…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Puisimini di Twitter

Posted in puisi by daengrusle on July 19, 2010

PAGI.
Aku membaca bait-bait puisi
yang dikandung embun,
ditulis oleh malam yg dingin

Kita sepasang kekasih yg aneh.
Aku mencintai senyummu,
kau mencintai puisiku

Aku mencatat senyummu dgn puisiku.

Cara kita bercumbu:
aku merayu bibirmu agar selalu trsenyum.
Kau menciumi tanganku agar terus menulis puisi.

Ketika aku melamarmu,
kuhaturkan mahar lima bait puisi berima sama. TUNAI!
Dan kau memberiku pengikat indah: senyum mu

Saat hari prnikahan,
kita sudah sama lelahnya.
Di pelaminan,
yg bersanding adalah selembar puisiku
dalam bingkai senyummu

@daengrusle

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: