…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Go Head pak Amien!

Posted in Renungan by daengrusle on May 16, 2007

amienMaafkan, tapi saya tak bisa menyembunyikan kekaguman teramat besar akan sosok pak Amien Rais. Politisi, yang jauh dari pattern, dan lebih cocok menjadi akademisi ini kembali membuat saya terkesima. Saat yang lain lebih suka menyembunyikan diri, jaga image dan sok bersih, pak Amien tanpa merasa risih pada tgl 15 Mei 2007, dihadapan para wartawan mengakui menerima dana kampanye dari Rokhmin Dahuri, menteri Dept Kelautan dan Perikanan (DKP) waktu itu sebesar 200juta + 200 juta (400 juta ya). Bahkan siap untuk dijadikan tersangka apabila memang melawan ketentuan hukum kala itu. Toh ketentuan Kampanye dari KPU waktu itu mengizinkan sumbangan institusi untuk Calon Presiden maksimum Rp 750juta. (Gambar diambil dari Blog Yuli Ahmada)

Sejak beliau mencanangkan diri untuk menjadi Calon Presiden vis a vis Jendral Besar Soeharto di tahun 1997 silam, semua orang terperangah dan berdecak kagum akan keberanian Amien Rais, bahkan beberapa tokoh menyebutnya bahwa pak Amien sudah putus urat takutnya, secara fakta politik masih menunjukkan kekuasaan Soeharto yang masih kuat mencengkeram. Bahkan Emil Salim pun, ‘hanya’ berani mencalonkan diri menjadi Wakil Presiden, sesuatu yang diangap bung Kancil, sebutan lain Amien Rais,  sebagai ban serep dan ndak punya kuasa apa-apa. Roda Suksesi yang digelindingkan beliau semenjak Muktamar Muhammadiyah tahun 1995 rupanya bak bola salju yang malah panas, karena tak semua orang berani menatapnya lama-lama, takut!

Tapi tidak dengan Amien Rais, sang penggagas utama Reformasi ini. Sejarah mencatat, ketika Presiden Habibie gagal mendapatkan dukungan atas pertangungjawabannya karena salah satunya tikaman dari dalam “Golkar Brutus”, beliau kemudian meminta langsung Amien Rais untuk maju sebagai Calon Presiden, dan diaminkan oleh sejumlah tokoh, termasuk Akbar Tanjung dan Yusril Ihza Mahendra. Tapi beliau dengan santun menolak, karena ingin menjaga komitmennya dengan Gus Dur karena sebelumnya sudah mencalonkan Gus Dur sebagai Capres dari PAN, bahkan walau PKB saat itu malah menyokong Megawati.

amienBeberapa pihak malah mengatakan Amien Rais itu ambisius untuk menjadi Presiden, dengan ucapan dan koar-koarnya kadang dianggap sebagai salah satu manifestasi ambisi nya yang luar biasa dan bahkan menjulukinya sebagai Amien Rakus. Kasihan, saya malah melihatnya sebgagai wujud kejujuran dan keberanian beliau untuk bersuara. Untuk menjadi Presiden memang keinginan beliau, demi untuk meninggikan martabat, menutup lobang kebohongan, menambal celah kemunafikan namun beliau tetap santun dan sangat akademis, walau teramat kritis sebagai orang Jawa.

Pemilihan Presiden 2004 kemaren saya urung memakai hak pilih saya di Putaran Kedua, karena beliau Amien Rais ndak masuk, sesuatu yang buat saya menyedihkan. Sayang sekali rakyat Indonesia memilih pemimpin hanya berdasarkan kharisma dan sindrom “korban” saja….sayang sekali….

Tak tahu, di generasi nanti apakah sosok Amien Rais bisa mengejawantah dan memimpin bangsa dengan tegas, keras tapi berkarakter kuat membagun bangsa.

Wallahu ‘alam bishshawab.

(Gambar diatas diambil dari Situs www.suaramerdeka.com)

===============
Berita KOMPAS

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/16/Politikhukum/3534207.htm
======================

Yogyakarta, Kompas – Amien Rais siap menjadi tersangka dan dihukum
jika dana nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan yang
diterimanya diperkarakan ke ranah hukum karena dianggap korupsi. Ia
mengimbau agar calon presiden dari partai lain pada Pemilu 2004 jangan
berkelit karena dana itu juga mereka terima.

“Ini harus saya katakan agar masalah DKP dapat dipandang adil dan
proporsional. Jika sudah sampai gelar perkara lanjutan, kami siap
menghadirkan saksi dan membeberkan fakta. Demi hukum, tidak ada
masalah jika saya harus menjadi tersangka dan nanti dipenjara,” ujar
Amien, Selasa (15/5).

Namun, mantan calon presiden pada Pemilu 2004 ini merasa kecewa karena
kubu partai lain dan tim sukses mereka malah menyangkal menerima dana
nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Padahal, dana itu
diterima mereka dari Rokhmin Dahuri (Menteri Kelautan dan Perikanan
saat itu), meski jumlahnya berbeda.

Karena itu, pihaknya mendesak pimpinan DPR yang menutup penyelidikan
atas kasus dugaan penerimaan aliran dana nonbudgeter DKP agar meninjau
ulang. Amien lalu menunjuk penerima dana itu ada yang menjadi ketua
lembaga tinggi negara dan ada yang berada di luar struktur kekuasaan.
“PAN memiliki catatan cash ini dan cash flow selama dua masa kampanye
Pemilu 2004, termasuk dana nonbudgeter ini secara tertib. Termasuk
pula Rp 200 juta yang diberikan langsung lewat tangan saya dan Rp 200
juta yang lain lewat anggota tim kampanye saya,” papar mantan Ketua
Umum PAN ini.

Amien tidak menyebut tanggal ia menerima Rp 200 juta tersebut. Ia
hanya mengatakan, pada suatu sore, Rokhmin datang kepadanya
menyerahkan cek senilai Rp 200 juta dalam amplop. Rokhmin mengatakan
itu untuk kampanye. Amien sendiri tak sempat menanyakan asal muasal
cek itu. Namun, Amien mengaku tidak mengambil satu sen pun karena cek
langsung diserahkan kepada bendahara PAN. “Untuk Rp 200 juta yang lain
akan kami susuri siapa di internal PAN yang menerima,” ujarnya.

Amien berharap pemerintah tak melakukan tebang pilih dalam penegakan
hukum. Kasus dana nonbudgeter malah dianggap sebagai awal yang bagus
bagi pengusutan kasus yang lebih besar. Misalnya, kasus Bantuan
Likuiditas Bank Indonesia yang menyangkut uang sekitar Rp 600 triliun.
“Artinya, jutaan kali lebih besar dari kaus Rokhmin-partai politik
yang sudah mulai bergulir di pengadilan. Kami juga mengharap tidak ada
politisasi kasus dana nonbudgeter DKP,” kata Amien.

Dihubungi secara terpisah, salah satu penanggung jawab Mega Center,
Tjahjo Kumolo, mengaku tidak tahu-menahu dan tak pernah menerima dana
dari Rokhmin. Ia mengaku akan meminta klarifikasi dari Rokhmin tentang
dana yang katanya diterima Mega Center. “Kami akan mengklarifikasi
Steven dan Michael yang disebutkan menerima dana atas nama Mega
Center,” ucap Tjahjo yang menyayangkan langkah Rokhmin menyebutkan
telah memberi kado untuk Megawati sebesar Rp 4 juta, juga ditulis dan
dicatat. “Ya, kalau mau nyumbang ya ikhlas saja,” ucap Tjahjo.

Dalam penjelasan tertulisnya, Direktur Blora Center M Jusuf Rizal
menegaskan, Blora Center tidak pernah menerima kucuran dana DKP dari
Rokhmin. “Blora Center selama ini tidak pernah menerima kucuran dana
DKP. Saya juga sudah melakukan klarifikasi kepada bidang logistik yang
menyebutkan tidak pernah menerima bantuan pendanaan dari Rokhmin,”
ujar Jusuf yang meminta Rokhmin menyebutkan siapa orang Blora Center
yang menerima. (PRA/bdm)

Advertisements

23 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. pit said, on May 16, 2007 at 7:40 pm

    salam..
    tok..tok..numpang beken n comment,hehee..
    wah, daeng rusle ternyata pengagum bpk Amin Rais.sy jg sgt kagum sm beliau, kharismatik dan nda neko2.salut buat beliau..

  2. imcw said, on May 17, 2007 at 12:10 am

    semoga rakyat indonesia mampu memilih pemimpinanya dengan memilah dari sekian banyak calon pemimpin…

  3. […] tuh PKS ama dana DKP? Masak belum ada penjelasan resmi, kalah dong ama Amien Rais yang berani pasang badan? Sikapnya jauh lebih terhormat dan […]

  4. awaloeddin devie said, on May 18, 2007 at 5:26 pm

    saya ndak pake hak di putaran kedua juga gara gara pak amien ndak maju. ntah pemilu besok. 😀

  5. JaF said, on May 20, 2007 at 12:42 pm

    Apakah Pak SBY juga berani melakukan hal sama? 🙂

  6. guebukanmonyet said, on May 22, 2007 at 2:27 am

    Mmh, jempol buat Amien Rais. Walau saya bukan penggemar berat beliau tapi langkahnya patut dipuji, pemimpin2 negeri ini harus mencontoh tindakannya. Mantap!

  7. rusle said, on May 22, 2007 at 4:42 pm

    kita (atau tepatnya saya) bersemangat untuk mendorong para whistle blower ini supaya bersuara keras, karena biasanya orang indonesia baru berani kalo berjamaah, atau ada yg duluan jadi pioneer….
    terlepas itu salah apa benar, karena mesti ditelusuri lagi apakah waktu itu Amien Rais menerima duit dari Rohmin dalam kapasitas RD sbg pribadi, atau institusi DKP, whether itu dana budgeter or non budgeter, whether itu dana korupsi atau halalan thoyyiban…
    nyang jelas AR sudah membuka pintu…
    sayang sekali, sekali sayang, KPK merasa itu gak perlu diusut karena katanya yg berwenang adalah Panwaslu, KPU, etc…etc…dan sudah expire pula’…
    entah kenapa, gak peduli jaman orde lama, orde baru, orde reformasi, orde bencana, setiap kali ada masalah penyelewangan yang proyeksi akan ter eskalasi naik ke puncak istana, kok jadi melempem ya para penegak hukum kita….

    memang dari semuanya, kita hanya berasumsi, apakah RD menyerahkan duit itu hasil maling atau tidak, kita juga gak tahu apakah AR punya mekanisme audit atas semua sumbangan yg diterimanya..wallahu ‘alam…kalo saya sebagai RD ngasih sumbangan ke AR, misalnya itu dana haram, apakah saya lantas mau jujur ngomong kalo itu dana maling? atau apakah AR pihak yang menerima itu harus memaksa RD untuk mengakui dari mana sumber duit itu sampai bikin pengakuan? hmm…memang kita yang rakyat jelata ini hanya bisa berasumsi…
    apakah salah kita berasumsi atas fakta? menurut yg saya baca jelas salah dunk…harusnya kita berkomentar atas fakta..bukan based on asumsi belaka yang tidak jelas kebenarannya….

  8. brokoli said, on May 26, 2007 at 3:16 am

    Semoga orang yang terlibat dalam penyelidikan dana DKP ini punya nyali dan kejujuran seperi AR. Dan jika benar yang sekarang duduk di kursi empuk pemerintahan terbukti mendapatkan dana ini, dan sudah terlanjur say NO tentang dana DKP, maka yang akan terjadi adalah munculnya kebo ijo sebagai pion buat pasang badan demi langgengnya si Boss yang duduk di kursi pemerintahan. Time will say, Let’s see what happen ….

  9. […] Amien Rais! Jump to Comments Mohon maaf kalo sekiranya saya kelihatan begitu ngotot memohon pak Amien untuk Go Head dalam kerangka pembeberan total dana DKP yang rupanya juga telah ditanggapi dengan cukup […]

  10. Jauhari said, on July 12, 2007 at 12:05 pm

    Semangat!!!!!!!!!!
    Pak Amien….

  11. Sang Otak said, on July 12, 2007 at 12:36 pm

    Kejujuran mahal harganya, Maju terus Pak Amien
    Saya akan terus mengamini anda dalam sisi kebenaran.
    Pahwalan kebenaran masih ada ya atau sekarang tinggal pahlawan kebetulan saja yang ada 🙂

  12. Amien" said, on August 30, 2007 at 12:18 am

    Kalau mau mencalonkan lagi jadi presiden, Kanda Amien mesti gandeng orang dari indonesia timur..
    yusuf kalla bukan satu satunya tokoh dari situ, kemarin hanya persoalan tidak ada saja orang lain yang mewakili indonesia bagian timur (Sulawesi.red). Sudah saatnya kemapanan politik di Hancurkan! OK.Hidup Kanda Amien.! kami menantimu ditengah carut marutnya kondisi pemerintahan SBY -JK saat ini.. Satu suara untukmu dari HMI Cabang Makassar Timur. Yakin Usaha Sampai

  13. faisal said, on January 3, 2008 at 10:30 am

    Pak Amien adalah idola saya. Semoga Pak Amien selalu tetap kritis terhadap pemerintah, namun jangan lupa memberi dukungan bila pemerintah memiliki program yang baik.

  14. HC said, on January 3, 2008 at 8:09 pm

    Bangsa ini tidak akan pernah keluar dari keterpurukan sleama pemimpinya TIDAK BERSIH …
    mungkin kita hanya bisa berharap ..akan muncul Pak amin Pak amin baru …

    Saya sangat repsect ke pak amien ..

  15. Alim said, on January 4, 2008 at 12:09 pm

    Assalamu’alaikum

    Amien Rais…??????!!!!!
    FOR PRESIDENT OF COURSE….!!!!

    Ga’ usah diragukan lagi kapabilitasnya sebagai seorang politisi dan akademisi…YAHHUUUDDDD…!!!
    Ide-idenya yang melawan arus pemerintahan saat ini (tapi tepat) memang harus selalu didukung.

    Tapi sayangnya…bangsa Indonesia belum bisa menerima ide-ide cemerlang beliau. Kultur yang jamaah(atau dan kawan-kawan) dan keterkungkungan bangsa kita oleh bangsa Barat-lah yang saya rasa menjadi penyebab gagalnya beliau pada Pemilu 2004 lalu.

    Yang saya sukai dari beliau adalah ; pemikirannya yang moderat, tapi tidak kebarat-baratan. Sentilan-sentilannya menusuk Amerika dan kroni-kroninya sangat berani….

    GO AHEAD PAK AMIEN….FOR PRESIDENT…!!!

    Wassalam…

  16. cliffgerald said, on January 14, 2008 at 5:55 pm

    ini sosok yang harus menunggu kabar dari langit untuk menyatakan maju atau tidaknya dalam pencalonan presiden untuk tahun 2009, lumayan lah daripada cuma nunggu “kiai langitan”

    sudah ketuaan katanya, tapi belum ada kader penggantinya…

  17. rawatib hafifie said, on March 21, 2008 at 2:26 am

    pak amien adalah sosok pemimpin kharismatik yang paling aku kagumi,dari penampilan yang sederhana terpancar ketokohan yang bijaksana,semuga allah selalu melindungi beliau,amien ya rabbal alamin.

  18. rawatib hafifie said, on March 21, 2008 at 2:35 am

    dari negri 1000 menara (mesir) saya sebagai mahasiswa al azhar berharap indonesia masih dikaruniai sosok seperti pak amien oleh allah swt.

  19. fitna said, on July 18, 2008 at 11:31 am

    saya setuju dengan Sdr. Alim.memang bangsa kita tercinta ini masih terpancang pada pilihan yang sifatnya pobrokasi ikut 2an.yang lain pilih ini smua ikutan milih yang sama padahal gak tahu apa dan bagaimana visi misi yang mereka pilih. wah kasihan sekali bangsa kita ini, sudah SDM rendah, masih ditambah malas belajar dan susah diajak menuju perubahan yang lebih baik.
    Pokoknya TETAP DUKUNG BAPAK AMIEN DEH……………..
    Oya untuk Pak Amien salam CINTA selalu dari kluarga besar ku, dan teman2 FARUP (Forum Amien Rais Untuk Presiden).
    kpan2 menjelang pemilu teman2 mau main kekediaman Bapak di Jogja

  20. fatchurrohman said, on April 1, 2009 at 9:20 am

    saya pribadi berpendapat berdasarkan kepiawaiannya dalam politik. Dalam pemilu 2009 nanti, apabila pak Amin tidak maju, maka hampir tidak ada yang dapat mengimbangi popularitas SBY. Tapi saya tidak menyesal karena sosok Amin, bagaikan barang komuditas harganya sangat mahal, sedangkan daya beli masyarakatnya tidak mampu. Lantas bagaimana hanya punya uang Rp 1500, ya harus mau makan sebaik nasi mkucing. Selamat pak amin !

  21. R28 said, on April 23, 2009 at 2:53 pm

    Ass.
    Buat Pak Amien maju terus dan pantang mundur…walaupun di pemilu legislatif tgl 9 April 2009 PAN hanya posisi 5.Pak Amien harus tetep maju untuk Pilpres 2009-2014.kalau Pak Amien tidak maju untuk Pilpres saya sangat kecewa dan reformasi tidak akan terwujud.Ayoooo…Pak Amien Rais maju sebagai Presiden RI ke 6.

  22. ridho said, on May 20, 2009 at 10:29 am

    Hallo Pak Amiiiin……!
    Qo’ anda gak pernah muncul di televisi.
    Apa yang bosan yang nyuting anda?
    aku kangeeen banget ama kamu!

  23. Rakyat Biasa said, on December 9, 2009 at 6:28 pm

    alah..amin rais tuh cuman bisa ngomong azah….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: