…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

September 2010 @ Kuala Lumpur

Posted in Kenangan by daengrusle on June 1, 2011



Rupanya, boss saya masih ingat betul bagaimana ketika dia me-wawancarai saya di Malaysia, akhir September 2010 lalu. Dalam satu perbincangan dia dengan rekannya, dimana saya diajak turut serta, dia bercerita sambil menekankan betapa ia ingat betul sesi itu.

 

Boss saya yang orang Jordania ini ngomong, waktu itu ketika kita selesai wawancara, saya ingat si Muhammad ini – sambil menunjuk ke saya, disuruh ngajuin pertanyaan. Pertanyaannya hanya satu dan bikin kita surprise,

“Apakah kalau saya jadi gabung dengan perusahaan Anda, saya bisa dikasih kesempatan untuk melakukan ibadah Umrah atau Haji?

Dan para pewawancara yang semuanya berbangsa Arab itu tertawa sambil meyakinkan “tentu saja bisa, kawan! Why not?

 

Saya sendiri agak lupa kalau sempat mengajukan pertanyaan lucu itu, tapi kelihatannya itu terngiang terus di benak si boss. Mungkin pertanyaan polos nan ‘religius’ itu jadi poin tambahan sampai mereka begitu semangat merekrut saya, hahaha.

 

Eh, satu lagi yang justru saya paling ingat adalah bahwa ketika salah satu pewawancara menyatakan dirinya dari Palestina, saya langsung menyampaikan perasaan simpati yang teramat dalam akan perjuangan bangsanya. Si bapak tua arab palestina itu kelihatan trenyuh dan kemudian kawannya langsung ngomong “Wah, kalau simpatimu begitu mendalam, kau tidak mungkin lagi kami tolak…hahahaha”

 

Anyway, hari ini tanpa sengaja saya menemukan lagi kertas e-tiket reservasi saya waktu wawancara di KualaLumpur, 26-27 September 2011. What a coincident!

 

Saya ingat, dan pewawancara saya juga ingat sekali, bagaimana negosiasi soal ‘harga’ berlangsung begitu ‘sengit’. Waktu itu  karena sejujurnya saya blum tahu living cost di Abu Dhabi dan karenanya mematok tinggi ‘uncertainty’ dan safety factor. Sampai si Manager HRD nya walk-out dan sebel sama saya, untungnya kemudian calon-boss saya itu mendekati dan menyampaikan satu ‘angka’ yang kelihatannya cukup bagus. Dan you know what, si Manager HRD bukannya malah nolak, tapi bahkan menaikkan beberapa angka diatasnya. “You see, I am so gorgeous to you, my friend!”

 

Saya tersenyum, tapi belum yakin sepenuhnya untuk bisa bergabung, sampai kemudian terpacu oleh beberapa motivasi dari istri dan kawan saya di kantor. Dan now, here I am, sitting on the best place to work in the middle east.

 

Baca juga: Dari buku Atlas dan Saya ada disini.

Advertisements

12 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. indobrad said, on June 1, 2011 at 5:59 am

    mantap euy, asik bener wawancaranya. ah jadi iri 😀

    • rusle said, on June 1, 2011 at 9:23 am

      haha, u can make the better one, bro! and you will be at the other side…:D

  2. Kamaruddin Azis said, on June 1, 2011 at 6:55 am

    Menyenangkan. Saya bahagia membacanya…

    • rusle said, on June 1, 2011 at 9:24 am

      saya bahagia mendapat comment dari bapak, thanks.

  3. iPul dg.Gassing said, on June 1, 2011 at 8:49 am

    saya penasaran ingin tahu jumlah angka yang disebutkan itu berapa..

    😀

    • rusle said, on June 1, 2011 at 9:29 am

      hahaha…RHS dunk…(klo di indonesia)..
      but u know what my friend, in here, all people can tell you how much salary they get from the company..:D

      di negeri ini keliatannya gaji bukanlah sesuatu yg rahasia, somehow….

      disini, bahkan sopir taxi pun akan dengan santainya bertanya, “berapa gaji anda?” dan saya paling kikuk ditanyain gitu…paling jawabnya diplomatis “alhamdulillah, saya bisa nyewa apartement dan menyekolahkan anak disini”..klo sudah jawab begitu, biasanya mereka akan mengerti berapa “angka” itu…hehehe

  4. aRuL said, on June 3, 2011 at 12:46 am

    strike….

    Sepertinya seru banget wawancaranya, dan bisa menemukan hal yg membuat pewawancara itu suka luar biasa.. jadi belajar banyak nih dari daeng 😉

  5. iRa said, on June 3, 2011 at 9:31 am

    wow……………mantab…
    anuh….apa masih ada temanta disana yang single dan available? wakakakakakaka

    • daengrusle said, on June 3, 2011 at 11:17 am

      hahaha, banyakji Ira
      hampir semua sopir taxi asal Kerala, India dan Pakistan disini bujangan 😀

  6. rime said, on June 3, 2011 at 4:37 pm

    wah, hebat…

    saya yakin Anda diterima karena punya hati yang tulus 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: