…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Wisata Miskin Membuat pak Menteri Terhina, Lantas apa Mobil Dinas Mewah Crown itu tidak kurang Menghina nya?

Posted in Kenangan by daengrusle on January 20, 2010

Saya tentu bukan jenis manusia yang bersih dari segala kejumawaan. Karenanya, sering berintrospeksi diri sebelum dan sesudah menyampaikan serapah untuk hal-hal terlihat yang mengguncang nurani. Kadangkala malah saya menyerapahi diri sendiri, berhubung karena dengan congkaknya melakukan sendiri hal-hal yang seharusnya masuk dalam kantong sampah serapah saya.

Anyway, untung saya bukan pejabat publik. Hanya seorang pemimpin keluarga dan anggota masyarakat yang diberi fasilitas tidak sebanyak para pejabat publik. Jadi kadar dosa karena menggunakan fasilitas yang didapatkan dari uang rahayat juga tidak sebanyak kaum ambtenaar itu.

Terhinakan tentu ada kadarnya. Kadar terhina seseorang beda dengan yang lainnya. Terhina sangat berkaitan dengan pride atau kehormatan. Kalau kehormatan kita tersenggol sedikit apatah lagi tercabik, maka outputnya bisa disalurkan dalam bentuk kemarahan. Entah kemarahan yang diungkapkan dalam bentuk laku negatif, entah kemarahan yang dipendam dalam diam, cemberut atau pun doa sebagai korban kezaliman – tentu dengan perspektif kezaliman sendiri.

Pagi ini melihat berita di detik (Jero Wacik: Wisata Kemiskinan Menghina Kita), menteri Jero Wacik merasa terhina dengan adanya jenis wisata kemiskinan yang digelar oleh Ronny Poluan, dengan menggiring para wisatawan asing ke sentra-sentra pemukiman kumuh di seputar Jakarta. Tentu kita semua, warga ibu kota ini sudah terbiasa dengan tontonan mengenaskan yang ada di sekitar lingkungan kita. Saking terbiasanya, kita menganggap hal mengenaskan ini lumrah adanya. Inilah ampas dari sebuah modernitas, collateral damage dari sebuah ideologi pembangunan. Namun para turis bule itu pasti sulit mendapatkan tontonan ‘menarik’ ini di negeri mereka yang tergolong maju.

Ronny Poluan menyelenggarakan jenis wisata unik ini sejak tahun 2008, konon peminatnya cukup banyak. Bagi mereka yang sekedar hendak menengok kehidupan bawah dan ber-empati dengan hidup mereka yang susah, tentu wisata ini bisa menyegarkan nurani dan religiusitas mereka memaknai hidup yang kadang tak menentu. Roda berputar, mereka bisa jadi berganti kedudukan. Hidup memang tak bisa di-absolutkan.

Namun, kadar keterhinaan pak menteri perlu ada parameternya. Juga penyeimbangnya. Apakah memang wisata kemiskinan ini menghinakan nurani dengan standard yang semestinya, atau ternyata ini adalah sebuah cermin atas diri sendiri. Kalau wisata kemiskinan itu menghina kemanusiaan pak menteri, lantas apa atribut untuk sebuah kemewahan fasilitas yang diberikan kepada sang menteri itu sendiri? Sebuah mobil dinas mewah bertajuk Toyota Crown Royal Saloon apakah bukan merupakan sebuah penghinaan juga? Apakah ia tidak mencabik perasaan para pembayar pajak yang susah payah menyisihkan sebagian penghasilannya demi untuk menunjukkan baktinya kepada negara? Mobil dinas berbanderol nyaris Rp 1,3 milyard itu tentu bahkan dijejalkan ke dalam mimpi para pemukim kumuh pinggir rel kereta tidak akan ngepas, apalagi terbayang.

Terhinanya pak menteri adalah sebuah aib yang memercik ke muka sendiri!

=====
Rabu, 20/01/2010 13:08 WIB
Jero Wacik: Wisata Kemiskinan Menghina Kita
Nograhany Widhi K – detikNews


Dok. pribadi
Jakarta – Ada jenis wisata yang membuat Menteri Pariwisata Jero Wacik kesal. Wisata ini bukan untuk melihat keindahan Indonesia, tapi malah memamerkan kemiskinannya.

“Itu tidak ada wisata kemiskinan. Kalau ada orang yang menggagas itu saya tidak setuju. Itu menghina kita,” kata Jero Wacik di Istana Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2010).

Jero Wacik menyatakan, kemiskinan tidak boleh dipakai untuk berwisata dan seharusnya dientaskan. “Kemiskinan itu harus dientaskan dan itu merupakan tanggung jawab kita semua,” katanya.

Wisata kemiskinan digagas Ronny Poluan sejak Januari 2008. Ronny menawarkan tur ke daerah kumuh di Jakarta dan bukan lokasi bersejarah atau tempat-tempat indah dan modern, seperti yang dilakukan sejumlah biro perjalanan wisata pada umumnya.
(nal/iy)

======

Senin, 28/12/2009 11:33 WIB

Semua Pimpinan Lembaga Tinggi Negara Terima Toyota Crown

Elvan Dany Sutrisno – detikOto
Gambar
Mobil dinas Menko Perekonomian (hen)

Jakarta – Bukan hanya menteri yang mendapat mobil dinas baru Toyota Crown Royal Saloon. Semua pimpinan lembaga tinggi negara juga menerimanya.

“Semua dapat Toyota Crown. Yang dapat adalah pimpinan MPR, DPR, DPD, menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara lainnya,” ujar Ketua DPD Irman Gusman kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/12/2009).

Menurut Irman, mobil itu belum diterima pimpinan lembaga tinggi negara. Mobil yang harganya ditaksir Rp 1,3 miliar per unit itu akan segera dikirim.

Irman meminta penerimaan mobil berkapasitas mesin 3.000 cc itu jangan dibesar-besarkan. Dia menilai wajar adanya pergantian mobil karena pergantian terakhir terjadi 5 tahun lalu.

“Nggak usah dibesar-besarkan karena itu sebagai alat untuk menjalankan tugas. Sudah selayaknya kami mendapatkan,” kata dia.

Saat ditanya apakah mobil yang lama (Toyota Camry) akan dilelang oleh Setneg, Irman mengaku tidak mengetahuinya.
( nik / ddn )

Advertisements
Tagged with: ,

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Miftahgeek said, on January 20, 2010 at 1:46 pm

    Susah emang pak, kalo udah menyangkut urusan duit dan jabatan..

  2. Prib said, on January 21, 2010 at 1:15 am

    hati2 pa kalau masih pake fasilitas negara 😀

    salam kenal, emg ga etis aja sih kalau para menteri pada ganti tunggangan

    yg camry mending buat awa saja lah.. hehehe

  3. mohamad said, on January 22, 2010 at 7:59 am

    walah, kadar anggota dewan yang terhormat masih setingkat taman kanak-kanak pantesnya ya pakai sepeda roda tiga!

  4. dwjqkl said, on April 21, 2010 at 6:11 am

    kadar kemulyaan atas dasar iman dan taqwa anggota dpr/lembaga tinggi negara tidak lebih mulia dari seorang yang terlunta-lunta di kolong jembatan, bahkan telah jatuh ke jurang kehinaan,

  5. dwjqkl said, on April 21, 2010 at 6:13 am

    dimata anggota lembaga tinggi negara ini. mereka tidak butuh sorga dan neraka, yang mereka butuhkan adalah duit racun milik rakyat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: