…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Maha Tenggat

Posted in Kenangan by daengrusle on October 24, 2008

Betapa sering kita gamang dan dirisaukan oleh tenggat. Tenggat yang sejatinya kita ciptakan sendiri bisa menjadi sesuatu yang amat menakutkan! Dia yang awalnya dijadikan pengarah agar kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya, di saat terakhir berubah menjadi cemeti.

Saya mungkin orang yang paling tidak konsisten dengan janji. Janji yang sering saya buat, kemudian menjadi beban yang berat manakala tenggat janji itu hampir terlewati. Dengan berbagai alasan, saya mencoba mencari justifikasi yang menyenangkan orang lain agar saya bisa lepas dari beban janji, dan tenggat bisa saya sesuaikan atau malah dimatikan bersama dengan janji yang tak tertunaikan.

Bukan cuman janji pada orang lain, bahkan diri sendiri pun sering saya kecelekan. Janji untuk konsisten membaca, menulis, atau bahkan sholat pun sering saya langgar. Tenggat, maaf saja, menjadi kata yang jadi pemanis diri saja.

Namun ada satu hal yang kemudian sering membuat saya tertegun sendiri. Bahwa ada tenggat yang maha tenggat yang tanpa kita sadari senantiasa rajin menegur dan memberikan nasehat dalam diam. Maha tenggat itu adalah kematian. Ketika ia datang, maka tidak ada lagi sebuah proses negosiasi sebagaimana yang sering kita lakukan. Kematian yang menjadi tenggat kehidupan ini menjadi akhir dari segala aktifitas sadar namun bebas seorang manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: