…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

buat Tuan Guru

Posted in Kenangan by daengrusle on May 21, 2007

Pasir ridge, May 21 2007

Tuan guru PatanYali

izinkan hamba menghatur duli ke tuan guru
simpuh, on my knees
yang berjejak kaki di tanah balkan
pun walau pena mengukir jauh
menghantar untai kata dari benak yang tercerahkan
mengarung lembut ke tepi mahakam hamba nan jumawa

lama terpekur hamba berpikir
gerangan sosok penyebar hikmah
bak angin puting beliung
menghantam tujuh penjuru
namun sejuk hangat

everyone is a teacher,
everything is a book,
everywhere is a school…
bagai deja vu dalam kepak
mengibas kata memeluk makna

indah nian menjadi murid
buat semua adalah guru
thagut enyah dari aku diri
menolak ajar, menampik ilmu
beta murid, aliran ilmu bak air bah

kemaren petang hamba puas menghirup harum kopitalisme kental
betapa diri gentar bergetar bak bersua Marx brewok yang budiman
walau bahkan tawaf seribu rotasi tak mampu kutelan renyah pikirmu
harini beta berguru pada bogeyman
pengembara berpelesir bak kutukata di rambut gimbal rastaman
besok lusa kuniatkan mendengar titah galileo lagaligo
darah manurung yang menerawangkan mata bak teleskop karaeng Pattingalloang
sekedar coba mencicip semerbak patanYali faktor

hamba coba semua
demi diri di nadir ilmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: