…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Kopdar Megaloman-ers di Daeng Mamink

Posted in Kenangan by daengrusle on March 15, 2008

MEGALOMAN DI TIM
Kamis, 13 Maret 2008. Jakarta dibekap dingin sehabis dimandikan gerimis sore. Selepas menunaikan tugas kantor berguru soal system integrasi, saya meninggalkan Sari Pan Pacific menuju Taman Ismail Marzuki. Ada janji ketemuan ama temen2 blogger Angingmammiri; Rara, Soeltra, Nawir Gani. Di TIM, dua jam menikmati toko buku Afrizal Malna; buku sastra Indonesia klasik, dari Mohammad Yamin hingga Ayip Rosidi, dari Motinggo Busye hingga NH Dini, terselip juga buku kak Hasymi Ibrahim; antologi esainya – Anatomi Sang Kursi. Luar biasa!

Tapi yang kemudian dikemas kedalam tas adalah buku2 berharga jeblok dari Kompas-Gramedia. Enam buku murah meriah seharga 5ribu – 10ribu yang dipapar di etalase khusus discount itu lebih menarik hati; murah tapi (sepertinya) karya bermutu. Dari novel Ismet Fanany hingga kumpulan cerpen Radhar Panca Dahana. Juga ada Yanusa Nugroho, Rahmat Cahyono, dan kumpulan sanjak cerpenis Gus tf. Busyet. Gak tega rasanya membeli buku berbandrol pengarang dan penerbit jaminan mutu itu dengan duit ketengan. But tetap aja seneng, soale sebagai penikmat buku yang lebih tepat disebut kolektor (bukan pembaca, apalagi bookaholic), saya masih tergolong price-sensitif book-reader. He2, malu2in ya.

Selepas dua jam itu, kami kemudian membelah gerimis dan macet menuju Daeng Mamink, di bilangan Casablanca. “Na-tax saja!” usulku kepada Rara dan Nawir-Gani. Soale, agak repot naek angkutan berkali2 sampai kesana. Toh, ongkosnya pun juga so-so aja. Soeltra gak ikut, mesti ngejemput Ocha yang lagi bingung di Senen. Dalam hati sebenarnya agak nyesel kenapa mesti janji di TIM, toh temen2 bisa aja langsung ke Daeng Mamink juga, ngirit waktu dan effort. Tapi ini juga asik, he2. soale dapet buku bandrol murah itu. Gerimis turun malu-malu. Macet di Pasar Rumput. Polisi cepek, preman modal sabun dan lap, pengasong, berkerumun laksana lalat main hujan-hujanan. Ada maki dari mulut sopir taxi; ah buat saya gak pantas berkoar kotor selagi ada customer! Tapi kemudian lancar selepas Pasaraya Manggarai.

formasi-megalomang.JPG

foto: de-bat, nawirgani, bisot, soeltra, ocha, rara, munawir (without me)

formasi-lengkap.JPG

foto: formasi lengkap; with me, Farhan dan DM – kepotong dikit he2!

MEGALOMAN DI CASABLANCA
Gak sampai 10 menit, kemudian tiba di Daeng Mamink, Casablanca. Kak ATG aka daengbattala sudah menunggu; setengah piring nasi goreng sudah dilahapnya dengan antusias, namun kemudian jeda menunggu pesanan kami datang. Soeltra belum juga datang; bahkan bertemu Ocha pun belum, begitu katanya dari curi denger obrolan via phonenya Rara. Sekitar setengah jam kami berempat ngobrol; muncul Bisot. Ndak nyangka tampilannya cool; jaket kulit dan jaim. Dewasa ki tawwa pembawaannya. Padahal sa sempat mikir kalo dia itu sepantaran mahasiswa lah. Rupanya doi dah lama jadi pegawai Bea Cukai; malah ternyata katanya seangkatan dengan Yayu, teman SMAku. Kemudian berturut-turut muncullah Munawir, juga Soeltra dan Ocha. Selepas itu datang lagi Daeng Marowa beserta Farhan dan dua orang kerabatnya. Terakhir, muncul pak RT.

Mulai dari kartu member AM sekaligus discount, Budi Putra ttg blog dan baku calla jadi inti diskusi kopdar. Ada agenda lain yang juga seru dibicarakan, tapi gak penting ditulis disini. Disela-sela obrolan, muncul juga Daeng Nuntung yang menghadirkan suara nya yang berat di balik telepon. Sekitar lima menit Daeng Nuntung berkabar soal perjalanannya, tak lupa titipan salam buat teman2.
Soal makanan; saya mesan dinner ganda; coto campur dan Tata Ribs. Pengen (lagi) cobain rasanya. Terakhir saya makan di Daeng Mamink kalo ndak salah tahun 2001. It’s been so long!

atg-berbayang.JPG

foto: de-bat dalam aura berbayang…!

Seperti biasa, kopdar disahuti dengan acara penting; narsis di depan kamera! Kemudian jadilah kami semua Megaloman-megalowoman yang garang pengen di jepret. Pak RT sekali lagi menjadi korban ke-megaloman-an temen-temen. He2!

Jam sembilan lepas, kami pun pulang. Saya kembali ke Sari Pan Pacific. Mau posting blog tapi akses hotspot disini dibandrol seperti jerat mencekik; US$ 15/dua jam! Nauzubillahi min dzalik!

MEGALOMAN DAN AYAT-AYAT CINTA
Eh, kemaren saya sempet nonton filem Ayat-Ayat Cinta di Jakarta Theatre XXI. Fyuh, akhirnya tercapai juga niat nonton bioskop, ha3. Blogger udik dari Balikpapan akhirnya bisa tersenyum puas; duduk sendiri diantara pasangan2 yang saling berpegangan tangan, beraroma mesum, sambil menonton filem bergenre gado-gado; romance, dakwah. Hasratku tuntas dan puas, walau filemnya menurut saya banyak bolongnya di setting dan alur cerita. Karakternya naïf!

But after all, it’s a great film.
Highly Recommended deh buat para Megaloman-ers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: