<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>...menulis untuk mencicil ketidaktahuan</title>
	<atom:link href="http://daengrusle.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daengrusle.wordpress.com</link>
	<description>daengrusle</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Oct 2011 16:06:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='daengrusle.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f5c4000a3ae0a556778124e62c2321a5?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>...menulis untuk mencicil ketidaktahuan</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://daengrusle.wordpress.com/osd.xml" title="...menulis untuk mencicil ketidaktahuan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://daengrusle.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pindah Blog</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/22/pindah-blog/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/22/pindah-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 07:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Dhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/05/22/pindah-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Yah, sekali lagi terinspirasi dari Opa Brad yang (kembali) ngeblog dengan domain sendirinya, saya coba juga beralih kembali ke blog berdomain bayar sendiri. Sebelumnya, nun di tahun 2007-2009 saya masih memaintain blog dengan domain sendiri: www.daengrusle.com . Namun berhubung satu dan lain hal, saya tak mampu mempertahankan kelangsungan hidup blog tersebut. Dan akhirnya kembali ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=656&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yah, sekali lagi terinspirasi dari Opa Brad yang (kembali) ngeblog dengan domain sendirinya, saya coba juga beralih kembali ke blog berdomain bayar sendiri. Sebelumnya, nun di tahun 2007-2009 saya masih memaintain blog dengan domain sendiri: www.daengrusle.com . Namun berhubung satu dan lain hal, saya tak mampu mempertahankan kelangsungan hidup blog tersebut. Dan akhirnya kembali ke blog domain gratisan: www.daengrusle.wordpress.com.</p>
<p>Domain daengrusle.com itu sendiri saya peroleh dengan gratis sebenarnya, hasil memenangkan lomba postingan dan lomba foto di blogfam tahun 2007 silam. Namun, keterbatasan kemampuan teknis menyebabkan saya frustasi dan tak bisa meneruskannya.</p>
<p>Nah, dengan racun yang ditularkan oleh Opa Brad, akhirnya saya menghubungi kembali www.qwords.com tempat dulu saya memperoleh domain dan hosting berbayar tersebut berharap saya bisa mendapatkan kembali domain daengrusle.com. Tapi harapan saya rupanya tak bisa terkabulkan, domain itu sudah dimiliki orang lain. Heran ya, apa nama saya cukup komersil untuk didagangkan…he2. Demikian juga dengan hosting/isi postingan yang lalu2 sudah tidak bisa dikembalikan lagi. Tak mengapa sih. </p>
<p>Anyway, solusi lainnya saya tempuh adalah dengan membeli domain baru yang saat ini sudah saya pakai. </p>
<p>www.daengrusle.net</p>
<p>Dengan bantuan teknis dan limpahan hostingan unlimited dari Prof Mustamar, sahabat terkasih yang ringan tangan di komunitas blogger AngingMammiri, maka Alhamdulillah saya dapat nge-blog lagi. Juga, sekiranya tak ada Ipul Daeng Gassing, ketua komunitas blogger AM yang sempat menyentil saya dalam postingannya, tentu saya blum sempat berpikir untuk memulai lagi aktifitas nge-blog ini. Thanks to you, man!</p>
<p>Bulan Mei ini, saya rekor lagi memposting 6 postingan! Rekor terbaik dalam dua tahun terakhir..he3</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=656&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/22/pindah-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nahnu</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/19/nahnu/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/19/nahnu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 06:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[feature]]></category>
		<category><![CDATA[My Self-writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/05/19/nahnu/</guid>
		<description><![CDATA[Saya memandang hidupnya sebagai sebuah ironi. Tapi hati kecil saya berdoa semoga anggapan saya salah se-keliru-kelirunya.   Nahnu, adalah satu diantara beberapa teman awal saya ketika sama-sama menginjak kampus Ganesha di Bandung. Kesan pertama melihat wajahnya, terutama matanya, bahwa anak ini cerdas dan curious akan segala hal. Dia berasal dari sebuah desa di Jawa Tengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=654&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memandang hidupnya sebagai sebuah ironi. Tapi hati kecil saya berdoa semoga anggapan saya salah se-keliru-kelirunya.</p>
<p> </p>
<p>Nahnu, adalah satu diantara beberapa teman awal saya ketika sama-sama menginjak kampus Ganesha di Bandung. Kesan pertama melihat wajahnya, terutama matanya, bahwa anak ini cerdas dan curious akan segala hal. Dia berasal dari sebuah desa di Jawa Tengah atau Jawa Timur, saya lupa tepatnya dimana. Mungkin dia anak yang paling cerdas di sana, dan berhasil menembus persaingan ketat masuk ITB. Peringkat UMPTNnya sepertinya bagus, masih lebih bagus dibanding saya yang sudah masuk di zona degradasi karena nilai saya mendekati limit bawah.</p>
<p> </p>
<p>Yang membuat saya, dan kami teman-teman di teknik Sipil ITB kala itu tercengang adalah cerita tentang perjuangannya masuk ITB. Bermodal kecerdasan saja tidak cukup, perlu dukungan financial yang memadai. Apalagi dia berstatus perantau di Bandung, butuh biaya kost, makan, transport dan semacamnya.  Dia bercerita, untuk mendapatkan dana buat memenuhi persyaratan pendaftaran masuk ITB yang saat itu tahun 1995 sekitar Rp 1jutaan, orang tuanya yang petani terpaksa menjual asset produksinya: sawah.</p>
<p> </p>
<p>Saya lupa, apakah dia juga bercerita bagaimana kegiatan usaha ayah-ibu setelah sawah itu terjual, ataukah mereka masih punya sawah ladang lain. Entahlah, tapi cerita berikutnya bisa meraba apa yang terjadi pada kehidupan keluarganya di desa.</p>
<p> </p>
<p>Setiap bertemu di kampus, saya selalu menunggu cerita baru darinya. Sebenarnya ini menjadi semacam refleksi diri buat saya untuk selalu bersyukur dengan keadaan kala itu. Nahnu, menjadi sosok mirror dalam keterbatasan saya, bahwa saya sungguh jauh lebih beruntung karenanya tak guna menggelontorkan banyak keluhan di hidup yang seharusnya indah selayak menjalani masa mahasiswa di kota Paris Van Java itu.</p>
<p> </p>
<p>Ke kampus, pakaiannya agak kumal dan lusuh. Buku-bukunya yang kusam a la kadarnya juga menjadi penanda hidupnya yang sulit. Rambutnya sering dibiarkan tak tersisir dan agak kecoklatan. Kelihatannya sisa dari tidur yang sulit semalam. Bandung saat itu sedang dingin-dinginnya dan dia menghabiskan malam dengan menumpang di Masjid Salman depan kampus ITB. Tak bisa saya bayangkan dengan keadaan terbuka seperti itu dia bisa tidur dengan nyenyak. Saya saja sempat sakit beberapa hari karena didera dingin kala pertama menginjak Bandung.</p>
<p> </p>
<p>Kwartal pertama 1995 kelihatannya bisa dilewati dengan perjuangan sulit. Nahnu hidup berpindah-pindah tempat tinggal, dari satu asrama ke asrama mahasiswa yang lain. Satu hal yang membuat dia tidak betah adalah ketika merasa dirinya dilecehkan. Jamak dimaklumi saat itu, untuk menjadi penghuni asrama mahasiswa, ada banyak lika-liku orientasi yang wajib dilewati. Terkadang orientasi yang diterapkan oleh mahasiswa senior sungguh terasa menghina kemanusiaan kita. Dari tugas-tugas a la cleaning service, sampai bentakan atau hinaan verbal mungkin bisa saja diterima sebagai new comer.</p>
<p> </p>
<p>Dan kawan saya Nahnu seperti bergeming dengan semua pelecehan itu. Tidak ada dalam kamusnya pendewasaan dengan cara melecehkan, meski pada saat yang sama dia malah berhasil melewati OS Himpunan Mahasiswa yang tidak kalah kerasnya. Di saat OS Himpunan, oleh mahasiswa senior (swasta), dia didaulat menjadi Presiden Republik Mampus. Yakni group peserta yang Mampus atau yang tidak bisa mengikuti kegiatan OS secara normal karena terganggu kesehatannya. Saya kurang ingat apa sakitnya saat itu, tapi yang saya ingat saya juga masuk di ‘kabinet’nya karena saat itu saya baru saja sembuh dari penyakit Tipes.</p>
<p> </p>
<p>Nahnu tak bisa hidup dengan semua keterbatasan, saya yakin diam-diam dia menghimpun rencana untuk mengentaskan dirinya dari semua yang membuatnya sulit. Selepas semester awal, dia sedikit demi sedikit mulai menemukan jalannya. Jalan yang mudah bagi seorang mahasiswa ITB: mengajar privat anak sekolah untuk mata pelajaran Ma-Fi-Ki (matematika, fisika, kimia). Kerja sambilan mengajar ini sangat umum dijalani mahasiswa ITB. Saat itu, rata2 upah mengajar sekitar Rp 12ribu/jam atau Rp 100ribu per bulan. Kadang-kadang lebih, tergantung negosiasi dan kondisi keuangan keluarga si anak privat.</p>
<p> </p>
<p>Kerjaan mengajar ini sebenarnya gampang, karena aktifitas utama hanya mengerjakan PR atau soal-soal yang diajukan si anak privat. Tidak perlu mendalami ilmu pedagogi atau psikologi pendidikan. Cukup meluangkan waktu untuk mengasah ulang kemampuan dasar berhitung dan sedikit teori fisika/kimia yang sungguh sederhana. Jam mengajar bisa disesuaikan untuk tidak bentrok dengan waktu kuliah. Terkadang mengajar dilakukan malam/sore hari, atau saat weekend. Lumayan duit yang terkumpul bahkan dari satu anak privat bisa menutupi uang makan sebulan. Apalagi kalau anak privatnya gadis SMA yang cakep, tentu nambah lagi keuntungan psikologis lepas dari beban tugas kuliah yang ribet dengan pemandangan yang menyejukkan. He3.</p>
<p> </p>
<p>Tapi Nahnu kelihatannya melampaui batas. Ia bukannya mencocokkan jadwal mengajar dengan lowongnya jam kuliah. Tapi ia lebih rela mengorbankan jam kuliah untuk mengajar di beberapa anak privat. Konsekuensinya, dia menjadi lebih sering tidak masuk kuliah. Alasannya, sibuk mengajar privat. Dia hanya masuk kuliah kala jam mengajarnya lowong. Saya dan teman-teman prihatin dan mencoba ‘mengarah’kan acap kali bertemu Nahnu di saat-saat yang jarang. Tapi sepertinya dia cuek saja. Mungkin buat dia kuliah di ITB tidaklah sesulit yang kami jalani.</p>
<p> </p>
<p>Hidupnya sepertinya sudah agak longgar karena mengajar ini. Dia sudah bisa menyewa kamar kos di bilangan Cisitu, tidak perlu lagi menumpang ke teman atau menjajaki asrama yang penuh ‘cobaan’ itu. Saya bahkan pernah bertemua dia sedang bersama adiknya di pinggir jalan. Rupanya ia memfasilitasi adiknya untuk berlibur di Bandung. Dan juga memberikan orientasi agar bisa ‘kuliah’ di ITB juga seperti dirinya.</p>
<p> </p>
<p>Dan akhirnya, ketika kuliah kami menginjak tahun ke-3, tahun ke-4, Nahnu seperti hilang di telan bumi. Kami tidak pernah mendengar kabarnya lagi meski kami yakin dia masih berseliweran di Bandung dengan rutinitas mengajarnya. Hingga suatu saat ada teman yang ‘menemukan’ dia sedang berjualan dompet dan tas di emperan masjid Salman.</p>
<p> </p>
<p>Kabarnya, dia tak lagi mengajar karena sudah menikah dengan salah satu anak didik privatnya. Karena menikah ini, ia mungkin butuh usaha lain yang lebih produktif untuk membiayai keluarga barunya. Kuliahnya, sudah berantakan tak terurus karena absen selama hamper 2-3 tahun. Kami masih sempat mencoba membujuknya untuk kembali ke bangku kuliah, tapi ia sepertinya gamang untuk bisa masuk ke lintasan. Dia menyerah dan memilih berdamai dengan hidup barunya.</p>
<p> </p>
<p>Beberapa tahun selepas wisuda, saya dan teman2 masih sering menyempatkan bertemu dengan Nahnu di lapak jualannya di emperan depan mesjid Salman ITB. Saya kemudian membayangkan bagaimana raut wajah kedua orang tuanya, yang ikhlas menjual sawah untuk membiayai kuliah Nahnu di ITB, salah satu kampus terbaik di negeri ini, reservoir kelas menengah masa depan Indonesia.</p>
<p> </p>
<p>AbuDhabi, 19 Mei 2011</p>
<p>-kala mengenang kawan itu-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/654/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=654&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/19/nahnu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Luar biasa! Putra Putri Asal Indonesia Menjuarai Olimpiade Robot Dunia tingkat Timur Tengah</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/12/luar-biasa-putra-putri-asal-indonesia-menjuarai-olimpiade-robot-dunia-tingkat-timur-tengah/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/12/luar-biasa-putra-putri-asal-indonesia-menjuarai-olimpiade-robot-dunia-tingkat-timur-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 07:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Dhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Local News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/05/12/luar-biasa-putra-putri-asal-indonesia-menjuarai-olimpiade-robot-dunia-tingkat-timur-tengah/</guid>
		<description><![CDATA[Ket Foto: Putra-putri Indonesia yang menjuarai World Robotic Olympiad (WRO), Arabia Region (Middle East and North Africa) 04Mei2011 dari ki-ka: Sita Ilmidani Taribi, Adinda Naura Salsabila, Suta Ilmidani Taribi (Sumber: laman Facebook)  Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh putra-putri asal Indonesia di Abu Dhabi dalam Kompetisi Rancang Robot di Olimpiade Robot Internasional (WRO) Arabia yang meliputi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=652&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ket Foto: Putra-putri Indonesia yang menjuarai World Robotic Olympiad (WRO), Arabia Region (Middle East and North Africa) 04Mei2011 dari ki-ka: </p>
<p>Sita Ilmidani Taribi, Adinda Naura Salsabila, Suta Ilmidani Taribi (Sumber: laman Facebook) </p>
<p>Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh putra-putri asal Indonesia di Abu Dhabi dalam Kompetisi Rancang Robot di Olimpiade Robot Internasional (WRO) Arabia yang meliputi kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Kompetisi yang diselenggarakan pada tanggal 4 Mei 2011 itu diikuti oleh 1500 siswa dari negara-negara Uni Emirate Arab, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman and Mesir.</p>
<p> </p>
<p>Satu team dari sekolah Jubilee International School Abu Dhabi, UEA diwakili oleh putra-putri asal Indoneisa yang terdiri dari Sita Ilmidani Taribi(11thn), Suta Ilmidani Taribi (11thn) dan Adinda Naura Salsabila (10thn) berhasil merebut Juara Pertama di tingkat Elementary/Primary (Sekolah Dasar). Sita dan Suta adalah anak kembar dari Muhammad Tamin, sedang Adinda putri dari Rudi Cahyono, keduanya adalah engineer asal Indonesia yang bekerja di industri perminyakan Abu Dhabi, Uni Emirate Arab.</p>
<p>WRO Arabia 2011 yang diselenggarakan oleh Abu Dhabi Education Council (ADEC) tersebut mempertandingkan tiga kategori– Regular, Open dan Football category — yang diikuti oleh tiga kelompok umur: Elementary (SD), Junior High (SMP) dan High School (SMA).</p>
<p> </p>
<p>Para pelajar asal Indonesia tersebut berhasil merebut juara pertama pada jenis Kategori Umum (Regular), dengan merancang dan memprogram sebuah robot dalam jangka waktu tertentu. Robot rancangan mereka tersebut akan melakukan serangkaian tugas yang ditentukan panitia yakni harus melalui labirin dalam waktu sesingkat mungkin, atau naik dan turun tangga di permukaan yang tidak rata.</p>
<p> </p>
<p>Menurut Kepala Badan Pendidikan Abu Dhabi (ADEC), Dr Mugheer Al Khaili, yang dikutip oleh Gulfnews.com, pemenang kompetisi WRO Arabia 2011 akan diikutkan dalam kompetisi sejenis tingkat internasional yang akan diselenggarakan pada bulan November 2011 di Abu Dhabi juga.</p>
<p> </p>
<p>Kita berharap semoga putra-putri asal Indonesia ini bisa meneruskan prestasinya dan memenangkan kompetisi sejenis di tingkat internasional nanti di bulan November 2011, Insya Allah</p>
<p><a href="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/jubilee.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/jubilee.jpg?w=720&#038;h=538" alt="" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/dcc/2700838/files/2011/05/jubilee.jpg" width="720" height="538" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/652/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=652&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/12/luar-biasa-putra-putri-asal-indonesia-menjuarai-olimpiade-robot-dunia-tingkat-timur-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/jubilee.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/dcc/2700838/files/2011/05/jubilee.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zam-zam: Kronik Kecele</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/10/zam-zam-kronik-kecele/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/10/zam-zam-kronik-kecele/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 09:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Dhabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/05/10/zam-zam-kronik-kecele/</guid>
		<description><![CDATA[Pre-note: Maaf, judul di atas bukan bermaksud mengurangi derajat kesucian dzat dari air zam-zam, karena kronik kecele ini berlaku pada peristiwa yang menjadi latarnya.   Terkadang, niat baik tak mesti beroleh timpalan yang diharapkan. No matter how holy you are or your act, we cannot control the outcome. Tapi tentu menyesalinya bukan cara yang bijak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=649&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/maipa-ke-sekolah.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/maipa-ke-sekolah.jpg?w=720" alt="" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/dcc/2700838/files/2011/05/maipa-ke-sekolah.jpg"   /></a></p>
<p>Pre-note: Maaf, judul di atas bukan bermaksud mengurangi derajat kesucian dzat dari air zam-zam, karena kronik kecele ini berlaku pada peristiwa yang menjadi latarnya.</p>
<p> </p>
<p>Terkadang, niat baik tak mesti beroleh timpalan yang diharapkan. No matter how holy you are or your act, we cannot control the outcome. Tapi tentu menyesalinya bukan cara yang bijak pula, malah mungkin akan jadi semacam introspeksi diri mengenai apa yang perlu diperbaiki dan menjadikan pelajaran berharga untuk tidak terlalu berharap sebagaimana yang diidamkan.</p>
<p> </p>
<p>Semenjak bulan Januari 2011, sejak mula menginjak kaki di Abu Dhabi ini saya memaksakan diri untuk belajar bahasa Arab. Kebetulan di salah satu sister-company perusahaan saya ada kursus Arabic for Non Arabic Speakers dengan harga terjangkau. Jadilah saya ikut menjadi salah satu pesertanya hingga menjejak di level-Two.</p>
<p> </p>
<p>Kelas saya level-Two sekarang ini lumayan beragam nationality-nya. Tiga dari Indonesia, empat dari Philipina, dua Malaysia, dua dari UK, satu dari Nigeria, dan dua dari India. Yang menarik adalah bahwa kelas ini kemudian didominasi oleh Asia Tenggara, sekitar setengah jumlah pesertanya dari kawasan ini. Pengajarnya berasal dari Palestina, seorang bapak yang baik dan sabar, terkadang lucu juga.</p>
<p> </p>
<p>Anyway, selepas umrah dua pekan lalu saya membawa pulang beberapa jerigen kecil ukuran botol aqua sedang. Sebahagian saya konsumsi sendiri di rumah, sebahagian lain saya share ke yang lain termasuk ke pak Ustad pengajar bahasa Arab ini. Maksud hati saya bawa ke kelas biar beliau men-share ke yang lain tapi rupanya saking senangnya dengan air zam-zam beliau rupanya mengkonsumsi sendirian air tersebut. No problem, kata saya dalam hati, nanti akan saya bawakan lagi yang lain.</p>
<p> </p>
<p>Nah, kemarin saat kelas arab saya bawa lagi satu jerigen. Maksud saya hendak berbagi ke dua Filipina Muslim teman kelas saya, karena so far kami sudah berkawan cukup karib selama ini. Keduanya, bernama Muhammad dan Abdul Syukur, cukup aktif di kelas terutama yang bernama Muhammad itu. (Btw, di negeri ini sungguh sangat banyaaaaaaak orang yang bernama Muhammad, he3). Nah, ketika kelas arab sudah usai, saya niatkan memberikan air zam-zam tersebut ke dua kawan saya itu.</p>
<p> </p>
<p>Saya berharap mereka akan menerima dengan senang hati, tentu saja karena air zam-zam yang suci dan terkenal ini agak sulit didapatkan. Apalagi sebelum2nya mereka kelihatan antusias ketika membincangkan soalan ke-Islam-an. Namun tak dinyana, ketika saya menyerahkan jerigen kecil berisi air suci tersebut, mereka dengan santainya berkata, “hmm, thank you but you can give to our ukhti there”. Dan terpana campur bingung karena sudah kadung, saya berikan akhirnya air zam-zam itu ke teman kelas perempuan yang juga dari Filipina itu.  </p>
<p> </p>
<p>Buat saya, menolak permintaan sebenarnya agak kurang sopan, apalagi dari seseorang yang dianggap sudah karib. Juga kalau memberikan pemberian seseorang ke orang lain seperti semacam tidak mengindahkan niat baik dari si pemberi. Apalagi di depan mata si pemberi. Tapi anyway, mungkin memang beda bangsa beda adat beda laku. Tidak bisa kita berharap bahwa kita akan mendapatkan respon yang sesuai keinginan. Dan saya kecele karena tidak menduga sama-sekali respon seperti yang saya dapatkan.</p>
<p> </p>
<p>Anyway, sebenarnya ini soalan kecil nan sepele saja. Tapi entah kenapa saya merasa perlu menuliskannya sebagai kronik pribadi, dan menjadi pembelajaran berharga dalam berinteraksi dengan orang lain di kemudian hari. Juga buat saya agar selalu legowo dalam segala outcome dari apapun yang saya lakukan. Again, No matter how holy you are or your act, we cannot control the outcome. The outcome is beyond our control.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/649/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=649&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/10/zam-zam-kronik-kecele/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/maipa-ke-sekolah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/dcc/2700838/files/2011/05/maipa-ke-sekolah.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Mahdi di Abu Dhabi</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/05/sekolah-mahdi-di-abu-dhabi/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/05/sekolah-mahdi-di-abu-dhabi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 11:16:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Dhabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/05/05/sekolah-mahdi-di-abu-dhabi/</guid>
		<description><![CDATA[Sekolah Mahdi   Sejak awal April 2011 lalu, Mahdi sudah mulai bersekolah. Nama sekolahnya Jubilee International School, konon sekolah arab/lokal yang disulap jadi sekolah international. Sekolah ini, menurut salah satu sopir taxi yang pernah saya tumpangi, dulunya bernama Sekolah Jabar Ibn al Hayyan yang khusus mendidik anak-anak local. Baru beberapa tahun belakangan mereka membuka kelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=646&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah Mahdi</p>
<p> </p>
<p>Sejak awal April 2011 lalu, Mahdi sudah mulai bersekolah. Nama sekolahnya Jubilee International School, konon sekolah arab/lokal yang disulap jadi sekolah international. Sekolah ini, menurut salah satu sopir taxi yang pernah saya tumpangi, dulunya bernama Sekolah Jabar Ibn al Hayyan yang khusus mendidik anak-anak local. Baru beberapa tahun belakangan mereka membuka kelas internasional dengan kurikulum berbasis Amerika (sigh).</p>
<p> </p>
<p>Letak sekolahnya di daerah Madinat Zayed, tengah kota AbuDhabi. Posisinya berada di belakang Madinat Zayed Mall, tapi kalau ngomong ke sopir taxi nya bilangnya di belakang Shoe Mart. Di dekat Jubilee ada juga sekolah lain, tapi kelihatannya sekolah Arab: Madrasah Abdullah bin Ouyainah .</p>
<p> </p>
<p>Di kalangan masyarakat Indonesia di Abu Dhabi, sekolah Jubilee ini cukup popular. Ada puluhan anak Indonesia yang sekolah di sana. Dan kelihatannya, anak-anak Indonesia disana well-accepted. Pada saat registrasi, Vice Principal nya, Madam Solafa akan sumringah kalau dia tahu kita dari Indonesia. Dia sepertinya hapal nama anak2 Indonesia yang sekolah di situ. Ada juga banyak anak-anak Malaysia yang bersekolah disini. Kelihatannya memang sekolah ini favorit untuk anak2 Asia Tenggara.</p>
<p> </p>
<p>Sebetulnya Mahdi baru akan terdaftar secara ‘resmi’ di bulan September 2011 nanti, di kelas Grade-1. Namun mengingat terlalu lama waktu ‘nganggur’nya, pihak sekolah membolehkan Mahdi untuk mengikuti kelas KG 2 (Kinder Garden 2). Kebetulan ada salah satu siswa dari Malaysia yang berhenti karena orang tuanya mudik ke Malaysia, jadilah Mahdi diijinkan untuk menggantikan kursinya.</p>
<p> </p>
<p>Ketika didaftarkan ke sekolah ini, Mahdi dan Maipa – yang juga ikut mendaftar utk kelas KG 1 bulan September 2011 nanti, harus menjalani test wawancara langsung dengan Madam Solafa. Wawancara nya hanya ditanya nama, ditanya gambar dan angka, tapi semuanya dalam bahasa Inggris. Meski sudah diajarin di rumah, Mahdi dan Maipa seperti mengkerut di depan Madam Solafa. Mereka diam dan kelihatan takut, tapi lucu sekali ekspresinya.</p>
<p> </p>
<p>Awal masuk sekolah, Mahdi masih resisten. Alasannya, dia gak punya teman disitu. Belum lagi ada barrier bahasa yang mungkin membuat dia sungkan. Perlu effort berlebih untuk membangunkan, memandikan dan memakaikan seragam untuk Mahdi. Tapi belakangan sudah lumayan tidak resisten lagi, mungkin karena dia sudah punya kawan sesama Indonesia di kelasnya. (berarti selama 2 pekan bersekolah disitu, dia tidak tahu kalau ada juga anak Indonesia disitu. Baru setelah ikut pengajian di KBRI dia ketemu ‘temen kelasnya’ yang rupanya anak Indonesia bernama Raska, anak pak Ahmad ketua IA –ITB UAE).</p>
<p> </p>
<p>Kelihatannya sekolah tempat Mahdi belajar cukup bagus, meski bukan yang terbaik di Abu Dhabi. Tapi satu yang membuat nyaman adalah antusiasnya pihak sekolah menerima kami. Guru2nya yang sebahagian orang Philipina juga kelihatannya baik-baik saja. Tapi satu yang membuat saya juga agak heran, hamper tiap hari Mahdi diberi Homework banyak sekali, mulai dari pelajaran menulis, membaca, berhitung sampai bahasa arab.</p>
<p> </p>
<p>Anyway, sudah 3 hari Mahdi tidak masuk sekolah. Sejak senin kemarin dia kena cacar air dan mesti beristirahat paling tidak 10 hari. Mahdi kelihatan senang dengan ‘libur’ ini…hehehe.</p>
<p> </p>
<p>Get well soon, son!</p>
<p><a href="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/mahdi-sekolah.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/mahdi-sekolah.jpg?w=720" alt="" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/dcc/2700838/files/2011/05/mahdi-sekolah.jpg"   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=646&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/05/sekolah-mahdi-di-abu-dhabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/mahdi-sekolah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/dcc/2700838/files/2011/05/mahdi-sekolah.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan Obama, eh Osama Tewas. Semoga Semua Omong Kosong ini Berakhir Sudah</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/03/dan-obama-eh-osama-tewas-semoga-semua-omong-kosong-ini-berakhir-sudah/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/03/dan-obama-eh-osama-tewas-semoga-semua-omong-kosong-ini-berakhir-sudah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 07:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self-writing]]></category>
		<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/05/03/dan-obama-eh-osama-tewas-semoga-semua-omong-kosong-ini-berakhir-sudah/</guid>
		<description><![CDATA[Tewasnya Osama, yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah AS kemarin bertepatan dengan Hardiknas di Indonesia, disambut ‘meriah dan suka cita’ di negeri-negeri ‘musuh’ AlQaeda. Satu persatu selepas Obama memberikan pidato ‘pelepasan’ atas musuh nomor wahid Amerika itu, para pemimpin negara2 lain juga memberikan sambutannya, termasuk presiden kita SBY yang menjadikan USA sebagai tanah-air nomor 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=637&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/obama-tewas-sodara.jpg"><img class="alignnone size-full" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/dcc/2700838/files/2011/05/obama-tewas-sodara.jpg" src="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/obama-tewas-sodara.jpg?w=720" alt=""   /></a></p>
<p>Tewasnya Osama, yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah AS kemarin bertepatan dengan Hardiknas di Indonesia, disambut ‘meriah dan suka cita’ di negeri-negeri ‘musuh’ AlQaeda. Satu persatu selepas Obama memberikan pidato ‘pelepasan’ atas musuh nomor wahid Amerika itu, para pemimpin negara2 lain juga memberikan sambutannya, termasuk presiden kita SBY yang menjadikan USA sebagai tanah-air nomor 2 nya. Semuanya terlihat bahagia, tapi juga di saat bersamaan terkesiap waspada. Tidak akan ada reaksi tanpa aksi. Mereka berpikir mengenai serangan ‘balasan’ alQaeda atas tewasnya pemimpin mereka. Tapi itu cerita lain, biarkan saja.</p>
<p>Lucunya dua nama yang mirip itu, Obama dan Osama, yang mengumumkan dan yang diumumkan tewasnya, mengundang banyak kerikuhan dan juga keteledoran dalam memberitakan, dan anda akan banyak mendapatinya di tulisan ini. Jadi maklumi saja dan make up your mind.</p>
<p>Di Indonesia, sepertinya karena euphoria yang berlebihan ditambah karena pengen selalu ‘terdepan mengaburkan’ eh maap, terdepan mengabarkan, sebuah stasiun TV berita milik boss Lapindo buru-buru menyiarkan langsung pidato Obama dengan tag line “USA pastikan Obama Tewas”..he3. Dan buru-buru juga saya menyampaikan rasa duka mendalam atas ‘tewasnya’ Obama ini. Keteledoran lucu ini sangat sayang untuk dilewatkan. Foto ‘keteledoran’ seper sekian detik itu kemudian beredar kemana-mana, dan tidak mampu ditutupi dengan ralat yang muncul kemudian.</p>
<p> <span id="more-637"></span></p>
<p>Foto Obama, maap salah, Osama yang tewas, juga beredar di internet dan TV, memperlihatkan kondisi wajah Obama yang berantakan habis dihujani peluru, mengenaskan. Buru2 pakar pornomatika, eh, telematika Kanjeng Raden Mas Tumenggung (disingkat KRMT) Roy Suryo dalam akun twitter nya @KRMTRoySuryo menyatakan bahwa foto itu bukan asli dan diberitakan hasil olahan digital. Politikus Demokrat cum pakar IT wanna be ini rupanya tidak melakukan riset sendiri, dia hanya mengutip chanel berita lain. Tapi lumayanlah, buat dia mengangkat ‘popularitasnya’ yang lebih sering dicibir aktivis dunia maya daripada di-tepuktangani. Terkadang memang untuk membuat diri makin kesohor, cara pintas yang efektif adalah dengan berlaku aneh dan tidak popular di hadapan publik.</p>
<p>Mari serius lagi.</p>
<p>Obama, eh Osama adalah sosok misterius yang kadang mengundang pikiran iseng di kepala kita dengan banyak cibir ke Amerika. Umum diketahui, sebelum menjadi buronan nomor wahid CIA-USA, dia adalah sekondang sejati Amerika. Bersama Amerika, tentu saja dengan bantuan pelatihan perang dan diskon harga senjata yang royal digelontorkan ke kelompok AlQaeda di tahun 80-an, dua kompatriot ini bersama-sama men-seterui Uni Sovyet yang kala itu menganeksasi Afghanistan. Masih ingat Presiden Najibullah? Nah, itu dia presiden boneka bentukan Rusia yang kemudian ramai-ramai digempur oleh pasukan Mujahidin, Hekmatyar, Taliban-alQaeda, bahkan USA pun mengirim pahlawan perang jagoannya Rambo ke medan ‘jihad’ itu.</p>
<p>Tapi kemudian keadaan berubah, negara adidaya Uni Sovyet runtuh tahun 1991. Pakta Warsawa, seteru abadi NATO juga bubar sebagai konsekuensinya. Rusia, jelmaan Sovyet, tak lagi garang dan sangar seperti filem2 Hollywood semasa perang Dingin. USA konon ‘butuh’ musuh baru, dan paling cocok dijadiin bulan-bulanan ya tentu tokoh nyentrik macam Saddam dan Taliban yang disokong sang mujahid tajir nan flamboyant: Insinyur Osama bin Laden. Btw, BinLaden Corporation adalah salah satu konglomerat konstruksi paling kesohor di Kingdom of Saudi Arabia. Kebetulan Negara Saddam ini punya produksi minyak nomor 13 terbesar dunia, 2,4juta barel perhari. Jauh lebih banyak dari Indonesia yang cuma mampu mengisap 950ribu barel per hari.</p>
<p>Secara nyaris kebetulan juga, menjelang era Sovyet dan perang Dingin yang mencair, Saddam menganeksasi Kuwait tahun 1990 dengan alasan mengada-ada; Kuwait bagian dari Irak secara historis dan seringkali mencuri minyak Irak. Saddam juga dikenal sebagai sekondang Amerika saat pecah Perang 9 tahun Irak-Iran 1980-1988. Taliban secara luarbiasa juga berhasil menguasai Afghanistan dan mendirikan pemerintahan berideologi Islam sejak 1996-2001, menggeser faksi Hematyar dan Burhanuddin Rabbani yang sebelumnya sangat dominan. Pemerintahan Saddam Hussein dan Taliban yang tidak disukai Amerika dan barat ini menjadi semacam sasaran empuk dijadikan musuh baru.</p>
<p>11 September 2001, menara kembar WTC ambruk karena serangan pesawat teroris.  Sebanyak 2996 jiwa tewas karena serangan di jantung perekonomian Amerika itu. Banyak keanehan terjadi, tapi perang melawan Terorisme kemudian dikobarkan Bush Jr. AlQaeda yang dikomandani oleh Osama bin Laden dituding sebagai biangnya, dan Afghanistan pun diserang dan diduduki pasukan sekutu hingga kini. Tapi sampai hari ini tidak ada bukti jelas bahwa AlQaeda lah yang mendalangi pembajakan pesawat yang menyerang WTC dan pentagon itu.</p>
<p>Hingga kematian Osama di Hari Pendidikan Nasional itu, semua orang di dunia masih belum tercerahkan soal rentetan bukti yang membenarkan vonis Amerika tersebut. Pengadilan terhadap tokoh teroris2 yang ditangkap pun terkesan tertutup, belum lagi berbagai privilege undang-undang istimewa yang dibuat untuk member ruang ke intelejen amerika untuk memproses investigasi terhadap terorisme ini. Indonesia juga kecipratan proyek besar ini.</p>
<p>Kemudian muncullah isu senjata pemusnah massal (Weapon of Mass Destruction-WMD) Saddam tahun 2003. Senjata yang konon bisa dirakit dalam waktu kurang dari beberapa jam itu menjadi penyebab kenapa USA dengan dukungan PBB menyerang Saddam Hussein dan menduduki Irak hingga sekarang. Selepas 8 tahun aneksasi Irak, pasukan sekutu itu tak pernah berhasil menemukan sebiji pun sisa-sisa senjata WMD yang dituduhkan itu, bahkan fasilitas pembuatannya pun tak pernah ditemukan fosilnya.</p>
<p>Intinya, semua hal ihwal terorisme yang konon dikomandani Osama ini aneh dan menghina nalar kita. Tidak ada jalinan logika yang mendasarinya. Siapa yang men-teror, siapa yang memulai, semuanya berujung ke satu pihak yang kebetulan juga seakan-akan menjadi polisi, jaksa dan hakimnya. Tapi kita semua sadar bahwa ada bau uang berlumur minyak di balik semua ini.</p>
<p>Nalar terorisme dan semua omong kosongnya juga menjadi kosmetik pemerintahan SBY. Kita disuguhi cerita semacam itu di halaman rumah kita sendiri. Tentang Jamaah islamiyah, tentang Baasyir, tentang bom dan lain-lain tanpa pernah ada bukti yang memuaskan nalar digelontorkan media ke ruang baca dan ruang dengar kita. Terkadang kita lelah dan bosan dengan berita seperti itu, dan lebih enak beralih ke soal video porno Ariel-Luna-Cut Tari yang lebih sedap bermain-main di ruang imajinasi kita.</p>
<p>Saya yakin dunia dan rakyat Amerika bergembira saat ini, bukan krn kematian Osama. Tapi karena mereka membayangkan dunia yang aman dari aneksasi Amerika, dari semua hal absurd dan omongkosong soal terorisme. Membayangkan bahwa tentara2 muda yang merupakan anak2 tersayang itu akan pulang dan kembali ke rumah mereka dengan tenang. Tidak perlu lagi khawatir anak mereka akan terperangkap dalam peristiwa tiba-tiba dimana muncul seseorang meledakkan diri dan menewaskan orang-orang sekitarnya.</p>
<p>Semoga dengan kematian Obama, eh salah lagi, Osama akan menghentikan gembar-gembor Amerika tentang terorisme yang bak hantu dikejar ke sana ke mari. Jenazah Osama yang dibawa ke kapal induk USS Carl Vinson di bagian utara laut Arab  lantas dilarung di lautan yang lokasinya dirahasiakan memang menimbulkan tanda tanya baru. Tapi sudahlah, semua cerita omongkosong ini biar segera berlalu. Amin.</p>
<p>Harapan saya kemudian:</p>
<p>Pemerintah USA runtuh dan tidak ada dominasi satu negara lagi.</p>
<p>PBB dibubarkan atau direformasi , hak Veto dihilangkan.</p>
<p>Tidak ada lagi ambisi bisnis multilateral yang kemudian menjadi sebab mengkooptasi lading minyak negara lain.</p>
<p>Barat mulai bersikap ramah tanpa prasangka kepada Negara-negara afrika dan asia.</p>
<p>Keadilan ditegakkan, insya Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/637/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=637&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/03/dan-obama-eh-osama-tewas-semoga-semua-omong-kosong-ini-berakhir-sudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/05/obama-tewas-sodara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/dcc/2700838/files/2011/05/obama-tewas-sodara.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Percakapan Dengan Diana</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/01/percakapan-dengan-diana/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/01/percakapan-dengan-diana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 11:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>
		<category><![CDATA[poem]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/05/01/percakapan-dengan-diana/</guid>
		<description><![CDATA[Kita hanyalah sekumpulan perantau yang mengais remah di titian masa, tanpa sadar kita tahu muncul di satu ruas dan menghilang di ruas lain. Menjejak pada titian, kita tahu ia teramat rapuh, dan padanya kita tak sanggup menaruh harapan, tapi menggantung rasa percaya bahwa ia membawa kita menuju sesuatu Kita bergelut dengan kehidupan, juga kematian, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=635&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita hanyalah sekumpulan perantau yang mengais remah di titian masa, tanpa sadar kita tahu muncul di satu ruas dan menghilang di ruas lain.</p>
<p>Menjejak pada titian, kita tahu ia teramat rapuh, dan padanya kita tak sanggup menaruh harapan, tapi menggantung rasa percaya bahwa ia membawa kita menuju sesuatu</p>
<p>Kita bergelut dengan kehidupan, juga kematian, dan menimbangnya seakan dua hal yang bermusuhan, meski keduanya adalah keniscayaan, kita akan melarung jiwa pada keduanya.</p>
<p>Hidup hanyalah cermin dari kematian, bahwa saat ruas di titian sudah tak lagi dijejaki, kita akan menjalani titian yang lain, sama dan sebangun.</p>
<p>Yang membedakan hanyalah bahwa kehendak menjadi absurd, karena di titian lain kita hanya akan menatap timbangan.</p>
<p>Yang jelas dan tegas, dan tak remang adalah bahwa kita sedang meniti sesuatu, perjalanan yang awalnya kita tahu darimana dan akhirnya kita tahu akan kemana.<br />
 </p>
<p>Ketika bersenandung menemu remah di titian, ada yang berisik dan menggigil mengingat kematian seakan-akan ia adalah petaka yang menghadang di akhir jalan</p>
<p>Bukan sobat, kemarian justru kawan terbaik yang kita miliki. Padanya kita berharap bahwa hidup perlu dibebaskan, hidup hanyalah kumpulan keterbatasan, sedang kematian adalah kumpulan pembebasan</p>
<p>Bukankah tak elok merasakan birahi menggeliat hanya sebentar, atau rasa sedap yang raib ketika pahit datang. Kematian menegasi semuanya, karena ia tak kenal dengan rasa dan omong kosongnya<br />
 </p>
<p>Banyak yang khawatir bahwa hidup yang indah musnah ketika titian berakhir dijejak, banyak yang bahagia ketika semua kesulitan terputus saat tubuh lantas melunglai kaku</p>
<p>Ketahuilah, petaka datang hanya pada yang tak siap. Maka bersiaplah, apapun yang akan datang di titian berikutnya.</p>
<p>Tidak usah khawatir, jiwa kita berada di tangan yang sangat Rahman dan Rahim. Lantas, kenapa bermuram durja, sementara kita pasti akan kembali ke pemilik sejati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/635/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=635&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/05/01/percakapan-dengan-diana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Chairil Anwar: Sekali Berarti Sudah itu Mati</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/27/mengenang-chairil-anwar-sekali-berarti-sudah-itu-mati/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/27/mengenang-chairil-anwar-sekali-berarti-sudah-itu-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 05:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/04/27/mengenang-chairil-anwar-sekali-berarti-sudah-itu-mati/</guid>
		<description><![CDATA[28 April 1949, ia mati di usia muda, 26 tahun karena sakit paru-paru. Jasadnya dibenamkan di Karet, tempat yang disebutnya sebagai “daerahku y.a.d” (y.a.d adalah singkatan dari yang akan datang).   Sajak pertama yang membuatku mengenalnya pertama kali adalah sajak “Diponegoro”, salah satu sajak pernyataan Chairil Anwar diantara sajak terkenal lainnya “Aku” atau “Karawang-Bekasi”. Sajak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=633&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>28 April 1949, ia mati di usia muda, 26 tahun karena sakit paru-paru. Jasadnya dibenamkan di Karet, tempat yang disebutnya sebagai “daerahku y.a.d” (y.a.d adalah singkatan dari yang akan datang).</p>
<p> </p>
<p>Sajak pertama yang membuatku mengenalnya pertama kali adalah sajak “Diponegoro”, salah satu sajak pernyataan Chairil Anwar diantara sajak terkenal lainnya “Aku” atau “Karawang-Bekasi”. Sajak Diponegoro, yang saya bacakan di bangku SMP sebagai salah satu tugas pelajaran Bahasa Indonesia, lantang menyatakan kekaguman kepada sosok Diponegoro. Yang paling teringat, dan kemudian menjadi semacam idiom dalam kehidupan kita adalah “pedang di kiri, keris di kanan”…</p>
<p> </p>
<p>Kesan pertama saya terhadap sosok ini adalah bahwa ia adalah seorang pemberontak, paling tidak ia memberontak terhadap pakem puisi yang mendayu-dayu tentang cinta, religious dan hal yang mungkin dianggap absurd lainnya. Mungkin saja karena kebetulan ia beranjak di masa perjuangan revolusi kemerdekaan, sehingga darah pejuang mengalir deras di setiap bait sajaknya. “Sekali berarti sudah itu mati”.</p>
<p> </p>
<p>Meski mungkin hanya sedikit rekam jejaknya ikut dalam perang fisik, namun sajak-sajak perjuangannya seperti yang paling terkenal “Antara Karawang-Bekasi”. Sajak ini menginspirasi, bukan saja mengguncang dada kejuangan kita, tapi rasa solidaritas untuk mengenang yang telah mati.</p>
<p>“Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan</p>
<p>Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan</p>
<p>Atau tidak untuk apa-apa..”</p>
<p> </p>
<p>Namun belakangan, ketika menemu sajak-sajak lainnya, saya kemudian sering terkagum dengan kelihaiannya memainkan harmonika kata-kata yang kadang getas tapi bernuansa misteri, misalnya: “Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin/Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang”. Apa yang dia benahi, dan siapa yang dia nanti? Apakah yang dia maksud adalah sosok Hapsah, istrinya?</p>
<p> </p>
<p>Dalam benak saya, sajak-sajak Chairil adalah sajak-sajak bergelora. Ia pandai memainkan gelombang, juga pandai menghempaskan riak perasaan. Sajaknya bisa mebangkitkan batam terendam, hingga kemudian muncul dan berubah jadi semangat, meski sekali berarti sudah itu mati.</p>
<p> </p>
<p>Ia layak dikenang, sajaknya layak dibaca. Dan kita, layak memekikkan gema suara nya sampai ke generasi mendatang. Kita sudah lama terbenam dalam ketidakpedulian, dan mungkin Chairil Anwar seolah tak henti membangunkan kita. Bahwa hari depan yang lebih baik, lebih tulus dan lebih percaya diri masih bisa diraih.</p>
<p> </p>
<p>“Berilah kami arti</p>
<p>Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=633&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/27/mengenang-chairil-anwar-sekali-berarti-sudah-itu-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Menyiram Dahaga &#8211; Baitullah</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/25/perjalanan-menyiram-dahaga-baitullah/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/25/perjalanan-menyiram-dahaga-baitullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 06:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Dhabi]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/04/25/perjalanan-menyiram-dahaga-baitullah/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada suasana paling mengharukan selain ketika pertamakali memandang langsung Baitullah. Sekian tahun menghadap sang Khalik dengan posisi badan mengarah ke Baitullah tentu menjadi alasan logis mengapa kemudian suasana haru itu muncul. Belum lagi, dan tentu paling utama, titik spiritual kita yang tergugah karena demikian sacral nan mulianya tempat ini dimana kita bisa membayangkan nabi-nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=631&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/04/depan-kabah.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-642 aligncenter" title="depan kabah" src="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/04/depan-kabah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Tidak ada suasana paling mengharukan selain ketika pertamakali memandang langsung Baitullah. Sekian tahun menghadap sang Khalik dengan posisi badan mengarah ke Baitullah tentu menjadi alasan logis mengapa kemudian suasana haru itu muncul. Belum lagi, dan tentu paling utama, titik spiritual kita yang tergugah karena demikian sacral nan mulianya tempat ini dimana kita bisa membayangkan nabi-nabi dan waliyullah pernah berada di tempat terbaik ini. Dan kita berada di jejak yang sama.</p>
<p>Bukan soal berapa kali kelipatan kuantitatif pahala yang diperoleh ketika beribadah mendekat ke pusat kiblat ini, tapi lebih dari itu, sesuatu yang mungkin tak terbahasakan oleh kata-kata manusia yang terbatas. Sama tak terbahasakannya ketika seseorang yang mencari sekian lama sesuatu miliknya yg berharga yang hilang, kemudian menemu ‘sesuatu’ itu tepat di depan matanya. Ungkapan terbaik adalah ungkapan dalam keriuhan hati yang bahagia tertuju langsung ke sang Pemilik, bukan dengan ucapan-ucapan atau kata-kata yang sungguh terbatas.</p>
<p><span id="more-631"></span> </p>
<p>Di Mekkah, seseorang yang baik menasihati ketika bersiap melakukan ibadah umrah, bahwa hati manusia itu ibarat wadah botol yang tertutup. Kita tak akan menumpahkan apapun dalam jiwa kita sekiranya kita membiarkan wadah itu tertutup. “Maka tumpahkanlah semuanya, luruhlah dalam kedekatan kepadaNya. Datanglah dalam keadaan pasrah, insya Allah semua nya akan diluruhkan.</p>
<p>Di hadapan bangunan kubik hitam menjulang setinggi bangunan tiga lantai tersebut, pertama kali serasa tak percaya, juga tak berdaya. Berbaur dengan ragam manusia dari semua penjuru benua, seperti menghilang di pusaran arus kerinduan yang sama. Ribuan hati yang terpanggil menyatu dalam seruan dan panggilan yang sama, melakukan gerak fisik yang menjadi simbolisasi gerak hati mereka. Gerak hati mereka tergambar jelas di kantong-kantong mata mereka yang penuh dengan air mata yang sudah, atau siap tumpah. Semua wajah, dengan beragam warna, memancarkan cahaya yang sama.</p>
<p>Paling mengharukan, dan memancarkan magnitude keharuan yang sama besarnya, adalah ketika menyaksikan wajah-wajah tua, tubuh-tubuh ringkih, bibir2 yang terbuka, dan tangisan yang menyayat betapa kerinduan menemu Tuhan mencapai puncaknya di rumahNya yang Agung. Beberapa dari mereka dikaruniai Rahmat menghadapNya langsung saat itu juga,  sehingga setiap selepas sholat fardhu, para jamaah lainnya gegas berdiri melakukan sholat jenazah atas mereka yang bahagia itu.</p>
<p>Saya, dengan berbekal dosa yang terlampau banyak ketika menghadap Baitullah, tak mampu mengharap lebih banyak selain dilapangkan jalan untuk menjadi manusia lebih baik yang berakhir dengan khusnul khatimah, selayak mereka yang kembali ketika cawan hatinya dipenuhi kerinduan akan Dzat Yang KepadaNya Semua Kembali itu. Kita hanyalah debu di antara semesta kekuasaanNya. Debu yang berharap menghirup cawan penyatuan denganNya kelak. Amin.</p>
<p>Bertawaf mengitari Ka’bah, menghampiri Maqam Ibrahim, mencium Hajar Aswad, meminum Zam-Zam, melakukan ritual Sa’I, bercukur, dan semua ornament ritual itu hanyalah simbolisasi fisik sederhana yang makna spiritualnya jauh lebih besar. Sebesar semesta yang bisa tercakup dalam hati kita semua. Seluas doa yang bisa kita hamparkan menggapai Samudera Kasih SayangNya. Amin.</p>
<p>Doa yang terhambur, haru yang tertumpah, insya Allah menyiram dahaga jiwa yang terpupuk sejak belia.</p>
<p>Tiga hari yang sangat berarti, dan semoga akan selalu kembali ke sana. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=631&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/25/perjalanan-menyiram-dahaga-baitullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/04/depan-kabah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">depan kabah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Buku ATLAS dan Saya Ada Di Sini</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/13/dari-buku-atlas-dan-saya-ada-di-sini/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/13/dari-buku-atlas-dan-saya-ada-di-sini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 08:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Dhabi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://daengrusle.wordpress.com/2011/04/13/dari-buku-atlas-dan-saya-ada-di-sini/</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya ada banyak hal yang menginspirasi orang-orang untuk beranjak menuju keadaan lain yang diinginkan. Terkadang inspirasi dicomot dari kisah sukses orang lain, keinginan melepas dari kesulitan diri sendiri, dari filem, buku, dan lain-lain. Semuanya akan bermuara ke satu hal: cita-cita. Dari sebuah obrolan di milis blogger Angingmammiri, Opa Brad melempar postingan berjudul “Buku Yang Mengubah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=626&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/04/up-movie.jpg"></a></p>
<p><a href="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/04/atlas-dunia.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-629" title="atlas dunia" src="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/04/atlas-dunia.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
<p>Biasanya ada banyak hal yang menginspirasi orang-orang untuk beranjak menuju keadaan lain yang diinginkan. Terkadang inspirasi dicomot dari kisah sukses orang lain, keinginan melepas dari kesulitan diri sendiri, dari filem, buku, dan lain-lain. Semuanya akan bermuara ke satu hal: cita-cita.</p>
<p>Dari sebuah obrolan di milis blogger Angingmammiri, Opa Brad melempar postingan berjudul “Buku Yang Mengubah Hidup Anda? Dia bercerita tentang buku yang dia baca dan kemudian mengubah jalan pikirannya. Teman-teman lain juga merangkai cerita yang sama mengenai buku-buku yang membuat mereka tergugah untuk beranjak ke keadaan hidup yang lebih baik, setidaknya ‘lebih baik’ menurut perspektif masing-masing.</p>
<p>Tentang buku yang menggugah itu, satu hal yang kemudian terlintas di kepala saya, mozaik kenangan di Makassar tahun 1986. Ketika itu saya masih kelas 4 SD, dan baru saja memenangkan juara 1 Lomba menggambar sketsa yang diadakan oleh Harian Pedoman Rakyat. Saya masih ingat persis detail gambar sketsa pensil saya tentang suasana pasar Pannampu, tempat saya tinggal ketika itu, memenangi lomba dari sekitar 100-an peserta. Hadiahnya cukup banyak, dari hadiah uang Rp 100ribu dan beasiswa sebesar Rp 25,000 per bulan – nilai yang lumayan besar saat itu dengan harga BBM hanya Rp 250, seperangkat alat music organ untuk SD saya, plus voucher buku senilai Rp 25,000 juga.</p>
<p> <span id="more-626"></span></p>
<p>Nah, hadiah voucher buku ini yang membuat saya berkenalan dengan buku ATLAS INDONESIA DAN DUNIA. Saya lupa penerbitnya apa, tapi seingat saya warna sampulnya berwarna biru dengan halaman yang agak tebal. Saking tertariknya pada buku tersebut, saya langsung meminta dua buku sekaligus dengan berharap bahwa yang satu akan saya pakai hingga lecek, dan yang satu nya lagi akan jadi back-up sekiranya buku pertama rusak.</p>
<p>Dan bener saja. Pernah buku atlas tersebut di ‘rusak’ oleh adik saya yang ganteng. Lembar atlas pulau Sumatera dan Kalimantan dibuatnya sebagai bahan jiplakan ke lembar lainnya. Rupanya dia hendak membuat peta yang sama, mungkin tugas dari sekolahnya. Saya  murka karenanya, dan setelahnya bisa ditebak, nasib adik saya itu berakhir dengan tangisan keras…he2, maap.</p>
<p>Apa yang membuat saya tertarik? Tentu saja gambar2 peta Negara Indonesia dan negeri-negeri lainnya. Bersama pandangan saya ke setiap hamparan peta atlas itu, terbang pula khayalan saya untuk suatu saat bisa menjejak kaki di sana. Saya sempat menghapal dan menandai beberapa kota yang kelihatannya menarik, dari kota-kota di Jawa hingga kota Mekkah dan Medinah di Timur Tengah.</p>
<p>Dari buku Atalas itu juga, saya sering keasyikan menelusuri lekuk-lekuk benua Amerika, Afrika, dan Eropa hingga saya bisa membedakan di benua mana letak masing2 negara. Juga warna bendera masing-masing Negara di tampilkan disiru. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri saat saya bermain tebak2an nama Negara dan ibukota dengan teman-teman sekolah.</p>
<p>Saya ingat bahwa satu2nya Negara berawalan Q adalah Qatar, dan Negara yang punya bendera sama dengan Indonesia adalah Monaco. Negara yang benderanya berkebalikan dengan Indonesia adalah Polandia. Negara yang benderanya satu warna hijau adalah Libya, dan Negara yang benderanya aneh berbentuk dua segitiga berurutan adalah Nepal.</p>
<p>Anyway, buku itu membuat saya terinspirasi hingga bertahun-tahun kemudian. Ketika disuruh membuat prakarya sekolah, maka yang paling pertama terlintas di kepala saya adalah membuat peta, selain membuat sapu lidi atau penghapus hehe. Pernah peta buatan saya dipajang di kelas. Sekarang pun saya masih suka browsing ke google map dan wiki map demi mengamat-amati lekuk profile peta negeri-negeri tertentu.</p>
<p>Satu yang membuat saya selalu bergumam acapkali mengamati peta tersebut adalah, bahwa suatu saat saya perlu menyisihkan waktu untuk menjejak di sana. Dan ini membuat saya memerlukan menuliskan daftar wishlist tempat-tempat yang wajib dikunjungi sebelum meninggalkan dunia yang indah ini. Sebutlah tempat2 eksotik yang mungkin menarik; alHaramain (Mekka Medina, insya Allah bakal dijajal tgl 21-24April2011 nanti), Alexandria (Mesir), Aleppo (Syria), Konya-Istambul-Bukhara, Teheran-Qom-Masyhad-Isfahan, Athena, Nikosia, Amsterdam, Paris, hingga ke Madagaskar dan Buenos Aires (Argentina, tempat Maradona mulai main sepak bola). Hmm, tantangan menarik untuk diri sendiri.</p>
<p>Dan kini saya berada di sini, Abu Dhabi Uni Emirate Arab – berjarak kira-kira 10,000km dari Makassar kota tempat awal saya mulai berkhayal. Abu Dhabi, suatu tempat yang dulu nya hanya terhampar diam di dalam buku ATLAS itu, dan kini saya menjejak kaki bersama istri dan anak-anak saya, bergaul dengan penduduk setempat dan juga para pengkhayal dari negeri lain.</p>
<p>Kalau tak ada buku keren itu – terimakasih kepada penerbitnya, mungkin jalan cerita hidup saya akan lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengrusle.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengrusle.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengrusle.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengrusle.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/626/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&amp;blog=2700838&amp;post=626&amp;subd=daengrusle&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2011/04/13/dari-buku-atlas-dan-saya-ada-di-sini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5b0ac59969e1de839d5b3c6174ce2d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.files.wordpress.com/2011/04/atlas-dunia.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">atlas dunia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
