…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Blogger, Pendidik dan Pewarta Warga!

Posted in Kenangan by daengrusle on October 28, 2008

rusle-motret.JPGBlogger, sejatinya adalah pewarta warga. Mereka, yang berasal dari beragam latar demografis, hadir menyuarakan interest pribadi melalui ranah internet. Di Indonesia saja, tahun ini ada sekitar 600 ribu blog. Diproyeksikan tahun depan angka ini mencapai jutaan. Melalui blog, masyarakat bisa disuapi jutaan informasi yang umumnya luput dari perhatian media mainstream. Mulai dari soal remeh lirik lagu, curhatan, keluhan soal layanan publik sampai analisis krisis finansial global bisa dinikmati masyarakat umum secara murah. Secara tidak langsung, blogger juga berpartisipasi mendorong pemahaman masyarakat melalui penyediaan informasi beragam.

Kota Bogor, yang berpenduduk 800ribu jiwa tentu menjadi obyek asupan informasi yang potensial. Blogger, yang umumnya masih tergolong pemuda, bisa berperan aktif dalam dua dimensi yang saling menguatkan. Pertama, Blogger bisa menjadi penyedia informasi bagi warga terutama dalam rangka penyampaian perspektif warga sendiri. Perspektif ini tentu menyumbangkan kerekatan bagi sesama warga yang berpikiran sama. Komunitas yang kuat tentu dengan tingkat toleransi yang tinggi, bisa menjadi kekuatan sosial yang mampu melakukan perubahan. Perkumpulan blogger di Indonesia kini bertumbuh, dan sering berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pendidikan (edu-social), misalnya pelatihan IT, sekolah rakyat, aksi sumbang sosial dan sebagainya. Komunitas ini juga berpotensi menunjukkan kreatifitasnya menciptakan peluang bisnis, dengan menyediakan ruang iklan di blog mereka (adsense), atau membukukan blog secara komersial.

Fungsi kedua, Blogger bisa berlaku sebagai alat kontrol langsung dari dan oleh masyarakat terhadap kondisi sekitar, termasuk kebijakan pemerintah. Tanpa perlu demonstratif, Blogger bisa menyuarakan aspirasinya secara elegan dan praktis. Mungkin masih lekat dalam ingatan kita di akhir Januari 2007 pemerintah Malaysia memprotes postingan blogger Indonesia yang kecewa atas layanan pariwisata negeri jiran itu. Juga, ketika Myanmar dilanda demonstrasi massal yang berujung kepada kerusuhan, akhir 2007 lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: