…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Pasar Sentral Makassar Terbakar: Lara kami hari ini

Posted in Indonesia, Sulawesi Selatan by daengrusle on June 28, 2011

Sekitar sebulan menjelang Ramadhan, bulan suci penuh rahmat bagi Umat Islam, para pedagang pasar sejatinya sudah mulai melakukan stock opname kemudian berburu stok jualan baru yang kira-kira memenuhi selera pasar saat ramadhan dan lebaran di bulan Agustsu 2011 nanti. Sekitar akhir bulan Juni ini, mungkin ratusan pedagang pasar Sentral Makassar sudah berada di Surabaya dan Jakarta (Tanah Abang, ITC Cempaka Mas, Mangga Dua) untuk keperluan itu. Ratusan juta dipersiapkan untuk keperluan ini, bakal menjejali lods dan kios mereka dengan barang model baru yang didatangkan dari luar Makassar.

“Tradisi” berburu barang model baru ini lumrah menjelang ramadhan/lebaran dan tahun ajaran baru, karena memang pada saat itu masyarakat akan memuncak daya konsumtifnya. Bulan Agustus nanti akan ada pertemuan dua peak season itu: lebaran dan tahun ajaran baru. Tentu saja momen yang sedap untuk menaikkan omzet jualan mereka. Terutama bagi para pedangan Pasar Sentral Makassar yang merupakan pusat perkulakan terbesar di Indonesia Timur dimana konsumennya bukan saja datang dari kota Makassar, tapi juga berasal dari kabupaten2 satelit di Sulawesi Selatan, bahkan hingga ke Kendari, Buton, Banggai dan Ambon.

(pasar Sentral Makassar terbakar semalam 27.06.2011, foto dari Tribun)

Lara Semalam, Lods Kami di Pasar Sentral Dilalap Api

Namun, semalam impian mengeruk keuntungan dari dua peak season itu lenyap seketika terbawa api yang melalap Pasar Sentral Makassar. Seperti mimpi buruk kabar itu hinggap menyusup ke dalam BBM kami “Terbakar’i pasar sentral ndi’…cappussiki’!”. Berita lara itu masuk dan menggelisahkan kami semua. Dua lods milik bapak yang ada di lantai dasar, tepat di bawah Matahari pasar Sentral kabarnya ikut ludes dimakan kobaran api. Tak ada yang tersisa, dan konon  memang nyaris semua bagian pasar musnah dihanguskan si raja merah. Sejak terbakar semalam pukul 23.30, hingga siang hari jam 12.00 api masih belum berhasil dipadamkan! (more…)

Advertisements

Singkatkan Salam dengan “Ass” : Itu Bokongmu?

Posted in Indonesia, Renungan by daengrusle on June 26, 2011

Anda sering membuka diskusi dengan mengucap salam yang disingkat dengan “ass”? Meski mungkin sebahagian orang akan paham maksud baiknya, tapi sadarkah bahwa singkatan “ass” itu juga bermakna bokong/pantat dalam bahasa Inggris, dan beraroma sarkastik berupa umpatan?

 

Sedari dulu saya sering gusar dengan banyak pesan singkat via sms, BBM, YM, email atau bahkan surat yang membuka komunikasi dengan salam yang disingkat “ass”. Saya sepenuhnya memahami bahwa maksud si penyampai mungkin baik, mengucapkan salam yang berarti mendoakan keselamatan pihak di seberang pesan. “ass” adalah singkatan kolokial/prokem untuk assalaamu alaikum, dan biasanya disampaikan oleh anak gaul/anak muda yang mungkin kerepotan atau keberatan menulis panjang-panjang salam tersebut (aneh ya, berdoa kok kerepotan).

Acapkali menerima salam yang disingkat seperti itu, bayangan saya langsung membentuk bagian tubuh belakang manusia, seakan ia hendak mengatakan “Ini bokongku!” Naudzubillah. (more…)

Tagged with:

Haruskah Saya Berbangga atau Bersedih Karena Ini?

Posted in Abu Dhabi, Indonesia by daengrusle on June 21, 2011

Selain Indomie, produk asal Indonesia yang paling banyak ditemui di Abu Dhabi adalah kertas! Hampir semua buku, kertas fotokopi dan segala macam derivate produk tulis menulis ini diproduksi dari negeri saya tercinta: Indonesia!

Selanjutnya, saya hanya ingin mengutip apa yang saya baca di Wikipedia.

Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2006, luas hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59,6 juta hektar dari 120,35 juta hektare kawasan hutan di Indonesia, dengan laju deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2,83 juta hektare per tahun. Bila keadaan seperti ini dipertahankan, dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya, maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama. Menurut analisis World Bank, hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2010.

Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian, mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya, kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan kayu senilai US$ 5 milyar, diantaranya berupa pendapatan negara kurang lebih US$1.4 milyar setiap tahun. Kerugian tersebut belum menghitung hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat dihasilkan dari sumber daya hutan.

Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3,8 juta hektare pertahun, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston, 2004). Sedangkan data Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukan angka Rp. 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar (Antara, 2004).

 (foto dari iklimkarbon)

Jadi, haruskah saya berbangga hati atau malah bersedih hati? 😦

Catatan Penyemangat untuk Hamran Sunu

Posted in Indonesia, Sulawesi Selatan by daengrusle on June 20, 2011

 (Hamran Sunu, foto diambil dari laman facebooknya. Saat ini, pendidik cum sastrawan muda berbakat asal Makassar ini diberhentikan oleh lembaga tempat dia berkiprah sebagai guru. Beritanya di sini. )

Pendidikan adalah hal ihwal tentang bagaimana menempa seseorang agar bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Di dalam kata ‘pendidikan’ itu, ada semacam makna terpendam bahwa substansi pendidikan adalah proses pendidikan itu sendiri beserta semua nilai-nilai yang dikandungnya.

Bersama ilmu dan pengetahuan yang menjadi materi dasar proses pendidikan, ada juga moralitas yang berfungsi seumpama hati dalam tubuh manusia. Moralitas melakukan kontrol bagaimana ilmu dan pengetahuan diejawantahkan dalam fungsi praktisnya.

Kita lebih senang memakai kata pendidikan dibanding pengajaran, meski pada mulanya di awal republik ini berdiri mereka menggunakan kata pengajaran lebih sering. Seiring waktu, tokoh2 pendidikan kita memandang perlu untuk memperkenalkan kata yang berspektif moralitas: pendidikan.

Karenanya kemudian muncul banyak ragam mata ajaran yang mengandung bobot moralitas dalam kurikulum kita, selain pelajaran agama yang sudah menjadi keniscayaan. Ada pendidikan budi pekerti, ada pendidikan Pancasila, ada pendidikan kewiraan, dan sebagainya. Belum lagi soal pengajaran budaya dan tradisi bangsa yang mengandung kearifan lokal nusantara. (more…)

Tagged with: ,

Alhamdulillah, Satu Milestone Terlampaui!

Posted in Abu Dhabi by daengrusle on June 19, 2011

Apa yang anda lakukan untuk menjalani sesuatu yang konon ‘hanya’ membutuhkan ‘keberuntungan’ semata? Selain latihan menambah kepercayaan diri, hal lain adalah ‘berdoa’. Saya hari ini baru saja melewatinya. Alhamdulillah.

Beberapa kali saya mendengar dari banyak orang di Abu Dhabi, bahwa mendapatkan driving licenses adalah hal yang teramat susah, meski beberapa mengatakan hal itu gampang-gampang saja. Secara sarkastik, banyak expat disini menyatakan bahwa butuh 2-3 kali percobaan test untuk mendapatkan driving licenses ini. Bahkan bagi yang sudah sangat mahir mengemudi pun butuh beberapa kali ujian.

Tidak heran kalau atasan saya mengibaratkan bahwa “To get driving licenses here, like to get Ph.D certificate. It is very difficult and bring a pressure to all people here!” Kali lain ada sopir taxi yang mengaku mengulang test lebih dari 3x untuk dapatkan licenses menyatakan, “ we don’t know how to measure whether we get passed or failed. All things we need is only one: a luck at all! (more…)

Tagged with: ,

Siri na Pesse’ dalam Kekerabatan Masyarakat Bugis Makassar

Posted in Indonesia, Sulawesi Selatan by daengrusle on June 16, 2011

Takunjunga’ bangung turu’, nakugunciri’ gulingku, kualleangnga tallanga natoalia.

(Layarku telah kukembangkan. Kemudiku telah kupasang. Kupilih tenggelam daripada melangkah surut)

– Syair Sinrilik Makassar

 

Tidak ada yang lebih berharga dari sebuah kehormatan. Sejak manusia diturunkan ke bumi, maka berulangkali kita membaca bahwa penegakan kehormatan terkadang menjadi asbab munculnya banyak kronik-kronik yang berlintasan di lini masa sejarah manusia. Perang dan penguasaan adalah salah satu kancah yang distimulus oleh penegakan kehormatan ini.

Glory, Gospel dan Gold yang menjadi semboyan penaklukan bangsa eropa terhadap benua asia dan amerika juga dilandasi oleh semangat menancapkan kehormatan sebagai manusia yang unggul. Demikian juga bagaimana Hitler dan partai Nazi nya meluluh lantakkan Eropa dan sebagian Asia dan Afrika hanya demi didorong oleh prasangka keunggulan ras yang notabene juga adalah sebuah representasi penegakan kehormatan primordial. Hal yang sama juga dikenal dalam kultur Jepang: semangat bushido. (more…)

Tagged with: , , ,

#indonesiajujur: lelucon kejujuran di halaman rumah kita

Posted in Indonesia, Renungan by daengrusle on June 12, 2011

 (TERHARU – Ny Siami dan Fatkhur Rohman, wali kelas AL, teharu saat saling minta maaf dalam mediasi di balai RW, Kamis (9/6). Foto: Surya/Faiq Nuraini)

Ada banyak orang memaknai hidup begitu dangkalnya, mengibaratkan seperti makan dan minum. Apa yang dimakan, diminum, biarlah perut yang akan mencerna nya sesuka hati, toh akan keluar juga sebagai kotoran. Hidup seperti itu adalah hidup yang tak layak dijalani, karena tak direnungi. Bukankah dalam proses pencernaan, ada sebagian gizi makanan yang terserap menjadi otot, darah, dan tulang yang sangat dibutuhkan badan kita.

Hidup bukan persoalan menghabiskan waktu dengan makan-minum, bernapas, atau beraktifitas selama 50 atau 60 tahun. Bukan soal seberapa lama kita hidup dari sejak lahir hingga wafat. Bukan itu, bahkan sama sekali bukan. Yang terpenting justru bagaimana nilai hidup yang kita bawa selama menjalani ‘masa pinjam’ umur itu. Hidup 50-60 tahun itu teramat singkat, tanyakan kepada orang-orang tua kini, betapa cepatnya waktu berlalu dari kanak-kanak hingga menua. (more…)

Palari dari Galesong

Posted in Kenangan by daengrusle on June 9, 2011

1 – Palari dari Galesong

Subuh menjelang pagi di pelataran Asi Mbojo[1] Bima, dedaunan hijau yang dimandikan embun seperti sumringah menyambut matahari yang muncul dari balik pundak perkasa Gunung Tambora. Halimun masih mengendap-endap di antara pucuk-pucuk bunga mundu[2] yang berwarna putih, menyelimuti pesona taman bunga yang dirawat tekun oleh tangan halus sang permaisuri Sultan, Karaeng Bonto Je’ne[3].

Di pagi yang belum terang tanah itu, Karaeng Jareweq[4], sang sultan Bima, baru saja menandaskan lembaran kitab barzanji[5] yang akan dilagukan pada upacara Hanta Ua Pua[6] siang nanti. Ia duduk bersandar di lamin singgasana raja ditemani permaisurinya Karaeng Bonto Je’ne. Pandangannya menembus jendela Asi Mbojo yang menghadap ke utara. Baruga Asi Mbojo baru semalam selesai dihias dengan umbul-umbul aneka warna, persiapan Hanta Ua Pua yang dirayakan setiap tahun semenjak Karaeng Jareweq naik tahta menggantikan ayahandanya. (more…)

Well Done, Son!

Posted in Abu Dhabi by daengrusle on June 8, 2011

Pekan ini Mahdi lagi memasuki masa exam/ujian di Third term atau di Indonesia dibahasakan sebagai Catur Wulan ke-3 atau penghujung tahun ajaran 2010/2011. Di Jubilee International School (lihat postingan sebelumnya), Mahdi datang sebagai siswa pindahan dari TK Al-Ishlah Cibinong Bogor, dan masuk langsung di awal third term bulan April 2011 kemarin.

Satu yang mungkin menyulitkan bagi Mahdi untuk beradaptasi adalah soal bahasa yang berbeda. Dengan anak seusia dia yang belum tahu bagaimana menghadapi perbedaan bahasa, budaya dan cara belajar, tentu akan membingungkan. Namun satu hal yang saya yakini, bahwa kemampuan dan kecepatan beradaptasi seorang anak jauh lebih baik dibanding orang dewasa. Saya yakin dalam waktu cepat dia akan bisa mengejar ketertinggalan keterampilan berkomunikasinya.

  (more…)

Tagged with: , ,

Nama Makassar di Empat Negara

Posted in Indonesia, Sulawesi Selatan by daengrusle on June 7, 2011

 (foto: pelabuhan Makassar abad 17)

Makassar, selain dikenal sebagai ibukota propinsi Sulawesi Selatan, rupanya juga merupakan nama kota/tempat di empat daerah lain. Hampir semuanya punya kaitan historis yang erat dengan kota Makassar, di Sulawesi Selatan.

Berikut ini empat tempat yang bernama Makassar.

1. Kampung Makassar di Jakarta Timur

Kawasan yang dahulu termasuk Kampung Makasar dewasa ini meliputi wilayah kelurahan Makasar dan sebagian dari wilayah Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur.

Disebut sebagai Kampung Makasar, karena sejak tahun 1686 dijadikan tempat pemukiman orang – orang Makasar di bawah pimpinan Kapten Daeng Matara. Mereka adalah para tawanan perang yang dibawa ke Batavia setelah takluknya Kerajaan Gowa, dibawah Sultan Hasanuddin tunduk kepada Kompeni VOC selepas Perang Makassar di abad-17. Perjanjian Bungaya yang mengakhiri Perang Makassar menyebutkan bahwa Gowa harus mengirimkan 1000 budak pria dan wanita ke Batavia sebagai tanda ketundukan.

Salah seorang putri Daeng Matara menjadi istri Pangeran Purbaya dari Banten yang memiliki beberapa rumah dan ternak di Condet, yang terletak disebelah barat  Kampung Makasar.

Pada awalnya mereka di Batavia diperlukan sebagai budak, kemudian mengingat krisis pasukan di kalangan serdadu VOC, orang-orang Makassar yang dikenal sebagai petarung ini dijadikan pasukan bantuan dan dilibatkan dalam berbagai peperangan yang melibatkan kompeni VOC di berbagai kawasan Nusantara. Diantaranya sempat ikut diterjunkan melawan perang Diponegoro (1725-1730), dll. (more…)