…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Sinriliq Datu Museng – Maipa Deapati (1)

Posted in Indonesia, Kenangan, Sulawesi Selatan by daengrusle on May 24, 2011

(Ket gambar: Passinriliq, sumber link)

Saya menamai anak perempuan saya Maipa Deapati. Bagi orang asli Sulawesi Selatan, biasanya akan langsung paham bahwa nama ini adalah khas dari semenanjung selatan pulau Sulawesi itu. Nama Maipa Deapati, terabadikan dalam cerita folkrole rakyat Sulawesi Selatan yang mulanya dituturkan lisan dalam cerita sinriliq Datu Museng dan Maipa Deapati.

Sinriliq Datu Museng dan Maipa Deapati yang merupakan cerita percintaan abadi ini kemudian diadaptasi ke dalam bentuk sastra roman oleh Verdy R Baso diterbitkan Merappi Makassar tahun 1967. Hingga kini lakon Datu Museng โ€“ Maipa Deapati masih dipentaskan dalam drama pertunjukan di berbagai panggung kesenian.

 

Sinriliq atau sinrilik merupakan bentuk seni tutur puitis berirama yang dikenal oleh penutur bahasa Makassar. Di suku bugis, bentuk kesenian ini dinamakan Kacaping atau Akkacaping. Dalam budaya nusantara lain bisa juga ditemui ragam yang mirip, misalnya sinden di sunda atau jawa. Berbeda dengan budaya Jawa/Sunda, cerita Sinriliq dan Akkacaping ini dibawakan lansung oleh pemain music tunggal nya (solois).

ย (gambar dari kaskus)

Penutur yang membawakan kisah sinriliq disebut passinriliq. Cara penyampaian sinriliq biasanya diiringi dengana alat musik gesek sejenis biola yang disebut kesoq-kesoq (rebab?). Kesoq-kesoq ini dimainkan sendiri oleh passinriliq dengan nyanyian mengikuti aturan ritmik yang disesuaikan dengan cerita semisal tempo, nada maupun irama bunyi.

Sinriliq pada zaman dulu digunakan sebagai sarana pendidikan budi pekerti bagi masyarakat Makassar. Terkadang juga menjadi alat propaganda kerajaan untuk menanamkan patriotisme bela negara yang banyak diselipkan dalam cerita sinriliq. Kini, pementasan sinriliq lebih bertujuan untuk melestarikan budaya Makassar yang mulai terlupakan karena kurangnya peminat dan penggiat di kalangan muda.

Selain sinriliq Datu Museng, cerita sinriliq lainnya yang terkenal adalah: sinriliq Kappalak Tallumbatua, sinriliq I Manakku, sinriliq I Maqdi Daeng ri Makka. Namun yang paling popular dan dianggap paling tua adalah sinriliq Datu Museng dan Maipa Deapati. Sinriliq Datu Museng dipercaya mulai dituturkan sebagai cerita rakyat di Makassar pada mula abad 17M.

Sinriliq Datu Museng โ€“ Maipa Deapati dikenal dan dituturkan di seluruh wilayah penutur bahasa Makassar; Pangkep, Maros, Gowa, Makassar, Bulukumba, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar. Cerita ini biasa dibawakan pada pesta pernikahan, pesta panen, khitanan, khataman Quran dll. Di masa kini, TVRI Makassar dan Radio RRI juga rutin menyiarkan cerita sinriliq dalam salah satu program acaranya.

Pada mulanya sinriliq Datu Museng tidak dibukukan, hanya menjadi semacam folkrole atau cerita rakyat lisan yang diwariskan turun temurun oleh masyarakat Makassar. Mula pertama sinriliq ini dibukukan pada tahun 1860 oleh seorang Belanda pecinta budaya Makassar bernama Dr BF Matthes dan dimuat dalam buku antologi cerita Makassar berjudul Makassaarsche Chrestomathie. Kemudian, perkembangan selanjutnya dibukukan dalam novel roman oleh Verdy R Baso tahun 1967, dan mulai dipentaskan sebagai sebuah naskah drama pada tahun 1975 oleh Kelompok Studi Teater Tambora yang naskahnya disusun oleh Fachmi Syarif.

lukisan passinriliq, sumber: internet

Advertisements

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. erwin said, on May 24, 2011 at 1:03 pm

    Datu Museng dan Maipa Deapati, Cuma pernah dengar kisahnya yang mengharu biru, tapi belum pernah baca Kisahnya dalam bentuk buku.. jika ada sy tertarik untuk memiliki bukunya. Informasi yg bermanfaat daeng. thx.

    • daengrusle said, on May 24, 2011 at 1:08 pm

      Hehe, saya juga malah blum pernah liat naskah buku aslinya. Saya baca dari browsing di internet saja bos.

  2. indobrad said, on May 24, 2011 at 3:15 pm

    saya malah baru dengar cerita ini. menarik sekali nampaknya untuk dibaca ๐Ÿ™‚

    • daengrusle said, on May 24, 2011 at 3:18 pm

      Iya Opa, mungkin kita beda generasi..hehehe.

      Nantikan lanjutan seri 2 tulisan ini yak.

  3. aRuL said, on May 24, 2011 at 3:18 pm

    Sinrilik, saya baru tau kalo ada cerita ini Datu Museng – Maipa Deapati.
    dulu saya dengar sinrilik yang dipentaskan temanku waktu Sekolah. dia beberapa kali membawakan cerita tentang kisah Sultan Hasanuddin Karaeng Mallombassi, pernah sekali tanpa alat musik tradisional tapi dia tampil PD dengan bahasa makassarnya.
    Salah satu adegannya itu kesungguhan panglimanya kepada sang sultan, kata yg sampai sekarang terngiang2 itu “Tojeng2ka karaeng”…

    Ah kangen menyaksikan pertunjukan budaya daerah sendiri ๐Ÿ™‚

    • daengrusle said, on May 24, 2011 at 3:27 pm

      Iya, saya dulu rajin nonton klo ada tayang acara sinriliq atau pakkacaping di TVRI makassar…
      Hehe, kadang agak geli dengar kata2 nya dlm bhs bugis makassar..ditambah cara membawakan ceritanya yg jenaka..

      Sy ga tau apa msh sering tayang di TVRI Makassar atau RRI sana. Ada yg tau?

  4. Irfan dg.Situru said, on May 29, 2012 at 6:28 pm

    Kenaoa pakacaping dan pasinrili’ jartang lagi ditemukan di TV dan di RADIO.

  5. beddu ganto said, on September 29, 2012 at 12:57 pm

    link lukisan passinrilik http://www.facebook.com/media/set/?set=a.100198853324195.224.100000022413087&type=1

    • daengrusle said, on September 29, 2012 at 1:40 pm

      terimakasih infonya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: