…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

MIMPI

Posted in puisi by daengrusle on July 20, 2010

subuh seperti pagi yang terbebat mimpi
ditangkupnya jemari malam agar tetap menjadi selimut yang dingin
dia tak hendak melepas tulang yang tertusuk gigil,
seperti ia tak ingin membuyar mimpi

mimpi apa gerangan yang membuatnya
kasmaran pada malam?
AKU AKU. ENGKAU ENGKAU, bisikmu lirih.
bukankah pada malam yang gelap,
mata menjadi benderang?
cahaya setitik meski pias, adalah hasrat yang meletupkan

pada mimpi yang lelap,
tubuh tak lagi menjadi jeruji jiwa.
ia berkelana dari tubuh yang noktah
ke negeri yang samudera, tiada berdinding

Advertisements
Tagged with: ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. echie said, on June 28, 2014 at 3:37 pm

    “Indah” gak ada kata lain..

  2. Hi, Neat post. There’s an issue together with your site in web explorer, might check this?
    IE still is the marketplace leader and a huge portion of folks
    will pass over your excellent writing due to this problem.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: