…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Danau Matano, the next world heritage

Posted in Renungan by daengrusle on August 31, 2006

Mungkin sebahagian orang di Indonesia kurang mengenal atau mendengar nama Danau Matano, yang merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan terdalam ke-8 di dunia (600mtr depth), bahkan di Sulawesi Selatan, danau Tempe (Wajo) dan danau Towuti (Malili) lebih sering diperbincangkan. Namun, bagi masyarakat Sorowako umumnya, dan PT International Nickel Indonesia khususnya, perusahaan penambangan nikel terbesar dunia yang area pertambangannya meliputi Sorowako- danau Matano merupakan sumber energi dan penghidupan yang sangat vital, sehingga ketergantungan terhadap danau Matano ini sangat tinggi. Danau Matano sendiri terletak di Sorowako, kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu TImur, Sulawesi Selatan. Letaknya berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Dengan panorama indah yang dikelilingi oleh pegunungan Verbec, danau Matano ini sangat layak dijadikan tujuan wisata. Pasir pantainya yang putih, dengan ombak yang ramah namun masih memungkinkan untuk berolahraga air semisal renang, layar, ski air, kano dan menyelam. Kecerahan air yang mencapai 23meter sangat menggoda untuk olahraga snorkling dan diving, apalagi ikan-ikan yang hidup di danau ini merupakan ikan yang sangat khas dan tidak dijumpai di daerah lain. Beberapa event lokal dan nasional pernah diselenggarakan disana, sebutlah lomba perahu dayung tahunan, Sunday market, year end party PT INCO, sampai kompetisi renang nasional PRSI menyeberangi danau Matano. Di daerah Sorowako ini, ada tiga pantai yang kerap dikunjungi masyarakat dan karyawan PT INCO yakni pantai Old Camp, pantai Idee (Pontada) dan pantai Kupu-kupu (Salonsa). Di sisi danau lainnya, desa Nuha, Tapulemo dan desa Matano, juga memanfaatkan danau matano sebagaimana masyarakat Sorowako.

Danau Matano, yang berarti mata air dalam bahasa Dongi, bahasa asli Sorowako, terbentuk dari ribuan mata air yang muncul akibat gerakan tektonik; lipatan dan patahan kerak bumi yang terjadi di sekitar daerah litosfir yang membutuhkan waktu lama untuk terisi oleh air dan membentuk danau sekitar 4juta tahun yang lalu. Di area Sorowako, juga terbentuk dua danau lainnya, danau Mahalona (kedalaman 60mtr) dan danau Towuti (kedalaman 200mtr). Air yang mengalir dari Danau Matano dialirkan melalui sungai Larona ke Danau Mahalona kemudian ke Danau Towuti dan selanjutnya menuju muara melalui sungai Malili dan berakhir di Laut Bone. Sungai inilah yang menjadi penggerak dua PLTA milik PT Inco Tbk, yaitu PLTA Larona dan PLTA Balambano. Bahkan tidak lama lagi Inco juga akan membangun PLTA yang ketiga yang sumber energinya berasal dari Danau Matano, yaitu PLTA Karebbe.

Danau Matano tak hanya terkenal karena panorama alamnya yang mempesona. Di sana juga ternyata menyimpan banyak keunikan. Dari letak dan komposisi kimianya yang khas hingga kekayaan fauna endemik yang hanya dapat ditemukan pada danau tersebut. Dan yang paling membanggakan pula, dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan tidak terjadi perubahan signifikan terhadap ekosistem danau sejak 1930-an hingga saat ini. Bahkan karena kekhasannya, beberapa ilmuan menilai danau di Sorowako, terutama Danau Matano patut diusulkan menjadi world heritage. Bagi PT Inco, hasil kajian dari para ahli lingkungan tentu sangat menggembirakan. Fakta ini sekaligus membantah tudingan banyak pihak bahwa danau yang digunakan PT Inco sebagai PLTA telah tercemar limbah PT Inco.

Posisi dasar danau sangat khas, dimana letaknya lebih rendah daripada permukaan laut. Suatu gejala alam yang langka di dunia, hanya dilampaui oleh laut Mati, di lembah Jordan Mesir. Danau Matano juga bersifat isotermal, yang berarti beda suhu antara permukaan dan dasar danau kurang dari dua derajat celsius. Kecerahan air 23 m, padahal banyak danau lain di Indonesia hanya beberapa meter bahkan  dm saja. Sifat khas lain di jumpai di dekat Desa Matano dimana beberapa mata air muncul dari dasar danau. Lalu pada kedalaman 200-300 m dapat dijumpai kolam ikan dengan indikasi aliran gravitasi di dasar danau. Jenis flora dan fauna yang hidup di Danau Matano bersifat endemic yang masih terjaga dengan baik. Secara awam, flora dan fauna endemik adalah mahluk hidup yang hanya ditemui di suatu tempat dan tidak bisa ditemukan di tempat yan lain.

Diolah dari berbagai sumber:1. Catatan pribadi, selama bekerja di PT INCO (2004-2006) 2.Internasional Symposium the Ecology and Limnology of The Malili Lakes – LIPI, 20-22 Maret 2006 di Hotel Salak, Bogor-Jawa Barat. Atas izin pihak Govrel PT INCO 3. Wikipedia 4. WeBlog: http://jalansutera.com, Weblog pribadi milik Pujiono (melalui konfirmasi)

Advertisements

17 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Goio said, on August 31, 2006 at 9:44 am

    Daeng Ruslee, mau tanya… rada OOT sedikit sih.. anu, itu PLTA-nya pake bendungan atau bagaimana? kapasitas berapa KW? aku tertarik sama mini-hydropower (yah, selevel di atas micro-hydro lah)… bisa minta info2 yang lebih mendalam?

    lalu lalu.. untuk teknologi hydropower, tampaknya sih masih lebih menjadi dominasi Civil Engineering… apakah betul? .. bagaimana dengan mechanical? ..

    terima kasih sebelumnya, Daeng Ruslee… wassalam

  2. titin said, on August 31, 2006 at 12:44 pm

    om Rus..
    jalan-jalan mi kesini (proposisinya bener kan ya?? hehehehhe)

    btw, bakal ada kegiatan pembersihan pantai Ide nih sama anak-anak baru tanggal 16-17 sept. katanya juga mo nambah tong sampah, sama pertunjukan penangkapan ikan tradisional. datang om.. ^_^

  3. Onie Cantik said, on September 1, 2006 at 6:11 pm

    huehehe… inilah ungkapan hati yang paling dalam dari seorang oom roes kalo dy sebenernya cinta sama soroako…ya ga? *sotoy*
    coz i have the same feeling juga gitu… so biarpun udah lewat, those days will definitely be one of my best moments… 🙂

    moga2 matano bakal tetep ga terpolusi dyeh.. kalo g berkunjung kesana masih oke buat cuci2 mata (yang ini bener2 pake aer!)

  4. Anggara said, on September 5, 2006 at 1:33 pm

    Wah saya baru tahu soal danau ini, sepertinya bagus kalau lihat gambarnya, belum ada pencemaran kan…?

  5. yati said, on September 5, 2006 at 2:59 pm

    gila….padahal nilai geografiku ga jebol…kok baru tau ya kalo ada danau indah ini di Sulsel?
    gimana kabar ta? lama ga kontak….mahdi gimana kabarnya? biz pindah rumah ya? org2 pertamina emang kelebihan rumah, skarang juga sa ngobtrak di rumah org pertamina…rumahnya hm…enak, di desa…!
    udah ga di milis itu lagi ya? hehehe…udahlah, ga usah dibahas…

  6. ippank said, on July 20, 2007 at 2:55 pm

    salam kenal juga ya.

  7. anne said, on August 16, 2007 at 2:06 pm

    iya sy pnah skali ke soroako, seruuuu bngt!!! aisx sumpah, sejuk bngt jd nyemplung skalian. yaah kapan lagi ke soroako!

  8. fitrasani said, on August 29, 2007 at 6:46 am

    sy blm pernah ke soroako cuz’ terpencil bgt…
    huuu kl ada waktu mau berlibur kesana ah…

  9. Fauzi said, on September 27, 2007 at 12:05 pm

    Saya pernah ke Sorowako beberapa kali, ya memang “PANCEN APIK TENAN” Danau Matano tersebut. Adanya dukungan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan adanya PT INCO secara tidak langsung sangat membantu upaya menjaga dan memelihara keindahan danau. Tetapi keindahan alam ini patut disyukuri, dijaga, dan digunakan selayaknya untuk kesejahteraan masyarakat, dan jangan sampai hanya orang tertentu saja yang bisa memanfaatkan, bahkan banyak pekerja asing, bos-bos bule yang bisa mendirikan vila-villa megah dibibir danau. Sedang masyarakat kita hanya sanggup melihat mereka sejahtera sambil melongo dan berkata kita sedang “dijajah”

  10. rita said, on October 18, 2007 at 2:07 pm

    numpang tanyaa..

    aku tertarik banget nih ke Danau Matano. tapi belum tau cara ke sananya gimana.. denger-denger bisa pake pesawatnya INCO yah?

    makasiiiih…

  11. ewink_ali said, on October 23, 2007 at 11:39 pm

    klo ke sorowako jgn lupa deh singgah ke danau matano, pokoke rugi & maknyus abies, kayak kuliner aja he3x….

  12. ihsan said, on December 5, 2007 at 12:17 am

    keindahan kota sorowako yang masuk di dalam kontrak karya PT INCO (desa magani) sebaiknya juga diiringi dengan keindahan kota di luar dari Kontrak Karya yang kebetulan bersebelahan dengan desa magani yaitu desa nikkel dan desa sorowako. fasilitas yang ada di desa Magani begitu lengkap mulai dari jalan yang mulus, lapangan golf, mini market, bar dan fasilitas umum lainnya. akan tetapi untuk 2 desa ini masih jauh dari yang diharapkan. kepedulian PT INCO masih sangat diharapkan dalam pembangunan fasilitas publik. sehingga diharapkan tidak ada kesenjangan diantara kota-kota yang berada di dalam wilayah sorowako

  13. yosef otto pandin said, on April 4, 2008 at 1:30 am

    Pak saya lagi buat event Quote The Act – Nusantara Lakes Festival, dari Mei s.d. Oktober 2008, bisa nggak ada kontak person instansi terkait yang bisa dihubungi untuk Danau Matano ini.
    Trims
    Yosef Otto Pandin
    0859 2164 2411

  14. indresvari said, on August 15, 2008 at 12:51 pm

    matano tu danau luar biasa,,,
    gw pnah tu nebrang danau matano pake kano,,,

    pengen lagi,,,

  15. Kiki Ahmadi said, on August 20, 2008 at 12:11 pm

    yap..

    kita juga pernah nyeburin si indresvari diatas dengan paksa ke danau matano..

    😀

  16. Cornelius Noviady Kurnia said, on March 8, 2009 at 11:27 pm

    Wah, kangen sama danau Matano.. padahal baru aja sebulan gw ninggalin Sorowako.. gw dulu ampir tiap sabtu maun ke yacht club, pantai kypy kupu di Salonsa, Pantai Impian di Sumasang, pintu masuknya Villa Danau Matano, yg pasti gw kangen banget ma Sorowako.. meskipun kota kecul, tapi banyak tersimpan kenangan yg sangat bbbeeeessssssaaaaarrrrrr………….

  17. Callie said, on April 26, 2014 at 4:26 am

    No body could have written a better web-site than this.

    It is perfect, accurate and not as misleading as some.

    Also visit my website – e liquid for e cigarettes;
    Callie,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: