…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Catatan singkat di ulang tahun pernikahan kita yang ke-4

Posted in Renungan by daengrusle on November 18, 2008


foto-rusle-irma.jpg

 

 

Kita seperti dua tukang batu yang sedang asik bekerja. Aku sibuk memoles batu gunung di pondasi rumah kita, dirimu mengayak pasir kerikil dan dicampurkan dengan semen beton. Aku sedang menganyam tulangan pengikat pada balok yang dibentang pada pondasi, dirimu mengayunkan satu dua sekop beton curah pada lantai persegi. Kita sungguh sangat sibuknya. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan indah disana.

Rumah yang sedang kita bangun tentu masih jauh dari sempurna. Hari ini baru pondasi saja, itupun masih aku harus selesaikan disana sini. Dirimu masih belum selesai mengguyur beton curah ke seluruh muka rumah. Dan kita masih terus asik bekerja. Belum ada dinding, pintu, tangga, apalagi atap. Baru setinggi mata kaki saja. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan ceria disana.

Di halaman yang tak begitu luas, baru tertanam dua pohon mangga. Pohon yang masih kecil, belum bisa menghasilkan buah. Mangga, buah itu, dirimu tahu sungguh aku selalu menginginkannya. Di kepala kita, ada gambar pohon nan rimbun dengan buahnya disana.

Kita seperti dua tukang batu yang sedang asik bekerja, juga bermain. Sesekali dirimu cemberut kala kugoda dengan terlalu, sekali lain aku yang merengut kala dirimu tak mau tertawa. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan bahagia disana.

Di kepala kita, ada gambar bangunan sempurna disana. Tapi entah kapan bangunan itu terwujud. Kita masih asik bekerja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: