…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

5 November, Apa Yang Akan Selalu Terkenang?

Posted in Kenangan by daengrusle on November 4, 2008


small_obama_image.jpg

 

 

Hari ini, pemilu di Amerika Serikat akan menentukan siapa bakal pemimpin negara dengan tingkat dominasi terkuat di dunia. Apakah the first afro-america, Barack Hussein Obama (47thn) atau the oldest president candidate John McCain III (72thn). Kedua-duanya akan menjadi yang pertama di segmen tertentu. Obama (bila terpilih) akan menjadi presiden kulit hitam pertama, sedang McCain (mungkin) akan menjadi presiden tertua. Obama, wakil demokrat yang mengalahkan mantan first lady Hillary Clinton, jelas merupakan representasi perubahan besar yang sedang bergerak dan berderak di Amerika menyusul kegagalan GW Bush membawa Amerika (dan dunia) ke arah yang lebih baik; ekonomi yang goncang di akhir kepemimpinannya, unilateral policy yang menjadikannya zombie di negara berkembang, termasuk kegandrungannya akan perang yang tidak saja mengangkangi masyarakat belahan dunia lain, tapi juga PBB yang secara formal merupakan wadah kolaborasi dunia.

Hari ini, mungkin sebagian besar perhatian masyarakat dunia sedang membelalak ke negeri Paman Sam di utara sana. Melalui media massa atau media maya, mereka sedang menunggu hasil dengan harap-harap cemas. Lupakan persoalan nasional, lokal, bahkan rumah tangga. Ada yang sedang membetot semua pusaran gravitasi kita, termasuk Indonesia. Bahkan jauh sebelum pemilihan, untuk mentralisir euforia Obama di Indonesia, yang pernah menjadi tempat bermain masa kecilnya selama 4 tahun, pemerintah Indonesia buru-buru mengeluarkan pernyataan “Siapapun presiden terpilih AS, pemerintah Indonesia siap bekerja sama”. Meski saya yakin, dibalik pernyataan itu ada doa semoga si anak Menteng itu yang terpilih.

Apa pengaruhnya buat Indonesia? Kita sedang mengkhawatirkan soal warna saat ini, juga seluruh penduduk dunia. Bukan soal warna secara fisik, tapi warna ekonomi-politik yang akan menggauli dunia internasional. Warna Amerika, suka atau tidak suka, adalah warna mini dunia. Jembatannya adalah sesuatu yang bernama hegemoni atau dominasi. Gross National Product (Product Domestic Bruto) Amerika saat ini mencapai US$ 10 Trilyun, atau sepertiga dari total GNP dunia yang mencapai US$ 30 Trilyun. Sektor jasa keuangan mungkin mendominasi nilai ini, dibanding sektor riil. Namun ini hanya semacam fakta betapa berpengaruhnya ekonomi Amerika Serikat terhadap negara lain. Jauh sebelum itu Fukuyama sudah memprediksi soal dominasi ekonomi ini. Fukuyama pernah memprediksi bahwa pasca-Perang Dunia II, “Amerika akan menguasai perdaban dunia. Peradaban akan berakhir dan Amerika akan menjadi raja”. Bagaimanapun itu, sejarah yang nanti akan membuktikan apakah tesis Fukuyama ini benar.

Euforia Obama berjangkit dimana saja. Bukan cuman di Amerika, tapi di hampir semua belahan dunia. Australia, karib si Polisi dunia itu bahkan mencondongkan keberpihakannya ke Obama dengan 55% berbanding 45%, meski kita tahu bahwa Australia adalah pendukung utama politik unilateralisme Bush. Di Kenya, negeri leluhur ayah kandung Obama, rakyat disana sedang mempersiapkan pesta dan, ini yang luar biasa, rencana pembangunan bandara besar yang katanya bakal dipersiapkan untuk pesawat kepresidenan, Air Force One. Di Jepang, desa yang kebetulan bernama sama dengan Obama, juga bersiap-siap berpesta. “Kami sudah menari untuk kemenangan Obama selama 6 bulan lebih,” ungkap Yuko Shirayama, remaja putri yang membentuk grup cheer Obama Girls di desa Obama, Jepang. Grup Shirayama pernah berangkat ke Hawaii awal tahun ini untuk merayakan kemenangan Obama saat konvensi Partai Demokrat melawan Hillary Clinton. Di Indonesia, bekas-bekas teman SD nya di Menteng pada mendadak mengadakan reuni untuk mengenang masa kecil mereka bersekolah bersama Obama. Beberapa diantaranya malah diundang untuk menjadi bintang tamu dalam beberapa talkshow yang diadakan di stasiun TV.

Obama, dengan segala kekurangannya, memang menjanjikan harapan yang besar buat dunia. Harapan ini tentu saja diharapkan akan membawa perubahan yang lebih baik, jauh lebih baik daripada pemerintahan Bush sekarang yang banyak disebut sebagai The Worst Ever American President – presiden AS terburuk sepanjang masa. Slogan Change, We Need membius semua orang. Politikus lulusan Harvard yang memulai karirnya dari sangat bawah – menjadi pekerja sosial perbaikan selokan di Ohio – juga sangat meyakinkan dalam semua perdebatan yang dijalaninya, semenjak awal konvensi demokrat yang berhadapan dengan Hillary Clinton yang buas, sampai ke babak akhir melawan McCain, sang pahlawan perang yang kerap kali menolak dikaitkan dengan GW Bush.

Mari berharap perubahan akan datang, perubahan yang lebih baik. Yang saat ini mungkin sedang diusung oleh Obama, terutama keinginannya untuk me’nyelesaikan Irak dengan elegan. Meski, Obama punya kebijakan membingungkan soal Afghanistan, tapi mudah2an saat berkuasa nanti nurani Obama, sama ketika melayani penduduk Ohio soal selokan mampet, bisa menjadi putih sesuai harapan kita semua.

Apa yang terkenang hari ini, 5 November? Buat saya, bukan Obama, tapi kakak saya yang (semestinya) berulangtahun hari ini yang ke 36. Dirgahayu Diana, semoga engkau tersenyum bahagia di alam sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: