…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Terima Kasih!

Posted in Renungan by daengrusle on June 23, 2007

parkir

Ini hanya semacam otokritik buat saya pribadi saja. Tadi pagi, selepas berenang di pool RABC Pasir Ridge Balikpapan, saya mengembalikan kunci locker ke petugas. Mbak petugasnya menerima dengan diiringi ucapan “Terima kasih, pak!”. Saya hanya membalas senyum dan belalu begitu saja.

Selepas renang, Tiger saya arahkan ke warung Padang “Tanjungpura” yang terletak tepat di kaki bukit Pasir Ridge, setelah memesan lauk tongkol, telur rebus, dgn sayur nangka dan daun singkong, es jeruk, saya menunggu sampai es jeruk nya muncul duluan. Saat itu saya yang mengajukan “terima kasih” pada mbak yang menyajikan.

Rupanya, kembali ingatan saya ke mbak petugas RABC tadi, kenapa bukan saya yang memulai mengahturkan “terima kasih”? Bukan kah saya yang menggunakan jasanya? Pongah dan merasa bersalah rasanya. Ucapan sederhana ini mestinya tak terlalu berat untuk dikatakan. Namun saya yakin makna dan penghargaan atas usaha yang mendahuluinya pastilah sangat berdampak.

Teringat lagi, ketika beberapa kali saya menghubungi Call Centre tertentu, entah Kartu Kredit, Operator GSM, Customer Officer Bank, Travel Agent, dll, walau terkesan basa-basi dan dibakukan dalam SOP, para petugas ramah itu tak pernah melupakan kata “Terima kasih sudah menghubungi kami, pak Ruslailang. Ada lagi yang bisa Kami bantu?” Seringkali, saya malah menutup telepon mereka sebelum mereka mengucapkan kata terakhir tadi, mungkin merasa sudah selesai urusannya, kebutuhan telah terpenuhi dan rugi rasanya membuang pulsa untuk sekedar basa-basi. Tapi saya pikir ini SALAH dan EGOIS. Terbayang saya di posisi mereka, ketika ucapan tulus (insya Allah, regardless apakah mereka hanya menuruti SOP saja) itu hanya berbalas bunyi ketukan gagang telepon yang ditutup.

Teringat lagi, sepuluh tahun silam ketika masih kuliah di ITB. Saya punya teman yang membuat saya teramat terkesan. Tak pernah kata “Terima Kasih” ini tak terucapkan ketika dia menutup pembicaraan. Walau cewek itu cakep, pinter, tajir, (hehehe) tapi dia membuat saya kagum dengan penghargaannya terhadap semua orang.

Terima Kasih!.

cat: gambar diatas cuman assesoris saja…hehehe

Advertisements

11 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. aroengbinang said, on June 24, 2007 at 8:09 pm

    akhirnya ketemu juga blog-nya, tautan maren di http://aroengbinang.blogspot.com/2007/06/root-of-happiness.html kebanyakan satu o bung, jadi ketika di klik gak nyambung :).

    terima kasih memang murah, meski kita sering lupa dengan kejujuran dan ketulusan ketika mengungkapkannya.

    salam.

  2. mashuri said, on June 25, 2007 at 2:37 pm

    terima kasih…..

    telah mengingatkan…..

    terima kasih……terima kasih…..

  3. deen said, on June 25, 2007 at 3:18 pm

    hehehe, daeng..se’ kira itu gambar bkl ada hubunganny ma tulisanta’..ternyata..?!..

    Terima kasih, walo emg sih terkesan basa-basi, tp..se slalu rasa betapa besar makna dari kata terima kasih itu sendiri, hemm, krn apa y?…mungkin karena tiap kali seseorang berucap terima kasih, wajahnya dihiasi dgn senyum pula. Yah, krn itu daeng..

  4. Ifool said, on June 25, 2007 at 3:41 pm

    terima kasih,thank you, merci, danke, obrigado, arigato, xie xie, sukran, mathur nuwun, kuru sumanga’ Le’…

    kedengarannya simple, namun ternyata susah diucapkan, apalagi dengan tulus…
    tapi kalau ternyata sudah terlontar, manfaatnya bagi sang penerima sangat besar, bagi sang pelontar juga tentunya…

    terima kasih adalah kata2 pertama yang saya ajarkan ke anak saya, berharap dia menjadi anak yang selalu berterima kasih pada Tuhan, pada alam, pada orang sekitarnya, bahkan pada orang yang membencinya…

    Dg.Rusle’..terima kasih sudah membiarkan saya meninggalkan jejak di blog ta’…hehehe

    eh, ada 1 pertanyaan yg dr dulu slalu mengganggu kepalaku, apa bahasa makassarnya terima kasih di’..?, apakah org Makassar dr dulu memang tdk mengenal kata terima kasih..?…mohon penjelasan, siapa tauk kita tauk..

  5. rusle said, on June 25, 2007 at 3:46 pm

    iya daeng Ipul dan Deen, mashuri dan aroengbinang….
    terima kasih juga
    saya juga teramat bingung dengan kosa kata bugis dan makassar, untuk kata2 yang cukup penting dalam hidup ini, terkadang sulit menemukan padanannya di bahasa lokal kita, tarolah misalnya terimakasih ini yg entah apa padanannya dalam bhs makassar, ada juga kata ‘cinta’ yang kita orang bugis makassar kebingungan mencari sinonimnya….kadang jadi heran apakah mereka org bugis makassar jaman baheula lupa untuk menciptakan kata yang mewakili apresiasi rasa ini, saya kira tidak. ada pembenaran lain yg dulu sa dapat dari guru sekolah; katanya org bugis makassar itu lumayan ber-tele-tele kalo mau mengungkapkan maksud aslinya, so mereka muter2 dulu berbahasa…nah saking muternya kadang kehilangan arah…bahasa kerennya ‘lost in translation’..hehehe

  6. guebukanmonyet said, on June 25, 2007 at 5:16 pm

    Setuju. Kita harus sering-sering mengucapkan “terima kasih” walau mungkin awalnya hanya merupakan basa-basi. Kebiasaan mengucapkan “terima kasih” merefleksikan penghargaan kita terhadap orang lain, diri kita sendiri, dan juga Tuhan.

  7. Bangaiptop said, on June 26, 2007 at 10:35 pm

    Pertanyaannya Ifool menarik sekali. Saya sampai googling dan bertanya pada teman-teman yang berasal dari bugis dan makassar… mengenai terjemahan terimakasih dalam bahasa mereka.

    Jawabannya sama seperti daeng rusle.

    Kaget juga saya. Setahu saya, makassar dan bugis, punya root budaya yang kuat.

  8. rusle said, on June 27, 2007 at 10:31 am

    bang Aiptop..
    iya, terkadang akar budaya yang kuat itu justru melupakan bahasa permukaan yang membumi…atau jangan2 kami kaum bugis modern sudah tercerabut akar budaya nya, sampai riwayat kata pun sudah tak tahu…teralienasi oleh budaya modern…:p

  9. Sammy Lee said, on June 30, 2007 at 4:10 am

    Ruslee,

    Sudah lama tidak melancong ke blog anda ini.
    Begitu singgah, dapat suguhan yang sedap dan bergizi pula. Ini adalah keistimewaan bahasa kita.
    Kata terima kasih itu mempunyai arti yang sangat indah. Itu terdiri dari dua kata “terima” dan “kasih”, sedangkan kata “kasih” disini ada dua artinya: “kasih” yang artinya memberi, dan “kasih” yang artinya “cinta”. Jadi sebenarna apabila kita mengucapkan kata “terima kasih” itu, walaupun banyak kali kita tidak sadari, artinya adalah, “Saya telah menerima pemberianmu yang engkau berikan dengan kasih/cinta”, sebab itu saya mengucapkan ini dengan penuh penghargaan atau pemberian yang terdorong oleh kasih itu.
    Di Indonesia kebanyakan orang menjawab dengan
    “Terima kasih kembali.”
    Kalu orang Inggris menjawab dengan “Don’t mention it!”, yang saya rasa adalah salah. Kan saya sudah mengucapkannya, masa bisa dilarang apa yang sudah terjadi. Kalau memang dia jujur dan sungguh-sungguh dengan ucapannya itu, ngak usah menyebutkan “thank you”, seharusnya sebelum saya mengucapkannya, dia yang harus mengatakan: “please don’t say thank you!”.
    Ada juga yang mengatakan “Welcome! atau You’re Welcome!” yang tentu saja artinya “Saya sambut dengan baik, ucapan thank you mu itu.” Agak…bagaimana ya? Mungkin saya katakan sombong, bangga kepengen dihargakan?

    Tapi dalam bahasa Indonesia, itu adalah sungguh indah: Terima kasih! Aku menghargakan pemberian kasihmu yang baru saja kuterima.
    Lalu dijawab dengan “Terima kasih kembali!” yang sebenarnya maknanya adalah: “Saya juga kembalikan kepada anda apa yang saya terima yaitu pernyataan yang anda ucapkan dengan perasaan kasih itu.”

    Mungkin saya, salah, tapi memang sering itulah yang saya pikirkan, dan dengan bangga telah ajarkan kepada orang-orang asing yang belajar bahasa Indonesia dari saya.

    Terima kasih Rusle, itu mengingatkan saya untuk mengucapkannya dengan lebih penuh perasaan.
    Apalagi kalau dipikirkan jawabannya: Terima kasih kembali.

    Jadi perbuatan yang baik itu kembali lagi berlipat ganda kepada kita kalau berbuat baik kepada orang lain. Bahkan mengucapkan terima kasih pun, itu dikembalikan kepada kita dan seharusnya menyebabkan kita bahagia, telah dapat menyenangkan hati orang lain, waktu kita berterima kasih dan menyatakan penghargaan kita kepada apa yang dilakukannya betapapun kecilnya.

    Assalama ki saribattang!

  10. yg punya blog ini said, on July 2, 2007 at 12:46 pm

    sama-sama Om Sammy
    mudah2an kita ketemu nanti disana…saya mau cium tangan…hehehe

  11. purakrisna said, on November 13, 2007 at 9:08 pm

    pengen nanya, kalo terima kasih dalam bahasa Bugis atau makassar apa ya ? thanks…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: