…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Mama Lauren: Kekaguman di Kotak Kaca

Posted in Kenangan by daengrusle on October 10, 2009

Tak ada yang membuka bendala kekaguman saya lebar-lebar pekan ini selain seorang Mama Lauren. Sampai saya mesti mengungkapkan rasa kagum itu kepada teman-teman sekantor, dan beberapa kali mengutip quote dari sang Mama. Tiga malam lalu saya menyaksikan salah satu iklannya di televisi, ketika dengan tenangnya sang pesohor dalam hal ramal-meramal itu menyatakan bahwa ia mengetahui akan ada kejadian-kejadian tertentu di tahun mendatang.

Kasyaf! Saya tiba-tiba teringat kata itu. Dan serta merta sibuk membuka simpul-simpul memori yang ada dalam kepala. Seingat saya, seorang kasyaf adalah seorang yang tercerahkan. Padanya Allah Yang Maha Pandai menitipkan beberapa pengetahuan khusus yang sifatnya sangat selektif, berupa petunjuk-petunjuk di masa depan. Seorang yang kasyaf biasanya bisa melihat sedikit dari masa depan. Nabi Yusuf as, Nabi Nuh as, dan Nabi Muhammad SAWW adalah beberapa diantara sekian manusia terpilih yang punya kemampuan itu. Beberapa orang saleh yang dikeramatkan sebagai wali juga banyak dikabarkan orang punya kemampuan itu. Nubuwat mereka bukan isapan jempol belaka, karena bersumber dari Sang Pemilik Waktu yang mengetahui segala sesuatu yang terjadi dari masa nol hingga masa akhir.

Mama Lauren, atau bolehlah saya ubah sedikit panggilannya menjadi lebih keren: Ummu Lauren, kiranya tergolong manusia khusus. Pengetahuannya tentang masa depan bisa memasukkan dirinya kepada segolongan kecil manusia yang kasyaf. Penerawangannya tentang masa depan tentu akan banyak membantu manusia lainnya untuk memilih takdirnya. Apalagi akhir-akhir ini Indonesia banyak tertimpa bencana gempa atau kasus-kasus terorisme. Dengan bantuan ‘pengetahuan’ Ummu Lauren ini, tentu masalah pemerintah bisa banyak teratasi, bahkan sebelum terjadi.

Kalau Ummu Lauren bisa meramal gempa akan terjadi di daerah tertentu pada waktu tertentu, maka pemerintah bisa meminimalisasi korban dengan segera mengevakuasi penduduk daerah itu. Atau kalau benak sang peramal melihat ada aksi terorisme bakal terjadi di hotel mewah, maka dengan segera Densus-88 bisa dikerahkan untuk mencegah sang teroris meledakkan hotel tersebut. Korban nyawa dan reputasi Indonesia tentu bisa diselamatkan. Ah, betapa mulia-nya peran seorang Ummu Lauren bagi masyarakat ini.

Saya tentu juga akan bahagia sekiranya ‘skill’ Ummu Lauren bisa diberdayakan membantu KPK mencegah korupsi atau menangkap para koruptor yang lihai kabur kayak belut. Kalau penerawangannya mengindikasikan akan terjadi korupsi di instansi tertentu, maka KPK tak perlu menggunakan alat penyadap canggih untuk curi dengar persekongkolan jahat itu. Cukup langsung diwarning instansi tersebut maka selamatlah duit negara dan si calon koruptor itu. Atau jari-jari Ummi Lauren bisa menunjuk di mana sang koruptor licik bersembunyi, tentu siapapun aparat cukong atau beking tak ada yang sanggup memasang badan melindungi penjahat itu. So, di akhir cerita kita tak perlu dibuat bingung dengan perseteruan Cicak KPK vs Buaya Polri dalam hal ini, karena Mama Lauren bisa mengintegrasikan fungsi kedua lembaga ini dengan ciamik.

Apalagi kalau Mama Lauren bisa berkolaborasi dengan Ki Joko Bodo, Deddy Corbuzier, bahkan orang pintar lain yang lebih high-tech macam Roy Suryo, tentu negara kita tercinta ini bisa diselamatkan dari banyak kegentingan yang tak perlu. Atau minimal tingkat resiko bisa terhindari hingga seminimal mungkin. Ahli analisis resiko bisa memanfaatkan ilmu dan penerawangan dari para orang-orang pintar Indonesia ini.

Pemanfaatan ilmu masa depan ini tentu akan sangat sia-sia jika hanya digunakan untuk meramal di dunia glamour belaka; siapa pasangan cocok artis ini, apakah pasangan artis itu bisa langgeng, atau sekedar kapan si pasangan artis yang mulai pisah ranjang itu akan bertemu di pengadilan agama untuk bercerai. Tentu tetek bengek soalan pribadi artis tidaklah begitu sangat penting buat masyarakat Indonesia tercinta ini, selain hanya mengepulkan imajinasi yang ngelantur di kepala kita.

Dengan membantu meringankan tugas-tugas aparat pemerintah melakukan tindakan preventif atau investigasi, Ummu Lauren bisa mendapatkan pahala sosial yang luar biasa besar. Kelebihannya sebagai orang kasyaf tentu akan menyenangkan Tuhan Yang Maha Penyayang. Surga bisa berada ditelapak kaki sang Mama. Bukan saja buat anaknya, tapi seluruh masyarakat Indonesia akan menyanjungnya. Jabatan politis berupa Menteri atau Ketua Partai bisa saja menantinya, bahkan bisa saja masyarakat negeri ini bersedia memilihnya sebagai presiden menggantikan sang peragu yang kadang emosional itu.

Tapi tiba-tiba saya tersadar ketika di akhir iklannya, Mama Lauren merapalkan sebaris kata yang agak aneh. “Bila anda ingin mengetahui masa depan anda, ketika REG spasi RAMAL. Kirim ke nomor sekian-sekian-sekian-sekia

n”. Pulsanya premium tentu saja. Mama Lauren seakan butuh imbalan untuk pengetahuannya yang khusus itu, mengingkari karakter seorang kasyaf yang tiada mengharapkan lain selain ridho Ilahi. Ridho Rhoma pun tentu tak ada dalam kamus seorang kasyaf perempuan, meski dia punya wajah seganteng bapaknya sang raja dangdut.

Hasil penerawangan saya di dunia maya juga menemukan berita soal Mama Lauren yang semat terjebak sendirian di rumahnya ketika peristiwa banjir Jakarta beberapa bulan lalu. Tiba-tiba bendala kekaguman saya berubah menjadi kernyit di kening. Tadinya saya mau menyarankan presiden SBY untuk ikut berlangganan sms premium Mama Lauren itu, supaya beliau tidak perlu bingung bagaimana mencegah bencana atau melawan korupsi. Saya tiba-tiba skeptis, dan tanpa saya sadari tayangan iklan beralih menjadi tayangan infotainment soal Dewi Perssik yang konon akan bercerai (lagi).

Ah, Mama Lauren, ternyata duniamu hanya selebar kotak kaca itu saja rupanya. Batal lah aku jadi followermu, bahkan di twitter sekalipun.

Advertisements
Tagged with: , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Rudy said, on August 5, 2010 at 4:44 am

    hahaha ternyata mas kecewa ya sama mama lauren
    hihihihi ……. :d


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: