…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Pak Tua, Sudahlah!

Posted in Indonesia, Renungan by daengrusle on July 4, 2011

 

Maukah nama anda mengganti nama pak Rusli di cerita ini?

Namanya Rusli, orang Jawa yang sejak mula menetap di Medan. Usianya sudah melewati masa pensiun, kalau tak salah sudah lewat 58tahun, setelah sekilas memperlihatkan passportnya yang kumal. Beliau kerja di salah satu perusahaan besar penyedia jasa (oil and gas services company) di Dhammam, kota yang menjadi pusat gerak roda industri minyak paling terkenal di Saudi Arabia. Di Dhammam ini lah, 8 juta barrel minyak diisap dari perut bumi setiap hari.

Saya berjumpa dengan pak Rusli ketika sedang antri memasuki ruang boarding di gerbang F-1 Bandara Soekarno Hatta akhir Mei lalu. Wajahnya sebenarnya segar di usia tua itu, dan seperti mereduksi jumlah angka umurnya dengan senyum bersahabat ke siapa saja. Termasuk saya. Di tengah antrian yang panjang dengan bejubelnya TKW-TKW kita, beliau menyapa dulu dengan menanyakan “mau kemana, dik?”

Setelah berbincang standar tentang asal, pekerjaan dan keluarga, saya mengajukan pertanyaan sedikit sarkastik, “Pak, kok masih kerja aja? Kan di umur seperti Bapak ini lebih enak pensiun!. Pak Rusli tersenyum manis sekali dan menjawab bijak,”Haha, pengennya sih begitu dik. Dari sejak lama saya pengen pensiun, tapi ternyata kebutuhan keluarga juga masih banyak. Kalau saya berhenti kerja, gmana membiayai hidup anak2. Kebetulan juga kontrak saya diperpanjang oleh perusahaan”.

Perusahaan tempat pak Rusli bekerja adalah perusahaan jasa terbesar di industri minyak dunia. Hampir semua perusahaan operator dunia memiliki kontrak dengan perusahaan asal Jerman ini. Kalau tidak salah, beliau bekerja sebagai operator untuk salah satu mesin yang digunakan perusahaan minyak di Dhammam (mungkin ARAMCO). Menurut ceritanya, dia sudah belasan tahun di Dhammam, setelah sebelumnya berkeliling ditempatkan di belahan dunia lain; Australia, China, dan sebagainya.

Pekerjaannya menuntut dia untuk bekerja tanpa keluarga menyertai, dan ini dikompensasi dengan system rotasi kerja dua bulan ON, dua bulan OFF. Keluarga beliau menetap di Medan, dan hanya bisa berkumpul selang-seling dua bulan. Pekerjaan seperti ini mendatangkan banyak kompensasi, dan terkadang menjadi impian banyak enginer-enginer muda. Tapi tidak untuk saya.

Dengan tetap menjaga kesan bersahabat, sore itu saya mencecar pak Rusli dengan banyak pertanyaan. Mengenai keputusannya untuk tetap bekerja di usia lanjut, tentu menurut saya adalah soalan yang membingungkan. Di usia yang senja, tentu sudah waktunya untuk melonggarkan hidup yang selalu tegang dengan bekerja.

Saya tak pernah berharap bekerja sampai usia 50tahun, apalagi sampai 60tahun. Cita-cita saya sederhana, hanya mengantar anak-anak saya ke kehidupannya sendiri, bukan melulu menumpang di kehidupan saya. Saya tak hendak menjadi kendaraan anak-anak saya selamanya, saya butuh mengejar cita-cita pribadi saya sendiri. Anak-anak tak pantas dijadikan alasan untuk terus bekerja, mereka wajib menejejak sendiri penghidupannya setelah dewasa tanpa perlu membebani orang tua.

Di usia senja saya nantinya, saya hanya hendak memiliki sepetak rumah kecil di bibir pantai dan menikmati udara segarnya dengan membaca. Tentu saja ditemani istri saya terkasih. Anak-anak? Mereka punya dunianya sendiri, mereka punya mimpi sendiri. Biarkan mereka mengejarnya sendiri. Dan saya tak mau mengganti nama pak Rusli dengan nama saya di cerita di atas. Maaf ya pak Rusli.

Advertisements

9 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. niQue said, on July 4, 2011 at 8:05 am

    sepertinya kalau saya yang menulis cerita itu, saya tahu nama siapa yang akan tulis sebagai gantinya. dia adalah seorang ayah yang teruuuuus aja memikirkan anak2nya bahkan sampai ke cucu2nya.

    saya? saya tidak mau bekerja sampai setua itu, saya juga tak mau suami bekerja terus tanpa pernah menikmati hidup. mungkin ini melulu tentang alasan / p enyebab belaka. karena ada juga lho yang sudah sepuh tapi tetap bekerja karena dia tidak mau berhenti beraktivitas, karena beraktivitas membuatnya terus merasa berarti hidupnya 🙂

    • daengrusle said, on July 4, 2011 at 11:16 am

      thanks Nique.
      memang begitu, orang tua tetap harus beraktifitas untuk melawan kejenuhan, tapi tidak dengan bekerja keras yang setara dengan manusia produktif.
      membaca, menulis atau berkebun juga adalah aktifitas menyenangkan bukan?

  2. indobrad said, on July 4, 2011 at 3:55 pm

    pak rusli mungkin punya alasan lain yang sama2 valid: bekerja adalah aktualisasi diri, terlepas dari berapa pun umurnya 😀

    anyway, kritik ya tentang theme blog ini. terlalu pucat, apalagi warna teksnya. maaf ya 😦

  3. giewahyudig said, on July 5, 2011 at 12:54 pm

    Mungkin itu impian saya beberapa tahun yang lalu, namun sekarang saya sudah bertekad untuk tidak pernah berhenti berkreasi, entah apapun nanti apa yang saya lakukan..
    berhenti mungkin pekerjaan yang belum saya pikirkan..

    tapi kenapa namanya mirip ya? Pak Rusli dengan Daeng Rusle..

  4. Dhymalk DhykTa said, on July 18, 2011 at 11:47 am

    Luar Biasa Pak Rusli….

    di t4 ku juga banyak yg sperti beliau..sdh senja tp karena tuntutan ekonomi msh terus harus bekerja…

  5. Gandung said, on July 25, 2011 at 7:25 am

    Di Mmrik dan juga negara maju, umur pension 65, tahun bahkan kalau dia masih sehat bisa bekerja lebih lama.
    Saya kira umur 58 masih muda. Dan saya kira dikantor saya banyak yang umur 60 tahun masih bekerja.

  6. iPul dg.Gassing said, on July 26, 2011 at 6:38 am

    mungkin pak Rusli mau tetap bekerja karena ingin terus eksis..
    #halah

  7. daengrusle AM said, on September 13, 2011 at 10:04 am

    testing
    hidup, hidup


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: