…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Demonstrasi mahasiswa UMI, ANARKIS dan MEMALUKAN!

Posted in Renungan by daengrusle on April 25, 2007

Berita di Terkait:
– Berita Kota Makassar: Prof Mappadjantji Dikeroyok Mahasiswa UMI
– Fajar Online: Mahasiswa – Mappadjantji Bersitegang
– Tribun Timur: Putra Prof Mappadjantji Dikeroyok di depan UMI
– milis FPK: Perguruan Tinggi yang Sadi dan Brutal
– Deen: Miris ma’ liat kondisinya Mahasiswa Makassar
– Rara: Mahasiswa? Really?
– Daeng Marowa: UMI juga Bisa
– Eko Cristal: UMI menunjukkan kebodohannya lagi
– Adda Kapak Hitam: Sensitifitas
– Irwin day: Perguruan Tinggi Yang Sadis dan Brutal
– Laksono: Dimana Kepekaan Kita?
– Bisot: Stop Your Damn Violence!
– Jaf: Tantangan Buat Mahasiswa Umi – Makassar!

===================
peringatan tragedi AMRAH oleh mahasiswa UMI

Tadi pagi, saya menerima email dari milis FPK, mengabarkan berita teramat buruk, dan sungguh memalukan. Berita demonstrasi mahasiswa UMI di Makassar yang rupanya sedang memperingati Tragedi AMARA, April Makassar Berdarah, peristiwa di tahun 1996 saat Militer menyerbu masuk kampus mereka dan membunuh 3 mahasiswa UMI saat itu. Namun, rupanya peringatan kekerasan oleh Militer itu, dinodai juga dengan tindakan kekerasan menjurus anarkis, para demonstran itu ramai-ramai memukuli Professor A Mappadjantji, dosen F-MIPA UNHAS yang saat itu sedang dalam kondisi sakit (jantung) hendak diantar ke Rumah Sakit Umum Wahidin, hanya karena anak beliau hendak memindahkan pagar penghalang jalan utama karena hendak buru-buru mengantar sang Professor ke Rumah Sakit..

Naudzubillah, kemana gerangan sensitifitas mahasiswa UMI/Makassar itu sampai melakukan tindakan brutal seperti itu?

pengeroyokan oleh mahasiswa UMI, anarkis!Mereka yang kebetulan beratribut mahasiswa universitas MUSLIM itu, gak layak mendapatkan status MAHASISWA dan MUSLIM secara apa yang mereka lakukan jauh dari idealisasi nilai keMAHASISWAan dan keISLAMan. Otak mereka hanya penuh dengan kebencian, kebrutalan dan semuanya bermuara pada satu kata KEBODOHAN! Tidak ada toleransi dalam kebiadaban ini, seharusnya nilai-nilai yang mereka emban saat berdemonstrasi membela hak-hak masyarakat juga diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan real nya, bukan hanya jargon kosong dan cuap-cuap demi popularitas di depan kamera TV atau di media cetak. MEMALUKAN!

STOP DEMONSTRASI MAHASISWA ANARKIS !

Dalam ranah bugis makassar, dalam hati setiap manusia bugis selalu ada jargon mali siparappe rebba sipatokkong malilu sipakainge (hanyut saling membantu, jatuh sama membangkitkan, khilaf saling mengingatkan) yang teramat luhur, namun ternoda oleh tingkah brutal mahasiswa ini. Saya khawatir bahwa status kemahasiswaan mereka itu tidak valid,  jangan sampai bahwa itu hanya sekedar tercantum dalam Kartu Mahasiswa nya namun tak paham apa sesungguhnya nilai yang mereka emban, amanah, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Berikut berita yang disampaikan berkaitan dengan kejadian itu.

=======

PERGURUAN TINGGI YANG SADIS DAN BRUTAL

Tadi pagi Selasa 24 April 2007, Prof Mappadjantji dosen FMIPPA Universitas
Hasanuddin yang sedang dirawat di ICCU RSU Wahidin Makassar karena serangan
jantung, menjalankan kewajiban sebagai anak yang harus melayat mertuanya Prof.
Syamsi Lili yang jenasahnya disemayamkan di Jl Kartini. Prof MA izin keluar ICCU
dilengkapi dengan botol infus dan diantar oleh seorang suster.

Dalam perjalanan kembali ke RSU Wahidin sepulang melayat, kendaraan mereka yang
melintas di jalan Urip Sumoharjo dilarang lewat oleh mahasiswa Universitas
Muslim Indonesia yang sedang demo. Walaupun Prof MA sudah memperlihatkan
kondisinya yang darurat lengkap dengan selang infus dan seorang suster yang
mendampingi, mereka tetap tidak diizinkan lewat.

Putri Prof MA, Vita yang menyetir kendaraan mengikuti keinginan mahasiswa untuk
masuk ke jalur angkutan kota pete-pete. Di mulut pintu keluar, jalan mereka
ditutup dan diwajibkan memutar haluan kembali ke kota. Melihat kondisi tersebut,
putra Prof MA, Bayu memindahkan kayu penghalang agar bisa lewat karena ayahnya
harus sesegera mungkin masuk ICCU kembali. Bayu kemudian dikeroyok hingga babak
belur oleh mahasiswa UMI, bahkan ketika sudah masuk ke mobil, Bayu ditarik
kakinya dipaksa turun untuk dihajar lagi. Melihat putranya babak belur, Prof MA
melupakan kondisinya penyakitnya, dan bergegas menolong anaknya dengan melawan
para mahasiswa yang brutal ini. Para mahasiswa tidak lagi mempedulikan bahwa
Prof MA adalah pasien emergency, beramai-ramai menyerang termasuk menarik
kacamata yang dipakai. Mahasiswa UMI berhenti menyerang ketika Prof MA berhasil
menangkap salah satu pimpinan mahasiswa.

Kejadian yang dialami Prof MA adalah satu dari sekian banyak kejadian yang
dialami pasien-pasien dengan ambulans yang membutuhkan pertolongan darurat
menuju RSU Wahidin diantara jadwal demo UMI yang tiada henti. Begitu banyaknya,
sehingga membuat kita bosan untuk membicarakan perilaku yang sangat tidak
manusiawi ini. Inikah perguruan tinggi yang menyebut dirinya Muslim, yang tidak
punya kepedulian terhadap orang yang sakit parah. Tidak pernah ada perhatian
apalagi rasa bersalah atau menyesal dari institusi mereka, bahkan dari polisi
yang selalu ketakutan tidak berani membela kepentingan orang yang nyawanya
berkejaran dengan waktu.-

wass,
Triyatni
<triyatni@indosat.net.id>

Advertisements

43 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. munawir said, on April 25, 2007 at 10:49 am

    keterlaluan…!!!!

  2. deen said, on April 25, 2007 at 11:16 am

    ih..gemesku bacaki..se jg mo posting di blogku ah… Mahasiswa bede baru bgitu..

  3. rara said, on April 25, 2007 at 11:50 am

    daeng, itu gambarnya.. hehehe gambar di trisakti ya 😀

    btw, sudah mi juga saya angkat di blogku. saya link nah ke posting ta’

  4. […] terkait mengenai hal ini: – daeng Rusle – adda – daeng marowa – […]

  5. insanayu said, on April 25, 2007 at 2:30 pm

    luar biasaaaa……… mahasiswa jaman sekarang terlalu “kreatif”. hanya pandai berdemo. tidak bertindak nyata.

  6. mamie said, on April 25, 2007 at 3:16 pm

    kira-kira masih diterima ji itu lulusan dari makassar di tempat kerja ta’ daeng?

    kasihan benar yang betul-betul punya potensi

  7. laks said, on April 25, 2007 at 3:33 pm

    alhamdulillah bukan lulusan UMI 🙂

  8. bisot said, on April 26, 2007 at 12:06 pm

    miris…

  9. talluroda said, on April 27, 2007 at 2:46 pm

    Ini ada tambahan link berita dan gambar insiden mahasiswa UMI dan Prof. Mappajantji.
    http://www.beritakotamakassar.com/view.php?id=9700

  10. dwiagus said, on April 27, 2007 at 3:25 pm

    megerikan sekaligus memalukan ya,….
    apa harus ada petisi bubarkan UMI?? mudah2an gak lah…

    ps.: gambar ilustrasi yang dipakai agak kurang sreg tuh,…. waktu 1998, yang brutal itu tentara+polisi-nya bukan mahasiswanya ….

  11. alief said, on April 27, 2007 at 11:48 pm

    UMI : Universitas Memalukan Indonesa

    Pake kepanjangan ini aja, supaya muslim tidak kena getah dari oknum-oknum itu…

  12. temon said, on April 29, 2007 at 11:46 am

    Udah nggak jelas lagi apa yg diperjuangkan
    sakit…….., SAKIT JIWA !!

  13. […] Demo Mahasiswa UMI, memalukan! […]

  14. JaF said, on April 30, 2007 at 11:56 pm

    Masya Allah.. Saya baru saja baca postingnya di milis perspektif dan langsung cari informasinya di google.

    Semakin coreng morenglah perjuangan mahasiswa yang katanya harapan rakyat itu..

    Masya Allah!!!!!

  15. Nizwar said, on May 2, 2007 at 9:21 am

    Hayyoooo pilih mana UMI atau IPDN ??????

  16. anthonysteven said, on May 2, 2007 at 11:56 am

    Lagi-lagi kekerasan di dunia pendidikan..
    Mahasiswa mulai kehilangan citra sebagai tokoh yang intelektual.

    Sebaliknya malah menjadi tokoh yang kasar, brutal, keras, dan kurang berpikir.

    Sepertinya bukan hanya IPDN yang harus dikritisi….

  17. emruslee said, on May 6, 2007 at 11:09 pm

    He…he…he…mahasiswa sekarang menurut saya pintarnya hanya demo….dan kalo ada musibah..bisanya hanya minta2 di jalan.Sungguh sangat tidak kreatif. Atau ini juga warisan dari kita2 yang mantan mahasiswa?? (nah..lho!!!). Mahasiswa kayak gini…bisanya kerja dimana ya???Jadi tukang pukul? atau sejenisnya?Kalo kayak gitu mah…duit ortunya habis sia-sia…kali ya?

  18. guebukanmonyet said, on May 22, 2007 at 2:30 am

    Betul2, memalukan banget tuch! Apanya yang mahasiswa kalau perilakunya sama saja kayak preman? Waduh2. Apa yang salah ya? Kenapa para pemuda di negeri ini begitu kasar dan penuh kekerasan? STPDN dan tradisi ospek yang gak ada gunanya!

  19. lonzky_99 said, on August 6, 2007 at 4:12 pm

    edan bener nih anak umi, katanya ingin memperjuangkan rakyat eh tau2nya hanya nyusahin masyarakat, jangankan tentara orang sakit aja bisa disikat, bener2 Universitas Memalukan Indonesia (UMI)

  20. grey said, on April 18, 2008 at 5:37 pm

    Apa latar belakang tindakan itu semua??
    Memperingati or mo bikin ulah…..
    Bisakah kalian memberikan titik terang yang benar-benar jelas… mahahasiswa kritis atau malah anrkis???!!

    Disini g ad yang mencela or di cela..
    Coz setiap tindakan pasti ad alasan, setiap orang punya kebijakannya sendiri2..
    Asal inget.. hati2 terjebk dengan kebodohan!!
    Karna qTa gie hidup d jaman kebodohan…

    Pikirkan Lagi.. Kritis or ANARKIS’??!!
    Pintarlah memilih…

  21. Zadietz said, on May 9, 2008 at 10:14 pm

    Pernahkah Islam mengajarkan untuk main hakim sendiri ??? Apakah pernah Islam mengajarkan untuk membalas Dendam ??? Dan saya rasa Mahasiswa di UMI,bukan seorang muslim.Melainkan seorang penghancur generasi bangsa !!!!

  22. PrashT said, on May 30, 2008 at 3:42 pm

    Aho domo ga mitta

  23. aryajundana said, on June 8, 2008 at 2:46 pm

    fakta memang demikian adanya, kita masing2 dapat melihat langsung lewat televisi…
    apapun yang terjadi, semoga INDONESIA selalu menuju ke arah yang lebih baik dan baik lagi……..

  24. Rumaisyah said, on June 26, 2008 at 9:59 am

    Astaghfirullah.
    betul-betul memalukan dunia pendidikan. Jika ketika mahasiswa aja bisa melakukan tindakan seperti itu gimana kl kelak jd pejabat.
    Mereka mengatasnamakan keadilan… OMONG KOSONG keadilan macam apa yg dinodai dg kekerasan.
    keadilan yg keblinger….

  25. risma2006 said, on June 26, 2008 at 12:35 pm

    Setelah demo lalu apa? Apa yang didapat dari demo. Adakah perubahan yang signifikan, apakah harga BBM jadi turun??? Adakah sejarahnya harga BBM turun??? BBM naik itu wajar, karena persediaan minyak bumi semakin lama semakin habis terkuras.

  26. Ardy said, on June 26, 2008 at 1:19 pm

    Miris.. tapi rasanya percuma saja kita komentar, karena mereka2 yg katanya mahasiswa ini ga ada waktu buat nge-net, baca komentar2 kita, mereka lg asyik jadi setan jalanan, cari muka dgn alasan membela rakyat, atw malah ga’ tau internet krn ga pernah kuliah karena sibuk demo.., yahhh.. inilah wajah mahasiswa..?? Indonesia (tdk semua sh)..

  27. […] mahasiswa really #demonstrasi mahasiswa umi dan sensitifitas kita #sensifitas #umi-juga-bisa #miris-berita #perguruan-tinggi-yang-sadis-dan-brutal […]

  28. NN said, on September 29, 2008 at 11:52 am

    wah…ini yang di bilang ulah sebagian orang …tp dampak ke semua orang…bukannya mau bela X almamater, tp ga semua mahasiswa umi suka demo..banyak kawan2 yang benar2 niat kuliah ko.. terutama yg berasal dari luar sul-sel.. seperti saya berasal dari kaltim..bukannya mau ngeledek nich,, kebanyakan yang saya liat aktivis2 yg ga jelas tuch maaf sebelumnya,, asalnya dari kampung/desa biasa aga kagok ma suasana kota,,,tapi ga semua sih.. mayoritas…jujur sebenarnya saya juga ga suka ma aktivis2 yg over kaya gt tuh..merusak nama baik kampus aja…btw klw merilis berita kejelekan jangan di lebih2 kan donk…:)

  29. MM said, on September 30, 2008 at 12:13 pm

    Mahasiswa jaman sekarang….Bisanya demo melulu…
    Emang apa si gunanya demo?
    Uda cape, bikin rugi org laen, masuk penjara pula…
    Buat mahasiswa yg masi polos, jgn ikutan organisasi2 ga jelas yg tujuannya cm demo n buat onar… Pdhl mreka ga tau lho,hal apa yg didemo’in… Bodoh banget kan? ^^

  30. echa said, on October 28, 2008 at 9:35 pm

    seharusnya mahasiswa harus menengembangkan sikap-sikap terpuji yang didapatkan dari program budi pekerti, kewarganegaraan, kita menyangsikan apakah yang dilakukan mahasiswa itu atas nama kepentingan bersama atau hanya mementingkan emosi tak terkendali mereka belaka, mahasiswa itu penyambung lidah rakyat, bukan jago anarkis.

  31. no name jah said, on November 28, 2008 at 9:17 am

    kku rasa bukan mahasiswa yang salah, tetapai apa yang berputar di dalam kepala mereka… atau lebih ke .. siapayang memasukan itu ke mereka….
    semoga akan ada penyadaran untuk mereka…..

  32. Pitik said, on December 25, 2008 at 4:53 pm

    Perasaan semenjak Lengsernya Pak Harto karena demo mahasiswa, sekarang dikit2 mahasiswa demo. Ojo Dumeh no …
    Mahasiswa itu tugasnya belajar dan memberi contoh yang baik buat masyarakat, bukannya arogan gitu.
    So kalau ada yang luka yang di salahin siapa dong. Kasihan Ortu dong udah ngeluarin uang banyak buat kuLiah

  33. chamidah A.S said, on May 28, 2009 at 9:31 pm

    ga’ kud2-tan ach,,,, moga2 aqw g’ sekolah ndeg zana……

  34. piyman fh umi 06 said, on December 5, 2009 at 5:58 am

    jangan munafik….
    inilah potret indonesia yg sesungguhnya…!!!
    masyarakat aja yg bodoh..
    tdk tau klo aspirasix dibela…
    tragedi amarah seikat kumpulan kebiadaban ABRI pada saat itu… kami akan tetap melanjutkan langkah kami
    ditengah kabut asap perjuangan….
    hidup mahasiswa….hidup rakyat

  35. piyman fh umi 06 said, on December 5, 2009 at 6:05 am

    sy yakin tulisan ini dibuat oleh mantan mahasiswa kutu buku…!!!! yg kerjanya bersemedi di bangku kuliah…..
    siapa lagi yg bakal mengkritisi pemerintah klo bukan intelektual kampus dan para demonstran kampus….
    hanya orang bodoh yg menggebok mulutnya ketika hak2x dirampas…..!!!!

    hormatQ.,

    bangkit melawan ….
    tunduk tertindas….

  36. daengrusle said, on December 8, 2009 at 8:16 am

    buat piyman:
    apakah memukuli pengendara yg lalu lalang juga bagian dari bangkit melawan dan tunduk tertindas itu ?

    maaf, saya mantan mahasiswa yg juga ikut demonstrasi, berdiskusi dan berorganisasi di kampus. dugaan anda salah tuh…

  37. KampuS Hijau said, on January 29, 2010 at 12:29 pm

    kwkwkwkwkw…….. kampus Hijau memeng dari dulu seperti itu…!!!! UMI kan Kiblat promotor Aksi demonstrasi indonesia timur,,, buT kabar terKini,, UMI menGgelar aksi demonstraSi 100 hr kinerja SBY………aksiX TERKENDALI………!!!!

    hohohoho…

    salam Kampus Hijau…..

  38. hamba said, on January 29, 2012 at 8:58 am

    ckckckckckck sungguh hati nurani itu tidak ada.

    ingat MUSLIM tidak mengajarkan keberutalan!!!

  39. njore said, on April 16, 2012 at 2:48 pm

    tai kucing semua………………. tu almamater kebanggaanku tolooooooooooooooooooooo

  40. cuma mahasiswa biasa tdk bnyak bicara said, on October 21, 2013 at 7:39 pm

    lebih baik hidup dalam keterasingan dr pda hidup dalam kbohonga. bangkit melawan, diam adalah ditindas, karna mundur adalah penghianatan. hidup mahasiswa. ingat bahwasanya seandainya tdk adanya mahasisswa. sp kah yg akan mnjalankan fungsi agen of changes. ap kalian2 yg bnyak bicara. tdk bukti, tdk ada karya. kbnyakan cuma buat nasehat tp toh pda akhirnya merasakan dampak dr kami kami.

    • cintadamai said, on November 19, 2014 at 2:43 am

      betul kami berpihak pada mahasiswa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: