…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Luna Maya Pernah Menikah? SHIT!

Posted in Renungan by daengrusle on June 30, 2010

Ada satu kolom iklan kecil muncul di sisi laman faecebook saya berjudul sama dengan diatas, ketika meng-klik nya maka kita akan di-direct ke laman artikel sebuah portal berita yang memberitakan soal ‘gossip’ itu. Selain itu tautan berita itu juga menghantar kita ke berita-berita lainnya dengan judul yang mirip-mirip; Ariel Rajin Sholat, Luna Maya Jenguk Ariel, FPI berdemo agar Luna ditangkap, dan sebagainya. Di portal berita lainnya, kurang lebih sama saja isinya; seputar Luna Maya, Ariel dan Cut Tari; bagaimana mereka menjadi pesakitan atas sebuah video pribadi yang kemudian tersebar ke seluruh ruang akses masyarakat.

Kini hampir semua ruang publik kita dipenuhi oleh berita-berita yang seakan-akan penting itu; ruang baca kita; majalah, internet, koran, ruang dengar; radio, ruang pandang; TV, hingga masuk ke mimbar-mimbar mesjid, gereja (mungkin) dan sebagainya. Yang menjadi pertanyaan saya, seberapa penting sih berita itu untuk kita? Apa sih kaitannya antara berita Luna Maya menjenguk Ariel di tahanan dengan bagaimana saya bisa memenuhi hajat hidup saban hari, apa kaitannya antara Ariel rajin sholat dengan jumlah anak-anak jalanan yang mungkin tak pernah punya waktu luang untuk beribadah, apa pentingnya semua itu?

Untuk sehari dua hari, ketika mungkin dimensi moralitas kita sebagai sebuah bangsa yang beretika dan beragama, bocornya video mesum itu seperti mengguncang perasaan kita. Meski diantara kita tahu bagaimana kehidupan ‘bebas’ yang dianut oleh ‘sebagian’ selebritas kita, tapi tak pelak keteledoran Ariel dan pasangan2nya itu membuat kita kembali mempertanyakan aspek moralitas publik figure kita. Justru karena mereka adalah panutan sebahagian remaja Indonesia. Tapi ketika berita2 ini kemudian merangsek masuk dan berdiam lama nyaris lebih dari empat pekan sejak awal membuat muak rasanya. Tidak adakah berita lain yang lebih penting untuk direnungkan?

Bukankah saat ini ada ajang pesta piala dunia yang mempertontonkan keahlian mengocek bola dari negara-negara manca negara. Bukankah juga ada berita miris soal salah satu daerah satelit ibukota yang hendak menjadi kota syariah – atas desakan salah satu ormas agama?

Sudahlah, Luna Maya pernah menikah atau tidak itu urusan dia pribadi. Ariel Peterporn mau menjadi rajin sholat atau tidak ya kita maklumi saja. Cut Tari mau ngaku atau tidak yang jelas kita semua sudah berhalusinasi tentang dia di atas ranjang. Sudahlah, sudahi semuanya. Mari fokus ke Piala Dunia, dimana Argentina, atau Jerman, atau Brazil, atau Belanda yang lagi berjuang meniti puncak perhelatan sepakbola sejagad, sambil berharap suatu saat nanti Indonesia akan kembali mentas setelah pertamakali tampil tahun 1938.

Vamos Argentina!
En Unión y Libertad

Tagged with:

kabar dari sebuah kotak tipis berbungkus bendera

Posted in puisi by daengrusle on June 29, 2010

l’histoire se répète? bukankah sejarah selalu berulang?
tapi ia tak menemukan pembenaran di sore itu

pada sebuah kotak tipis berbungkus bendera
kabar itu disampaikan, dan ia mencoba bersabar
ia membukanya dengan tatap nanar
padanya ia membaca sebuah premis
“History repeats itself because no one was listening the first time”

ia renta oleh kebanggaan, nafasnya tersengal dipenuhi riak-riak kenangan
di dalamnya, bergemuruh pekikan yang dulu saban hari dimuntahkan “forza!”
bibirnya masih menyimpan pekikan-pekikan itu, hingga sekarang
berpuluh-puluh tahun semenjak cintanya jatuh di selembar bendera

di bungkus kotak tipis itu, ia pelan memindahkan hati dari dadanya
darah kecoklatan nyaris menghitam menetes perlahan di atas bungkus berbentuk bendera
aku tak hendak membuangmu, hanya melipatmu
menyimpanmu sejenak hingga pesta ini usai, bersabarlah

ia sedikit tertawa getir ketika senja menyambutnya dengan cahaya yang pias
seakan mentari dan rembulan berselingkuh mengabaikannya

ketika malam mulai berkunjung, tanpa rembulan
tunggulah, empat tahun lagi kalian akan tahu

*dipersembahkan untuk penggemar Italy, Inggris, Prancis, dan tim-tim lain yang sudah memastikan pesta piala dunia usai sudah*