…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Pe'remaja'an RT39 Balikpapan

Posted in My Self-writing by daengrusle on June 9, 2007

rt39rt39langgar

Sepulang dari kantor di Jumat petang (8 Juni 2007), saya mendapat undangan rapat dari ketua RT39, Kelurahan Gn Samarinda Kota Balikpapan ber-subyek “Peremajaan RT39”. Dalam hati saya berpikir bahwa tentunya acara ini berkaitan dengan persiapan peringatan 17 Agustus yang akan berlangsung dua bulan lagi, dan biasanya masing-masing lingkungan RT berbenah dengan pembersihan dan pengecatan sehingga lingkungan sekitar bisa me’remaja’ lagi, enak dipandang. Acaranya sendiri diagendakan dilaksanakan setelah sholat Isya di Langgar al-Mushawwir. Langgar adalah sebutan lain buat Mushalla, atau Surau. Yang membedakannya dengan Masjid umumnya adalah bahwa Langgar/Mushalla/Surau ini bangunannya lebih kecil dengan jumlah shaf/barisan sholat tidak lebih dari lima shaf saja dan orang-orang tidak melaksanakan sholat Jum’at atau sholat Hari Raya di tempat itu, hanya sholat lima waktu saja. Sengaja beberapa acara pertemuan tingkat RT ini dilaksanakan di Langgar mungkin karena lokasinya yang cukup dikenal, mudah terjangkau dan daya tampung yang cukup besar.

Awalnya saya pikir acara ini hanya akan dihadiri oleh sedikit orang saja, karena saya anggap masih berhubungan dengan acara bersih-bersih, dan mungkin buat sebahagian orang tidaklah terlalu penting. Apalagi pada saat waktu yang ditentukan untuk memulai acara, hanya sedikit yang datang, sekitar 5-10 orang saja. Tapi lama kelamaan, hingga setengah jam berikutnya, terkumpul sejumlah 78 orang, tua-muda, laki-perempuan, juga ada beberapa anak kecil, yang serta merta membuat suasana di Langgar itu menjadi ramai. Bahkan beberapa aparat pemerintahan kelurahan juga datang, Ibu Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dari Kelurahan, Babinsa (Bintara Pembina Desa), tokoh masyarakat, dan lain-lain. Barulah ketika seorang panitia memberikan briefing pada saat dimulainya acara, saya tahu bahwa saat ini saya sedang mengikuti pertemuan pemilihan Ketua RT39 yang baru, dikarenakan masa 3 tahun jabatan Ketua RT39 sebelumnya sudah berakhir. Acara kemudian dimulai dengan beberapa sambutan, yang pertama tentu saja dari Ketua RT sebelumnya, mereka menggunakan istilah yang keren juga, Ketua RT Demisioner, seperti istilah yang dipakai di DPR yang terhormat itu.

rt39

Pak Suwandi, Ketua RT demisioner ini merupakan pensiunan PNS Tata Usaha di SMP setempat, berumur sekitar 70 tahun an, sudah menjabat ketua RT selama 3 periode yang berarti sudah 9 tahun. Pak Suwandi sendiri sudah menetap di lingkungan RT39 sejak 32 tahun yang lalu, yakni tahun 1975. Di belakang beliau duduk, banyak kardus-kardus berisi dokumen-dokumen yang isinya mungkin semua data penduduk di RT 39 itu. Yang menarik, beliau mengucapkan penghargaan dan rasa terima kasihnya kepada masyarakat RT39 yang telah memberikan kepercayaan untuk mengurus RT39 dan juga memohon maaf sekiranya ada kesalahan semasa menjabat, dan sebagai penutup beliau berharap agar masyarakat mengikhlaskan sekiranya ada sebahagian uang iuran RT nya dipakai untuk keperluan pribadi. Kalimat terakhir ini disambut dengan senyum-senyum dan beberapa siutan warga. Sebahagian malah tertawa.

Buat saya, ini sangat melegakan, terlihat kearifan lokal yang santun, tak terbayangkan kalau kejadian memaafkan dan mengikhlaskan ini terjadi di tingkat yang lebih tinggi dan melibatkan uang banyak, bakal berakhir ricuh dan ujung-ujungnya ke pengadilan. Ketua RT sendiri, oleh pemerintah Balikpapan diberikan semacam insentif bulanan sebanyak Rp 400,000 yang dibayarkan per tiga bulan. Satu hal lagi yang cukup unik, di Balikpapan tidak dikenal sistem Rukun Warga (RW) sebagaimana umumnya di Jawa atau di tempat lain di Indonesia. Struktur pemerintahan di atas RT adalah langsung ke Kelurahan. Di Balikpapan, RW sudah dihapuskan sejak tahun 2003 untuk pemangkasan birokrasi. Ketua-ketua RW pada saat itu diberikan pesangon yang cukup besar, Rp. 2 juta. Terlihat bahawa penghargaan pemerintah kota Balikpapan sangat menghargai peran aparatnya di tingkat paling kecil dengan besarnya insentif yang dianggarkan, bandingkan dengan tempat lain di Indonesia yang kadang kerja sebagai ketua RT/RW hanya sukarela walau sangat berat karena mesti membantu warga mengurus tetek bengek administrasi kependudukan di jajaran birokrasi pemerintahan.

lagi

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pemerintah kelurahan Gn Samarinda yang malam itu diwakili oleh Kasi Pemerintahan. Terlihat bahwa ibu pegawai Kelurahan ini sangat akrab dan dikenal oleh warga setempat, menunjukkan bahwa jarak sosial aparat pemerintah ini dengan masyarakat setempat cukup dekat. Acara selanjurnya adalah Serah Terima secara simbolis stempel dan cap RT39 dari ketua RT demisioner ke pejabat kelurahan, beserta semua dokumen-dokumen RT yang tersimpan rapi di dalam kardus-kardus yang dibawanya. Acara peremajaan RT39 kemudian dilangsungkan dengan mendaftarkan kandidat yang berasal dari usulan-usulan langsung warga. Karena dalam suasana yang santai, banyak warga yang sahut-sahutan menyebutkan nama rekan-rekan mereka, yang serta merta membuat yang bersangkutan bersemu muka, sebagian cuman tersenyum, namun bagi yang menolak serta merta langsung protes dan menyatakan ketidaksediaannya. Hanya yang bersedia saja yang dituliskan namanya. Ketua RT39 demisioner sendiri tidak bersedia lagi dicalonkan, dikarenakan faktor kesehatan yang kurang mendukung. Akhirnya terpilih empat kandidat; pak Haji Kasmari, sesepuh dan tokoh agama yang sering menjadi imam di Langgar, pak Sutrisno, aparat polisi yang sebelumnya juga menjabat Sekretaris RT39, Haji Arafah, tokoh masyarakat setempat, dan Mas Aris Mursalim, tokoh muda yang pendiam.

Di sela-sela pendaftaran kandidat, bapak Lurah Gunung Samarinda datang dan turut bergabung dalam pemilihan RT39 ini. Sekali lagi saya terkagum-kagum akan sikap aparat pemerintahan di Balikpapan ini, mereka sangat menghargai peran RT sampai merasa perlu untuk menghadiri acara semacam ini.

Akhirnya sesi pemilihan ketua RT39 pun berlangsung, namun disela oleh pernyataan pak Haji Arafah yang mengundurkan diri karena katanya untuk berkoalisi dengan pak Sutrisno. Langkah pak Haji Arafah ini mengejutkan namun kemudian cair lagi dengan tepuk tangan para warga yang berjumlah 78 KK, dari total warga RT39 berjumlah 128 KK (Kepala Keluarga). Pak Haji Kasmari juga sempat hampir mengajukan pengunduran diri karena merasa sudah tua, namun kemudian ditolak oleh warga. Melihat ini, bapak Lurah kemudian memberi wejangan mengenai pentingnya peran ketua RT ini, dan yang sedang dilakukan bukanlah memilih pengurus RT, tapi ketua RT, yang tentu saja pak Haji Kasmari belum tentu terpilih. Disamping menyelipkan pesan ucapan penghargaan dan terima kasih dari Pemerintah Balikpapan karena berhasil memperoleh Penghargaan Adipura tahun 2007 ini, sehingga total telah memperoleh 16 penghargaan Adipura sejak mulai diadakan tahun 1991. Tak pernah sekalipun Balikpapan lepas dari penghargaan ini.

again

Pemilihan ketua RT39 kemudian dilaksanakan dengan sistem pilih langsung, satu KK satu suara dengan menuliskan nama kandidat di kertas suara. Akhirnya melalui perhitungan suara yang dipimpin langsung pak Lurah Gunung Samarinda, terpilih sebagai ketua RT39 yang baru, pak Sutrisno dengan dukungan mayoritas 43 suara. Pak Haji Kasmari didukung dengan 17 suara, dan Mas Aris Mursalim dengan 14 suara dukungan dan 1 suara Abstain. Pemilihan baru berakhir sekitar jam sepuluh malam, diakhiri dengan penyampaian visi dan misi pak Sutrisno selaku ketua RT39 yang terpilih secara demokratis. Masing-masing warga kemudian pulang dengan lega dan bangga, setelah menyalurkan aspirasi politis mereka dengan cara yang santun dan terhormat, tentu saja.

Advertisements

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. uwie said, on June 9, 2007 at 4:54 pm

    Salam. Aduh, sori komp di rumah rusak. Mungkin Senin baru bisa online lagi. Ini nebeng online di kompnya orang.

  2. Mashuri said, on June 10, 2007 at 7:54 pm

    Anda tim sukses siapa?Tim sukses Pak Kasmiri, Pak Aris, atau Pak Sutrisno?

    Selamat kepada Bapak Sutrisno. Semoga lancar dalam menjalankan amanah….

  3. yg punya blog ini said, on June 11, 2007 at 8:41 am

    hehe, saya sih mendukung pak Haji Kasmari, tapi pak Sutrisno juga baik, cekatan dan care sama warga….dan sudah pasti keamanan jadi tujuan utamanya, wong dia itu polisi kok…hehhee

  4. Pak Kasmari said, on November 4, 2007 at 7:03 pm

    ass…mkasi ide antum nich creatif bgt!!!!saya dukung terus…yg pnting maju terus!!! jgn mnyrah!!! harumkan nama rt 39 ‘n strat 6 di kota balikpa2n ‘n dunia internasional.. hidup strat 6!!! Allah hu Akbar… wassalammualaikum.

  5. al-musawwir teens community said, on November 4, 2007 at 7:07 pm

    good good

    yg bkin blog ini om yg rmhX dpn langgar ya???

    dr http://www.jalanke6.blogspot.com

  6. luthfi chajar selany said, on August 24, 2008 at 1:37 am

    maaf, apa ada yang tau SDN 079?

  7. surya321 said, on March 26, 2009 at 5:55 am

    kota kenangan gw 6tahun yg lalu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: