…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

poligami baik poligami buruk

Posted in Renungan by daengrusle on February 23, 2007

filem

Dato Rukiyah Kebo, (barokallahu alaiha), mendiang ibu angkat saya ketika masih kuliah di Bandung dulu tahun 1998, adalah seorang wanita keturunan bangsawan strata tinggi suku Bugis yang memutuskan menikah dengan tentara asal madura, mendiang Kolonel Sayuti Widjaja. Sang Dato pernah bertutur, ketika memutuskan menikah dengan sang Kolonel, beliau sadar sepenuhnya bahwa sang Kolonel masihlah berstatus suami sah seorang wanita di negeri asalnya Madura. Awalnya beliau menolak pinangan sang Kolonel, karena merasa takut tak mampu menjalani hidup sebagai madu dari wanita sesamanya. Namun ketika membaca surat sang istri pertama yang ditujukan ke beliau, menghaturkan perkenannya bagi sang suami untuk menikah lagi, sang Dato kemudian luluh dan jadilah mereka pasangan suami istri kala itu. Sejak pernikahan sampai kepada kematian mereka, ketiga hamba yang dikasihi Tuhan itu bersama-sama anak mereka hidup rukun dan damai. Mereka menikmati kebahagiaan tersendiri dalam berbagi cinta. Sang Dato, wanita bangsawan itu kemudian meninggal tahun 2000 karena stroke, mewariskan gelar pribadi buat saya, Daeng Kiyo’, yang dalam bahasa makassar berarti Orang yang Memanggil. Tak tahu maksudnya apa.

Ummi, begitu panggilan kami kepadanya, adalah tetangga duplex saya ketika masih ngontrak di gang Maryati Balikpapan, bulan Maret-Agustus 2006. Mereka dengan 3 anak tinggal di lantai dua, sementara saya sekeluarga tinggal di lantai satu. Umurnya masih tergolong muda, 30tahun. Anaknya sudah 5, yang dua lagi disekolahkan ke pesantren di Samarinda. Suatu hari dia bertutur kepada istri saya, suaminya yang bergelar Lc (Ustad lulusan Madinah) rupanya memiliki istri kedua yang tinggalnya tak jauh dari rumah mereka. Dia mencurahkan perasaan hatinya yang nelongso ketika mendapati kenyataan bahwa suaminya menikah lagi tanpa pemberitahuan kepadanya, apalagi meminta izinnya sebagai istri pertama. Perasaannya sebagai wanita tertekan ketika bertutur, “apa kekurangan saya selaku istri, saya masih muda dan cantik, sepanjang pernikahan kami saya tak pernah sekalipun mengecewakan Bapak, tapi kenapa pak Haji kemudian menikah lagi?” kami hanya diam, berusaha larut dan memahami perasaan sang Ummi. Ummi memutuskan untuk teguh menjalani kehidupan nya walau hati kecilnya merasa kan kepedihan di awal perubahan itu. Namun dia tetap berharap kebahagiaan hidup masih akan dinikmatinya, dan berdoa semoga pak Haji bisa berlaku adil bagi istri-istrinya. Amin.

Ayah saya yang sangat saya cintai dan hormati, ketika muda pernah menikah dengan beberapa wanita lagi, tentunya tanpa sepengetahuan ibunda saya. Sempat terjadi kekisruhan ketika pernikahan-pernikahan beliau mulai ketahuan, pada saat istri-istrinya meminta cerai. Pada akhirnya kami, anak-anaknya sepakat bahwa praktek poligami tanpa izin ini tidak dibenarkan, hal ini juga diakui oleh ayah saya. Tidak perlu embel-embel agama untuk menegaskan kekeliruan ini.

Di kehidupan sekarang, praktek poligami juga banyak terjadi di masyarakat. Tentunya juga dengan berbagai macam motif, baik si suami atau para istri. Ada rekan wanita saya yang katanya rela dan ikhlas menjadi istri kedua bagi lelaki idamannya. Seorang rekan kerja saya yang lain di kantor bercerita, betapa mantan pacarnya masih setia menghubunginya dan mengajukan diri untuk dijadikan istri kedua. Walau mungkin sang istri sekarang mengizinkan, dia berusaha menolak karena merasa masih belum memiliki kapasitas yang cukup untuk berlaku adil sebagai syarat poligami. Dalam sebuah anekdot, diberitakan betapa banyak wanita2 muda yang kecewa ketika Aa Gym menikah lagi, kekecewaannya bukan karena poligaminya, tapi karena kok bukan dia yang dipilih Aa untuk jadi istri keduanya…hehehe…

Raja-raja Nusantara, menurut sejarah, beberapa diantaranya juga punya kecenderungan untuk memiliki istri banyak. Motif sang raja menikahi banyak wanita mungkin saja hanya nafsu atau souvenir kekuasaan. Para wanita yangdijadikan istri-istri itu tentunya juga punya motif tertentu, salah satu nya tentulah motif ekonomi dan juga politik. Beberapa wanita dari golongan ekonomi rendah tentunya dengan menjadi istri raja, harkat ekonomi dia dan keluarganya akan terangkat ke tingkatan yang lebih tinggi. Beberapa bangsawan malah menyodorkan anak gadisnya untuk dijadikan istri bangsawan lain demi untuk melanggengkan kekuasaannya.

Dari beberapa contoh diatas, selain contoh yang dikenal saat ini lewat perilaku public figure kita, memberikan kesan bahwa Poligami adalah suatu perilaku yang eksis dalam masyarakat kita. Ada yang mempraktekkan nya dengan baik dan adil, sebagaimana menjadi prasyarat dalam hukum Islam, namun lebih banyak yang menyelewengkan nya, dan mengarah ke KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Beberapa kasus, terutama apabila terjadi kekerasan fisik dalam keluarga itu, kemudian diproses secara hukum. Namun kekerasan psikis yang terjadi jauh lebih banyak, dan tidak bisa diproses secara hukum karena hukum membutuhkan bukti fisik untuk menyatakan terjadinya kekerasan.

Namun, apakah poligami itu identik dengan KDRT? Tentu saja tidak. Sebagai sebuah perilaku sosial yang secara kebetulan dihalalkan oleh agama Islam, poligami bisa saja memberikan efek positif dalam masyarakat. Seperti contoh Ibu Angkat saya, Dato Rukiyah Kebo, poligami yang dilakukan sang Kolonel tidaklah membuat kehidupannya menjadi neraka. Toh, seperti yang diakui kepada saya waktu itu, mereka bertiga bahagia dengan kehidupan itu. Saya berusaha mencoba untuk mengidentifikasi kadar kebahagiaan itu, dalam otak saya bersemayam waham bahwa cinta berbagi itu tidak logis. Apakah kita berhak memberikan stigam kebodohan dan ketakberdayaan kepada istri-istri pak Kolonel? Saya khawatir bahwa itu malah hanya perasaan kita saja yang dipenuhi syak prasangka. Namun saya membuyarkan pikiran itu dengan berpikir bahwa kehidupan poligami yang dijalani oleh sang Kolonel itu nyata dan eksis. So, saya bisa mengkategorikan bahwa poligami yang mereka jalani adalah contoh yang baik.

Dari ketiga contoh diatas saya kemudian menyimpulkan;
1. Poligami sang Kolonel dengan ibu Angkat saya adalah contoh poligami yang baik. Semua pihak yang terlibat didalamnya menerima praktek poligami itu tanpa merasa terintimidasi oleh yang lain.
2. Poligami sang Ustad lulusan Medinah itu dan ayah saya, menurut saya cara yang ditempuhnya bukanlah contoh poligami yang pantas ditiru, karena menghilangkan salah satu prasyarat keadilan yakni izin dari istri pertama. Ini bisa menjadi contoh KDRT yang bentuknya psikis.
3. Keinginan seorang wanita untuk menjadi istri kedua atau dimadu, terlepas dari motif yang melatarbelakangi, tidak serta merta menjadikan mereka menjadi terhina dan dangkal dalam strata moralitas masyarakat. Kenyataan bahwa poligami dibolehkan memperkuat motif tersebut. Dan inilah kenyataan yang tak dapat disangkal.

Pemerintah Amerika Serikat melarang secara resmi poligami. Mungkin latar belakangnya karena banyaknya perilaku praktek poligami buruk yang terjadi di negaranya. Mungkin ini hukum yang baik, melindungi para istri (pertama). Namun bagaimana dengan istri kedua? Yang rela dimadu? Kalau menjadikan Permerintah Amerika Serikat sebagai kiblat dalam parameter kebaikan, rasanya masih jelas di ingatan kita ketika dengan kebijakan Pre-emptive Attack nya mengakuisisi Irak dan Afghanistan dengan alasan yang semua orang tahu berlandaskan kebohongan belaka. Namun kita kemudian tidak harus menjustifikasi bahwa Pemerintah Amerika Serikat adalah pemerintah yang gagal. Tidak juga, karena masih banyak peraturan yang diberlakukan membantu masyarakat, misalnya dengan jaminan sosial dan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Kembali ke laptop, Apakah lantas kita harus menolak poligami?
Mungkin kita mesti lebih fokus pada case by case. Tidak kemudian melakukan stereotyp kepada poligami tersebut. Hukumlah sang pelaku poligami yang melakukan kesalahan, tapi jangan men-judge poligami itu sendiri sebagai sebuah tindakan tercela.

Bagaimana sekiranya seorang wanita yang fakir secara ekonomi dan psikologis membutuhkan bantuan, dan dengan motif tertentu secara pribadi bersedia dinikahi namun berstatus sebagai istri kedua dam seterusnya? apakah perang yang dilakukan pasukan Hezbollah mempertahankan kedaulatan nya dari gempuran invasi Israel? Tergolong apakah psikotropika yang dipakai dalam tindakan medis?

Ketika seorang yang rajin beribadah namun sering menyakiti tetangganya dengan caci maki. Apakah kita boleh mencap ibadahnya yang salah lantas melarang dia melakukan ibadah itu? Apakah kita menjamin seorang yang sarjana apa saja pasti pandai dan mengetahui segala sesuatu di bidangnya? Saya pernah mendapatkan seorang mahasiswa IAIN rupanya tidak tahu bagaimana cara sholat jenazah. Mungkin yang menjadi masalah adalah ekspektasi kita yang terlalu berlebihan kepada sebuah figure. Kita selalu berharap Ustad, Pastor, Pendeta, Bhiksu bisa sempurna dalam berperilaku, tak tercela. Ketika kita mendapati mereka melakukan tindakan yang mengecewakan, kemudian kita mempersoalkan profesinya atau derajat sosialnya di masyarakat.

Poligami, monogami, hidup selibat, perang, psikotropika, dan lain-lain adalah kaidah yang BEBAS NILAI. Sebagai sebuah kaidah yang berdiri sendiri dan berlaku dalam masyarakat, perilaku itu netral adanya. Stigma negatif akan terjadi apabila sang pelaku melakukan perubahan pada atribut kaidah itu. Ketika mereka mereka melakukan kekerasan dalam poligami dan monogami, atau perang merampas hak daulat negara lain, atau mengkonsumsi psikotropika secara ilegal, maka perilaku itu kemudian menjadi negatif. Tapi sekali lagi, apakah kemudian kita berhak menjudge bahwa kaidah-kaidah itu salah hanya karena ada terjadi penyimpangan dalam implementasinya?

Saya sendiri, secara pribadi, tidak terbersit keinginan untuk berpoligami. Saya sadar tidak memiliki ‘kemampuan-kemampuan’ untuk berbuat adil sebagaimana disyaratkan. SYARAT UTAMA Poligami adalah mampu berbuat ADIL kepada istri-istrinya. Namun, saya tidak lantas mengharamkan poligami tersebut.

Landasan Hukum pembenaran Poligami dalam al-Quran; Etika berpoligami
Kewajiban mengatur giliran di antara isteri-isteri Qs.4:128 Qs.4:129 Qs.33:51
Berlaku sama terhadap semua isteri Qs.4:3 Qs.4:129
Keakuran di antara isteri-isteri Qs.66:4

Advertisements

28 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Goio said, on February 25, 2007 at 11:58 pm

    “…Kembali ke laptop,…”

    wah, sekarang dah pake laptop, kudu diapdet lagi foto yang waktu itu dikirim daeng .. *Gaul dong Goi! nonton tipi dong Goi.. nonton empat mata dong Goi… maap daeng, aku gak punya tipi…

    Kembali ke fokus postingan… aku ikut setuju dengan pendapat daeng (dan harus digaris bawahi) bahwa poligami hanyalah untuk orang-orang pilihan sajah .. orang-orang dengan kelebihan dan kemampuan ekstra… dan kita (atau aku?) sebagai manusia tampaknya tidak layak untuk menilai apakah orang lain itu layak/memenuhi syarat untuk berpoligami atau tidak… aku bukan Tuhan… dan tidak bisa melihat isi hati dan pikiran orang lain 🙂

  2. mamie said, on March 1, 2007 at 10:32 am

    cocok mi itu daeng di’ case by case
    saya kodong sebagai istri khan perlu tau kelemahan ku.. trus dikasih kesempatan untuk memperbaiki.. kalo nda bisa baik atau sesuai .. ta’lewa’ mi itu kalo saya masih ‘mempertahankan’ diri..

  3. @ef said, on March 1, 2007 at 11:22 pm

    Bagus tulisan ta Daeng.
    Daeng Ruslee…., hebat mentong ki menyusun buah pikiran tentang sesuatu hal. Saya banyak belajar Daeng dari tulisan ta. Terima kasih nah!.
    btw, anyway, busway…., makasih nah atas dukungannya. Tapi lihat-lihat ki dulu temanya bela. Jangki asal dukung. 😀

  4. rusle said, on March 2, 2007 at 8:05 am

    wah saya ndak asal dukung daeng Marowa, tapi memang mantaop tulisannya kan….pilihan kan harus sesuai hati nurani…heheh

  5. papabonbon said, on March 3, 2007 at 11:49 am

    ujungnya adalah masalah memanusiakan manusia lainnya. yah urusan manusia melulu.

    kapan ngurusin, tumbuhan, hewan, dan makluk lain [termasuk alam semesta ?] teologi kita manusia sentris sekali memang 😀

  6. Tito said, on March 8, 2007 at 2:14 pm

    luar biasa tulisannya… bener2 dengan cara penuturan yang penuh pertimbangan dan dengan “sikap” yang sangat dewasa… terima kasih atas “ilmu”nya…

  7. rusle said, on March 8, 2007 at 2:16 pm

    papabonbon…betul, saat ini kita memang membicarakan manusia juga…:p

    tito, wah muji nya setinggi langit…hehehe,..
    padahal aku pikir nih banyak logika yg loncat…:)

  8. Zorion Annas said, on June 11, 2007 at 6:35 pm

    Poligami atas nama agama, membunuh juga atas nama agama. Terorisme atas nama agama. Kenapa menjadi begini?

    Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara
    makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
    Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan
    Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia menjadi pemasok turis calon haji yang terbesar di dunia). Orang-orang Arab ini memang hebat telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa.

    Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?

  9. Saleh Aziz said, on June 11, 2007 at 6:35 pm

    Islam tidak cocok untuk wanita karena Islam menurunkan derajat wanita.

  10. B Ali said, on July 21, 2007 at 12:39 pm

    Apakah Islam agama teroris? Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

  11. hatinurani21 said, on August 11, 2007 at 3:33 am

    Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/

    MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?

    Pengantar

    Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
    Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)

    Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
    – Bs. Belanda selama 300 tahunan
    – Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
    – Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
    – Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
    – Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).

    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
    Gerilya Kebudayaan
    Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
    – Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
    – Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
    – Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
    – Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
    – Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
    – Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
    – Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
    – Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
    – Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
    – Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
    – Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
    – Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
    – Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).

    – Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
    – Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!

    – Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
    Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
    – Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
    – Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
    – Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
    – Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
    – Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
    – Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
    – Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
    – Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.

    Penutup

    Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.

    Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.

  12. saharani putri said, on August 16, 2007 at 4:36 pm

    ISLAM
    Islam adalah Agama (Ad Dien) yang diturunkan oleh Allah swt, sang Pencipta, kepada utusan terakhirNya Muhammad SAW. Agama ini berisikan seluruh ajaran dan panduan hidup manusia di dunia. Panduan ini bersifat lengkap untuk kesejahteraan seluruh manusia. Panduan bagaimana manusia berhubungan dengan Penciptanya, yaitu Allah swt. Panduan, bagaimana manusia harus berhubungan dengan manusia lainnya, serta panduan bagaimana manusia berhubungan dengan dirinya sendiri.

    Seluruh panduan dalam Islam berasal dari Allah swt, yang mutlak kebenarannya. Berisi perintah dan anjuran, begitu pula larangan dan cegahan, serta pilihan yang diserahkan kepada manusia untuk bebas memilihnya.

    Secara garis besar, Islam berisikan tentang Aqidah dan Syariat. Aqidah merupakan panduan berupa keyakinan-keyakinan yang harus diimani oleh manusia. Sedangkan Syariat adalah panduan hukum yang berkenaan dengan perbuatan manusia.

    Beberapa hal tentang aqidah serta Syar?iat bisa dijelaskan dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:

    Inti aqidah Islam adalah Laa ilaaha illallah, muhammadun rasuulullaah. Artinya, tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah swt, dan Muhammad saw, adalah utusan Allah.
    Aqidah Islam meyakini bahwa pencipta alam seisinya adalah Allah swt. Manusia hidup di dunia ini adalah untuk menjalankan perintah Allah swt. Setelah mati, manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di Akhirat, di hadapan Allah swt. Untuk kemudian diganjar ataupun disiksa sesuai dengan perbuatannya di dunia.
    Aqidah Islam adalah aqidah yang membawa konsekuensi kepada manusia untuk terikat dengan Syariat Allah swt. Syari’at tersebut melingkupi segenap aspek kehidupan manusia. Jadi di dalam Islam, tidak ada satu pun aspek dalam kehidupan manusia ini yang lepas dari aturan Syari’at Allah. Oleh karena itu, Islam mempunyai kekhasan hukum tersendiri dibandingkan dengan syari’at lain manapun. Syari’at Islam (syari’at Allah swt) meliputi hukum-hukum yang menyangkut antara lain : Aqidah, Ibadah, Akhlaq, Muamalah (politik, ekonomi, peradilan, pendidikan dll)
    Dari Aqidah Islam inilah terpancarkan satu sistem kehidupan yang meliputi sistem politik Islami, sistem ekonomi Islami, sistem pergaulan yang Islami , sistem pendidikan Islami, sistem peradilan Islami dan sistem-sistem lainnya yang Islami.
    Aqidah Islam bukanlah aqidah sekular, yang memisahkan agama dari kehidupan. Aqidah Islam adalah Aqidah ruhiyah sekaligus aqidah siyasiyyah. Aqidah ruhiyyah adalah aqidah yang terpancar darinya keyakinan-keyakinan tentang akhirat, sedang aqidah siyasiyyah adalah aqidah yang terpancar darinya aturan-aturan kehidupan di dunia.

    “Umat Islam memang wajib mewaspadai sikap permissif yang kebablasan, mewaspadai jalan pikiran segelintir orang yang mengaku Muslim tapi menganggap akalnya berada di atas segala-galanya. Dengan cara akal-akalan mereka menggiring Islam sebagai sumber nilai agar berjalan seiring dengan kemanusiaan universal, bukan sebaliknya agar kemanusiaan berjalan seiring dengan tuntunan nilai-nilai Islam yang universal. Jadi, dalam benak mereka, nilai-nilai Islam bukan menjadi pedoman bagi kemanusiaan universal, melainkan harus tunduk dan mengintil-ngintil di belakang kemanusiaan universal”. Apakah bung Ali, Saleh dan hatinurani21 orang yang seperti ini. Kenapa anda tidak membahas buruknya budaya barat terutama amerika yang masuk keindonesia. Anda merasa tidak, justru merekalah penjajah yang sebenarnya. haji merupakan hukum islam yang kelima..wajar setiap umat islam ingin ketempat yang suci bagi umat islam. Apa anda2 ini sekolahnya dibiayai amerika ya?

  13. saharani putri said, on August 16, 2007 at 4:49 pm

    spesial to mr zorion, anda beragama islam apa tidak. Kalau tidak wajar anda tidak mengerti? saya tidak tahu anda dapat teori dari mana kebudayaan arab menghancurkan sistem. Silahkan datangi seminar2 bertemakan islam. Berdebatlah disana dengan ilmu yang anda punya. Lihat dan sadari sendiri ilmu anda sampai dimana. apa teori yang anda punya tepat. Jangan cuma dimedia maya anda mencoba menjadi penghasut….hukumnya dosa.

  14. Saleh Aziz said, on August 23, 2007 at 5:14 am

    Saya menemukan suatu hal yang sangat mengejutkan hati saya. Ini website-nya: http://agamarasional234.blogsource.com/

    Dalam artikel tsb, di bawah ini adalah salah satu kontradiksi yang dipaparkan:

    “Bila melihat latar belakang kehidupan Muhammad, adalah sulit sekali untuk dapat menerima bahwa ia adalah seorang yang suci. Peri kehidupan sexnya dengan banyak pelayan wanitanya/harem dan terlebih lagi dengan Aisha, gadis yang baru 9 tahun umurnya, sangat mengherankan dan mengerikan. Hubungan sex antara pria umur 54 th (Muhammad) dan Aisha (9 th) bila terjadi saat ini akan disebut kasus pedophili, dan pelakunya (yang dewasa) dapat dituntut hukuman penjara. Hal ini juga merupakan kontradiksi logika yang luar biasa (seorang nabi melakukan pedophili).”

  15. Solihin said, on January 7, 2008 at 6:19 am

    Assalaamu’alaikum.

    Saya sangat setuju dengan poligami.

    Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.

    Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.

    Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Nabi Muhammad SAW?

    Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.

  16. ichank_intung02 said, on January 7, 2008 at 4:19 pm

    itu namanya orang cabul. tidak ada hubungannya dengan Rasulullah atau pun ISlam sama sekali

  17. Solihin said, on January 8, 2008 at 5:42 am

    Assalaamu’alaikum.
    @ ichank_intung02,
    Terima kasih atas tanggapannya.
    Masalahnya: Si ayah dari gadis ini merasa ragu-ragu untuk menyerahkan anaknya yang berumur 9 tahun untuk tidur seranjang dengan teman saya yang berumur 50 th.
    Menurut teman saya ini, kalau si ayah ini rela menyerahkan anaknya, maka dia akan mendapatkan pahala nanti di akhirat dan akan pasti masuk sorga. Dan teman saya pun mau masuk sorga dengan mencontohi kehidupan Rasulullah.
    Menurut teman saya ini, gadis tsb bukan milik ayahnya, tapi milik Alloh. Jadi hanya Alloh yang berhak terhadap gadis tsb, tapi bukan si ayah. Semuanya adalah ciptaan Alloh. Menurut teman saya ini bahwa kita umat muslim harus mengamalkan ajaran Alloh serta mencontohi Rasulullah SAW supaya kita diberkahi rezeki di dunia ini.
    Bagaimana caranya untuk menyadarkan dan membuka hati si ayah ini? Apakah si ayah ini termasuk orang kafir?
    Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya.
    Wassalam

  18. Ramli Rais said, on January 12, 2008 at 2:49 am

    Assalaamu’alaikum.
    Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
    Selamat membaca dan terima kasih,
    Wassalam

  19. resist said, on March 25, 2008 at 5:15 am

    Quran dulu dibuat waktu jaman perang. Ayat-ayatnya hanya berlaku untuk situasi saat itu.
    Cilakanya, orang-orang yang membuat ayat-ayat Quran itu tidak memikirkan bahwa kehidupan manusia dan tata sosial masyarakat selalu berubah.

    Hasilnya, disamping ayat-ayat Quran mengandung banyak kesalahan tata bahasa, ayat-ayat ini makin tidak relevan untuk kehidupan umat.

    Jadi musuh utama bagi Quran adalah WAKTU.

  20. Zulfiki Bin Taha said, on March 31, 2008 at 7:50 pm

    Mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat nasrani adalah haram.

    Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
    • makan mie instant => karena temuan oran Cina
    • memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
    • makan nasi => karena berasal dari Cina
    • memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
    • mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
    • menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
    • kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
    • naik haji => karena itu penyembahan berhala
    • menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
    • mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
    • sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
    • mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor? Sedangkan tekstil dan kendaraan bermotor adalah temuan dan teknologi bangsa Nasrani.

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan orang Yahudi.

  21. Zulfiki Bin Taha said, on April 7, 2008 at 7:01 pm

    Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.

    Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.

    Resikonya adalah:
    Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.

    Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.

    Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.

  22. Khairun Abubaker said, on April 9, 2008 at 6:20 pm

    Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.

  23. Khaled Elkasi said, on April 26, 2008 at 3:02 am

    MUSUH ISLAM ADALAH ALQUR’AN

    Kita mengetahui bahwa tujuan memaluk suatu agama (agama apapun) adalah untuk membuat umatnya menjadi teguh batiniah. Kuat tak tergoncangkan.

    Sedangkan Alqur’an merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap agama Islam. Alqur’an membelenggu umat muslim supaya menjadi lemah, mudah diadu-domba dan mudah dihasut.

    Buktinya, umat muslim saat ini sangat lemah. Melihat kartoon Nabi Muhammad saja sudah bingung kesurupan. Melihat kepercayaan-kepercayaan lain juga umat muslim menjadi sakit. Umat muslim mudah diadu-domba sehingga mengeluarkan fatwa-fatwa bringas, merusak tempat-tempat ibadah umat yang kepercayaan lain, sweeping, dan melakukan kekerasan-kekerasan ala jaman kegelapan.

    Semuanya itu adalah hasil dari penghayatan Alqur’an. Jadi Alqur’an sedang melemahkan dan merusak jiwa dan prilaku umat muslim.

    Hal ini sangat berbahaya untuk masyarakat Indonesia yang mengidamkan ketentraman dan kedamaian.

  24. Rustan Zali said, on June 2, 2008 at 2:54 pm

    LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN

    Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

  25. kurnia said, on June 8, 2008 at 1:36 pm

    Assalaamu ‘alaikum,
    apakah forum ini anti islam atau anti muslim?
    apakah semua orang yang berfikir bahwa al-quran adalah musuh islam adalah seorang muslim? atau non muslim?
    you can not judge any religion… just like all of you said.
    read everyting about islam first!!!! guys… god guid you all !!
    all what you said about bad things about isalam is ALL WRONG!!
    I.m a moslem, and i know that alll religion has a good thought or doktrin.. or whatever it is.
    oh god… may god guid alof you and all people who’s in misguiding, aamiin.
    kalau mau mencerca agama islam… baca dulu keseluruhan tentang islam, jangan mencerca sesuatu yang anda tidak tahu menahu, sebagai seorang yang beragama… apapun agamanya.. tidak akan mencerca islam sedemikian rupa.
    bukankah topik ini tentang polygamy? atau anda tidak membacanya dengan tuntas?
    insyaallah yang mengatakan bahwa musuh utama islam adalah alquran akan mnyaksikan sendiri di hari qiamat, dia sendiri lah dan lidahnya akan menjadi saksi bahwa dia itu salah!! bartaubatlah sebelum terlambat!! apapun agamumu!!

    wassalam

  26. Zulfiki Bin Taha said, on August 7, 2008 at 5:53 pm

    Poligami adalah aturan barbar. Akal-akalan laki-laki di Timur Tengah waktu jaman jahiliyah. Bagi orang yang pernah ke Timur Tengah baru bisa melihat budaya Arab yang sebenarnya. Kebudayaan Nusantara jauh lebih tinggi dan lebih luhur dari budaya Arab yang bejat itu.

    Di Eropah, seseorang yang marah dengan seorang temannya lazim berkata: “Kamu ini kerjanya seperti orang Arab saja.” Ini artinya bahwa temannya itu kerjanya jelek, tidak teratur, bodoh, lugu, dsb.

    Jadi kata “Arab” itu konotasinya bodoh, lugu, tidak teratur, bego, tidak tepat waktu, semrawutan, barbar dan hal-hal yang negatif lainnya.

    Sayangnya di Indonesia, kita saat ini kesurupan budaya Arab. Tidak mengherankan kenapa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multi-dimensi, dalam keadaan porak-poranda.

  27. hamid said, on September 11, 2008 at 4:11 am

    Poligami itu dihalalkan oleh Alquran.

    Membaca Playboy dan nonton film porno pun dihalalkan oleh FPI.

    Habieb Rizieq Shihab (pemimpin FPI) ternyata senang membaca majalah Playboy dan nonton VCD porno !
    Bagaimana dengan orang-orang MUI ??? Pastilah mereka malah lebih parah lagi dari Rizieq Shihab yang moralnya bobrok ini.

    Beginilah ulah dari orang-orang yang memekikkan nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang dangkal, artifisial, sekedar formalitas, dan yang pada dasarnya membuat umat muslim bermoral bobrok.

  28. Anwar N. said, on April 4, 2009 at 4:50 pm

    BERAPAKAH TINGGI BADAN NABI MUHAMMAD SAW ?

    Buat teman-teman yang ahli matematika. Saya perlu bantuan dari kalian.

    Saya mau mengetahui tinggi badan Rossul SAW waktu berumur 54 tahun (waktu beliau menikahi Aysiah yang berumur 9 tahun). Rossul SAW lahir sekitar 1500 tahun yang lalu.

    Kita mengetahui bahwa semakin tahun, tubuh manusia semakin tinggi. Seorang anak yang menginjak umur dewasa selalu lebih tinggi tubuhnya dari ayahnya sekitar 5 sampai 10 cm. Sedangkan, perbadaan umur antara anak dan ayah adalah sekitar 25 – 30 tahun.

    Ambillah sebuah patokan yang minimal bahwa seorang anak selalu lebih tinggi dari ayahnya paling tidak 2 cm. Sedangkan perbedaan umur antara anak dan ayah, kita ambil patokan 30 tahun.

    Saat ini: Tinggi badan orang dewasa di daerah Timur Tengah (Arab), kita ambil patokan 180 cm.

    Kalau dilihat dari patokan-patokan di atas, berarti tubuh manusia bertambah tinggi minimal 2 cm setiap 30 tahun.

    Sedangkan kita mengetahui bahwa Rossul SAW lahir 1500 tahun yang lalu.

    Selisih ukuran badan Rossul SAW adalah (1500 dibagi 30 ), kemudian hasilnya dikalikan 2 cm. Hasilnya adalah 100 cm (lebih pendek dari sekarang).

    Kalau rata-rata orang dewasa di Timur Tengah mempunyai tubuh setinggi 180 cm, maka tinggi tubuh Rossul SAW pada saat itu adalah (180 cm dikurangi 100 cm) = 80 cm.

    Jadi Rossul SAW mempunyai tubuh setinggi 80 cm.

    Berarti kita yakin bahwa, pada saat itu (1500 tahun yang lalu), Rossul Nabi Muhammad SAW berukuran badan sangat pendek, yaitu sekitar 80 cm.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: