…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Kearifan abadi…

Posted in Random by daengrusle on April 13, 2006

Jemputlah Dia yang Menggumamkan Namamu! : KH. Jalaluddin Rakhmat

Pada pertengahan tahun enam puluhan, saya membentuk keluarga sederhana di tengah tetangga-tetangga yang sederhana dan di perumahan sangat sederhana. Pendapat saya tentang agama juga sederhana. Pegangan saya Al-Quran dan hadis, titik. Saya tidak suka pada peringatan maulid, karena tidak diperintahkan dalam Al-Quran dan hadis. Saya tidak suka salawat yang bermacam-macam selain salawat yang memang tercantum dalam hadis-hadis sahih. Saya senang berdebat mempertahankan paham saya. Saya selalu menang, sampai saya bertemu dengan Mas Darwan.
Mas Darwan adalah orang yang jauh lebih sederhana dari saya. Mungkin pendidikannya tidak melebihi sekolah dasar. Ia pensiunan PJKA. Usianya boleh jadi sekitar enam puluhan. Tetapi penderitaan hidup membuatnya tampak lebih tua. Pendengarannya sudah rusak. Karena itu, ia sedikit bicara, banyak bekerja. Ia sering memperbaiki rumahku tanpa saya minta. Ia sangat menghormati saya, yang dianggapnya seorang kiyai muda di kampung itu. Padahal ia tahu bahwa saya selalu datang terlambat ke mesjid untuk salat subuh.
Untuk mengisi waktunya, ia mencangkul petak-petak kosong yang terletak di antara rel kereta api di dekat stasiun Kiaracondong. Ia menanaminya dengan ubi. Pada suatu hari, ketika ia asyik mencangkul, kereta api cepat dari Yogya menyenggol belakangnya. Ia jatuh terkapar berlumuran darah. Ketika saya mengunjunginya di kamar gawat darurat, saya mendapatkan tubuh Mas Darwan sudah dipenuhi dengan slang-slang transfusi. Saya melihat matanya mengedip padaku dan pada isterinya. Istrinya mendekatkan telinganya ke mulut Mas Darwan. Saya tidak mendengar apa-apa. Sesaat kemudian, ia menghembuskan nafas terakhir.
Saya pulang dengan sedih dan rasa ingin tahu. Apa gerangan yang dibisikkan oleh Mas Darwan pada detik-detik terakhir kehidupannya? Pada hari berikutnya, isterinya mengantarkan nasi tumpeng ke rumahku. Saya hampir menolaknya, karena saya tidak suka selamatan kematian yang biasa disebut sebagai tahlilan. Isterinya bertutur, “Pak Kiyai ingat ketika Masku berbisik padaku? Ia berpesan: Bulan ini bulan maulid. Jangan lupa slametan buat Kanjeng Nabi saw.”
Pada saat-saat terakhir, Mas Darwan tidak ingat petak-petak ubinya. Ia lupa isteri dan anak-anaknya. Ia lupa dunia dan segala isinya. Yang diingatnya pada waktu itu hanyalah Rasulullah saw. Kepongahan saya sebagai orang yang mengerti agama runtuh. Mas Darwan tidak banyak membaca hadis atau tarikh Nabi saw. Ia memang buta huruf. Ia hanya mendengar tentang Nabi dari guru-gurunya. Ia tidak mengerti apa bedanya sunah dan bid’ah. Ia hanya tahu bahwa Kanjeng Nabi adalah sosok manusia suci yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Tak terasa airmata menghangatkan pipiku. Saya hanya bisa menyimpulkan apa yang terjadi pada Mas Darwan dengan dua patah kata: Cinta Nabi.

(Jalaluddin Rakhmat, 2001)

Advertisements

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. fijri said, on April 23, 2006 at 9:58 am

    in my opinion..

    someone who loves Rasulullah SAW, he/she must be only have 2 things: the holy book Al Quran and Al Hadits.. which is our way of life

    Mr.Darwan in this case, he doesn’t have any knowledge so it will be better if we meet someone like him we can tell him the truth.. 🙂

    cause Rasulullah SAW said:
    ” ……..segala sesuatu yang diada-adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan adalah di neraka”
    this hadits is from Tirmidzi (sanad Hasan shahih)

    my dream are if I was in Mr.Darwan condition (last time in my life) i hope i can said the syahadatain :asyhadualla illaahaillallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah not only remembering the ceremony of maulid nabi..

    i’m sorry.. if i made mistake ..
    just wanna share …..

  2. fijri said, on April 23, 2006 at 10:00 am

    ralat:
    it’s supposed to be
    my dream is not my dream are 🙂

  3. Noertika said, on April 24, 2006 at 12:26 am

    I really believe that what the way Rasulullah would us to follow is mostly talking about our hearst and not physically ritual we have done.
    Have we ever heard about the prostitute who have granted for heaven by Allah after she brought her shoe filled by water to a thirsty dog?
    What is the ritual she has done actually?

  4. fijri said, on April 24, 2006 at 10:19 am

    it’s hard to make someone understand.. 🙂

    i’m sorry.. i think we have a different way of thinking 🙂

    i’ll explain with indonesian language..
    in my opinion in your story about the prostitute one,
    Hikmahnya adalah ALLAH akan mengampuni dosa hamba-hambanya jika mereka benar-benar bertaubat jadi jangan di samaratakan dengan artikel yang ditulis di atas..
    IT’S ABSOLUTELY DIFFERENT 100%

    cara dalam beribadah menurut fijri sangat penting!!!!!
    kenapa? bolehkah kita membangun masjid dengan uang hasil mencuri???
    that’s the point!!! do you get it??????

    setiap cerita, hadits, ayat Al Quran kita tidak hanya membacanya tapi juga memperhatikan sebab-sebab turunnya ayat tersebut

    contohnya: ayat bahwa poligami diperbolehkan dalam Islam turun setelah usai perang Badar dimana banyak korban sehingga jumlah muslimah jauh lebih banyak dibanding muslimin

    nah hadits tentang bid’ah di atas turun ketika seorang sahabat bertanya pada nabi dan saat itu mereka merasa bahwa mungkin itulah nasehat terakhir nabi. Islam adalah agama yang telah sempurna, kita tidak perlu menambah-nambahkan dengan sesuatu yang baru
    NAQLI dalam islam lebih utama dibanding AQLI!!!
    sejak nabi lahir nabi tidak pernah merayakan yang namanya maulid nabi
    jadi jelas sekali itu tidak dicontohkan!!! Nabi juga tidak pernah merayakan isra’ mi’raj…

    kalau ada orang bertanya dimanakah ijtihad? maka itu untuk perkara yang sama sekali belum ada di zaman nabi contoh rokok
    maka kemudian timbul fatwa ulama tentang hukum rokok haram dalam islam

    wallahu ta’ala ‘alamu bish-showab

  5. Prince said, on August 11, 2008 at 4:19 pm

    fijri: it’s also very hard to make you understand
    Nabi memang tidak merayakan maulid, sebagaimana Nabi juga tidak pernah :
    – mengadakan pengajian di lapangan terbuka, apalagi dengan loud-speaker segala
    – merayakan hari kemerdekaan, seperti yang dilakukan semua negara termasuk Kerajaan Saudi Arabia tempat para ulama yang menjadi idola pemikiran anda
    – mengucapkan ‘radhiyallahu anhu/m’ setelah menyebut nama sahabat beliau
    – membaca do’a seperti do’a yang anda lakukan setelah sholat (kalau anda berdoa sih) , anda yakin doa Nabi persis seperti doa anda ???

    cara dalam beribadah menurut fijri sangat penting!!!!!
    that’s the point!!! do you get it??????

  6. […] Tulisannya cukup singkat. Kalau Daeng Rusle lain lagi. Postingan pertamanya sudah serius (postingan-postingan selanjutnya juga kayaknya serius semua…hehe) yahh pokoknya ‘beliau’ sudah nulis banyak-banyak. Ckckck..jago… Silahkan dilihat print screennya. Itu belum terlihat semua ya, kalau mau baca postingan lengkapnya  bisa baca di sini. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: