…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

rindu pusara

Posted in puisi by daengrusle on February 23, 2008

jika aku kembali padamu, pada kesekian kali
duduk menjamah remah tanahbasah oleh airmataku sendiri

sungguh aku tak maksud membuatmu hanyut dari hati
mengumpamakanmu hanya terbujur dibalik pusara ini

aku hanya hendak mengenangkan tubuhmu
melihat sendiri tanah yang menyelimuti ketenanganmu kini
bahwa ketiadaanmu bukanlah mimpi ku, sendiri

agar kuyakin memindahkan namamu ke dalam doaku, sungguh

balikpapan, 24feb08

Upcoming Maestro! All about talent and hard practices!

Posted in Kenangan by daengrusle on February 2, 2008

Proses menjadi seorang maestro seni tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kreatifitas yang bersumber dari karakter personal dan kecerdasan menggali inspirasi tidaklah diturunkan serta merta seperti rintik hujan – dan kita tinggal menampungnya dalam perigi.

Bakat, adalah pemberian Yang Maha Kreatif. Manusia yang mendapat “gift” tersebut, kemudian memolesnya dalam suatu disiplin latihan dan kerja keras yang tidak setengah-setengah. Maestro lahir dari dua kombinasi tersebut; bakat dan latihan.

Proses lahirnya seorang maestro juga tidak secepat membangun Prambanan – semalam saja. Tapi ia lahir dari proses yang tekun dan lama, dan tak jarang membuat frustasi – menjadi rorokeng, layu sebelum menjadi. Maestro membutuhkan kesetiaan pada waktu; lama dan penuh kesabaran.

resize-of-pameran.JPG

Kalau Michaelangelo membutuhkan media langit-langit Basilika Santo Petrus di Vatikan, dan Donatello, Rafael, serta sang legenda Leonardo da Vinci membutuhkan kanvas, maka Mahdi Muthahhari, the next maestro ini membutuhkan dinding-dinding rumah kontrakan sebagai media pelampiasan kreatifitasnya. Dan perjalanan menjadi Maestro sungguh telah dijejak sejak sebelia ini.

memlihi-aliran-abstrak.JPG

Aliran apa yang dipilih oleh maestro belia ini? Menurut analisa seorang kurator amatiran, Mahdi Muthahhari sesungguhnya telah memilih aliran abstrak yang cenderung surrealis. Komposisi bentuk kurva yang dipadukan oleh warna yang ragam namun tetap dalam harmoni membentuk karya yang berkarakter kuat. Walau terkadang menjadi sulit untuk mencerna makna lukisannya – sebagaimana umumnya lukisan abstrak – namun kita akan digiring pada rasa bahagia ketika menikmati lukisan-lukisan ini.

Tak peduli, apakah di penghujung tahun, sang pemilik Gallery (baca: pemilik rumah) menghargai karya seni ini dengan biaya tinggi atau kalau lagi apes, malah tuntutan ganti rugi!

Wallahu ‘alam bis-showab. Hanya Yang Maha Kuasa yang tahu. Klik untuk melihat proses kreatif nya: (more…)