…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

mari menggelar sajadah, istriku

Posted in Kenangan by daengrusle on July 24, 2006

Aku tak tahu seberapa panjang umur kita, sayang. Yang aku tahu bahwa ajal itu akan tiba. Pun bahwa kita dikaruniai jasmani yang sehat saat ini, tapi entah besok hari. Mungkin kita dilimpahi rezeki yang disyukuri hari ini, tapi apa tak mungkin petaka  besok mengetuk pintu rumah kita. 

Seberapa sering bibir indahmu berujar, dirimu sudah memesan rumah indah di syurga, namun aku prihatin anak kita tak pernah kau sentuh dengan usapan wudhu di jarimu. Kau tersenyum senang betapa si kecil terpana di depan TV mendengar azan yang melantun indah, namun tak jua kau tergerak membasuh wajahmu dengan air suci. 

Mari menggelar sajadah istriku, nikmat ini singkat, bisa hilang dalam sekejap, pun hidup yang fana ini. Hari ini mereka, dia, tentu besok giliran kita. 

Mari sholat istriku…

Advertisements

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. deen said, on July 24, 2006 at 7:18 am

    Semoga bisa menjadi imam yg penuh teladan.. mengantarkan keluarga ke Jannah-NYA.. Amin.. ^_^

  2. kupudaffy said, on July 27, 2006 at 12:19 am

    Huuuuuuffffftttt………seperti inilah mimpi sederhana seorang wanita. diajak menghadap Allah oleh laki2 yang dipanggilnya papa, ayah, bapak, kak, atau whatever lah sebutan untuk sang suami. betapa saya pun merindukan ajakan serupa, tapi apa daya, sang lelaki telah memiliki istri, dan tertinggallah cinta dalam bisikan2 penuh tanya kepada allah, “Ya Allah, mengapa ia bukan untukku????????”

  3. ruslee said, on July 27, 2006 at 1:37 am

    to kupudaffy; thanks and salam kenal…
    emailnya salah tuh..:p

    to deen: aminnnnn!

  4. ARS said, on July 31, 2006 at 10:01 am

    Subhanalloh…. ajakan yang sungguh syahdu… 🙂

  5. rusman said, on August 9, 2006 at 7:27 pm

    waaaooooo….. jadi pengen nih jadi papa….

  6. suci said, on September 18, 2006 at 7:44 pm

    salam sayang untuk saudaraku…
    ketika seorang perempuan meletakkan hatinya pada sepotong jiwa, ketika itu pula seluruh hidupnya ikut terserahkan. maka sodaraku kemana perginya kami mengikut arah angin para suami membawa kami. maka apalah lagi yang hendak kami cari saat sang suami menggandeng tangan menyusuri jalan menuju syurga-Nya.

    Rinduku untuk kalian sekeluarga…
    suci.

  7. dedisunendi said, on December 24, 2008 at 12:03 pm

    Anaknya diajak sekalian dong….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: