…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

[puisi] aku menunggu dgn tekun

Posted in Kenangan by daengrusle on August 24, 2007

maipa.jpg

aku lelaki yang diterbangkan senja
berteman kepak sayap burung
yang bernyanyi lagu hujan

jauh dibawah ada perigi sepi
di sisinya duduk perempuanku, tersipu
menanti diseberangkan kenangan
digenggamnya ada gayung harapan
dan lonceng pemanggil kekasih

rinai hujan turun satu satu
mengeja debu
mencari bebaris pesan dari nelayan
perahu cintanya tertambat di kejauhan

kapan engkau datang menyeberangkan perempuanku?

katamu, nopember tahun ini
datang membawa berita
sabarlah wahai lelaki setengah senja!

aku lelaki setengah senja
menunggu dengan tekun
di sini, di antara senja yang diusap
oleh hijau dedaun malam…

Advertisements

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. pit said, on August 24, 2007 at 11:20 pm

    nice poem,daeng.si cabang bayi pasti senang bisa dibacakan puisi oleh bapaknya.katanya,kedekatan ortu itu bisa dijalin sejak anak msh dlm perut.mm..sy jadi mau cepat2 juga nih.bikin puisi maksudnya..:D

  2. fitrasani said, on August 25, 2007 at 10:47 am

    semoga sang calon bayi bisa selamat hingga lahir


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: