…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

setelah setahun resign…..

Posted in Renungan by daengrusle on March 21, 2007

==========
karena alasan etis,  nama perusahaan nya di hilangkan.
==========

Gak kerasa, 20maret2007 kemaren, tepat setahun saya resign dari XXXX, perusahaan yang terletak nun jauh di pelosok Sorowako, ujung timur laut jazirah Sulawesi Selatan, sekitar 12 jam perjalanan naik bus dari Makassar. XXXX, perusahan penambangan milik Kanada (sejak January 2007 kemudian diakuisisi oleh Companhia Vale do Rio Doce CVRD asal Brazil), merupakan pertambangan nickel terbesar di dunia, juga sebenarnya tempat terindah untuk dinikmati, dimana di jantung Sorowako, terhampar danau indah, Matano (baca cerita nya di panyingkul foto dan narasi).

Sebenarnya sayang juga keluar dari perusahaan bertaraf internasional ini, dari namanya saja sudah ‘internasional’, hehe..Namun banyak hal, dan umumnya sangat substansial yang membuat saya merasa harus keluar dari lingkungan kerja ini. Gaji yang tinggi dan posisi “senior staf” bagi seorang saya yang baru berpengalaman profesional 2 tahun saat itu tentu saja sudah merupakan penghargaan luar biasa. Namun rupanya itu bukanlah hal yang membuat saya betah.

Sayang memang, menurut sebahagian orang, terutama orang tua saya yang sudah merasa ‘dekat’ secara geografis karena selama hampir 10 tahun sejak lulus SMA, saya melanglang nusantara, never been stopped at my own city (baca juga: kutu loncat) . Juga, keluarga dekat di Palopo yang saban weekend saya sempatkan untuk silaturahmi. Buat mereka, keputusan saya cabut dari perusahaan ini merupakan keputusan yang patut disayangkan. Bahkan, menurut mereka, menjadi pegawai perusahaan ini memberi status strata sosial yang lumayan terpandang di Palopo dan Makassar (hehehe, ketawa ngakak kalo inget ini!!). Namun, saya berpikir jauh lebih besar dan panjang dibanding hanya sekedar itu semua. ciee…

Sebelum memutuskan keluar dari satu perusahaan, saya memikirkan tiga (3) hal penting dan satu (1) hal yang maha penting. Tiga (3) hal penting ini berkaitan langsung dengan diri saya sendiri, sedang Satu (1) hal maha penting itu ada kaitannya dengan orang-orang tercinta yang hidup dan masa depannya terutama bergantung pada saya, yakni anak dan istri saya, tentunya.

Sebelumnya saya mau memberikan DICLAIMER NOTE dulu untuk tulisan ini. Tulisan saya ini hanyalah “personal perspective” yang jauh dari kesempurnaan. Buruk dan Kurangnya interpretasi yang saya terima dan lakukan selama bekerja di perusahaan ini hanya merupakan observasi sepanjang dua (2) tahun saya bekerja dan tentu saja membuat kualitas tulisan ini tidak seperti yang Anda harapkan. So, kalo merasa ada yang kurang benar atau keliru informasi dan perspektif yang saya tuangkan disini, mohon dikoreksi..hehehe

Tiga (3) hal penting ini adalah;
1. Capabilities’ Improvement
Buat anda yang idealis dengan personal improvement, jangan coba-coba mengurung diri hanya pada satu perusahaan yang tidak mampu menjamin kemampuan profesional anda. Artinya, kalau setelah Anda bekerja selama 1-2 tahun, tidak ada peningkatan kemampuan dan keahlian dari yang Anda miliki sebelum menjadi karyawan perusahaan itu selain hanya internal prosedur dan way of thinking nya company itu, artinya pengetahuan dan kemampuan Anda stuck! So, next door is OUT!. Gaji besar dan kedudukan tinggi mungkin bisa membuat Anda terbuai, namun secara personal capabilities, Anda tidak jauh bedanya sebagai Katak dalam Tempurung, dan dengan kemampuan itu-itu saja, di perusahaan lain Anda mungkin hanya akan dihargai sebagai kroco mumet atawa fresh graduate!. Indikator yang lain adalah, Training dan Pengembangan Keahlian seharusnya disediakan bagi karyawan, tidak peduli apakah dia sudah termasuk skilled labour, senior employee, bahkan management. Ingat, there is always a hole to be filled, there is always a thing to be improved, world is always change!.
Suatu ketika, saya sempat menanyakan ini ke management, ” apakah saya akan difasilitasi dengan training atau rencana pengembangan lain?” seorang dari kalangan management membuat saya shock dengan jawaban ini “Anda sudah dianggap berpengalaman dalam pekerjaan, buat apa lagi di training?”
Atau di lain waktu Saya mengusulkan suatu saran untuk merubah prosedur pengadaan pekerjaan/outsourscing dengan mengambil benchmark di perusahaan oil n gas, namun dijawab dengan cuek nya “maaf mas, gak usah bawa-bawa perusahaan lama”…hehehe…saya yang sempat kuliah di MM LPPM jadi terperangah….what a deeply fatal answer for modern company that should consider a benchmark strategy to improve their capabilities….

Perusahaan yang tidak begitu peduli dengan pengembangan kemampuan karyawan khususnya yang non-teknis umumnya dimiliki oleh perusahaan yang hanya memiliki TIGA Visi ke depan; PRODUKSI, PRODUKSI, dan PRODUKSI!
Para karyawan hanya akan digenjot untuk mengejar target produksi tanpa memikirkan masa depan sang karyawan. Gaji yang tinggi, fasilitas yang mumpuni, mungkin dianggapnya sebagai hal yang cukup satisfied dan ‘segalanya’ buat karyawan.

2. Organizational (Career?) Improvement
Jikalau sekiranya Anda diprediksi maksimal hanya bisa mencapai level tertentu, yakni satu level diatas posisi Anda yang sekarang di perusahaan itu, apa yang akan Anda pikirkan?
Walau pada saat yang sama Anda diberikan penghargaan dengan kenaikan gaji yang signifikan serta puja-puji betapa bagus dan diapresiasi nya hasil kerja Anda oleh para direct user? Pasti ada yang gak beres kan?
Belum lagi, gmana organisasi tiba-tiba berubah secara drastis tanpa Anda melihat relevansi nya dengan visi perusahaan, dan apesnya, rupanya perubahan ini hanya untuk mengakomodir posisi orang-orang tertentu yang termasuk “inner circle” dari management? Seingat saya, dalam kurun 2 (dua) tahun saya bekerja di sini, ada 3-4 kali perubahan organisasi, tanpa membawa perubahan apapun, kecuali orang baru!
So, kalo hanya akan menduduki posisi dan pekerjaan yang sekarang sampai 20 tahun lagi, menghabiskan masa produktif di posisi dan pekerjaan yang sama, naudzubillahi min dzalik.!
Saya tentu saja, tidak berniat untuk mengulangi siklus hidup rekan2 sekerja saya yang sudah nyaris 15 tahun di posisi yang sama dan tidak dipikirkan untuk di develop, walaupun secara pribadi saya malah menganggap beliau ini sangat mumpuni dan teramat sangat pantas untuk di hargai, namun rupanya Management tidak melihat hal ini, even dalam satu kesempatan meeting besar dengan para senior level saya mencetuskan kenyataan yang paradoksial ini…So, ini memperkuat keinginan saya untuk mencari ‘ladang’ lain buat mengembangkan karir dan kemampuan….

3. Wealthness Improvement
Tentu saja, gaji dan fasilitas yang meningkat terus menerus sepanjang karir aDAlah hal yang sangat menggiurkan dan membuat kita betah. Dalam hal penggajian dan fasilitas, saya menganggap perusahaan sudah sangat baik dalam mempertahankan tingkat kompetisi ini. Gaji yang lumayan besar, bonus triwulan yang tinggi, fasilitas perumahan yang mewah, alhamdulillah membuat saya saat itu merasa bahagia…hehehe! Tapi, kalo rupanya gaji dan fasilitas itu masih kalah jauh dengan Oil n Gas Industry? WAh, tentu saja saya milih kerja di tempat lain…hehehe (dasar kutu loncat ya…hanya loyal pada yang bayar..hehehe…)

Satu hal juga yang mungkin menjadi cerita miring, yakni fasilitas Medis perusahaan ini. Meski memiliki Rumah Sakit yang katanya modern dan canggih, jangan harap Anda mengharapkan layanan maksimal, kecuali Anda ‘berhasil’ di rujuk di Rumah Sakit di Makassar. Kalau Anda berobat, tidak akan pernah Anda mendapatkan “multi vitamin” yang menjadi standar di rumah sakit-rumah sakit umum, bahkan Puskesmas pun selalu ngasih vitamin utk penunjang. Tapi kalo disini, sebagai bagian dari Cost Saving Program, vitamin dihapuskan dari daftar obat, oleh dokternya Anda akan disarankan untuk beli ‘ketengan’ aja di apotik luar. Bayangkan, tidak dituliskan di resep, hanya di rekomendasikan. Seberapa besar sih biaya multivitamin ini bagi perusahaan yang omzetnya gak ketulungan itu…hehehe.

Cerita lain dari rekan saya yang pernah menjalani proses bersalin di RS perusahaan ini, sesaat setelah melahirkan si ibu ‘diwajibkan’ untuk membersihkan dan memandikan sendiri si bayi itu, gak peduli apakah si ibu sedang kepayahan luar biasa sehabis melahirkan. Jangankan suster atawa dokter, suster “ngesot” pun dilarang untuk ngebantuin, sadis ya..So, gak salah kalo banyak ibu2 karyawan perusahaan, atau istri2 karyawan merasa jengah dan trauma melahirkan disana, bahkan mereka rela ngebayar pake uang sendiri untuk melahirkan di RS lain yang lebih baik pelayanannya. Cerita lain lagi; seorang teman saya yang bayi nya sedang batuk, tahu2 dikasih obat OBH Combi oleh dokternya…masya Allah….Belum lagi cerita2 dari dokternya sendiri yang merasa di pressure oleh Management untuk melakukan cost saving dengan berbagai cara….However, mudah2an sekarang sudah membaik sih…

Hal yang Maha PENTING
Saya tak mungkin membiarkan anak saya tumbuh dan berkembang di lingkungan yang teramat terbatas! Bayangkan kalo mereka, anak-anak potensial ini, lahir, besar, bersekolah dan bekerja di satu tempat saja, Sorowako!…wah…gak kebayang…so, daripada kebablasan, mending cabut aja cepat-cepat…

Cerita di hari-hari akhir saya di perusahaan ini sebenarnya berkesan juga, sesaat setelha menerima ‘offering’ dari Chevron, saya masih ragu mengingat betapa beratnya pindah lagi, apalagi ini pindah pulau booo, teringat gmana susahnya mindahin barang-barang, dan betapa payahnya keluarga saya, terutama si kecil Mahdi yang masih berumur 6 bulan. Hal lain juga yang juga memberatkan, meninggalkan rekan2 sekerja di Contract Admin INCO yang sudah selayak keluarga dekat, bekerja dan share bersama, sementara di lingkungan kerja yang baru, belum tentu bisa mendapatkan lingkungan serupa.

Alhasil, berangkat dari kekhawatiran itu saya masih sempat melakukan re-thinking untuk stay di perusahaan ini, tapi juga melakukan semacam bargaining dan klarifikasi. Saya kemudian mengirim email dan ngomong verbal langsung dengan atasan saya, “apakah ada rencana ke depan untuk saya, misalnya karir atau pengembangan lain?”..dan mereka menjawab tegas “tidak ada”…so, saya mengartikan bahwa memang gak ada peluang buat karir profesionalisme saya di sini, gak begitu diappreciate dan dengan demikian ada or gak ada gak di reken…hehehe …dengan bekal jawaban itu maka memantapkan saya untuk RESIGN, juga mengingat alasan2 saya diatas. 100% OUT. So, alhamdulillah, saat ini diperusahaan sekarang, jauh dari cukup, dan saya tidak perlu lagi berpikir untuk pindah insya Allah, apalagi kembali ke Sorowako sana….hehehe.

foto-foto kenangan bareng teman-teman kantor…

contract-admin-neh.JPG

image021.jpg

serius-ni-yee.JPG

picture-ramliah-wedding-009.jpg

Advertisements

30 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. imcw said, on March 21, 2007 at 11:18 pm

    mengapa nggak pake blogdesk aja pak…lebih mudah dalam hal posting…bisa diketik offline juga…http://dekock.wordpress.com/2007/03/17/blogdesk/

  2. deen said, on March 22, 2007 at 6:06 pm

    setahun lepas..yg pasti makin makmur ji toh daeng.. 😉

  3. Alief said, on March 22, 2007 at 9:44 pm

    wah pas lagi seru-serunya kok putus… 🙂

  4. laksono said, on March 25, 2007 at 1:25 pm

    lah kapan sambungannya?

  5. rusle said, on March 25, 2007 at 6:56 pm

    sudah disambung…hehehe
    thanks ya…

  6. Goio said, on March 26, 2007 at 12:10 am

    Wah, begitu ceritanya ya, Daeng? … untung aku gak diterima di INCO … dipanggil pun tidak.. dah berapa kali ada opening padahal .. kekekekek .. dah balik ke BPN, Daeng? … pasti udah.. soalnya aku udah balik ke JKT sekarang.. Daeng, kan kayaknya alergi gitu satu kota ama aku 😀

  7. noertika said, on March 27, 2007 at 9:13 am

    iya yah…gak bisa netap bareng di satu kota…
    aku baru nongol di BPB, loe malah resign dari BPN..loe lagi ..ada urusan di BPN, aku malah cuti ke Jkta…hehhehe

  8. Onie Cantik said, on March 27, 2007 at 1:41 pm

    humm.. nampaknya kita akan ketemu di BPN.. 😉

  9. TAR said, on March 27, 2007 at 2:42 pm

    Cukup MENARIK……Expresi Jiwa di alam demokratis

  10. ANDI said, on March 27, 2007 at 2:43 pm

    Cukup MENARIK……Expresi Jiwa di alam demokratis
    Go man…go man……

  11. rusle DAENG said, on March 27, 2007 at 3:25 pm

    APa yang Go pak Tar…hehehe

  12. ANDI said, on March 27, 2007 at 5:32 pm

    Tetep ada waktu untuk EXPRESSO…..ekspresi

    Pertanyaan itu juga sebuah ekspresi …. wontuno..he..he..he………………………………….

  13. Goio said, on March 27, 2007 at 8:28 pm

    kalo begitu, kapan kira2 daeng pergi lagi dari BPN… biar aku atur jadwalnya supaya aku ke BPN pas Daeng TIDAK ada lagi .. ihihihihi…

    mengenai sekolah di Sorowako, kemaren dulu ada beberapa (lebih dari 1, kurang dari 20) yang sekolahnya bareng di Bandung :)… katanya sih program dari kumpeni… lumayan dong?

    sekedar bertanya, etiskah menceritakan ‘busuk2nya’ mantan kumpeni kita?

  14. kresna setiadi said, on March 28, 2007 at 8:30 am

    Hi Russ,

    Wah melekat juga nih ingatannya sama kita2 di Soroako.
    Appreaciate banget sama isinya. Moga2 tambah lancar di Chevron sana. Salam sama yang lainnya.

    Warm personal regards,

  15. rusle said, on March 28, 2007 at 8:41 am

    Goi
    kemaren gw mikir sblm nulis ini emang mungkin gak etis sih…tapi gw udah nulis Disclaimer nya kan….ntar gw ubah deh nama kumpeni nya ….

  16. dodik said, on April 15, 2007 at 10:52 pm

    Saya lebih suka menanggapi komen dari ‘Goio’…dia bilang :
    ” sekedar bertanya, etiskah menceritakan ‘busuk2nya’ mantan kumpeni kita?”
    …I know, you know, they know kalo itu tidak etis dilakukan oleh siapapun apalagi yg ingin memiliki “Capabilities’ Improvement”…

    Jadi teringat e-mail2 yg sudah meyebar kemana-mana buat sambutan G.Walker Bush ke Indonesia…yang berisi refleksi kenyataan bahwa orang2 pintar indonesia sudah disukep dengan dollar dengan menghire mereka di perusahaan2 besar internasional untuk menutup kran improvement & kreativitas untuk negeri pertiwi…lebih cinta dollar daripada cinta tanah air=> sesuatu yg egois……
    sekedar bertanya benarkah itu terjadi?
    ato hanya merupakan email2 sampahkah?

    Salam,
    Dodik
    Yg masih baru suka dollar daripada tanah air

  17. soeroso said, on May 11, 2007 at 1:36 pm

    tika,
    aku liat ada banner BOYCOTT ISRAELI GOODS.
    militan skali!
    tapi, lo tahu gak CHEVRON itu punya sapa?

  18. rusle said, on May 11, 2007 at 2:02 pm

    Soeroso
    kalo anda paham dgn mekanisme Cost Recovery di oil n gas industry di Indonesia…maka anda akan tahu jawabannya…..

  19. soeroso said, on May 11, 2007 at 3:01 pm

    nah, itu dia!!!
    biasanya perusahaan minyak asal amerika (perancis dan inggris tdk loh!) bermain di situ.

  20. rara said, on June 26, 2007 at 8:30 am

    Wah itu waktu itu.. udah merit pa belum? dg ruslee wajahnya beda hihihi..
    hmm apa sebenarnya ternyata segitu merananya kah? padahal orang luar kalau dengar “kerja di soroako” itu pasti kata pertama yg keluar itu “tawwa.. bla bla bla”..

    hmm semoga bisa menjadi referensi bagi kawan2 🙂

  21. rusle said, on June 26, 2007 at 9:59 am

    sudahmi cess….awet muda ji to…heheheh

    ttg perush itu, sebenarnya ada peluang kok untuk membaik…mudah2an teman2 disana bisa mengusahakan itu, sayang sekali kalo tidak dikelola dgn baik….(malah mimpi saya, nantinya akan diakuisisi oleh pemda Sulsel…) hehe

  22. Ippen said, on August 3, 2007 at 5:06 pm

    hemmm.. thanks bgt atas infonya ya mas 🙂

  23. ntan said, on August 5, 2007 at 8:16 pm

    *baru ka’ baca postingan ta’ ini*

    waah… alasan resign yang sangat logis
    dan salut buat dg. rusle’
    bisa tetap memegang teguh prinsipnya
    padahal ada istilahnya “sudah terlanjur basah”
    yaa.. mo mi diapa, ndak makan ki’ nanti kalo ndak kerja *fiuh*

  24. yuyi said, on August 7, 2007 at 1:16 pm

    point 1 & 2 => yup. 100% setuju.
    point 3 => ngga tau yah, soalnya blum pernah tinggal disana, tp suamiku seneng2 aja tuh kl ditugasin disana. kl pulang malah kewalahan, krn dikepalanya sudah terswitch ‘obat paten’ ktx ngga nyambung ma RS umum di mks. hehehehe…

  25. Ifool said, on August 9, 2007 at 5:03 pm

    kalo saya baca ini sebenarnya agak2 geli di awalnya..

    katanya kantor lamanya ndak disebut namanya, hanya dikasi XXX, tapi link-nya itu dong…langsung nonjok ke perusahan ybs…hehehehe singkammaji…

    tapi salutka sm bos ka satu ini, biasanya bg org2 SulSel, kerja di Inco sdh trasa kyk di “top of the world”, tp qta brani ambil langkah seribu ke pulau lain, walopun gantinya ndak kalah hebat…

    salut..salut…

  26. Ardianto said, on August 11, 2007 at 9:09 pm

    salut juga daeng rusle bisa angkat kaki dari sono. Gaji besar di tempat terpencil seperti itu kan MAGNIT. Ibarat kasih GULA utk mancing semut. Kondisi yg sama juga ada di daerah PAPUA.
    Kondisi dan situasi kerja sami mawon. Kalau tidak ada tulang punggung yg kuat di tingkat management jangan harap ada karir.

    Saya di Soroako thn 1978 – 1982, kondisi awal mungkin lebih baik, krn struktur management masih tambal sulam. Karir bisa melejit seperti HALILINTAR tetapi juga bisa stuk kalau tidak disenangi. Kalau medis terutama ibu yang melahirkan dari dulu sdh begitu. Anak saya lahir thn 1979, hari ini lahir besok sdh harus pulang dan harus mengurus oroknya sendiri.

    Tapi saya masih pingin travelling kesana liat liat, hanya teman seangkatan sudah pada pensiun.

    Salam daeng, sukses utk anda

  27. Rezaoe said, on September 14, 2007 at 11:55 pm

    Assalamu Alaikum Daeng Ruslee !

    Tulisannya menyentuh skali, refleksi perasaan masa lalu yaa.

    Sy yakin sebagian besar ana2 muda ditempatku juga berfikiran yg sama ttg kompeni ini.
    Tapi Alhamdulillah kami sedikit lebih baik dari cerita di atas…tuntutan training dll yg berbau self development masih bisa dipenuhi ama bos. Cuma memang kerjaan gila ! rata2 15 project aktif per orang!

    Sukses mi disana. Jangko bikin malu orang makassar di kampungnya orang.

    Wassalam..

  28. counterstr said, on February 2, 2008 at 3:16 pm

    pre teen pageant gown

  29. detius yoman said, on July 7, 2008 at 10:15 pm

    salam saya dari mahasiswa papua
    boleh saya tanya tentang beasiswa bantuan mahasiswa ekonomi kemah / tidak mampu?
    saya sekarang sangat membutuhkan biaya wisuda .sebanyak Rp 5000.000.
    asal kampus : UNIVERSITAS DR.SORTOMO SURANBAYA.
    FAKULTAS: ILMU ADMINISTRASI
    TERIMA KASIH.,

  30. ghofur said, on June 7, 2009 at 8:29 pm

    halo mas Rusle’… apa kabar?
    saya ghofur, tetangga sebelah kamar waktu di bandung pelesiran 44 dulu. tinggal sekamar sama mas sigit arch 93.
    saya sekarang juga di balikpapan mas.
    ada alamat emailnya mas rusle’?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: