…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Pudarnya Pesona Blog

Posted in Kenangan by daengrusle on November 24, 2009

La Baco, seorang kawan lama, belakangan jadi uring-uringan. Gegaranya, karena keranjingan facebook, bininya, I Becce minta dibeliin blekberi. Alasannya, biar bisa konek ama temen-temen lawas. La Baco jelas ngerasa permintaan ini aneh. Pasalnya si Becce ini asalnya dari kampung nun jauh di mato, sebuah kawasan yang pastinya tak terpetakan dalam googlemap, tersentuh hot spot atawa terjangkit segala jenis mahluk langka macam smartphone.

Jangankan warnet, listrik aja masih megap-megap, pagi nyala sore padam atau sebaliknya tergantung pasokan solar buat genset dusunnya. Temen-temennya pun kondisinya sama, jangankan melek internet, melek baca pun jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Bukannya La Baco gak mampu, banderol 6juta an sebenarnya gampang dia tandaskan dengan sekali gesek dari kartu kreditnya. Tapi belanja blekberi untuk si bini yang bahkan tidak punya akun email pun rasanya aneh bin ajaib. Gak masuk di akal La Baco. Blekberi bukannya sejenis smartphone yang berfungsi efektif untuk nerima dan ngirim email? I Becce tidak punya email, ngapain punya blekberi?

Lantas, darimana si bini bisa sampe keranjingan facebook?

Rupanya, soalan ini bermula di sebuah gerobak sayur tempat ngumpulnya ibu-ibu kompleks saban pagi. Ketika gonjang-ganjing berita kriminalisasi KPK yang menghasilkan kisah cicak dilepeh ama buaya, ibu-ibu kompleks perumahan pun menjadikannya hot issue. Salah satu gossip paling hot yang mereka rilis di suatu pagi yang cerah adalah soalan petisi sejuta facebooker mendukung pembebasan duo pimpinan KPK yang lagi diterungku ama buaya, eh, polri. Nah, si Becce bini kawanku itu kebetulan ketiban pertanyaan bernada sindiran, “Bu, udah ikutan jadi pendukung petisi blom? Tuh masih kurang sejuta, kasihan kan si pemberantas korupsi itu kalo gak kita dukung!

Nah, berawal dari sindiran itu si bini pun jadi melek facebook. Si bini dipinjemin akun email tetangganya yang kebetulan punya enam akun di beberapa provider gratisan. Lewat handset blekberi tetangganya, I Becce bisa masuk ke facebook dan berselancarlah dia ke situs pertemanan maya itu.

Demikian, berkat kecanggihan facebook, I Becce bisa bersua dengan satu dua temen kampungnya yang kebetulan juga merantau. Alhasil, karena keranjingan dan ngerasa malu minjem blekberi tetangganya, La Baco jadi kebagian minta dibeliin barang yang tergolong mewah ini.

****

Akhir-akhir ini, situs pertemanan facebook memang sangat kondang. Sebanyak 5% dari jumlah penduduk Indonesia dipastikan punya akun facebook, dan karenanya situs jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg itu menempatkan Indonesia di peringkat tujuh besar negara pengguna akun facebook dengan jumlah pengguna 11,760,000 (per 10 November 2009). Sementara di saat yang sama, jumlah pengguna blog di Indonesia yang baru berkisar satu juga blogger. Meski mengalami peningkatan dua kali lipat, pertumbuhan blog di Indonesia ternyata tidak sepesat situs facebook yang bisa meraup 700ribu akun baru setiap pekannya.

Sempat melibas kepopuleran social networking web semacam friendster dan myspace sejak pertengahan tahun 2000-an, blog akhirnya tertatih-tatih juga terserempet kemolekan pesona primadona baru social networking: facebook, twitter dan plurk. Ketenaran blog rupanya hanya bertahan tidak lebih dari satu periode pelita saja.

Kalau dulu orang rajin menyambangi blog-blog melalui aktifitas blogwalking, dan karenanya rajin meng-update blog nya masing-masing supaya dapat komentar dari pembaca, maka kini peran blogwalking tergantikan dengan sekedar membaca status feed dari rekan2 yang tercantum dalam list friend di facebook atau follower di plurk dan twitter.

Tagging Yang Menjungkalkan Blogwalking
Mungkin benar kata Roy Suryo, sosok yang mengaku pakar telematika ini pernah menyinggung life cycle blog yang tidak lebih sebagai trend sesaat saja. Sepertinya ungkapannya betul, pesona blog kemudian pudar perlahan. Orang kemudian ramai-ramai beralih ke facebook, baik yang awalnya blogger maupun yang baru mengenal internet. Fitur-fitur yang ditawarkan facebook sungguh sangat aduhai, karena mampu menjadi penyambung silaturahmi kepada semua kawan seantero jagad. Terutama buat seseorang yang kemudian ternyata menemukan teman-teman yang berasal dari masa lalunya. Sungguh, situs pertemanan ini membuat segalanya menjadi lebih romantis. Bandingkan dengan tautan pertemanan di dunia blog yang mesti diperkuat dengan googling atau berkecimpung dalam suatu komunitas blogger, baru bisa meraup sejumlah teman yang mungkin sebagian besar tak dikenalnya sebelumnya.

Facebook juga menawarkan hal lain yang teramat keren buat seseorang yang pengen aktifitasnya diketahui orang banyak, melalui fitur tagging. Anda menulis sesuatu pokok pikiran, atau sekedar meng-copy paste sebuah artikel yang bagus dan berniat berbagi dengan sesama rekan facebook-er, cukup men-tag saja di notes yang anda tulis. Keren dan mudah. Sesaat setelahnya, akan ada muncul notifikasi di inbox email rekan yang kena tag tersebut. Seumpama dicolek rekan, tentu yang dicolek akan menengok. Tagging ini juga sangat moncer kala diberlakukan di foto-foto yang kita upload. Belum lagi soal petisi atau fans page yang berseliweran. Dari sini kita bisa tahu apakah rekan-rekan kita itu punya ‘aliran’ yang sama dengan kita, bahkan dalam hal yang sangat personal; pilihan politik atau aliran religiusitas.

Blog, tidak punya fitur tagging seperti yang dimiliki facebook. Karenanya, blog kelihatan punya bolong di beberapa hal, terutama kalau hendak memiliki peran sebagai media social networking. Interaksi hanya terjadi ketika masing-masing blogger saling kunjung melalui blogwalking. Inisiatifnya didorong oleh keinginan atau kebiasaan pribadi, bukan di-endorse oleh sistem yang memperkuat web tersebut semisal tagging di facebook. Tagging memang berhasil menjungkalkan Blogwalking!

Menulis atau Gaul?
Mark Zuckerberg menulis di blognya pada Januari 2009, bahwa di awal tahun itu sudah ada sekitar 150juta pengguna facebook. Setengah diantaranya adalah pengguna aktif yang rutin meng-update statusnya. Facebook digunakan di sekitar 170 negara dengan 35 bahasa berbeda. Kalau diumpamakan sebuah negara, maka jamaah facebooker adalah negara berpenduduk ke-8 terbesar di dunia, mengungguli Rusia, Jepang dan Nigeria. Luar biasa perkembangannya. Kalau statistik ini diupdate ke hari ini, dengan pertumbuhan hampir 2 juta per pekan, tentu pengguna facebook sudah naik 300% dari data bulan Januari 2009 itu.

Kemudahan. Salah satu kunci sukses sebuah teknologi agar laku di masyarakat adalah kemudahan penggunaannya. Tidak ada barrier, terutama knowledge barrier ketika menggunakan teknologi tersebut.

Hal lain yang membuat blog susah membendung situs social networking adalah mental barrier. Di pikiran sebagian besar orang, memiliki blog tentu juga perlu punya kelihaian menulis. Karena blog basisnya adalah postingan berupa tulisan. Meski ada juga berupa fotoblog atau podcast, tapi umumnya secara kuantitas tidaklah sebanyak postingan tulisan.

Orang yang merasa tidak punya bakat menulis, tentu tidak merasa punya kepentingan untuk membuat blog. Bagi sebagian mereka, menulis blog yang biasanya adalah opini, kronik harian, atau sekedar curhat semisal menulis buku harian belaka, adalah aktifitas membuka diri ke khalayak. Tidak semua orang punya keberanian untuk berbagi, apalagi hal-hal yang sifatnya sangat personal. Kalaupun punya keberanian berbagi, tapi belum tentu punya keberanian untuk memulai menulis. Apalagi ada culture block di budaya kita, bahwa mengungkapkan hal-hal personal masih dianggap kurang pantas.

Sementara, media social networking semacam facebook tidak melulu soal menulis. Anda boleh tidak menulis apa-apa di status tapi tetap saling berinteraksi dengan rekan lainnya. Misalnya dengan mengomentari foto atau sekedar menyapa lewat personnal message. Bahkan situs facebook menyediakan layanan chatting seperti YM, Gtalks, dan lainnya. Singkatnya, facebook membuat penggunanya semakin gaul. Sementara blogger, mohon maaf, diberi stempelan ‘penulis’ meski di dunia maya. Sesuatu yang tentu dianggap punya jarak dengan non-blogger.

Dukungan Teknologi Seluler
Dari segi kemudahan aplikasinya, facebook, dan twitter juga memanjakan pengguna blackberry atau smart phone lain yang kini sudah sangat marak di Indonesia. Apalagi ditopang oleh strategi bisnis provider GSM dan CDMA yang menawarkan harga yang sangat kompetitif untuk akses data ke internet. Blogging lewat blackberry? Hmm, kalaupun bisa tapi tidak se-fleksibel facebook atau twitter, meski kadang situs media social networking itu juga dinamakan microblogging.

Bahkan, facebook menjadi semacam fitur penarik atau marketing buat pabrikan hand set. Lewat fitur facebook yang embadded dengan aplikasi yang ditawarkan oleh penyedia hand set, maka calon pembeli telepon selular diberi semacam added value sekiranya membeli produk mereka. Alhasil, mobilisasi pengguna facebook menjadi semakin melebar kemana-mana. Bayangkan, anak usia SD pun sudah punya fasilitas ini. Juga para orang tua yang sesungguhnya di zamannya masih pakai mesin ketik pun sudah ramai-ramai mengikuti lompatan transendental dari parahara teknologi ini.

Sinergi: Strategi Bertahan dan Maju Bersama.
Komunitas blogger mulai banyak bertebaran di seantero nusantara sejak 2004. Spirit sesama blogger seakan menjadi lem perekat mereka untuk berinteraksi dalam satu komunitas yang lebih eksis di dunia nyata. Bukan hanya di dunia maya. Akhirnya bermunculanlah komunitas blogger yang ditopang oleh semangat komunal karena kedekatan daerah, alumni, agama, profesi, hobby, interest atau yang lebih cair dan melewati semua sekat primordial.

Ikatan komunitas ini kemudian menguat dan menjadi cikal bakal tercetusnya ide mempersatukan semua blogger baik yang tergabung dalam komunitas atau hanya blogger solitaire ke dalam pestablogger yang sampai tahun 2009 ini sudah diadakan sebanyak tiga kali. Pesta ini mewadahi semangat para blogger untuk saling berinteraksi secara fisik, tidak sekedar berbagi di dunia maya. Selain sekedar berpesta-ketemu muka, ajang ini juga menjadi sarana untuk berbagi mengenai hal-hal positif terutama motivasi nge-blog dalam sharing session.

Komunitas Blogger, sependek penerawangan saya yang awam ini, adalah satu hal yang membuat aktifitas blogger tetap eksis hingga saat ini, meski sudah bermunculan berbagai situs social networking yang siap menggempur. Ikatan pertemanan yang tercipta di situs jejaring sosial tidak sekuat komunitas blogger, meski banyak dijumpai fans page atau petisi yang menghimpun facebook-er yan punya kesamaan minat atau aliran. Sebagaimana wadahnya, ikatan yang dibentuk jejaring sosial ini absurd adanya.

Sebagai permisalan, petisi sejuta facebooker mendukung pembebasan Bibit Chandra memang mampu menembus jumlah satu juta anggota pada 8 November 2009. Namun lihatlah ketika penggalangan dukungan itu dicoba untuk diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di Bunderan HI tempo hari, bahkan seribu orang pun tak ada. Facebooker semisal I Becce dan tetangga ibu-ibu kompleknya ramai-ramai menjadi pendukung bukan karena punya kepentingan yang besar sampai tergerak berbuat nyata, tapi hanya didorong oleh rasa simpati yang terbatas pada satu klik saja. Bahkan, sebagian hanya karena mengikuti trend belaka.

Bandingkan dengan pestablogger yang sudah dilangsir tiga kali. Hampir setiap pestablogger dihadiri oleh lebih dari 1000 blogger dari seluruh penjuru nusantara. Mereka punya ikatan yang kuat. Lebih kuat dari ikatan para facebooker. Nah, berangkat dari fenomena ini gerak blogger yang makin menurun antusiasmenya bisa dikerek naik lagi dengan menumpangi laju facebook yang bak kuda sembrani. Untuk tetap eksis, blogger bisa mensinergikan teknologi situs jejaring sosial ini dengan banyak cara. Sinergi, bahasa kerennya.

Advertisements
Tagged with:

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. munawir said, on November 27, 2009 at 2:48 pm

    Bagus ulasanta daeng, saya termasuk golongan orang yg blognya sdh penuh sarang laba2. Bukan semata krn gempuran si ‘wajahbuku’, ttp kesibukan di kantor jg jadi pembenaran untuk jarangnya blogposting dan blogwalking… Tetaplah istiqomah daeng dalam ngeblog…

  2. daengrusle said, on November 27, 2009 at 5:01 pm

    @Awi:
    haha, masalah kita sama bro. blog berbayarku tewas karena nda diurusin. Ini malah coba bangkit lagi dgn blog gratisan…:D

  3. wibi said, on December 2, 2009 at 1:17 am

    Dulu, saya sempat membaca blog berbayar Bos Daeng..
    Setelah saya cari, kok ya ndak ada..

    Makanya, membaca comment Bos Daeng bahwa blog berbayarnya tewas, menarik untuk membaca tulisan di atas sampe tuntas.

    Tulisannya mudah dimengerti, mengalir dan gampang dicerna..Mantap Bos.. =)

  4. daengrusle said, on December 2, 2009 at 9:53 am

    @Wibi: thanks boss…:D

  5. Red said, on December 5, 2009 at 5:38 am

    salam kenal sob 🙂

  6. idiotnesia said, on December 25, 2009 at 11:45 am

    klo saya.. memang fesbuk aktif bahkan punya banyak akun… sebagian “fake” cuman buat nyari-nyari barang dagangan, namun untuk penjualan saya mengandalkan Blog/website.. Orang-Orang lebih percaya pada pemilik suatu website daripada blog 😀

  7. andibaso said, on December 26, 2009 at 8:49 am

    Bener kata mas roy, blog hanya trend sesaat.. :)..

  8. Jackson said, on May 17, 2010 at 2:51 am

    Keep it up, bookmarked and referred a few mates.

  9. Real Estate South said, on April 4, 2011 at 6:34 am

    Tricks to are you slim down after pregnancy? My son is Nowadays two and I have been working how to slim down since I allow had my little angel. During my pregnancy I gain around 65 pounds; my pre-pregnancy weight was 135. right Now I?m 160 as well as remains test my best t obtain how to at least 140 but this?s exceedingly demanding. as being my gut, while this?s not saggy, it?s not as long as steady as this was before all I had my son. have to be here any one tips that I should following while this relates how to changing my excercise regimen (I achieve at least 3 days a week: 20 minutes going on the stair climber, 20 minutes by use of The tredmill, and also by least 30 miuntes weight training and also abdominal the office) as well as wight lost.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: