…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Mengurai Jejak Jibril as Dalam Sejarah

Posted in Abu Dhabi by daengrusle on October 25, 2011

Sepanjang jalan menuju tujuan, kita biasanya abai dengan gang-gang kecil yang terdapat di sisi jalan. Kita terkadang hanya fokus kepada jalan utama, arah kemana kita akan menuju hingga titik akhir tujuan. Padahal, tak jarang gang-gang kecil itu menyimpan banyak kisah-kisah kecil yang menjadi pilar pembangun keseluruhan cerita dan jejak-jejak perjalanan.

 

Agama juga demikian, tidak hanya melulu soal ritual teknis belaka sebagai penunjuk jalan utama. Tapi juga mengandung banyak cabang-cabang jalan yang kalau ditelusuri lebih detail akan membantu membentuk formasi keimanan menjadi lebih kuat dan mendekat ke sang Tujuan Agung. Mengimani Jibril as pun demikian, semakin kita mengenal dekat sang spesialis kurir penyampai wahyu ini, insya Allah pondasi iman kita akan menuju ke penciptaNya. Tentu saja dengan tetap merunut pada jalan utama yang wajib kita tempuh.

 

Jibril as, malaikat utama ini, juga rupanya menyimpan banyak jejak cerita di bumi manusia. Sejak Adam hingga rasul terakhir, Muhammad SAWW, yang dianggapnya sebagai kekasih terbaik sepanjang mengemban tugas menyampai wahyu dariNya, Jibril banyak bergelut dengan ragam manusia. Terutama karena ia banyak ikut andil secara aktif dalam berbagai pergulatan dengan manusia-manusia terkutuk, ketika tangan dan bibir para nabiullah membutuhkan bantuannya untuk menghalau sang musuh agama.

 

Kisah-kisah tentang Jibril as sejatinya banyak dimuat dalam kitab suci, terutama al-Quran yang mulia, terkadang dipaparkan dengan jelas bagaimana perannya dalam kronik kerasulan beberapa Rasul yang termaktub dalam al-Quran, tapi terkadang juga terselip di balik cerita-cerita yang dipaparkan Allah. Untuk menggali kisah yang lebih detail, kita membutuhkan sumber yang lain semisal Hadist qudsi atau hadist shohih yang sanad dan matannya terpercaya. Terkadang cerita terurai menjadi jalinan yang agak lengkap didapatkan dari penuturan para ahli tafsir yang kedalaman mata bathinnya bisa mencerna yang tersirat dalam beberapa teks. Akhirnya terungkaplah beberapa selubung yang memberikan pemahaman kepada kita tentang malaikat mulia ini.

 

Buku ini, Jibril alaihissalam – Menjejak Langkah Malaikat Pembawa Wahyu, termasuk salah satu upaya untuk merangkai cerita tentang sang malaikat.  Buku yang ditulis oleh penulis kelahiran tahun 1978, Muhammad Syahir Alaydrus ini setidaknya menjadi semacam salah satu cabang jalan yang insya Allah akan memberikan penerangan lebih dalam perjalanan utama kita menuju Tuhan yang Maha Tinggi. Dalam buku yang tidak terlalu tebal ini, Syahir Alaydrus, yang saat ini menetap di Abu Dhabi UAE banyak menukil kisah-kisah besar kenabian yang rupanya tak lepas dari campur tangan sang Jibril as.

 

Sebutlah misalnya bahwa Jibril as turut andil membantu Adam as mendirikan bangunan mulia Ka’bah di Mekkah. Dia juga menjadi arsitek utama pembuatan bahtera Nuh as yang menyelamatkan umatnya dari air bah yang menenggelamkan bumi. Juga diceritakan bagaimana Jibril as turut menemani Ibrahim ketika sang kekasih Allah SWT itu dimasukkan ke dalam api yang menyala-nyala oleh penguasa dzalim Namrudz. Juga bagaimana Jibril as berkontribusi melanggengkan peran kenabian Luth, Yusuf , Daud, Musa, Zakariya dan nabi-nabi agung lainnya.

 

Tentu saja buku ini juga memuat kisah paling populer di kalangan umat islam, bagaimana Jibril as bersama Muhammad SAWW menembus ruang dan waktu dalam perjalanan Isra’ Mi’raj dari Mekkah ke alQuds hingga ke Sidratul Muntaha, sebagaimana dialah yang membawa kata pertama “Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Mencipta”.

 

Buku terbitan Mizania dengan cover berwarna putih bersih ini, layak menjadi bahan bacaan tambahan kita, terutama bagi yang tak sempat mencari jejaknya di al-Quran atau tafsir-tafsir yang banyak di perpustakaan. Buku ini mencoba mengukir garis besar hikayat dan riwayat Jibril as yang terekam dalam literatur suci yang direkam sepanjang sejarah. Dan saya yakin, keberimanan kita insya Allah akan bertambah demi menuntaskan buku yang diperkaya dengan lay-out menarik ini.

 

Selepas membaca buku ini, saya selintas merasa sumringah betapa indahnya bisa berkawan dengan malaikat agung ini. Saya membayangkan bagaimana para Rasul2 dan manusia2 suci yang tercerahkan menjalin persahabatan yang agung dengannya. Sang Malaikat yang jaraknya sangat dekat dengan Allah SWT ini tentu bisa menggandakan keimanan kepadaNya. Terbayang kisah ahlulbayt Nabi: Fatima, Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husayn yang bernaung di bawah kain Kisa dalam sebuah kutipan hadits shohih terkenal, ketika sosok malaikat mulia ini turut bernaung menjadi orang ke-6 bersama Nabiullah Muhammad SAWW, betapa syahdu dan romantisnya menjejak bumi dalam naungan cahaya ilahiah. Masya Allah.

 

Saya percaya kisah Jibril as tidak hanya terdapat dalam sumber-sumber tekstual dan verbal dalam agama Islam. Keterlibatannya yang nyaris aktif dalam kronik perjalanan kemanusiaan sejak awal memungkinkan Jibril as menjadi tokoh sentral yang layak dibincangkan, bahkan kedekatannya dengan Tuhan pun memberi sinyalemen bahwa Tuhan tentu banyak memberi kredit kepada mahluk dari cahaya ini dalam setiap kitab atau Ilham yang diwahyukan kepada hamba-hambaNya yang suci. Dalam buku ini juga diceritakan bagaimana penolakan kaum Yahudi terhadap malaikat Jibril as karena track recordnya sebagai penumpas di masa lalu.

 

Mungkin saja jejak Jibril as juga bisa direkam dalam kitab suci lainnya, injil, torah, ataupun kitab suci agama-agama manusia lainnya semacam Hindu, Buddha, Zoroaster dan sebagainya. Tapi setidaknya, informasi yang ada dalam al-Qur’an beserta semua teks yang merujuk kepadanya sudah lebih dari cukup untuk membuat kita meyakini keberadaan sang malaikat agung ini. Dari tetes-tetes kisah yang dipaparkan menarik di buku ini, insya Allah akan memberikan energi positif kepada kita, umat Muhammad SAWW untuk lebih mendekatkan diri kepada Pencipta malaikat mulia ini, Allahu Rabbul Alamin.

Info detail mengenai buku ini bisa didapatkan di link Mizania-Jibril.

Advertisements
Tagged with: , , ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. mohd roslani said, on November 10, 2012 at 10:19 am

    saya roslani dari malaysia.

    saya berminat ingin membeli buku ini… dimana saya boleh mendapatkannya, kalau dimalaysia.

    sila beri alamat kedai atau store untuk saya membeli dari anda.

  2. syamsoe said, on November 14, 2012 at 1:49 am

    klik aja link Mizania- jibril dikalimat terakhir pak roess


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: