…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Hari Ini Kita Halal Ber-Sumpah Serapah!

Posted in Kenangan by daengrusle on November 6, 2009

 

Hari-hari belakangan ini kita ibarat disuguhi drama tragis mengerikan. Sinetron Indonesia yang isinya caci maki yang terkesan lebay kalah jauh sama reality show Si Cukong Anggodo dan konco-konconya. Si Cukong Anggodo yang bebas ngomong semaunya dalam sebuah acara di stasiun TV secara live bukan cuman membangkitkan amarah angkara murka, tapi juga sifat muak teramat sangat. Benar kata Adhie M Massardi dalam puisinya, negeri ini negeri yang dimpimpin kaum bedebah, dikelilingi oleh para begundal yang mencabik-cabik rasa hormat dan harkat martabat bangsa sebagai masyarakat religius, tepo seliro dan bertanggung-jawab.

Meski Chandra – Bibit sudah ditangguhkan penahanannya, tapi Anggodo itu masih berkeliaran dengan bebas tanpa ditahan, berkebalikan dengan perlakuan Polisi terhadap ikon baru masyarakat Inodesia, pahlawan anti korupsi Bibit-Chandra. Sementara dua penjabat yang gaji, fasilitas sampai celana dalamnya dibiayai oleh rakyat lewat pajak; Susno Duadji dan Abdul Hakim Ritonga, masih saja merasa tak bersalah dan tidak punya kemaluan, sampai mesti presiden SBY sendiri memerintahkan Kapolri dan Jakgung untuk menon-aktifkan kedua penjahat hukum itu. Itupun SBY butuh trigger sebelum tergerak untuk memberikan perintah kepada anakbuahnya itu; issue mundurnya Prof Hikmahanto, Anies Baswedan, dan Prof Komaruddin Hidayat.

Hari-hari belakangan ini, kita seperti halal untuk bersumpah serapah. Semua makian dan cacian layak kita sematkan kepada semua oknum pejabat dan cukong yang sudah mencederai kepercayaan masyarakat atas azas keadilan yang harus ditegakkan. Alih-alih aparat hukum ini menegakkan keadilan dengan melindungi kerja kerasa para pemberantas korupsi, ini malah memenjarakan mereka dengan tuduhan mengada-ada. Di sisi yang berseberangan mereka malah melindungi dan menganak-emaskan cukong bangsat dan bandar narkoba, yang mungkin sering kali menyuapi aparat itu dengan gemerlapnya kenikmatan duniawi. Seakan hidup hanya di dunia saja.

Hari ini kita halal bersumpah serapah. Seperti sumpah serapah Tuhan untuk para penjahat legendaris seumpama Yazid, Abu Jahal, Abu Lahab, Firaun dan Namrudz.

Beberapa nama yg terlibat layak masuk Hall of Fame di kotak kelam sejarah penegakan keadilan di negeri kita.

Pajak dan retribusi yang saban bulan kita gelontorkan dengan ikhlas atau terpaksa dengan semena-menanya mereka rayakan untuk sebuah persekongkolan jahat. Hitunglah pajak yang dipotong dari jerih payah kita semua, dari hasil keringat dan puter otak kita demi menghidupi keluarga, dibelanjakan untuk sebuah permainan kotor nan memuakkan. Besaran pajak itu mungkin jauh lebih besar dari total pengeluaran untuk membeli susu dan makanan bayi kita, atau juga jauh diatas UMP buruh kecil di pinggiran kota.

Ada lagi anak-anak muda polisi macam Evan Brimob yang menulis status di facebooknya dengan arogan: polisi tak butuh masyarakat, tapi masyarakat butuh polisi. Ini kebobrokan institusional, dan menunjukkan betapa memuncaknya sebuah kemaksiatan melingkupi insitusi penegak hukum. Sebenarnya layak kita kasihani, betapa polisi muda macam Evan ini otaknya sudah dipenuhi embrio kemunafikan dan arogansi…jadi jangan heran kalau atasan mereka juga tidak kalah arogannya.

!!!!

Advertisements
Tagged with: , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. mamie said, on January 12, 2010 at 3:43 am

    daeng.. mungkin ini lah kalo kita “jauh” dari agama
    agama yang seharusnya menjaga kita dari tindakan, perkataan dan pemikiran kita kesampingkan.
    kebobrokan generasi sekarang patut menjadikan kita berpikir bagaimana generasi berikutnya.
    mungkin sebagai ibu saya cuman bisa merubah cara pandang kepada anak-anak, yang dulunya kita selalu diiming-imingkan bahwa sukses dunia adalah orang yang benar-benar “sukses” tanpa ada catatan harus dengan cara yang benar, jadi kekayaan dan kemasyuran menjadi tanda kesuksesan, padahal tanpa agama itu akan semu bahkan membuat orang lain susah.
    saya harus merubah cara pandang itu ke anak-anak, pendidikan agama dulu yang lebih penting setelah itu silahkan dengan kemampuan diri masing2 yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT sehingga bisa bermanfaat bagi sesama.
    dan untuk hal yang ditulis, kita cuma bisa berdoa semoga Allah masih mengasihi kita sehingga membukakan pintu2 hidayah bagi kita dan anak2 kita sehingga masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Amin

    Wassalam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: