…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Kronik (Malu) Menuju Merdeka 2007

Posted in Random by daengrusle on August 16, 2007

Saya mencatat beberapa peristiwa (negatif) menjelang perayaan kemerdekaan kita. Mohon maaf yang terlintas dan menarik perhatian hanya yang negatif saja (Walaupun tentu saja banyak juga peristiwa membanggakan/positif). Misinya hanya satu, improvement.

Bung Karno dalam Amanat Proklamasi 1956,
“Bangsa Indonesia harus mempunyai isi hidup dan arah hidup. Kita harus mempunyai levensinhoud dan levensrichting. Bangsa yang tidak mempunyai isi hidup dan arah hidup adalah bangsa yang hidupnya tidak dalam, bangsa yang dangkal, bangsa yang cetek, bangsa yang yang tidak mempunyai levensdiepte sama sekali. Ia adalah bangsa penggemar emas sepuhan, dan bukan emasnya batin. Ia mengagumkan kekuasaan pentung, bukan kekuasaan moril. Ia cinta kepada gebyarnya lahir, bukan kepada nurnya kebenaran dan keadilan. Ia kadang-kadang kuat, tetapi kuatnya adalah kuatnya kulit, padahal ia kosong melompong di bagian dalamnya.”

12 Agustus 2007. (Lagi) TKW yang Malang. Sore waktu Selangor Malaysia. Parsiti (17), TKW asal Wonosobo, bergelantungan sekitar 30 menit dari sebuah apartemen Lt 17 di Klang Lama, Selangor. Parsiti berniat kabur karena tidak tahan disiksa majikan perempuannya, yang saat itu sedang berlibur. Oleh tetangganya, PRT itu kemudian diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Bibirnya merah akibat luka-luka kering. Parsiti datang ke Malaysia pada April 2007 dengan sponsor dari PT Luki Mitra Abadi, Jakarta. Selama di Malaysia, dia dijanjikan mendapatkan gaji sebesar RM 450 (sekitar Rp1.125.000) perbulan. Tapi hingga saat ini, ia belum menerima gaji karena berdasarkan kontrak gajinya tidak diberikan selama enam bulan untuk mengganti biaya kedatangan ke Malaysia. Yang didapat adalah: siksaan dalam bentuk dipukuli, ditendang, bahkan kadang-kadang disabet dengan rotan (Kapanlagi.com).

12 Agustus 2007. Rel Kereta Digergaji. Tengah malam, KA Eksekutif Gumarang anjok dan terguling tak jauh dari stasiun Gubug, Jawa Tengah. Belasan penumpang mengalami cedera fisik, tapi trauma psikis jauh lebih hebat menimpa 600 penumpangnya. Sesaat sebelum kecelakaan terjadi, sebahagian besar penumpang sedang lelap tertidur. Kemudian, suasana menjadi panik dan histeria penumpang tak terelakkan. Seorang ibu melengking mencari anaknya yang hilang, penumpang-penumpang lainnya sibuk dengan diri dan barangnya. Penyebabnya baru diketahui beberapa jam kemudian, sepanjang lima meter rel kereta yang menghubungkan Gubug dan Tegowanu itu tidak ada ditempat semestinya. Raib. Digergaji dua jam sebelum kejadian. Dirjen Perkeretapian Dephub, Soemino Eko Saputro, geram ketika mengetahui muasal kecelakaan ini, “ini kesengajaan yang benar-benar keterlaluan” ujarnya kepada detikcom (13/08/2007).

13 Agustus 2007. Pejabat BPN Memeras. Pukul 21.50 WIB, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya, HM Khudlori tertangkap tangan melakukan pemerasan di Hotel Somerset Surabaya dalam pengurusan sertifikat tanah di Surabaya senilai Rp675 juta. Penangkapan dilakukan empat anggota KPK yang dipimpin Direktur Pengaduan Masyarakat KPK, Handoyo Sudrajat, yang berkoordinasi dengan Polda Jatim (Antara 14/08/2007).

14 Agustus 2007. RS Terancam Bangkrut. Empat Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di Kabupaten Jember terancam bangkrut. Sejak Maret hingga Juli, klaim asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin (Askeskin) belum juga cair. Data yang diperoleh di kantor Pemerintah Kabupaten Jember menyebutkan, klaim Askeskin mulai Maret – Juli untuk RSUD dr. Soebandi Jember mencapai Rp 7,8 miliar, RSUD Paru-Paru Rp 950 juta, RSUD Balung Rp 964 juta, dan RSUD Kalisat sebesar Rp 319 juta. Karena klaim yang belum cair tersebut, biaya operasional di empat rumah sakit tersebut terganggu, bahkan saat ini nyaris bangkrut. “Harus ada solusi untuk masalah ini,” kata Direktur RSUD dr Soebandi, dr Cholid Bahtir, Selasa (14/8). Untuk mempertahankan pelayanan pada pasien, selama klaim tersebut belum cair, pihak rumah sakit menggunakan biaya operasional. “Tetapi kita tidak bisa terus menerus melakukan itu,” tegas Cholid. (Tempointeraktif)

14 Agustus 2007. Pejabat Korup. Bupati Magetan Saleh Muljono dan Wali Kota Kendari Mansyur Masie Abunawas diberhentikan sementara dari jabatannya karea tersangkut kasus korupsi. “Mereka sudah dinonaktifkan sejak kemarin,” kata juru bicara Departemen Dalam Negeri Saut Situmorang di Jakarta pada Selasa (14/8). Saleh Muljono menjadi terdakwa korupsi proyek gedung olahraga Ki Mageti dan gedung DPRD Magetan senilai Rp 7,2 miliar. Mansyur juga menjadi terdakwa kasus korupsi dan kasusnya mulai disidangkan. Untuk mengisi kekosongan jabatan, pemerintah akan mengangkat wakil kepala daerah menjalankan tugas sebagai kepala daerah. “Dalam waktu dekat akan segera dilantik,” katanya. Selain memberhentikan dua kepala daerah tadi, Departemen Dalam Negeri sedang memproses pemberhentian Bupati Pasir Penajam Utara, Kalimantan Timur dan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani HR. Menurut dia, setiap pemberhentian bupati atau wali kota harus mengacu pada permintaan gubernur dengen tambahan registrasi pengadilan. Saut mengatakan, sampai saat ini sebanyak 23 kepala daerah telah dinonaktifkan. Tapi, empat di antaranya telah diaktifkan kembali yakni Bupati Asahan H Risuddin, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat dan Wali Kota Prabumulih Rachman Djalili. (Tempointeraktif)

15 Agustus 2007. Marinir Kalap. Dinihari. Sejumlah oknum marinir pangkalan Piabung, Lampung Selatan mengamuk di pasar Bambu Kuning, Rabu dinihari. Sekelompok marinir mengamuk dan mengobrak-abrik sebuah rumah makan padang di dekat pasar Bambu Kuning. Beberapa etalase dan meja makan dijungkirbalikkan hingga rusak berantakan. Merei Erlian, anggota polisi yang sedang berjaga di pos penjagaan dekat rumah makan, tak luput dari dari sasaran. Marinir-marinir itu juga mengancam warga dengan pisau bayonet dan sangkur.Berdsarkan keterangan sejumlah warga, kejadian itu berhubungan dengan penangkapan seorang pengedar narkoba yang dilakukan aparat kepolisian setempat. Pengedar yang tertangkap itu kebetulan menggunakan motor milik seorang anggota marinir. Diduga, si pemilik motor marah karena kendaraannya ditahan polisi. Dia mengajak teman-temannya menyatroni tempat yang biasa disinggahi anggota Direktorat Narkoba untuk makan. Karena kesal tidak menjumpai orang yang dicari, mereka mengamuk dan mengobrak-abrik rumah makan. (Tempointeraktif

16 Agustus 2007. Pidato SBY ttg Pendidikan dan Warga Sidoarjo yg malang. Presiden SBY menyampaikan pidato kenegaraan di depan anggota DPR yang terhormat. Target 20% alokasi APBN untuk pendidikan dipastikan tidak akan dipenuhi oleh Pemerintah. Ada kebutuhan lain yang lebih mendesak, daripada menganggarkan untuk kecerdasan bangsa. Dalam pidatonya juga, SBY menepis anggapan bahwa pemerintah menyia-nyiakan korban lumpur Lapindo. “Sejak awal telah kita upayakan, Pemerintah telah membentuk Badan Pelaksana Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Kita tidak dapat membiarkan rakyat Sidorarjo terus menderita. Kita harus secepatnya meringankan penderitaan rakyat dengan penuh kesungguhan” bebernya untuk meyakinkan para anggota Dewan yang terhormat. Kita semua tahu bagaimana bentuk kesungguhan yang dimaksudkan presiden. Warga yang menjadi korban lumpur Lapindo telah terkatung-katung nyaris dua tahun tanpa mendapat ganti rugi sepeser pun.

17 Agustus 2007. Apakah kita masih mengaku merdeka?

Advertisements

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. laks said, on August 17, 2007 at 10:21 am

    kurang satu mas berita yang memalukan…

    * Penemuan Lagu indonesia 3 Stanza 😀

  2. arhamkendari said, on August 18, 2007 at 7:24 am

    satu lagi, Daeng..
    penyusupan tarian striptis.. eeh, separatis.. 😀

  3. Ifool said, on August 20, 2007 at 12:49 pm

    yang paling bikin saya miris itu soal penggergajian rel kereta api. tega2nya orang sampe berpikiran ke situ….padahal hanya untuk mendapatkan uang yang tidak seberapa dia sampe harus mengorbankan nyawa orang lain..

    ck..ck..ck..bangsa ini makin sakit…

  4. 'bhe said, on September 5, 2007 at 12:26 pm

    Buat apa kita ‘seolah’ hanya bisa mengadili.. kalo kita bisa berbuat..! Kita masih muda segalanya tertitip d pundak kita..semua bisa bicara..

  5. 'bhe said, on September 5, 2007 at 12:28 pm

    Apakah kita hanya bisa mengungkapkan rasa kecewa, prihatin..kalo hanya itu yg bisa kita perbuat…kita adalah selemah-lemahnya manusia..

  6. tandwi yogie said, on June 8, 2008 at 2:55 am

    Kalo bung karno hidup kembali,ia akan berkata seperti ini
    “AKU MENANGIS UNTUK RAKYATKU”
    “AKU MENANGIS UNTUK NEGERIKU”
    “AKU MENANGIS UNTUK PEMERINTAHKU”
    AKU MENANGIS MENGAPA BANGSA KU DAN RAKYAT KU YANG TELAH KUTINGGALKAN MENJADI SEPERTI INI,ORANG-ORANG TIDAK LAGI MEMIKIRKAN SATU SAMA LAIN MEREKA SEKARANG HIDUP SENDIRI-SENDIRI,DIMANA KATA-KATA YANG AKU TANAMKAN PADA MEREKA”GOTONG ROYONG” SAUDARA-SAUDARA,MARILAH DENGAN KITA BERGOTONG ROYONG KITA BANGUN BANGSA INI,KITA BANGUNKAN NEGERI INI,KITA MAJUKAN INDONESIA,NEGERI KITA KAYA AKAN SDA DAN SDM,KITA AKAN BUKTIKAN KEPADA DUNIA LUAR BAHWA INDONESIA MAMPU BERSAING DENGAN BANGSA-BANGSA LAINYA…OLEH KARENA ITU HAI SELURUH ANAK BANGSA,SELURUH BANGSA INDONESIA YANG AMAT AKU CINTAI SEPERTI NYAWAKU SENDIRI,MARI BANGKIT,BANGKITLAH,BANGKITLAH SEKARANG JUGA SAUDARA-SAUDARA KU SEKALIAN SEBANGSA DAN SETANAH AIR,TERUSAKAN PERJUANGAN KU INI,JANGAN BERHENTI BERJUANG,JANGAN PERNAH MENGELUH RAKYATKU…TERUS MAJU,PASTI SUATU SAAT INDONESIA AKAN MENJADI NEGARA MAJU…SALAM DARIKU………………………BUNG KARNO…….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: