…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

UNREG [spasi] MAMA: Dari Ketiadaan Menuju Ketiadaan

Posted in agama, My Self-writing, Nasional, percikrenungan by daengrusle on May 18, 2010

Perencana atau istilah kerennya planner adalah profesi turunan dari peramal juga. Seorang perencana adalah perancang peta masa depan, dengan berbekal informasi-informasi pendukung baik yang sudah ada maupun yang dirancang sedemikian rupa untuk diadakan, untuk merekayasa masa depan agar sesuai dengan target capaian yang diinginkan.

Peramal juga berusaha memetakan masa depan, dengan ‘membaca’ penanda-penanda alam yang bermunculan di masa kini atau masa sebelumnya. Sebenarnya peramal hanya mencoba memformulasikan pengetahuan yang lazim dipakai binatang atau manusia ketika membaca alam. Bagi yang bisa membaca bagaimana reaksi hewan-hewan hutan yang lain dari biasanya, maka bisa diramalkan akan terjadi gempa atau bencana alam di kawasan yang berdekatan dengan hutan tersebut. Hal paling mudah adalah dengan melihat awan gelap berarak-arak yang disertai guntur menggedor angkasa berbarengan dengan kilat menyambar-nyambar, maka suatu kelaziman bahwa akan turun hujan yang bisa saja membawa bencana lain; angin ribut, banjir, atau longsor.

Tanda-tanda alam itu lebih banyak yang tersirat dibanding tersurat, lebih sering tersembunyi daripada kasat mata. Karenanya banyak orang gagal mengantisipasi musibah, bahkan ketika teknologi sedemikian canggihnya saat ini. Kemampuan membaca tanda-tanda yang tersembunyi itu konon tidak dimiliki oleh semua orang. Disamping memang karena bakat yang dibawa lahir, juga diperlukan latihan dan disiplin yang intens. Mama Lauren dan para ahli nujum ‘mungkin’ menjalani ritual yang ketat dalam mencapai pengetahuan membaca tanda-tanda alam ini.

Namun ada anomali yang membuat kita kadang meluruhkan rasa percaya pada ahli nujum ini, mereka terkadang tak mampu meramal nasib sendiri. Hal ini menjadi kontradiksi terhadap premis kemampuan ahli nujum untuk memetakan masa depan. Mama Lauren, ahli nujum kesohor itu pernah terjebak banjir di rumahnya di bulan Januari 2009. Sementara tetangga-tetangganya yang bergerak cepat dgn mengungsi ke daerah aman bisa ‘membaca’ tanda-tanda banjir itu beberapa jam sebelumnya. Ki Joko Bodo mesti menjomblo terus meski sudah berupaya berpartisipasi dalam acara Takes Celebrity Out yang digeber salah satu stasiun televisi. Sementara banyak ‘pasien’nya mudah saja mendapat jodoh. Ki Gendeng Pamungkas pun demikian, alih-alih memenangkan masa depan, dia takluk dalam pilkada Bogor beberapa waktu lalu. Ustad Quraish Shihab mengajukan proposisi yang cukup telak untuk memvonis semua ahli nujum: peramal berbohong, walau kebetulan benar. Itu karena tidak semua masa depan yang dipetakannya terjadi. Bahkan lebih banyak salahnya, mungkin.

Tadi malam tanggal 17 Mei 2010, sekitar pukul 21.37wib, Mama Lauren berpulang. Seperti biasanya, orang kemudian mencari-cari arsip wejangan atau ramalam Mama Lauren di hari-hari sebelumnya yang memberikan justifikasi pembenaran kemungkinan meninggalnya Mama Lauren tahun ini. Banyak yang bisa dipetik dari beberapa fakta yang melingkupi kehidupan Mama Lauren belakangan ini; Mama Lauren menunjuk Bebi Jenar sebagai ‘calon’ penerusnya sejak 6 bulan silam, Mama Lauren tak mampu meramal secara gamblang kejadian tahun 2012 karena dia melihat tabir gelap di tahun 2010, dan sebagainya. Dia juga mengungkapkan tentang hadiah mercy hitam yang diperolehnya lewat mimpi. Ada banyak pertanda yang bisa merujuk kepada kematian Mama Lauren ini. Tapi saya lebih percaya ramalan para dokter menyangkut penyakitnya. Selain lebih terkesan akademik, juga memang lebih rasional. Meski keduanya adalah peramal juga.

Mama Lauren sejatinya hanyalah orang biasa, yang lahir dari sebuah kemungkinan hidup yang dihembuskan sang Pemilik Jiwa sebagaimana kita juga. Sebelum dia menjadi yang sekarang, dia hanyalah sebentuk ketiadaan secara fisik. Alam kawruhan kemudian melemparkan jiwanya masuk ke alam materi. Maka, muncullah sang Mama beserta semua kronik hidupnya hingga kemudian menjadi pesohor dan akhirnya meninggal dunia kemaren. Kita sering menyebut orang yang berpulang dengan istilah: sudah tiada. Iya, Mama Lauren kembali ke alam ketiadaan, alam yang tak terbayangkan oleh kita semua, termasuk Mama Lauren ketika hidupnya.

Kita yang waras berharap bahwa fenomena kegandrungan masyarakat kita akan ramalan bisa berakhir dengan mangkatnya sang Mama. Terlebih karena sifat ramalan yang melakukan reduksi terhadap usaha menggapai masa depan, atau sikap buta menempuh jalan tertentu yang di’ramal’kan akan terjadi. Semua itu mengingkari kecerdasan akal kita yang konon merupakan emanasi Tuhan di dunia materi. Mama Lauren pun sadar itu, mungkin hanya karena kembali ke persoalan ketergantungan pada popularitas yang menjadi sumber penghidupannya maka hal itu tidak begitu disuarakan. Mari melakukan UNREG [spasi] MAMA untuk semua kebodohan ini.

Di saat-saat terakhirnya, sang Mama sepertinya ingin kembali ke fitrah, membaca tanda-tanda alam – “Dia berpesan jaga lingkungan, karena lingkungan sudah semakin rusak. Politik jangan serakah-serakah. Petuah ini cocok untuk kita semua, terutama untuk para penguasa yang kini banyak dibutakan oleh kepentingan kekuasaan sesaat semata.

Di rumahnya, di bilangan Cipinang yang awal 2009 tempo hari dirundung banjir, lantunan surat Yasin mengalun syahdu. Jiwa seorang manusia, bagaimanapun lakunya di alam ini, pasti akan kembali kepadaNya.

Advertisements
Tagged with: ,

14 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. amriltg said, on May 18, 2010 at 2:56 am

    Sungguh renungan yang menyentuh Daeng Rusle. Terimakasih sudah mengingatkan bahwa kita, sehebat apapun itu, pasti akan kembali kepada Sang Maha Perkasa.
    Turut berduka cita sedalam-dalamnya buat Mama Lauren..

    • daengrusle said, on May 18, 2010 at 3:53 am

      terimakasih daeng. kematian satu orang adalah tragedi, kematian ribuan orang adalah statistik.

  2. Firdaus said, on May 18, 2010 at 3:30 am

    keren Daeng, …. speechless…

  3. hendra said, on May 18, 2010 at 3:46 am

    ketik UNREG lalu dikirim kemana Om Daeng?

  4. sri said, on May 18, 2010 at 3:46 am

    wow.. postingan yang bagus banget daeng 🙂
    Turut berduka untuk mama lauren

  5. irvan said, on May 18, 2010 at 8:10 am

    Banyak yg mengasosiasikan peramal sama penipu, tapi emang umumnya manusia suka ditipu untuk menyenangkan dirinya bukan…??? 🙂 *setidaknya saya sih begitu*

  6. […] yang istimewa dari tempat ini. Saya tidak tahu. Kenapa patut ditolehi atau disinggahi, saya juga tidak tahu. Pentingkah bagi saya untuk […]

  7. unggulcenter said, on June 1, 2010 at 2:54 am

    Saya lupa, tesis siapa ya mengenai “kebetulan yang berulang”. Tidak ada yang diluar perhitungan-Nya, termasuk apa-apa dimasa datang.

    Tapi peramalan ini menarik, karena sejak dulu kala bahkan di negeri cina, para peramal masa itu sebenarnya apa yang kita bisa sebut saat ini adalah “astronomist”, “geologist” , dan seterusnya. Contohnya karakter Zhuge Liang (Cukat Liang/Kongming) yang sangat terkenal dari kisah tiga kerajaan.

  8. Chef Lamanda said, on June 7, 2010 at 5:48 am

    hmm dalem nih renungannya.
    dan saya setuju dengan menghentikan kebodohan dengan mengetik UNREG (pasi) MAMA.

  9. Ipul dg. Gassing said, on June 28, 2010 at 5:55 am

    sebulan sudah postingan ini nangkring di halaman teratas blog ini..
    kapan ada postingan baru lagi..??
    😀

    • daengrusle said, on June 28, 2010 at 6:01 am

      Haha, blum tahu Pul
      Sejak Mamak Loreng berpulang, ga ada bahan yg menarik lagi, hehehe.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: