masih eksis kah itu milis…

      • rara said, on November 26, 2011 at 5:11 am

        baru baca ulang.. addeh.. seakan2 semua bisa dilakukan hahaha..
        padahal ndak semua bisa dilakukan 😛

      • daengrusle said, on November 26, 2011 at 5:21 am

        eh, kan ada frasa “seakan-akan”…hihhii

  4. kmonoarfa said, on November 26, 2011 at 2:36 am

    *peluk semua keluarga AM ku* :*

    • daengrusle said, on November 26, 2011 at 3:25 am

      peluk Tika juga dengan haru dan syahdu…

      *eh, saya gak setua Denun kan*

      hihihi

  5. gadisjeruk said, on November 26, 2011 at 5:10 am

    wahh.. selamat ulang tahun AM…

    dari @bengawan Solo 🙂

  6. Ndy said, on November 26, 2011 at 12:42 pm

    Membaca postingan ini, jadi makin kangen AM 😦
    Kangen DR juga 🙂

  7. indobrad said, on November 27, 2011 at 4:23 am

    bener juga, panggilan daeng semacam menjadi legitimasi dalam mengkritik. hehehe

  8. anbhar said, on November 28, 2011 at 8:05 am

    pertama kali kopdar dengan teman2 AM yah.. waktu Derus datang, kopdar di Lesehan pak Dani tahun 2007 😀 kopdar perdana dengan Derus dan AngingMammiri 😀

    ndak terasa hampirmi 5 tahun…

  9. james said, on January 16, 2012 at 8:25 am

    Sekarang saya mengerti apa maksud ta’ daeng waktu bilang kita member AM yang paling jauh. 🙂 Salam kenal daeng. Sukses selalu. Makassar cuma sejauh pikiran kita. :))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: