…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Sadar nggak sih SEA Games lagi berlangsung?

Posted in Kenangan by daengrusle on December 8, 2009

Pada nyadar gak sih, saat ini sedang berlangsung pesta olahraga se Asia Tenggara atawa South East Asian Games – lebih kondang dengan SEA Games XXV di Vientianne Laos?

Dulu, di jaman saya masih sekolah di Makassar, sekitar tahun 1980-1990-an saya rajin menyimak TVRI yang menyiarkan secara langsung pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara ini berlangsung. Siaran langsung maupun siaran tunda mendominasi sepanjang hari di TVRI, juga di beberapa TV swasta belakangan. Setiap selepas Dunia Dalam Berita TVRI yang kalau di Makassar jam tayangnya tepat jam 10.00WITA, maka akan ada laporan khusus bertajuk Dari Gelanggang ke Gelanggang -khusus SEA Games. Di ujung program acara itu akan ada informasi mengenai susunan perolehan medali emas.

Pembaca berita TVRI kala itu (Max Sopacua – skrg anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Luther Kalasuat, Yan Parta Wijaya, Inke Maris) dengan senyum sumringahnya selalu menghantarkan berita gembira atas keberhasilan atlet-atlet Indonesia mempecundangi atlet kontingen negara asing di berbagai event olahraga.

Kedigdayaan pahlawan olahraga Indonesia diatas atlet negara lain menjadi semacam tradisi membanggakan buat kita, sekaligus memupuk ke-jumawa-an atas superioritas bangsa kita. Saingan terberat kita hanya Thailand, sementara Malaysia dan Singapura ada dua level di bawah kita. Berikutnya ada Philipina Vietnam, Myanmar,  Laos, Kamboja apalagi Brunei Darussalam masuk dalam tim anak bawang yang kalau main sepakbola bisa membuat kesebelasan Indonesia kekenyangan GOL!

Saya bahkan menghapal beberapa nama atlet Indonesia yang rutin mendulang medali emas, bahkan medali emas seperti sebuah tradisi. Tingkat kemungkinan menangnya pun hampir 90%. Nama-nama Eva Rosalina Butar-butar (senam), Herry Kiswanto – Hermansyah-Bambang Nurdiansyah-Marzuki Nyakmad (sepakbola), Albert Papilaya (tinju), Elvira Rosa Nasution dan saudara perempuan lainnnya Nasution (renang), Purnomo dan Mardi Lestari (atletik), Icuk Sugiarto-Ardy Wiranata-Susi Susanti (bulutangkis), dan sebagainya.

Coba lihat klasemen perolehan medali emas beberapa SEA Games dari thn 1977 hingga 1997. Selama 20 tahun penyelenggaraan SEA Games, tim Indonesia seakan tak terkalahkan oleh siapapun. Hanya sekali dua kali tim kita ‘kalah tipis’ oleh Thailand, itupun kalau mereka sedang menjadi tuan rumah penyelenggaraan yang ditengarai penuh kecurangan :).

Year Games Host Cities Country Winner (gold) 2nd (gold) 3rd (gold)
19771 IX Kuala Lumpur Malaysia Indonesia (62) Thailand (37) Philippines (31)
1979 X Jakarta Indonesia Indonesia (92) Thailand (50) Burma (26)
1981 XI Manila Philippines Indonesia (85) Thailand (62) Philippines (55)
1983 XII Singapore Singapore Indonesia (64) Philippines (49) Thailand (49)
1985 XIII Bangkok Thailand Thailand (92) Indonesia (62) Philippines (43)
1987 XIV Jakarta Indonesia Indonesia (183) Thailand (63) Philippines (59)
1989 XV Kuala Lumpur Malaysia Indonesia (102) Malaysia (67) Thailand (62)
1991 XVI Manila Philippines Indonesia (92) Philippines (90) Thailand (72)
1993 XVII Singapore City Singapore Indonesia (88) Thailand (63) Philippines (57)
1995 XVIII Chiang Mai Thailand Thailand (157) Indonesia (77) Philippines (33)
1997 XIX Jakarta Indonesia Indonesia (194) Thailand (83) Malaysia (55)
1999 XX Bandar Seri Begawan Brunei Thailand (65) Malaysia (57) Indonesia (44)
2001 XXI Kuala Lumpur Malaysia Malaysia (111) Thailand (103) Indonesia (72)
2003 XXII Hanoi and Ho Chi Minh City2 Vietnam Vietnam (158) Thailand (90) Indonesia (55)
2005 XXIII Manila3 Philippines Philippines (113) Thailand (87) Vietnam (71)
2007 XXIV Nakhon Ratchasima4 Thailand Thailand (183) Malaysia (68) Vietnam (64)

Sepanjang akhir pekan kemaren, saya baru tersadar bahwa penyelenggaraan SEA Games ke-25 sedang berlangsung di ibu kota Laos, Vientianne. Itupun karena melihat running text di salah satu saluran TV Swasta – kontingen Indonesia merebut medali pertama dari cabang polo air dengan mempersembahkan medali perunggu. Kemudian dilanjutkan dengan informasi Tim sepakbola Indonesia U-23 menahan tim kuat Singapura 2-2. Tapi sehari kemudian ditaklukkan tim kesebelasan tuan  rumah Laos dengan skor 0-2!

Kenapa penyelenggaraan sekarang miskin pemberitaan? Apa karena ruang pandang kita terbetot oleh kasus-kasus korupsi – KPK dan Century, atau infotainment dan sinetron? Atau karena prestasi olahraga kita makin menukik tajam. Bayangkan tim sepakbola kita yang pernah menahan imbang tanpa gol kampiun sepakbola Eropa – Uni Sovyet tahun 1960-an, takluk tak berdaya oleh tim anak bawang yg baru lima tahunan mengenal sepakbola, Laos!!

Mungkin ke-dua alasan diatas penyebabnya. Kita sudah tidak peduli lagi dengan olahraga nasional. Santapan infotainment atau drama korupsi jauh lebih gurih, sementara kedigdayaan atlet-atlet kita tinggal rumor belaka. Dan yang paling memilukan mungkin petinggi-petinggi organisasi olahraga kita sedang menghadapi masalah kriminal atau menteri nya lagi sibuk mengurusi urusan poles memoles atau membersihkan image sang majikan..

Arrgghhh….saya kangen Indonesia yang digdaya!! Kapan ya? Mungkin penyelenggaraan SEA Games ke-26 yang dijadwalkan berlangsung 2011 di Bandung dan Solo? Kelamaaan!

Advertisements
Tagged with: , ,

13 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. andyhardiyanti said, on December 9, 2009 at 2:27 am

    bukan ndak sadar dg.rusle…
    tapi ndak tau 😀

    • daengrusle said, on December 9, 2009 at 6:07 am

      haha, iya soale pemberitaannya minim banget ya
      hanya sebatas running text doang

  2. anKa said, on December 9, 2009 at 2:34 am

    pertanyaan… dimana kah rasa nasionalis kalian?

  3. Ahmad Maulana said, on December 9, 2009 at 4:39 am

    Ini sebagai simbol daeng bahwa kontingen kita belum nyampe sudah kalah sebab kurangnya doa rakyat indonesia yang mengiri perjuangan mereka…………. rakyat indonesia mana tau ???? MEMPORA Gayanaji

    • daengrusle said, on December 9, 2009 at 6:09 am

      Menpora lagi repot mengkalrifikasi tuduhan dapat dana century…:D

  4. hardimORG said, on December 9, 2009 at 6:28 am

    loh, lagi sea games ya? semoga sukses untuk atlit kita.

  5. dimensi2x2 said, on December 10, 2009 at 5:11 am

    Rasa nasionalisme itu memang dipertanyakan. tapi saya kira daya juang juga patut dipertanyakan. dan juga kualifikasi di bidang itu harus dipertanyakan…

  6. azhis said, on December 11, 2009 at 6:44 am

    baRu taU pas Liad di MEtro Sport taDi maLam…

    geNDeraNg keMeriaHan Sea gaMes kaYax ngga teRdeNgar di TaNah aiR..

    gaRa2x pOLitik, sInetron dan InfoTainMent terLaLu mEndoMinasi taYaNgaN teLevisi..

    gImaNa caRa mENdoakaNnya cOba, taHu aJa kaGak…

  7. asepsaiba said, on December 14, 2009 at 10:12 am

    Wah, tpoiknya sama nih kaya postingan sayah.. 🙂

    http://asepsaiba.wordpress.com/2009/12/07/sea-games-yang-terlupakan/

  8. haerulsohib said, on December 16, 2009 at 5:56 am

    Apakah ada juga pengaruhnya dengan kasus-kasus yang melanda bangsa ini, atau ada atlit yang sedang memikirkan politik, jadi terganggu ki konsentrasinya, :), atau sudah banyak yang berdoa tapi Tuhan enggan mengabulkan *Ebiet G. Ade made on*, karena masih banyak mafia yang bikin kotor, hahaha..

    • daengrusle said, on December 19, 2009 at 2:38 pm

      demikianlah…di jaman sekarang, olahraga bukan lagi sebagai salah satu tools untuk berjuang di kancah internasional demi nama harum bangsa, tapi jadi sekedar alat bargaining politik, yang sayang sekali sangat buruknya…:(

  9. Ipul said, on December 24, 2009 at 12:32 pm

    orang Indonesia jaman sekarang menganggap masih banyak hal lain yang perlu dipikirkan daripada sekedar berolahraga..padahal tanpa mereka sadari olahraga adalah salah satu tools untuk memperbaiki taraf kehidupan. sportifitas yang selalu dijunjung tinggi dalam olahraga adalah alat untuk membuat kita lebih sportif di bidang2 yang lain. olahraga juga membuat kita lebih sehat dan lebih jernih untuk bisa memandang persoalan.

    lebih penting lagi, olahraga bisa mengharumkan nama bangsa dan mengangkat derajat kita di mata dunia. olahraga (apalagi yang berskala besar seperti sepakbola) membuat kita bisa berdiri sejajar dengan bangsa2 lain. ini yang diterapkan oleh banyak negara maju. jadi saya kira memang sudah waktunya pemerintah lebih serius untuk mengurus olahraga tanah air, apapun itu..

    demikian dari saya, calon menpora…
    hahaha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: