…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Selamat Jalan, Gus!

Posted in Kenangan by daengrusle on December 31, 2009

Selamat jalan pejuang, selamat bertemu sahabat abadi-mu!

kutipan dari Editorial – Tempo

====

K j ta kehilangan seorang tokoh besar sekaligus langka, seorang guru bangsa yang mampu mempengaruhi peralanan bangsa ini. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, mantan presiden ke-4 republik ini, kemarin telah pergi untuk selama-lamanya. Ia tak hanya berperan besar dalam mendorong demokratisasi di Indonesia, tapi juga tak kenal lelah mengembangkan nilai pluralisme.

Bagi sosok yang cukup lama memimpin Nahdlatul Ulama itu, Islam adalah agama yang inklusif. Islam merupakan agama yang dapat bergandengan tangan dengan agama-agama lain untuk menyejahterakan bangsa ini. Jangan heran jika Gus Dur mengajak berbagai tokoh agama lain memikirkan masalah kemiskinan. Kita ingat bagaimana ia bersahabat dengan tokoh Hindu dari Bali, ibu Gedong Bagus Oka (almarhum), dan Romo Mangun (almarhum). Islam yang diajarkan Gus Dur menjadi unsur menjadi perekat.

Sebagai cucu ulama besar Kiai Hasyim Asy’ari, spektrum kegiatannya tidak hanya berhenti di pesantren. Pada dirinya kita melihat Islam yang kaya dimensi dan berwawasan kosmopolit. Jauh sebelum tampil sebagai presiden pada 1999, Gus Dur malang-melintang pada dunia yang “aneh” bagi kalangan pesantren. Ia pernah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Harian Dewan Kesenian Jakarta periode 1983-1985. Ia dikenal penggemar berat Beethoven, doyan membaca cerita silat karya Chin Yung, suka sepak bola, dan hafal sajak-sajak penyair Irak kontemporer. Bahkan Nurcholish Madjid (almarhum) pun pernah terheran-heran bahwa Gus Dur memiliki pengetahuan luas tentang teater.

Gus Dur menolak Islam yang kaku, formal, dan ideologis. Kita ingat pemikiran utamanya pada 1980-an adalah ia menolak gejala yang disebutnya Arabisasi. Menurut dia, ada fenomena di kalangan Islam membuat semua berbau Arab. Arabisasi baginya bukan Islamisasi. Sebaliknya, ia menawarkan pribumiisasi Islam. Mengkontekstualkan Islam terhadap masalah-masalah budaya setempat.

Ia melihat kejayaan Islam justru terletak pada kemampuan Islam untuk berkembang secara kultural. Kemampuan Islam untuk melakukan dialog-dialog. Bagi Gus Dur, Islam sebagai jalan hidup bisa menghargai, bahkan mengambil, pandangan-pandangan kemanusiaan dari agama lain.
Kita tahu Gus Dur akrab dengan pemikiran-pemikiran teologi pembebasan dari Amerika Latin dan mengembangkan semacam teologi sosial, teologi partisipatoris di sini.

Sikap Gus Dur itu mampu membuat minoritas merasa aman dan merasa tak mengalami diskriminasi. Pikiran-pikirannya bahkan mampu menumbuhkan sebuah generasi anak muda yang melihat agama sebagai kekuatan perdamaian.

Orang Jombang, Jawa Timur, itu juga terkenal dengan guyonan yang segar dalam setiap kesempatan. Di zaman Orde Baru bahkan sampai ada yang secara bawah tanah menerbitkan buku: Mati Ketawa Cara Gus Dur. Kita ingat bahkan Fidel Castro pun, saat Gus Dur mengunjunginya di Kuba, tertawa terbahak-bahak mendengar bisikannya. Entah apa yang dikatakan Gus Dur kepada “El Comandante” itu.

Di balik pemikiran dan visinya yang luar biasa mengenai bangsa ini, ia memang selalu tampil santai, apa adanya. Jelas banyak orang amat kehilangan atas kepergiannya, tapi kita tak akan melupakan pemikiran-pemikirannya yang telah mencerahkan bangsa ini.

===

Kyai Orisinal, Kyai Kontroversial

Rabu, 30 Desember 2009 | 23:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – SEBAGIAN orang menanggap almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur merupakan tokoh dengan ide kontroversial dan mengejutkan bahkan melawan arus. Kyai yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Al Azhar, Mesir itu pernah mengejutkan publik saat memberi kata pengantar buku humor “Mati Ketawa Cara Rusia.” Kyai itu juga mengagetkan masyarakat saat menjadi komentator tayangan sepakbola atau menjadi pengkritik film. Setiap kali dikritik dia juga dengan tangkas mengatakan, “Gitu saja kok repot.”

“Dia punya ide orisinal meski saat itu dianggap tidak lazim,” kata Adi Sasono, Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil dan Menengah zaman “Orde” B.J. Habibie ketika dihubungi kemarin. Berikut sejumlah sikap kontroversial almarhum Abdurrahman Wahid:
1. Gus Dur pernah menggagas mengganti salam “Assalamu’alaikum” dengan “Selamat Pagi”. Gagasan ini dimuat di Majalah Amanah Nomor 22, 1987, halaman 39. Gagasan ini kontan mendatangkan sergahan dari umat Islam.
2. Gus Dur juga menjadi sorotan ketika berkunjung ke Israel pada tahun 1994. Saat itu masyarakat muslim banyak menyoroti sikap negara itu terhadap rakyat Palestina. Sepulang dari Israel, Gus Dur menyarankan pemerintah membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
3. Beberapa kali Gus Dur menyambangi Soeharto setelah penguasa Orde Baru itu lengser. Padahal Soeharto dan keluarga Cendana sedang menjadi sorotan publik. Gus Dur pula yang menggagas Soeharto harus diadili, hartanya disita, lalu Soeharto dimaafkan. Hingga akhirnya, untuk pertama kalinya 30 Agustus tahun 2000 dilaksanakan pengadilan terhadap Soeharto.
4. Sebulan setelah menjadi Presiden, Gus Dur membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Saat menjelaskan prihal pembubaran kedua pos kementrian itu di hadapan DPR, Gus Dur melontarkan komentar bahwa DPR tak ubahnya taman kanak-kanak. “Beda DPR dengan taman kanak-kanak memang tidak jelas,” kata Gus Dur ketika itu. Pernyataan itu memunculkan protes keras dari sejumlah anggota Dewan.
5. Pada April 2000, Gus Dur memecat Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Jusuf Kalla dan Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi. Alasan dia, adalah bahwa keduanya terlibat dalam kasus korupsi, meskipun Gus Dur tidak pernah memberikan bukti yang kuat. Belakangan Hamzah Haz juga mengundurkan diri dengan alasan menolak kedekatan Gus Dur dengan Israel.
6. Gus Dur mengubah keangkeran Istana dengan cara menerima kiai NU yang hanya memakai sarung dan memakai sandal. Bahkan suatu ketika ia pernah mengenakan celana pendek di Istana Negara.  “Pelajaran utama dari Gus Dur adalah desakralisasi Istana,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Pramono Anung.
7. Ancaman dekrit pembubaran parlemen merupakan kontroversi Gus Dur menjelang akhir jabatannya sebagai Presiden. Dia tak ingin kedudukannya dilengserkan sebelum masanya berakhir. Menurut Pengamat Politik Arbi Sanit, dengan dekrit ini, Gus Dur ingin menunjukan kepada masyarakat sistem presidensial yang sebenarnya. “MPR tidak bisa menghentikan presiden di tengah jalan,” kata dia.
Wahyu Dyatmika | Agoeng Wijaya | Evans | Erwin Daryanto | Purwanto
Advertisements
Tagged with:

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Miftahgeek said, on December 31, 2009 at 10:22 am

    Terlalu banyak Indonesia kehilangan orang yang benar2 dibutuhkan y pak..

  2. asepsaiba said, on January 9, 2010 at 1:28 pm

    Lama tidak berlunjung….

    Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah.. Amin…

  3. Ipul said, on January 15, 2010 at 8:19 am

    ada satu pertanyaan yang muncul di kepala saya..
    benarkah hanya paham “pluralis” saja yang bisa membuat Islam jadi agama yang damai dan membuat kaum minoritas merasa aman..?
    bukankah cukup dengan menjalankan Islam seperti yang dicontohkan Rasul dan sahabat2nya kita sudah bisa membuat Islam terasa damai, bukan cuma bagi pemeluknya tapi juga bagi semua umat manusia..?

    dan bukankah pandangan2 kemanusiaan yang ada di agama2 yang lain juga sebenarnya sudah ada dalam Islam..? saya kurang setuju pada frasa ini : Islam sebagai jalan hidup bisa menghargai, bahkan mengambil pandangan-pandangan kemanusiaan dari agama lain.

    karena bagi saya simpel saja, lakum dinukum waliyadin…gitu aja koq repot..:)

    I don’t like him anyway..tapi sebagai sesama manusia saya tetap mengucapkan turut berbelasungkawa…

  4. colombia said, on December 16, 2013 at 11:50 pm

    My brother suggested I might like this blog. He was entirely right.
    This post truly made my day. You can not imagine simply how much time I had spent for this information!
    Thanks!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: