…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

untuk apa

Posted in Renungan by daengrusle on May 4, 2006

Go to fullsize image

untuk apa cinta ditumbuhkan, dan sedih menunggu di ujung jalan..

selaksana hasrat yang menelusuri daun pada embun pagi… namun hilang dalam bilangan detik, dilalap terik pagi..

Advertisements

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. rusman said, on May 4, 2006 at 9:32 am

    mmm…kalau cinta yang ini adalah cinta yang lahir dari kehidupan dunia dan memang sudah ditumbuhkan layaknya pohon, yang jika telah waktunya ia kan mati jua…..fana….

    tapi setiap yang ditumbuhkan menuai hikmah yang takterlupakan…meski kan layu tapi akan tetap mengisi kerinduan….sehingga ia kan dihidupkan kembali….ditumbuhkan dengan warna berbeda…..bukanlah sesuatu yang perlu ditolak tapi hendaknya bisa mengambil maknanya….

    hanya cinta kepadaMu lah yang abadi….tidak tumbuh tapi wujud, karena jika tumbuh sama halnya sebuah pohon dari ada menjadi tiada, dari suatu yang kekar tumbuh dan kan menjadi layu, dan dari hijau kemilau menjadi cokelat menua…..cinta kepadaMu wujud yang tanpa ukuran….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: