<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>another chronical of daengrusle</title>
	<atom:link href="http://daengrusle.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daengrusle.wordpress.com</link>
	<description>daengrusle</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2009 15:11:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='daengrusle.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f5c4000a3ae0a556778124e62c2321a5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>another chronical of daengrusle</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Doa Para Bedebah</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/07/doa-para-bedebah/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/07/doa-para-bedebah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 15:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>
		<category><![CDATA[bedebah]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, di balik namaMu aku berlindung, dari serapah jutaan hambaMu yang murka
agar kutukan tak lantas menjadi doa, dan bebanku tak terlalu berat di neraka nanti
Tuhan, padamu aku mengharap, segerakan mereka terbenam dalam samudera lupa
agar aku bisa terbebas hari ini, biar besok lebaran bisa saling maaf-maaf-an lagi
dan aku leluasa berucap mantap: mulai dari nol lagi ya? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=61&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tuhan, di balik namaMu aku berlindung, dari serapah jutaan hambaMu yang murka<br />
agar kutukan tak lantas menjadi doa, dan bebanku tak terlalu berat di neraka nanti</p>
<p>Tuhan, padamu aku mengharap, segerakan mereka terbenam dalam samudera lupa<br />
agar aku bisa terbebas hari ini, biar besok lebaran bisa saling maaf-maaf-an lagi<br />
dan aku leluasa berucap mantap: mulai dari nol lagi ya? Asik</p>
<p>Tuhan, mohon ampun kan aku yang sesekali bersumpah atasMu<br />
karena saat itu aku kejepit jutaan caci-maki<br />
aku mesti sedikit ngeles, sumpah tak pernah terima uang<br />
tapi kalau check dan harta lain sih, oke dong</p>
<p>Tuhan, aku tahu Kau Maha Pandai, makanya aku coba meniru<br />
kubilang tak terima duit 10Milyar, tapi lebih dari itu sih iya<br />
tapi aku jujur kan, Tuhan..</p>
<p>Tuhan, karuniailah kebesaran hati buat para wakil rakyat,<br />
agar senantiasa kuping mereka kebal menerima keluhan, tapi bebal menerima sogokan</p>
<p>Tuhan, kalau Kau lihat airmataku, tentu itu refleksi kesedihanku<br />
karena anak istriku menjadi terkurung, musabab aku jadi pesohor para bedebah<br />
buatlah mereka jera mengikuti langkah laknatku</p>
<p>Aku akan bertobat Tuhan, tapi nanti setelah usia di bibir senja<br />
dan tak ada lagi yang bisa aku tipu</p>
<p>Tuhan, sebelum aku bertobat,<br />
kumohon abadikan sifat pelupa bagi rakyat negeri bedebah ini. Amin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=61&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/07/doa-para-bedebah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Ini Kita Halal Ber-Sumpah Serapah!</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/06/hari-ini-kita-halal-ber-sumpah-serapah/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/06/hari-ini-kita-halal-ber-sumpah-serapah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 07:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[serapah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/06/hari-ini-kita-halal-ber-sumpah-serapah/</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari belakangan ini kita ibarat disuguhi drama tragis mengerikan. Sinetron Indonesia yang isinya caci maki yang terkesan lebay kalah jauh sama reality show Kampret Anggodo dan konco-konconya. Kampret Anggodo yang bebas ngomong semaunya dalam sebuah acara di stasiun TV secara live bukan cuman membangkitkan amarah angkara murka, tapi juga sifat muak teramat sangat. Benar kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=51&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari-hari belakangan ini kita ibarat disuguhi drama tragis mengerikan. Sinetron Indonesia yang isinya caci maki yang terkesan lebay kalah jauh sama reality show Kampret Anggodo dan konco-konconya. Kampret Anggodo yang bebas ngomong semaunya dalam sebuah acara di stasiun TV secara live bukan cuman membangkitkan amarah angkara murka, tapi juga sifat muak teramat sangat. Benar kata Adhie M Massardi dalam puisinya, negeri ini negeri yang dimpimpin kaum bedebah, dikelilingi oleh para begundal yang mencabik-cabik rasa hormat dan harkat martabat bangsa sebagai masyarakat religius, tepo seliro dan bertanggung-jawab.</p>
<p>Meski Chandra &#8211; Bibit sudah ditangguhkan penahanannya, tapi bangsat Anggodo itu masih berkeliaran dengan bebas tanpa ditahan, berkebalikan dengan perlakuan Polisi terhadap ikon baru masyarakat Inodesia, pahlawan anti korupsi Bibit-Chandra. Sementara dua penjabat yang gaji, fasilitas sampai celana dalamnya dibiayai oleh rakyat lewat pajak; Susno Duadji dan Abdul Hakim Ritonga, masih saja merasa tak bersalah dan tidak punya kemaluan, sampai mesti presiden SBY sendiri memerintahkan Kapolri dan Jakgung untuk menon-aktifkan kedua penjahat hukum itu. Itupun SBY butuh trigger sebelum tergerak untuk memberikan perintah kepada anakbuahnya itu; issue mundurnya Prof Hikmahanto, Anies Baswedan, dan Prof Komaruddin Hidayat.</p>
<p>Hari-hari belakangan ini, kita seperti halal untuk bersumpah serapah. Semua makian dan cacian layak kita sematkan kepada semua oknum pejabat dan cukong yang sudah mencederai kepercayaan masyarakat atas azas keadilan yang harus ditegakkan. Alih-alih aparat hukum ini menegakkan keadilan dengan melindungi kerja kerasa para pemberantas korupsi, ini malah memenjarakan mereka dengan tuduhan mengada-ada. Di sisi yang berseberangan mereka malah melindungi dan menganak-emaskan cukong bangsat dan bandar narkoba, yang mungkin sering kali menyuapi aparat itu dengan gemerlapnya kenikmatan duniawi. Seakan hidup hanya di dunia saja.</p>
<p>Hari ini kita halal bersumpah serapah. Seperti sumpah serapah Tuhan untuk para penjahat legendaris seumpama Muawiyah, Yazid, Abu Jahal, Abu Lahab, Firaun dan Namrudz.</p>
<p>Orang-orang seperti dua bangsat bersaudara Anggodo dan Anggoro, Susno Duadji, AH Ritonga, Ong Yuliana, OC Kaligis, dan beberapa nama lainnya layak masuk Hall of Fame di kotak serapah sejarah kita. Laknat dan kutukan layak kita sematkan ke dada mereka!</p>
<p>Pajak dan retribusi yang saban bulan kita gelontorkan dengan ikhlas atau terpaksa dengan semena-menanya mereka rayakan untuk sebuah persekongkolan jahat. Hitunglah pajak yang dipotong dari jerih payah kita semua, dari hasil keringat dan puter otak kita demi menghidupi keluarga, dibelanjakan untuk sebuah permainan kotor nan memuakkan. Besaran pajak itu mungkin jauh lebih besar dari total pengeluaran untuk membeli susu dan makanan bayi kita, atau juga jauh diatas UMP buruh kecil di pinggiran kota.</p>
<p>Ada lagi anak-anak muda polisi macam Evan Brimob yang menulis status di facebooknya dengan arogan: polisi tak butuh masyarakat, tapi masyarakat butuh polisi. Ini kebobrokan institusional, dan menunjukkan betapa memuncaknya sebuah kemaksiatan melingkupi insitusi penegak hukum. Sebenarnya layak kita kasihani, betapa polisi muda macam Evan ini otaknya sudah dipenuhi embrio kemunafikan dan arogansi&#8230;jadi jangan heran kalau atasan mereka juga tidak kalah arogannya.</p>
<p>Kunyuk Anggoro Anggodo, Susno, Ritonga, Kaligis, Bonaran Situmeang, dan semua yang terlibat, semua buaya anjing buduk bedebah jiancuk tailaso!!!</p>
<p>!!!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=51&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/06/hari-ini-kita-halal-ber-sumpah-serapah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Buaya di Istana Langit</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/03/kisah-buaya-di-istana-langit/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/03/kisah-buaya-di-istana-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 14:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[bibit]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[chandra]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Tengah malam di istana Tuhan, berlokasi di langit mahapuncak.
Malaikat penjaga gerbang mengamati penanda waktu di log-book nya, Senin, 2 November 2009, pukul 01.00 dini hari waktu langit.
Kidung pujian mengisi seluruh ruang dengar. Para malaikat penyanyi hikmat melantunkan pujian. Lantunan kidung pujian yang sayup-sayup syahdu dinyanyikan ribuan malaikat itu tiba-tiba runyam oleh ketukan bertalu-talu di gerbang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=53&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tengah malam di istana Tuhan, berlokasi di langit mahapuncak.<br />
Malaikat penjaga gerbang mengamati penanda waktu di log-book nya, Senin, 2 November 2009, pukul 01.00 dini hari waktu langit.</p>
<p>Kidung pujian mengisi seluruh ruang dengar. Para malaikat penyanyi hikmat melantunkan pujian. Lantunan kidung pujian yang sayup-sayup syahdu dinyanyikan ribuan malaikat itu tiba-tiba runyam oleh ketukan bertalu-talu di gerbang istana. Suara gemuruh membahana memecahkan kesyahduan. Gerbang besar yang terbuat dari kayu mahoni berwarna emas itu berderak-derak gelisah. Malaikat penjaga gerbang mencatat, ada kurang lebih 500,000 ketukan yang bunyinya berbeda, namun terharmonisasi dalam irama yang sama. Juga, tak terbilang bisikan lirih yang menyelinap melalui angin yang berhembus. Semuanya seperti berdesakan hendak menyampaikan sesuatu. Seperti orkestra simfoni di sebuah teater, melantunkan kidung yang lain. Lebih lirih dan gelisah.</p>
<p>Tuhan, yang tak pernah tidur meski di malam yang paling lelap sekalipun, terkesiap dalam kewibawaanNya. &#8220;Malaikat, ada apa gerangan di gerbang istana-Ku? Doa apa kiranya yang hambaKu ingin sampaikan di tengah malam ini? seru Tuhan dalam keanggunan. Cahaya maha gemerlap memenuhi istana ketika Tuhan menyampaikan titahNya.</p>
<p>&#8220;Tuhanku yang Maha Tahu, tidaklah kami lebih mengetahui selain apa yang Engkau ketahui&#8221; malaikat penjaga tawadhu menjawab titah. &#8220;Di pintu gerbang, ada jutaan hambaMu yang gelisah hendak menyampaikan hajat, semuanya berasal dari negeri yang sama. Negeri hutan yang Kau berkati dengan kekayaan alam yang melimpah ruah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hajat apa gerangan hai Malaikat&#8221; tanya Tuhan kemudian.</p>
<p>Malaikat segera membuka lagi log-book nya, disitu tertera jutaan short message di kolom inbox. Juga status-status berseliweran di kolom status-feed. Isinya seragam, meski disampaikan dengan lantunan kalimat yang berbeda-beda; &#8220;Tuhan, bantu para cicak dari penistaan gerombolan buaya-kadal mutan!</p>
<p>&#8220;Baginda Tuhan, menurut pesan singkat dan sambungan langsung doa yang terkirim dari negeri hutan gemah ripah loh jinawi tapi masih miskin nestapa ini, mereka mohon agar paduka Tuhan sudi menyelamatkan para Cicak dari penistaan yang dilakukan oleh persekongkolan jahat buaya-kadal! jawab malaikat dengan santun.</p>
<p>Sesungguhnya malaikat ini bingung, baru beberapa waktu silam negeri hutan yang semestinya makmur ini dilipat-lipat bak kue lapis dengan gempa dahsyat. Para mujahadah berjumlah ribuan yang menjadi korban amarah bumi ini belum lagi selesai menjalani proses registrasi. Lantas, bencana apa lagi yang menimpa negeri ini.</p>
<p>Tuhan masygul, seperti membaca kebingungan malaikat penjaga.</p>
<p>&#8220;Panggilkan segera si Buaya dan Kadal sekaligus! titah Tuhan kemudian, tegas, lugas dan terpercaya.</p>
<p>&#8220;Duli, paduka! Satu lagi paduka, apakah Raja Singa penguasa hutan perlu juga dihadirkan di majelis ini?</p>
<p>&#8220;Singa? Hmmm….&#8221; jawab Tuhan menanggapi malaikat. &#8220;Memang belakangan Aku sering mendengar kabar kurang sedap tentang si Raja Singa ini. Dia ini katanya makin senang bersolek dan menghabiskan sebagian besar waktunya di salon kecantikan sahaja. Sementara urusan sehari-hari hambaKu diserahkannya kepada konco-konco nya. Mending kalau kompeten&#8221;. &#8220;Well, anyway, panggilkan juga si Singa kalau begitu. Aku juga hendak mendengarkan apa saja yang sudah dilakukan oleh si Singa yang Aku amanahkan menjadi khalifah untuk kedua kalinya di hutan yang seharusnya makmur sentausa damai tentram itu!<span id="more-53"></span></p>
<p>&#8220;Baik, paduka Tuhan. Siap, laksanakan! sigap malaikat spesialis penyampai berita bergegas melaksanakan perintah Tuhan.</p>
<p>*****</p>
<p>Masih di istana Tuhan di langit mahapuncak.<br />
Malaikat penjaga gerbang mengamati penanda waktu di log-book nya, Senin, 2 November 2009, pukul 01.20 dini hari waktu langit.</p>
<p>Tak sampai waktu berdetak melampaui rentang sepeminuman teh, malaikat utusan sudah datang membawa para hewan yang ditugaskan menghadap.</p>
<p>Sang buaya dengan seragam dinas lengkap berwarna abu-abu gelap dan atribut bintang gemintang berkilauan dari emas imitasi melekat di pundaknya. Ada lima bintang disitu. Juga sebuah kotak kain berwarna warni berukuran hampir sebesar paru-paru memenuhi dada kanannya. Itu adalah perca kain satyalencana yang didapatkan sang buaya selama karirnya. Hebat nian, sang buaya merasa terhormat dipanggil menghadap sang Maha Penguasa. Kiranya ada berita mahapenting yang hendak disampaikan Tuhan, dan sang buaya akan merasa sangat terhormat untuk dipanggil langsung. Ikut mendampingi sang buaya, asistennya yang kelihatan malu-malu namun bermata awas. Masih dari jenis buaya juga.</p>
<p>Persis di samping kiri buaya, berdiri dengan anggun sang Raja Singa. Rambut emas nya berkilau menguntai indah menghembuskan wangi shampo terbaru dan termahal kemana-mana. Harum rambut dan keindahan sang Singa tak urun membuat malaikat pengutus tercekat. Mengingatkan dirinya pada Nabi Yusuf, nabi terganteng dan terindah yang pernah dimiliki manusia. Tapi ini lain, pikir sang malaikat, keindahan si Raja Singa tak lebih dari produk bikinan salon, yang meski mahal tapi tak begitu sempurna. Keharumannya, seperti umumnya wangi buatan salon, agak tengik dan menyengat. Dan tentu saja tak abadi, hanya bertahan tak lebih dari tiga hari sahaja. Selepas itu, kalau tak di salon-in lagi, bau asli rambut gimbal itu akan tercium juga. Bau rambut ketombean.</p>
<p>Di belakang sang buaya, berdiri kadal ceking yang perawakannya tidak lebih besar dari sang buaya. Maklum, pelatihan fisik yang diperoleh sang kadal tidak seketat sang buaya. Si kadal juga berpakaian dinas lengkap berwarna hijau tua, dengan tongkat kayu bertatahkan emas dan topi lambang kewibawaan. Matanya tajam menatap Tuhan, bawaan dari tugas hariannya yang menyidik dan memperkarakan para begundal jahat atau rakyat tak berdosa dilibas pun. Mulutnya terkesan menyeruput sesuatu. Di beberapa bagian bibirnya, belepotan dengan ampas makanan. Bau makanan di mulutnya tajam dan juga menebar ke sekitar bergantian dengan wangi rambut Raja Singa. Oala, ternyata si Kadal mengunyah buah duren.</p>
<p>&#8220;Nah, hamba-hambaKu warga hutan Gemah Ripah Loh Jinawi yang keren dan beken, terimakasih atas kedatangannya.&#8221; Tuhan membuka majelis agung ini.<br />
&#8220;Buaya, Kadal dan Singa. Tengah malam ini Aku mendapati gerbangKu dipenuhi ketukan-ketukan bergegas dari hamba-hambaKu. Semuanya melantunkan kidung yang seragam soal penistaan yang saat ini dialami hambaKu, golongan Cicak. Lirih dan gelisah. Apakah ada penjelasan dari kalian semua, selaku aparat penegak hukum di hutan itu. Ada apa gerangan hingga ratusan ribu hambaKu melayangkan hajatnya secara bersamaan?</p>
<p>Sang buaya tercekat, rupanya soalan ini sudah sampai juga ke majelis langit.</p>
<p>&#8220;Paduka Tuhan Yang Maha Agung, demikian sang Buaya memulai penjelasannya. &#8220;Semua soalan ini sudah jelas dasar hukumnya. Ada fakta yuridis yang mendasari tindakan kami menjebloskan dua pimpinan Cicak ke balik dinding prodeo. Kedua dedengkot cicak itu ditengarai menerima sogokan dari seorang Tikus begundal. Tuhan tahu, menerima sogokan terlarang di hutan kami. Ini melanggar syariat daripada ajaran yang diperintahkan oleh Paduka Tuhan. Sogokan, bagaimanapun bentuk dan nilainya berpotensi merusak akhlak semua warga hutan. Karenanya, hal ini tidak boleh dibiarkan.&#8221;</p>
<p>Sang Buaya melanjutkan lagi,&#8221; Soalan lain adalah, para pentolan Cicak ini rupanya merasa diri jagoan. Mereka menyalahgunakan wewenang yang diberikan, bahkan melampaui apa yang termaktub dalam syariat. Mereka mengeluarkan surat perintah cekal kepada para tikus yang tidak semestinya. Tahukah Tuhan, bahwa beberapa tikus yang mereka cekal adalah warga terhormat di hutan ini. Mereka adalah pembayar pajak terbesar di negeri ini dan karenanya bisa ikut menafkahi sebagian warga hutan. Para tikus agung ini juga sangat bersahabat dan komunikatif dengan para petinggi pemerintahan hutan, sampai sering sowan membawakan duren kepada para Kadal. Tapi si dua Cicak ini tergolong kurang ajar. Masa&#8217; mereka melarang para tikus agung itu keluar dari hutan. Apa kuasa mereka? Sang Buaya memberi penjelasan yang sangat detail, dan selalu menyebut-nyebut soal hukum dan syariat.</p>
<p>&#8220;Oke, terimakasih Buaya. Penyogokan tentu perbuatan sangat tercela, dan karenanya Aku memaklumi tindakanmu melakukan tindakan hukum atas para pelakunya. Boleh saya tanya, apakah penyogok itu sudah kalian tangkap? Tuhan bertanya.</p>
<p>Sang buaya terkesiap tapi buru-buru menenangkan diri. &#8220;Sudah Tuhanku, si tikus penyogok sudah kami gondol ke penjara&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ah, yang kalian tangkap hanya kroco nya saja. Bukan si Angkara, tikus pucat yang jadi aktor intelektualnya yang kini ngiprit ke hutan seberang. Aku dengar malah asisten kamu yang malu-maluin itu menemui sang penyogok . Bahkan setelah sang Cicak menetapkan si tikus bulukan itu sebagai tersangka? Ada apa gerangan?</p>
<p>Tuhan melanjutkan, &#8220;Juga soal penyalahgunaan wewenang yang kau tuduhkan itu, apakah memang ada dasar hukumnya. Bukankah wewenang pencekalan ini sudah lama dilakukan sejak Komisi Cicak ini dibentuk? Kenapa baru sekarang kalian persoalkan? Kenapa tidak kalian tangkap semua Cicak yang pernah menjalankan wewenang itu?</p>
<p>Sang buaya buru-buru menyanggah, &#8220;Tapi Tuhan, fakta yuridis menyatakan…….&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai Buaya, kalian jangan macam-macam berdalih atas nama hukum. Sudahkah hukum kalian tegakkan atas diri kalian sendiri? Aku sering mendapat laporan bahwa kelakuan kalian tak ubahnya sapu kotor juga. Banyak pengguna jalan di hutan diperas sekiranya melakukan pelanggaran lalu lintas. Alih-alih diajukan ke pengadilan, kalian malah meminta sejumlah uang ke mereka langsung. &#8220;</p>
<p>&#8220;Maaf Paduka, itu hanya ulah oknum belaka. Sudah kami minimalisir dengan menaikkan gaji mereka. Tapi tahukah Tuhan kalau kami sangat sukses menangkapi para teroris pengacau hutan!&#8221; sanggah Buaya, yang terlihat makin tersudut.</p>
<p>&#8220;Nah soal itu, benarkah kalian tangkapi? Aku dengar sebagian besarnya langsung dibunuh di tempat? Memangnya kalian tak bisa menangkap hidup-hidup supaya mereka bisa didakwa atas perbuatannya, sekiranya memang mereka pelaku teror itu? Atas dasar apa kalian langsung memberi hukuman mati tanpa proses pengadilan? Tuhan mulai mengeluarkan amarahNya.</p>
<p>&#8220;Maaf paduka Tuhan. Para teroris itu melengkapi diri dengan ranjau, senpi dan bom yang siap diledakkan. Untuk menghindari korban di pihak kami, kami memilih untuk membunuhnya langsung! Buaya merasa punya alasan kuat untuk itu.</p>
<p>&#8220;Lantas, apa gunanya warga hutan itu membayar pajak untuk mempersenjatai dan membiayai pendidikan pelatihan kalian yang super mahal itu, kalau bisanya cuman membunuh, mematikan, meledakkan, membumi hanguskan. Kalau pekerjaan kriminal macam begitu, preman terminal juga bisa, gak perlu keahlian khusus. Maling ayam juga bersenjata tajam, tapi selalu sukses digebuk masyarakat yang bahkan tak punya keahlian anti-teror macam kalian para buaya! Rekan aparat kalian, si pasukan Katak, bisa menyergap burung elang penculik sekalipun di atas udara. Dengan tangan kosong dan sendirian! Ingat, tangan kosong dan sendirian! Tuhan kiranya muntab dengan kilah buaya yang kelihatan tak punya dasar alasan yang kokoh.</p>
<p>&#8220;Oke, kembali ke soalan Cecak ini. Kenapa kalian tidak segera ikut menangkap si tikus Angkara itu biar ada kejelasan apakah betul dia menyogok Cecak? Malah si asisten bengalmu yang malu-maluin itu menemui nya di hutan seberang? Tuhan kembali menyudutkan Buaya.</p>
<p>&#8220;Maaf Tuhanku, penetapan tersangka buat si tikus Angkara itu dilakukan oleh Cicak dan aparatnya. Bukan urusan kami&#8221; kilah Buaya.</p>
<p>&#8220;Oh begitu, jadi kalian ini menetapkan standar ganda. Tidak ada koordinasi di antara kalian sendiri. Apakah itu berarti kalian para buaya bebas-bebas saja berhubungan dengan para buronan yang tidak ditetapkan oleh kalian? Kalau kalian merasa abdi masyarakat, kenapa justru melakukan perbuatan yang mencurigakan dan malah memalukan itu. Bukankah meeting dengan buronan itu bisa berkonotasi kalian melakukan persekongkolan jahat. Kenapa tidak ditangkap langsung? Tuhan kembali menyerang. Tentu saja masuk akal.</p>
<p>&#8220;Satu lagi hai buaya. Kenapa kalian buru-buru menahan dua dedengkot Cicak itu. Apa alasanmu? Tuhan beralih ke soal penahanan Cecak.</p>
<p>&#8220;Duli Tuhanku. Kami sejatinya menggunakan hak kami selaku penegak hukum……&#8221; belum selesai Buaya menjelaskan, Tuhan sudah menyanggah.</p>
<p>&#8220;Buaya, kalian kan lembaga penegak hukum. Kenapa kalian menyebut soal hak, bukan wewenang? Sejurus Tuhan berpaling pada si Kadal, &#8220;Hai Kadal ceking, jelaskan padaKu apa beda hak dan wewenang?</p>
<p>Buru-buru, si Kadal yang mulutnya penuh duren terbatuk-batuk. &#8220;Paduka Tuhan, menurut pelajaran ketata-negaraan yang hamba peroleh waktu kuliah, hak adalah sesuatu milik pribadi orang per orang yang bisa dituntut untuk dipenuhi. Sedangkan wewenang adalah hak yang dimiliki oleh lembaga atau institusi karena diperkenankan oleh negara dan aturan yang berlaku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nah, Buaya. Kalau kalian menyatakan itu hak, berarti penahanan itu urusan personal? Tuhan kembali melabrak Buaya.</p>
<p>&#8220;……..&#8221; Buaya terdiam.  Di sampingnya, Raja Singa mulai batuk-batuk. Alisnya terangkat. Bingung.</p>
<p>&#8220;Oke Buaya. Coba beritahu Aku, apa dasar kalian menahan si Cecak? Tuhan kembali bertanya.</p>
<p>&#8220;Ada tiga hal musabab penahanan menurut aturan yang berlaku Yang Mulia. Pertama adalah dikhawatirkan si Cecak akan melarikan diri, Kedua si Cecak dikhawatirkan akan mengulangi perbuatan buruknya, Ketiga ditakutkan kiranya Cicak akan menghilangkan barang bukti. Demikian Paduka&#8221; tukas buaya sambil menunduk.</p>
<p>&#8220;Ah gimana sih kalian. Mana fakta yuridis yang bisa mendasari penahanan kalian itu. Si Cicak mau melarikan diri, kan tiap hari mereka dikerubungi nyamuk pers. Alih-alih melarikan diri, ini malah menampakkan diri selalu di muka umum. Si Cecak dua itu juga sudah dibebastugaskan dari jabatannya, mana bisa mengulangi perbuatan? Barang bukti apa yang kalian khawatirkan akan hilang, sementara dasar yuridis penahanan selalu berubah-ubah tidak konsisten. Justru kalian yang malah pernah menghilangkan barang bukit persidangan. Ingat kasus nyamuk pers Udin van Jogjakarta yang darahnya kalian larung ke laut selatan. Bikin Aku cemburu saja sama sesembahan gak jelas itu!&#8221; kembali Tuhan menyudutkan Buaya. &#8220;Belum lagi soal barang bukti narkoba yang kebanyakan malah anggota kalian tilep dan jual belikan ke bandar narkoba!</p>
<p>&#8220;Tuhan, karena mereka selalu ketemu nyamuk pers, makanya kami khawatir akan ada penggiringan opini publik yang akan menyulitkan kerja para buaya&#8221; tiba-tiba Buaya kembali merasa punya alasan kuat.</p>
<p>&#8220;Ini lagi! Katanya di hutan kalian berlaku aturan yang membebaskan rakyatnya mengeluarkan pendapat di muka umum. Kalaupun ada keterangan pers mereka yang menyulitkan kalian, bukannya kalian punya hak jawab. Lagian, kalian menerapkan hukum juga mencla-mencle…&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah, kalian para buaya memang tak tahu malu! Pergilah dan jalani hukuman pantas untuk terus menerus menjadi sampah masyarakat hutan. Memalukan!&#8221;</p>
<p>Tuhan berpaling ke Kadal, &#8220;Hai kadal, sudah kenyang makan duren? Enak to? Mantap to?</p>
<p>Kadal kembali terbatuk-batuk….&#8221;enak Tuhan…Tuhan sungguh Maha Mulia dengan menciptakan buah duren yang sangat lezat!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalian tak kalah memalukannya dibanding si Buaya. Hanya karena buah duren, nurani kalian jual kemana-mana. Jadilah sampah!</p>
<p>Terakhir, Tuhan menatap tajam si Raja Singa yang saat itu gemetaran memegang sisir dan gincu.</p>
<p>&#8220;Singa, apa yang kau lakukan untuk kasus ini?&#8221; tanya Tuhan.</p>
<p>&#8220;Aku sudah bekerja Tuhanku. Semalam aku sudah membentuk Tim Pencari Fakta yang beranggotakan orang-orang ahli dan independen untuk menguak tabir hukum kasus Cicak ini!</p>
<p>&#8220;Bagus. Tapi jangan terlalu sering bekerja hanya karena sudah ada desakan masyarakat. Kamu juga harus memastikan bahwa TPF ini tidak membentur dinding tebal seperti TPF Munir dan lain-lainnya yang saat ini tidak jelas hasilnya!</p>
<p>&#8220;Satu lagi Singa, kebiasaan mu akhir-akhir ini amat memalukan. Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu di depan cermin survey dan berhias di salon konco-koncomu! Urus tuh rakyatmu! pungkas Tuhan, tuntas.</p>
<p>Majelis langit bubar. Buaya dan Kadal kembali ke hutan. Wajah mereka dipenuhi sampah. Sementara si Raja Singa pulang tanpa sisir, bedak dan gincunya. Rambutnya kusut.<br />
Malaikat penjaga gerbang mengamati penanda waktu di log-book nya, Senin, 3 November 2009, pukul 07.00 pagi hari waktu langit.</p>
<p><em>*note:<br />
Cerita di atas hanya khayalan belaka. Personifikasi Tuhan dalam cerita diatas tidak bermaksud menjadi bagian dari kebenaran. Allah Maha Agung atas semua penggambaran tentangNya.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=53&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2009/11/03/kisah-buaya-di-istana-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>::selarik bentang tak berukur::</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2009/10/15/selarik-bentang-tak-berukur/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2009/10/15/selarik-bentang-tak-berukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 14:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[arkadia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[orang-orang riuh ketika penanda-penanda itu senyap
seumpama rimbun pohon yang terpangkas,
atau genta yang tak lagi berdentang
yang tertinggal adalah lambai tangan yang makin menjauh
dan bibir-bibir tersenyum menyisakan cerita untuk dikenang
tak ada lagi warna dan gambar yang sama,
nama-nama yang sama, di jarak pandang yang sama,
tak nampak lagi
penanda itu kini dua kata yang asing; &#8220;kami&#8221; dan &#8220;mereka&#8221;
meski tak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=57&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>orang-orang riuh ketika penanda-penanda itu senyap<br />
seumpama rimbun pohon yang terpangkas,<br />
atau genta yang tak lagi berdentang<br />
yang tertinggal adalah lambai tangan yang makin menjauh<br />
dan bibir-bibir tersenyum menyisakan cerita untuk dikenang<br />
tak ada lagi warna dan gambar yang sama,<br />
nama-nama yang sama, di jarak pandang yang sama,<br />
tak nampak lagi</p>
<p>penanda itu kini dua kata yang asing; &#8220;kami&#8221; dan &#8220;mereka&#8221;<br />
meski tak ada jarak, kita seakan terpisah jauh</p>
<p>itu cerita berbulan silam,<br />
ketika ramai berita tak-teringinkan itu melindap kita dalam cemas<br />
membawa angin tanya melibas siapa dan apa saja<br />
dan mendudukkan kita di tempat dimana kini kita berada<br />
kita benar terpisah oleh sesuatu,<br />
tapi kita juga kemudian menjadi sangat dekat<br />
oleh sesuatu yang lain</p>
<p>sesuatu yang dekat,<br />
selarik bentang yang tak berukur<br />
diam menyusup mencari celah di labirin yang kosong, di hati kita<br />
seumpama gambar yang berkelebatan tak terbendung<br />
atau kidung yang sahut menyahut<br />
mencari jejak yang dulu miliknya,<br />
kita menyebutnya; kenangan</p>
<p>kenangan,<br />
tiba-tiba membuat kita kembali menapak<br />
mencari asal tempat dulu mengikat simpul yang konon abadi<br />
dan kita coba memastikan itu benar adanya<br />
menjejakkan semuanya surut ke asal kita kembali,<br />
bukan untuk menegaskan keterpisahan itu<br />
atau menggali penanda yang asing itu,<br />
tapi mengikat simpul yang lebih kuat, mesti kuat</p>
<p>bahwa kita sebenarnya awalnya satu belaka, akhirnya pun satu.<br />
::: kita, tanpa ada kami, atau mereka.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=57&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2009/10/15/selarik-bentang-tak-berukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mama Lauren: Kekaguman di Kotak Kaca</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2009/10/10/mama-lauren-kekaguman-di-kotak-kaca/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2009/10/10/mama-lauren-kekaguman-di-kotak-kaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 14:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>
		<category><![CDATA[infotainment]]></category>
		<category><![CDATA[mama lauren]]></category>
		<category><![CDATA[ramal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada yang membuka bendala kekaguman saya lebar-lebar pekan ini selain seorang Mama Lauren. Sampai saya mesti mengungkapkan rasa kagum itu kepada teman-teman sekantor, dan beberapa kali mengutip quote dari sang Mama. Tiga malam lalu saya menyaksikan salah satu iklannya di televisi, ketika dengan tenangnya sang pesohor dalam hal ramal-meramal itu menyatakan bahwa ia mengetahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=59&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak ada yang membuka bendala kekaguman saya lebar-lebar pekan ini selain seorang Mama Lauren. Sampai saya mesti mengungkapkan rasa kagum itu kepada teman-teman sekantor, dan beberapa kali mengutip quote dari sang Mama. Tiga malam lalu saya menyaksikan salah satu iklannya di televisi, ketika dengan tenangnya sang pesohor dalam hal ramal-meramal itu menyatakan bahwa ia mengetahui akan ada kejadian-kejadian tertentu di tahun mendatang.</p>
<p>Kasyaf! Saya tiba-tiba teringat kata itu. Dan serta merta sibuk membuka simpul-simpul memori yang ada dalam kepala. Seingat saya, seorang kasyaf adalah seorang yang tercerahkan. Padanya Allah Yang Maha Pandai menitipkan beberapa pengetahuan khusus yang sifatnya sangat selektif, berupa petunjuk-petunjuk di masa depan. Seorang yang kasyaf biasanya bisa melihat sedikit dari masa depan. Nabi Yusuf as, Nabi Nuh as, dan Nabi Muhammad SAWW adalah beberapa diantara sekian manusia terpilih yang punya kemampuan itu. Beberapa orang saleh yang dikeramatkan sebagai wali juga banyak dikabarkan orang punya kemampuan itu. Nubuwat mereka bukan isapan jempol belaka, karena bersumber dari Sang Pemilik Waktu yang mengetahui segala sesuatu yang terjadi dari masa nol hingga masa akhir.</p>
<p>Mama Lauren, atau bolehlah saya ubah sedikit panggilannya menjadi lebih keren: Ummu Lauren, kiranya tergolong manusia khusus. Pengetahuannya tentang masa depan bisa memasukkan dirinya kepada segolongan kecil manusia yang kasyaf. Penerawangannya tentang masa depan tentu akan banyak membantu manusia lainnya untuk memilih takdirnya. Apalagi akhir-akhir ini Indonesia banyak tertimpa bencana gempa atau kasus-kasus terorisme. Dengan bantuan &#8216;pengetahuan&#8217; Ummu Lauren ini, tentu masalah pemerintah bisa banyak teratasi, bahkan sebelum terjadi.</p>
<p>Kalau Ummu Lauren bisa meramal gempa akan terjadi di daerah tertentu pada waktu tertentu, maka pemerintah bisa meminimalisasi korban dengan segera mengevakuasi penduduk daerah itu. Atau kalau benak sang peramal melihat ada aksi terorisme bakal terjadi di hotel mewah, maka dengan segera Densus-88 bisa dikerahkan untuk mencegah sang teroris meledakkan hotel tersebut. Korban nyawa dan reputasi Indonesia tentu bisa diselamatkan. Ah, betapa mulia-nya peran seorang Ummu Lauren bagi masyarakat ini.<span id="more-59"></span></p>
<p>Saya tentu juga akan bahagia sekiranya &#8217;skill&#8217; Ummu Lauren bisa diberdayakan membantu KPK mencegah korupsi atau menangkap para koruptor yang lihai kabur kayak belut. Kalau penerawangannya mengindikasikan akan terjadi korupsi di instansi tertentu, maka KPK tak perlu menggunakan alat penyadap canggih untuk curi dengar persekongkolan jahat itu. Cukup langsung diwarning instansi tersebut maka selamatlah duit negara dan si calon koruptor itu. Atau jari-jari Ummi Lauren bisa menunjuk di mana sang koruptor licik bersembunyi, tentu siapapun aparat cukong atau beking tak ada yang sanggup memasang badan melindungi penjahat itu. So, di akhir cerita kita tak perlu dibuat bingung dengan perseteruan Cicak KPK vs Buaya Polri dalam hal ini, karena Mama Lauren bisa mengintegrasikan fungsi kedua lembaga ini dengan ciamik.</p>
<p>Apalagi kalau Mama Lauren bisa berkolaborasi dengan Ki Joko Bodo, Deddy Corbuzier, bahkan orang pintar lain yang lebih high-tech macam Roy Suryo, tentu negara kita tercinta ini bisa diselamatkan dari banyak kegentingan yang tak perlu. Atau minimal tingkat resiko bisa terhindari hingga seminimal mungkin. Ahli analisis resiko bisa memanfaatkan ilmu dan penerawangan dari para orang-orang pintar Indonesia ini.</p>
<p>Pemanfaatan ilmu masa depan ini tentu akan sangat sia-sia jika hanya digunakan untuk meramal di dunia glamour belaka; siapa pasangan cocok artis ini, apakah pasangan artis itu bisa langgeng, atau sekedar kapan si pasangan artis yang mulai pisah ranjang itu akan bertemu di pengadilan agama untuk bercerai. Tentu tetek bengek soalan pribadi artis tidaklah begitu sangat penting buat masyarakat Indonesia tercinta ini, selain hanya mengepulkan imajinasi yang ngelantur di kepala kita.</p>
<p>Dengan membantu meringankan tugas-tugas aparat pemerintah melakukan tindakan preventif atau investigasi, Ummu Lauren bisa mendapatkan pahala sosial yang luar biasa besar. Kelebihannya sebagai orang kasyaf tentu akan menyenangkan Tuhan Yang Maha Penyayang. Surga bisa berada ditelapak kaki sang Mama. Bukan saja buat anaknya, tapi seluruh masyarakat Indonesia akan menyanjungnya. Jabatan politis berupa Menteri atau Ketua Partai bisa saja menantinya, bahkan bisa saja masyarakat negeri ini bersedia memilihnya sebagai presiden menggantikan sang peragu yang kadang emosional itu.</p>
<p>Tapi tiba-tiba saya tersadar ketika di akhir iklannya, Mama Lauren merapalkan sebaris kata yang agak aneh. &#8220;Bila anda ingin mengetahui masa depan anda, ketika REG spasi RAMAL. Kirim ke nomor sekian-sekian-sekian-sekia</p>
<div>n&#8221;. Pulsanya premium tentu saja. Mama Lauren seakan butuh imbalan untuk pengetahuannya yang khusus itu, mengingkari karakter seorang kasyaf yang tiada mengharapkan lain selain ridho Ilahi. Ridho Rhoma pun tentu tak ada dalam kamus seorang kasyaf perempuan, meski dia punya wajah seganteng bapaknya sang raja dangdut.</p>
<p>Hasil penerawangan saya di dunia maya juga menemukan berita soal Mama Lauren yang semat terjebak sendirian di rumahnya ketika peristiwa banjir Jakarta beberapa bulan lalu. Tiba-tiba bendala kekaguman saya berubah menjadi kernyit di kening. Tadinya saya mau menyarankan presiden SBY untuk ikut berlangganan sms premium Mama Lauren itu, supaya beliau tidak perlu bingung bagaimana mencegah bencana atau melawan korupsi. Saya tiba-tiba skeptis, dan tanpa saya sadari tayangan iklan beralih menjadi tayangan infotainment soal Dewi Perssik yang konon akan bercerai (lagi).</p>
<p>Ah, Mama Lauren, ternyata duniamu hanya selebar kotak kaca itu saja rupanya. Batal lah aku jadi followermu, bahkan di twitter sekalipun.</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=59&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2009/10/10/mama-lauren-kekaguman-di-kotak-kaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maryamah Karpov: Sekali ini Roman Picisan?</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/09/maryamah-karpov-sekali-ini-roman-picisan/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/09/maryamah-karpov-sekali-ini-roman-picisan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 01:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/09/maryamah-karpov-sekali-ini-roman-picisan/</guid>
		<description><![CDATA[Akankah Novel ini kembali inspiratif?
Andrea Hirata kembali lagi, setelah lama ditunggu dan mendahulukan edisi englishnya dirilis, novel ke-empat dari tetralogi Laskar Pelangi yang bertajuk &#8220;Maryamah Karpov &#8211; Mimpi-mimpi Lintang&#8221; akhirnya dihidangkan ke khalayak pembaca melalui peluncuran awal 28 November 2008. Mereka yang sudah dari awal &#8211; mungkin sejak pertamakali novel ini dipopulerkan oleh Andy F [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=26&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="maryamahkarpov.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/12/09/maryamah-karpov-sekali-ini-roman-picisan/maryamahkarpovjpg/" rel="attachment wp-att-504"><img title="maryamahkarpov.jpg" alt="maryamahkarpov.jpg" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/maryamahkarpov.jpg" align="right" /></a><strong>Akankah Novel ini kembali inspiratif?</strong><br />
Andrea Hirata kembali lagi, setelah lama ditunggu dan mendahulukan edisi englishnya dirilis, novel ke-empat dari tetralogi Laskar Pelangi yang bertajuk &#8220;Maryamah Karpov &#8211; Mimpi-mimpi Lintang&#8221; akhirnya dihidangkan ke khalayak pembaca melalui peluncuran awal 28 November 2008. Mereka yang sudah dari awal &#8211; mungkin sejak pertamakali novel ini dipopulerkan oleh Andy F Noya lewat tayangan talkshow kondangnya bertajuk Kick Andy &#8211; menggemari novel menggugah ini, atau yang mulai menggemari sejak filemnya tayang di seluruh Indonesia tentu sudah tak sabar melahap serial pamungkas setebal 518 halaman yang kabarnya dilunaskan Andrea Hirata hanya dalam sebulan saja. Setelah sempat membuat penggemarnya kelimpungan menanyakan tanggal terbitnya novel ke-empat ini, sambil menikmati film Laskar Pelangi garapan Riri Riza dan Mira Lesmana yang kemudian menjadi box office kedua setelah Ayat-ayat Cinta, akankah novel akhir dari tetralogi Laskar Pelangi ini menjadi klimaks dari tiga novel sebelumnya; Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor?</p>
<p>Para pembacanya tentu telah menyiapkan diri untuk kembali tergugah-bahkan kalau perlu terisak isak oleh sebuah memoar pengalaman hidup yang bisa dibilang sangat miskin fasilitas namun kemudian menyeruak menjadi sebuah pencapaian luar biasa. Tiga novel sebelumnya sungguh dipenuhi dengan cerita yang inspiratif dan mengundang kekaguman bagaimana seorang atau beberapa orang yang jauh dari deteksi kuadran keberhasilan namun kemudian diceritakan ternyata mampu mengorbit dengan sukses di salah satu koordinat cita-cita. Novel-novel sebelumnya memang meyakinkan pembacanya, bahwa bercita-cita tentu tak pantas dibilang bermuluk-muluk ria karena semuanya bisa tercapai adanya. Si tokoh Ikal yang menjejak sekolah formalnya di sebuah SD Muhammadiyah Gentong Belitong yang lebih pantas menjadi kandang kambing, akhirnya mampu melindapkan dirinya di bangku kuliah Universitas Sorbonne, bahkan sampai menjejak alam Siberia di Rusia hingga Kenya di Afrika Utara. Diantara mungkin ratusan juta penduduk Indonesia, baik yang miskin maupun yang kaya, hanya berbilang jari saja yang punya langkah kaki sejauh Ikal ini. Selain menebar virus inspiratif dari mimpi yang maujud, novel ini sejatinya juga membakar cemburu para petualang yang hanya mampu mendaki sebatas impian saja.</p>
<p><strong>Maryamah Karpov</strong> yang menjadi <em>main title</em> novel ini diambil dari nama Mak Cik Maryamah, pemilik Warung Kopi Usah Kau Kenang Lagi yang sebelumnya pernah menjadi tokoh di salah satu bab di novel kedua Andrea: Sang Pemimpi nya. Mak Cik Maryamah adalah penggemar catur yang nge-fans pada Anatoly Karpov, jawara catur asal Rusia. Pada setiap pelanggannya ia selalu merekomendasikan langkah pembuka Karpov sehingga, sebagaimana kebiasaan orang Belitong menyematkan nama kedua si pemilik nama dengan nama lain yang secara historis dan antropologis punya keterkaitan erat dengan si pemilik nama, maka diimbuhi lah nama Mak Cik Maryamah dengan nama Karpov &#8211; sang pecatur pujaannya itu. Perempuan muda yang lihai memainkan biola yang menjadi cover novel ke-empat nya ini kemungkinan adalah Nurmi, anak gadis Mak Cik Maryamah Karpov. Nurmi, kemudian menjadi guru biola Ikal dalam novel ini, ketika Ikal sedang penat-penatnya membangun perahu seorang diri. Perahu ini kemudian dinamakan <strong>Mimpi-Mimpi Lintang</strong>, dan menjadi <em>sub-title</em> dari novel ini. Perahu yang tingkat kesulitannya teramat tinggi dan mengundang decak kagum sang maestro pembuat perahu orang-orang bersarung (Bugis?) Mapangi, adalah titian utama dalam alur cerita di novel ini, yang padamulanya juga hanyalah sebuah mimpi yang musykil. Namun, bukan Andrea Hirata kalau tak mampu menyulap mimpi menjadi barang laku. Kisah percintaan dengan A Ling yang sebenarnya bisa dianggap sebagai musabab dibangunnya perahu asteroid bertubuh langsing ini, dan mungkin juga menjadi inspirasi novel ini keseluruhan muncul dalam tiga bab terakhir, mungkin muncul sebagai kesimpulan yang romantis.</p>
<blockquote><p><em>&#8230;.Sekarang aku sampai pada satu titik pemahaman bahwa seluruh lika-liku hidupku, untuk perempuan (A Ling) inilah aku telah dilahirkan. Jarak antara kedua matanya adalah bentangan titik zenit dan nadir ekspedidi hidupku. Di dalam kedua mata (A Ling) itu, petualanganku menempuh benua demi benua, menyeberangi samudera, mengarungi padang, dan melawan angintelah mencapai tujuannya (hal 498)</em>. </p>
</blockquote>
<p><span id="more-26"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>
<strong>Latar Perburuan A Ling dan Kembalinya Laskar Pelangi? Masih Hiperbola?</strong></p>
<p>A Ling &#8211; sang pujaan hati Ikal sejak masih sekolah di SD Muhammadiyah, yang diberitakan dalam novel pertama Laskar Pelangi pindah mukim ke ibukota Jakarta, secara tak terduga muncul kembali dalam konteks yang menurut saya sulit dicari hubungannya. Interpretasi saya dalam pembacaan novel pertama Laskar Pelangi adalah bahwa A Ling pindah ke ibukota Jakarta untuk meneruskan sekolah dan dengan demikian secara kelayakan hidup dia tentu mapan sentausa disana. Toko kelontong yang dimiliki ayahnya dan keberadaan keluarga lainnya tentu tak bisa dikatakan miskin dan jauh dari kecukupan dan karenanya perlu untuk menyeberang ke tanah Tumasek &#8211; Singapura untuk mencari hidup yang lebih layak. Namun demikianlah diterangkan dalam novel ke-empat ini, bahwa berawal dari penemuan beberapa mayat bertato kupu-kupu yang ditengarai sebagai penanda keluarga A Ling ditemukan secara gempar di pesisir Belitong. Ikal kemudian gempar pula hatinya dan ramai menghubung-hubungkan tato penanda ini dengan keberadaan A Ling yang pernah dicarinya hingga ke Afrika Tengah. Sempat terbersit pertanyaan di kepala saya, mengapa di novel Sang Pemimpi, Andrea tidak memasukkan sub judul pencarian A Ling di Jakarta ketika ia sedang jadi pegawai jawatan pos atau kuliah di Bogor? Bukankah di saat yang sama A Ling tentu berada disana? Tapi itulah, kita kembali diajak untuk mengemas komoditi bernama mimpi ini dan menelusuri bagaimana Ikal secara luar biasa mewujudkannya dengan tingkat paripurna, dan menemukan utuh tubuh A Ling di salah satu pulau di antero kepulauan Batuan, tempat Tambok dan para lanun berkuasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada suatu penggalan kisah, ketika Ikal hampir putus asa dirundung bayangan kesulitan untuk menemukan cara bagaimana membuat perahu yang tangguh untuk diarungi menuju pulau Batuan &#8211; tempat yang dijadikan Ikal sebagai tersangka utama penyekap A LIng dan keluarganya, tiba-tiba pembaca dikejutkan atau malah dihibur dengan pemunculan kembali anggota-anggota Laskar Pelangi secara utuh, mulai dari Lintang, A Kiong, Kucai, Samson, Harun, Sahara, Flo hingga kemudian Mahar. Pembaca kemudian disuguhkan nostalgia kembali pada novel pertama ketika para bekas Laskar Pelangi napak tilas ke sekolah reot mereka sambil meraba-raba momen indah yang pernah mereka ukir di sana. Dalam cerita selanjutnya, hanya Lintang dan Mahar yang selang seling atau bersamaan muncul menemani Ikal, tentu saja tidak tertinggalkan beberapa cerita hiperbolik tentang ide atau gagasan mereka; bagaimana Lintang menghitung secara presisi hingga milimeter cara membuat perahu yang linggar namun tangguh, plus hitungan mekanis cara mengangkat bangkai perahu kuno di dasar sungai Linggang bisa mengundang decak kagum kita semua. Belum lagi seorang Mahar yang kali ini tidak ditampakkan sebagai seorang seniman tari atau musik, tapi seorang dukun muda dengan kemampuan supranatural yang mumpuni, mampu mengimbangi kedigdayaan Tuk Bayan Tula dan Dayang Kaw. Memang, menurut pengakuan dan keyakinan Andrea Hirata, <em>Hiperbola adalah elemen dalam teknis penulisan nonfiksi&#8221;.</em> Meski dalam banyak kesempatan, ia menyebutkan bahwa novel ini, terutama novel pertama nya adalah seumpama memoar masa kecilnya. Hiperbola dan sebuah memoar, pantaskah keduanya bersanding di pelaminan yang sama?</p>
<p><strong>Memoar (?) atau Roman Asmara?</strong><br />
Ada tiga kisah asmara yang dilunaskan dalam novel ini. Pertama, tanpa latar belakang yang pasti dan kisah yang rumit, Arai berhasil meminang sang perempuan yang acapkali membuat Arai bersaraf tegang, Zakiah Nurmala Binti Berahim Metarum. Zakiah kemudian dibawa oleh Arai ke Colchester, Inggris untuk meneruskan studinya yang sempat terhenti akibat asma akut yang diderita Arai sebagaimana diceritakan di novel ketiga Edensor. Selepas itu kisah Arai lindap sampai akhir cerita. Kisah asmara kedua adalah Mahar. Meski tak diakhiri dengan pernikahan, tapi akhirnya Mahar berhasil menemukan pujaan hatinya. Bukan Flo, sekondangnya dalam Societet de Lampai, perkumpulan para penggemar klenik, tapi seorang gadis belasan bernama Maura, adik kandung tokoh lanun klasik bermana Dayang Kaw yang menguasai kepulauan Karimata. Kisah ketiga dan pamungkas adalah kisah asmara Ikal sendiri bersama A Ling. Kisah awal proses pencarian A Ling di novel ini jauh lebih heroik dan menguras banyak halaman dimulai semenjak bagaimana Ikal menguras tenaga untuk membuat perahu dengan tenggat waktu sebelum Angin Musim Barat tiba, sampai kemudian perundingan alot dengan Tuk Bayan Tula dan Dayang Kaw hingga diakhiri dengan sangat jenaka. Namun, antiklimaks terjadi ketika ia menemukan A Ling di pulau terakhir Batuan tanpa banyak kesulitan &#8211; A Ling teronggok sakit di salah satu sudut rumah yang sangat mengenaskan. Tidak ada perlawanan, tidak ada friksi, tidak ada greget kecuali dua-tiga paragraf soal perasaan Ikal yang remuk redam menemukan pujaan hatinya itu.</p>
<p>Lanjutan kisah cinta Ikal dan A Ling kemudian diendapkan hingga akhir cerita. Cerita selanjutanya kembali dirangkai dengan kelucuan-kelucuan khas Melayu. Dari panggilan jenaka para penunggu Warung Kopi Usah Kau Kenang Lagi, hingga kisah dokter gigi Diaz dan ketua Karman yang digambarkan tipe pemimpin berkemauan keras namun sangat mulia hatinya. Kisah gigi Ikal yang sakit pun sedikit membuat tanda tanya besar di kepala kita, bagaimana sosok Ikal yang sudah <em>well-educated</em> hingga menyelesaikan kuliah di Sorbonne Prancis itu masih sangat traumatik dengan persoalan klinis. Ia sampai mesti dibujuk berpuluh-puluh kali oleh Ketua Karman untuk berobat di klinik gigi binaan dokter cantik Budi Ardiaz anak pengusaha nasional kaya raya Hendrawan Tanuwijaya yang hingga berbilang tahun tak kunjung mendapat pasien karena adagium keengganan masyarakat Belitong membuka mulut kepada perempuan yang bukan muhrimnya. Tapi soal Ikal bukanlah soal muhrim, tapi soal trauma terhadap segala hal berbau medis karena pengalaman khitannya yang dilalui dengan sangat traumatik. Namun Ikal sekali lagi luluh oleh rayuan pujaan hati, A Ling. Dan melayanglah gigi geraham bungsu itu di tangan sang dokter muda itu melalui pergulatan fisik yang menghebohkan.</p>
<p>Akhir kisah, kita mungkin akan dibelai oleh tiga bab soal percintaan yang romantis. Dan Andrea Hirata menyuguhkan itu dengan bagus, namun terkesan terlalu dilebih-lebihkan semisal roman picisan. Sayangnya, akhir kisahnya tidaklah generik semisal percintaan di filem India atau sinetron Indonesia umumnya. Andrea mengakhirkannya dengan sebuah pemberontakan. Bapak yang selalu diagung-agungkan sebagai Ayah juara satu seluruh dunia itu, kemudian hanya dengan satu isyarat saja mengendapkan hasrat seorang Ikal, dan mengakhirkan cerita sang pemuda berwajah dangdut ini dengan sebuah kekecewaan, juga sebuah pemberontakan. Tetralogi Laskar Pelangi yang di tiga novel awalnya begitu menginspirasi, sayang sekali kemudian diakhiri dengan ironi yang jauh dari sebuah cerita inspiratif, bahkan mungkin terkesan biasa-biasa saja. Sayangnya lagi, Andrea Hirata diberitakan telah menamatkan (untuk sementara) aktifitasnya sebagai penulis novel dengan terbitnya Maryamah Karpov ini, jadi kita tak mungkin lagi menemukan kelanjutan &#8216;pemberontakan&#8217; ini. <em>Who knows?</em></p>
<p>Kami di Makassar tentu sudah paham, akhir cerita romansa ini pasti akan diakhiri dengan sebuah ironi berbuah pemberontakan anak terhadap orang tua yang dihormatinya, <strong><em>silariang</em></strong>. Menginspirasikah memoar atau novel ini? Silahkan Anda merenung-renungkannya. Kalau bagi saya sih, mungkin sama saja dengan novel romans yang lain kecuali banyak sisipan kelucuan khas Melayu yang lumayan mengocok perut.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=26&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/09/maryamah-karpov-sekali-ini-roman-picisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/maryamahkarpov.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">maryamahkarpov.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Me, a Father!</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/05/me-a-father/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/05/me-a-father/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 01:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/05/me-a-father/</guid>
		<description><![CDATA[


By time being, i just realized that it has been years now my Mahdi and Maipa grew up under my eyes. Grew up together as well as me as their parents, trying to be the better one for them. There were so many amazing moments captured in my mind while seeing their began to walk, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=27&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="mahdi.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/05/me-a-father/mahdijpg/" rel="attachment wp-att-501"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="mahdi.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/05/me-a-father/mahdijpg/" rel="attachment wp-att-501"><img alt="mahdi.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/mahdi.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p>By time being, i just realized that it has been years now my Mahdi and Maipa grew up under my eyes. Grew up together as well as me as their parents, trying to be the better one for them. There were so many amazing moments captured in my mind while seeing their began to walk, touch and reach, and especially the words. Many unpredictable and suprisefull words speak out from their small lips and always make me smile, even laugh but evenmore trying to learn anything from it. Make me so thankful to the God who has given me a time and chance to be their beloved parents.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a title="maipa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/05/me-a-father/maipajpg-2/" rel="attachment wp-att-502"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="maipa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/05/me-a-father/maipajpg-2/" rel="attachment wp-att-502"><img alt="maipa.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/maipa.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p>I always try to make their eyes as my eyes, seeing and thinking through the world by the way they think and see. Never prejudice them by and as what we did, as old man with complicated and even absurd standard. They are growing with their own world, and obviously a world with a totally different with what we had. Especially on how to manage and explore the new environment those appears time by time. We can led them by introducing what we did, but surely it will only became no more just a reference for them. They have their own world!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>A thing that make me so happy being a human is when they happily recognize me as one of the best thing in the world, me a father! <a title="bertiga-cinta.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/12/05/me-a-father/bertiga-cintajpg/" rel="attachment wp-att-503"><br /></a></p>
<p style="text-align:center;"><img alt="bertiga-cinta.jpg" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/bertiga-cinta.jpg" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=27&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/05/me-a-father/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/mahdi.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">mahdi.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/maipa.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">maipa.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/bertiga-cinta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bertiga-cinta.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ole-ole dari Parongpong Lembang</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 02:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/</guid>
		<description><![CDATA[Diantara jeda acara AwayDay2008 kantor &#8211; 28-29 Nopember 2008, sempet jepret sana jepret sini. Lokasi: Kawasan Parongpong, Villa Air dan sekitarnya, Lembang Bandung.





dibalik siraman cahaya mentari pagi, foto by Amrullah








foto: bandung nun jauh di balik bukit yang terhalang rimbunan villa mahal








Foto: Vila rupawan nan mahal, teganya dikau menghalangi gunung jelita di belakangmu?

&#160;






foto: jejeran pinus yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=28&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Diantara jeda acara AwayDay2008 kantor &#8211; 28-29 Nopember 2008, sempet jepret sana jepret sini. Lokasi: Kawasan Parongpong, Villa Air dan sekitarnya, Lembang Bandung.</p>
<p><a title="dibalik-siraman-mentari.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/dibalik-siraman-mentarijpg/" rel="attachment wp-att-489"></a></p>
<p align="center"><a title="dibalik-siraman-mentari.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/dibalik-siraman-mentarijpg/" rel="attachment wp-att-489"></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><a title="dibalik-siraman-mentari.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/dibalik-siraman-mentarijpg/" rel="attachment wp-att-489"><img alt="dibalik-siraman-mentari.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/dibalik-siraman-mentari.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>dibalik siraman cahaya mentari pagi, foto by Amrullah</em></p>
<p></p>
<p align="center">
<p>
<a title="bandung-nun-jauh.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/bandung-nun-jauhjpg/" rel="attachment wp-att-490"></a></p>
<p align="center"><a title="bandung-nun-jauh.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/bandung-nun-jauhjpg/" rel="attachment wp-att-490"></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><a title="bandung-nun-jauh.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/bandung-nun-jauhjpg/" rel="attachment wp-att-490"><img alt="bandung-nun-jauh.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/bandung-nun-jauh.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>foto: bandung nun jauh di balik bukit yang terhalang rimbunan villa mahal</em></p>
<p></p>
<p align="center">
<p>
<a title="terhalang-villa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/terhalang-villajpg/" rel="attachment wp-att-492"></a></p>
<p align="center"><a title="terhalang-villa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/terhalang-villajpg/" rel="attachment wp-att-492"></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><a title="terhalang-villa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/terhalang-villajpg/" rel="attachment wp-att-492"><img alt="terhalang-villa.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/terhalang-villa.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>Foto: Vila rupawan nan mahal, teganya dikau menghalangi gunung jelita di belakangmu?</em></p>
<p><span id="more-28"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>
<a title="gunung.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/gunungjpg/" rel="attachment wp-att-491"></a></p>
<p align="center"><a title="gunung.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/gunungjpg/" rel="attachment wp-att-491"></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><a title="gunung.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/gunungjpg/" rel="attachment wp-att-491"><img alt="gunung.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/gunung.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>foto: jejeran pinus yang tak lagi betah diserempet vila-vila mahal nan rupawan</em></p>
<p></p>
<p align="center">
<p>
<a title="minimalis-nan-jelita.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/minimalis-nan-jelitajpg/" rel="attachment wp-att-493"></a></p>
<p align="center"><a title="minimalis-nan-jelita.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/minimalis-nan-jelitajpg/" rel="attachment wp-att-493"></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><a title="minimalis-nan-jelita.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/minimalis-nan-jelitajpg/" rel="attachment wp-att-493"><img alt="minimalis-nan-jelita.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/minimalis-nan-jelita.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>foto: rumah minimalis nan indah mempesona, kalo punya rumah gini apa yah yang daku lakukan saban hari selain menyepi saja?</em></p>
<p></p>
<p align="center">
<p></p>
<p align="center">Â <a title="laskar-ilalang.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/laskar-ilalangjpg/" rel="attachment wp-att-494"></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><a title="laskar-ilalang.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/laskar-ilalangjpg/" rel="attachment wp-att-494"><img alt="laskar-ilalang.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/laskar-ilalang.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>Foto: Bersama teman-teman kantor (Putu, Amrullah, Bu Lies, Winta, Elsa, Saya): laskar pelangi wanna be, but surely be laskar ilalang. Foto by Tuhfat</em></p>
<p></p>
<p align="center">
<p>
<a title="laskar-ilalang-lagi.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/laskar-ilalang-lagijpg/" rel="attachment wp-att-495"></a></p>
<p align="center"><a title="laskar-ilalang-lagi.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/laskar-ilalang-lagijpg/" rel="attachment wp-att-495"></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><a title="laskar-ilalang-lagi.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/laskar-ilalang-lagijpg/" rel="attachment wp-att-495"><img alt="laskar-ilalang-lagi.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/laskar-ilalang-lagi.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>Another one, laskar ilalang. Foto by Tuhfat</em></p>
<p></p>
<p align="center">
<p>
<a title="villa-air-by-elsa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/villa-air-by-elsajpg/" rel="attachment wp-att-496"></a></p>
<p align="center"><a title="villa-air-by-elsa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/villa-air-by-elsajpg/" rel="attachment wp-att-496"></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><a title="villa-air-by-elsa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/villa-air-by-elsajpg/" rel="attachment wp-att-496"><img alt="villa-air-by-elsa.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/villa-air-by-elsa.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>Villa Air, Parongpong Lembang. Foto by Elsa.</em></p>
<p></p>
<p align="center">
<p></p>
<p align="center">episode tangkubanperahu; amuk sang oediphus</p>
<p></p>
<p align="center">Â <a title="kawah-tangkubanperahu.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/kawah-tangkubanperahujpg/" rel="attachment wp-att-497"><img alt="kawah-tangkubanperahu.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/kawah-tangkubanperahu.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center">Â <a title="berlatar-amuk-sangkuriang.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/berlatar-amuk-sangkuriangjpg/" rel="attachment wp-att-498"><img alt="berlatar-amuk-sangkuriang.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/berlatar-amuk-sangkuriang.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center">Â <a title="smile-with-ustad-rudy.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/smile-with-ustad-rudyjpg/" rel="attachment wp-att-499"><img alt="smile-with-ustad-rudy.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/smile-with-ustad-rudy.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p>Selesai</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=28&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/02/ole-ole-dari-parongpong-lembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/dibalik-siraman-mentari.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">dibalik-siraman-mentari.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/bandung-nun-jauh.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">bandung-nun-jauh.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/terhalang-villa.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">terhalang-villa.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/gunung.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">gunung.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/minimalis-nan-jelita.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">minimalis-nan-jelita.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/laskar-ilalang.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">laskar-ilalang.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/laskar-ilalang-lagi.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">laskar-ilalang-lagi.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/villa-air-by-elsa.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">villa-air-by-elsa.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/kawah-tangkubanperahu.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">kawah-tangkubanperahu.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/berlatar-amuk-sangkuriang.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">berlatar-amuk-sangkuriang.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/smile-with-ustad-rudy.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">smile-with-ustad-rudy.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sesuatu yang berwujud sepah, tidak usah dijilat lagi!</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/01/sesuatu-yang-berwujud-sepah-tidak-usah-dijilat-lagi/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/01/sesuatu-yang-berwujud-sepah-tidak-usah-dijilat-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 03:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[percikrenungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/01/sesuatu-yang-berwujud-sepah-tidak-usah-dijilat-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[


Memaafkan adalah proyeksi sebuah kebesaran jiwa untuk menerima kekhilafan dan sekaligus untuk menghapuskan kekecewaan yang pernah membekas. Adalah suatu cerminan kemuliaan sekiranya sebagai bangsa kita kemudian menjadikan kesalahan masa lalu, baik yang tercatat dengan baiknya di buku sejarah, ataupun yang tidak bisa terjejak karena &#8216;lupa berjamaah&#8217; yang diidap oleh para punggawa keadilan bangsa ini. Mari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=29&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="logo-pks.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/12/01/sesuatu-yang-berwujud-sepah-tidak-usah-dijilat-lagi/logo-pksjpg/" rel="attachment wp-att-485"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="logo-pks.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/12/01/sesuatu-yang-berwujud-sepah-tidak-usah-dijilat-lagi/logo-pksjpg/" rel="attachment wp-att-485"><img alt="logo-pks.jpg" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/logo-pks.jpg" /></a></p>
<p></p>
<p>Memaafkan adalah proyeksi sebuah kebesaran jiwa untuk menerima kekhilafan dan sekaligus untuk menghapuskan kekecewaan yang pernah membekas. Adalah suatu cerminan kemuliaan sekiranya sebagai bangsa kita kemudian menjadikan kesalahan masa lalu, baik yang tercatat dengan baiknya di buku sejarah, ataupun yang tidak bisa terjejak karena &#8216;lupa berjamaah&#8217; yang diidap oleh para punggawa keadilan bangsa ini. Mari memaafkan semuanya, terutama yang telah berpulang. Adapun utang piutang, mesti diselesaikan dengan tuntas untuk tidak merepotkan sang pengukir sejarah di alam sana. Ahli warisnya mesti legowo menerima beban moral dan materiil yang terutang, dan para punggawa keadilan mesti tegas untuk mengusut sampai uang sekepeng pun. Keadilan bukanlah persoalan orang perorang, tapi punya magnitude luas dan berada pada kuadran sejarah yang panjang. Nasib cucu kita, adalah derivatif dari laku sejarah yang kita torehkan pada kitab perjalanan bangsa ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mungkin tulisan ini teramat terlambat, tapi saya merasa mesti menuliskan. Terutama untuk saya pribadi agar tidak tercengkeram oleh penyakit lupa sejarah juga. Saya termasuk yang masygul ketika partai politik kebanggaan saya, yang saya anggat the best among the worst begitu antusiasnya mem-perkenalkan mendiang presiden Soeharto sebagai sosok guru bangsa, dan secara tersirat menganggapnya pahlawan bagi negeri ini.</p>
<p><a title="soeharto.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/12/01/sesuatu-yang-berwujud-sepah-tidak-usah-dijilat-lagi/soehartojpg/" rel="attachment wp-att-487"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="soeharto.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/12/01/sesuatu-yang-berwujud-sepah-tidak-usah-dijilat-lagi/soehartojpg/" rel="attachment wp-att-487"><img alt="soeharto.jpg" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/soeharto.jpg" /></a></p>
<p></p>
<p>Dalam banyak pemberitaan, terutama oleh Tempo, PKS cukup getol mengkampanyekan penokohan Pak Harto sebagai figur yang dianggap &#8216;pantas&#8217; dijadikan panutan generasi ini. Di iklan yang banyak menuai protes, PKS konsisten dengan sikapnya: tidak hanya memaafkan, tapi juga menonjolkan. Di sebuah acara partai dalam kaitannya dengan hari pahlawan, PKS mengundang salah satu anak mendiang presiden Soeharto untuk menyampaikan beberapa patah dua kata. Meski issue yang terdengar ke khalayak bahwa soal ini sempat memicu konflik internal partai, namun yang mengemuka di media nasional bahwa partai yang berslogan; bersih, peduli dan profesional ini tetap saja keukeuh dalam kontroversi ini.</p>
<p><span id="more-29"></span>
<p>Semua setuju, sebagaimana awal tulisan saya ini, bahwa memaafkan kesalahan Pak Harto mulia adanya. Itu adalah cerminan kebesaran jiwa kita sebagai bangsa yang berbudi pekerti luhur, plus religius. Semoga maaf (sebahagian) kita ini melempangkan jalan beliau di hadapanNya. Namun menjadikan beliau sebagai guru bangsa, yang berarti sosok panutan buat generasi kini dan mendatang adalah sebuah sikap yang membingungkan. Tarohlah beliau punya setumpuk jasa untuk negeri ini, yang mungkin setumpuk itu sempat hinggap di perjalanan kemanusiaan kita hingga kita bisa menikmati apa yang kita miliki sekarang. Tapi jangan lupa, bahwa sebegitu banyak cacat sejarah yang pernah juga beliau torehkan, dan tidak hanya satu dua saja yang menjadi korban kebijakan beliau, tapi SATU GENERASI, SATU PERIODE SEJARAH bangsa kita. Mulai dari kontroversi G 30 S/PKI yang menorehkan luka mendalam untuk para keluarga korban keganasan pembersihan PKI, keluarga Presiden Soekarno, Tanjung Priok, Lampung, Timor-Timur, Aceh, hingga peritiwa kerusuhan Mei 1998. Belum lagi soal warisan kebejatan moral berupa korupsi yang kemudian inheren dan menohok menjadi darah daging budaya kita. LUAR BIASA! Pantaskah kita mengambil beliau sebagia panutan?</p>
<p>Tidak ada bukti atas semua itu? Tidak usahlah berpolemik ria dan beradu tegang urat leher, cukup menyaksikan diri kita sendiri. Seberapa jahat stigma kita terhadap orang2 yang dituduh PKI, aliran sesat, dan sebagainya. Seberapa tak kreatifnya kita ketika menghadapi suatu masalah yang sebenarnya cukup sederhana, namun pola pikir kita sudah sedemikian stagnan nya sehingga tak mampu keluar dari bingkai. Ketika anak-anak di belahan dunia lain aktif menggambar pesawat yang terbang tinggi plus modifikasi sayap yang luar biasa, kita malah hanya punya gambaran dua gunung berbentuk segitiga dengan jalan yang membelah keduanya. Di sisi kirinya terbentang petak2 sawah yang seragam, di sisi kirinya ada rumah dengan satu jendela dan pohon kelapa di belakangnya. Diatas gunung ada dua atau tiga burung berbentuk huruf &#8220;W&#8221; dan awan yang berbentuk gumpalan sahaja. Belum lagi ketika kita menganggap hal yang sangat lumrah soal pelicin masuk sekolah, atau mengurus KTP dan SIM. Dan inilah kita, buah karya sang guru bangsa.</p>
<p>Indonesia seharusnya bukan terdiri dari sekumpulan bangsa pelupa yang tidak punya semangat kebangsaan yang tinggi. Kita punya Hatta, Syahrir, Natsir, Agus Salim, dan beberapa tokoh yang benar mengabdikan hidupnya hanya untuk perjuangan bangsa ini, atau tokoh terkini yang sangat pantas di&#8217;guru&#8217;kan semisal Baharuddin Lopa, Munir. Mereka tidak punya cacat sejarah sehingga kepahlawanan mereka melintas di jalur tol kebanggan kita sebagai bangsa. Mereka jauh lebih layak dijadikan pahlawan bangsa. Kalau tujuan nya adalah menjaring massa, maka justru guru bangsa yang bersih lah yang akan membantu partai menggiring suara dalam pemilu nanti. Kecuali kalau memang penyakit lupa sejarah bangsa ini sudah sedemikian kronisnya, yang saya yakin PKS tentu tak berharap demikian. Karenanya, adalah tidak pantas partai yang mengaku bersih dan peduli ini justru menanggalkan dua pokok penting ini dalam menilai sosok tertentu dan menjadikannya guru bangsa.</p>
<p>PKS, cobalah dewasa dalam mendidik masyarakat. Jangan sepah yang dijilat kembali. Tak elok mengecewakan banyak (calon) pemilihmu.</p>
<p>Foto atas diunduh dari <a href="http://papabonbon.wordpress.com" target="_blank">sini</a> dan <a href="http://images.google.com/imgres?imgurl=http://www.theage.com.au/ffximage/2008/01/12/mbs_soeharto4_gallery__563x400.jpg&amp;imgrefurl=http://www.theage.com.au/photogallery/2008/01/12/1199988601654.html&amp;usg=__Hg0_R0LhIHRRJrRrRwKoZCncsIk=&amp;h=400&amp;w=563&amp;sz=43&amp;hl=en&amp;start=15&amp;sig2=8y6QMq9zSbTBGU18CtnR0Q&amp;um=1&amp;tbnid=ovNQz5bshqvjeM:&amp;tbnh=94&amp;tbnw=133&amp;ei=IbczSeClLYWSswLewYS6CQ&amp;prev=/images%3Fq%3Dsoeharto%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DG" target="_blank">sini</a>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=29&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2008/12/01/sesuatu-yang-berwujud-sepah-tidak-usah-dijilat-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/logo-pks.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-pks.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/12/soeharto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soeharto.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PestaBlogger2008: Garing sih &#8230;..</title>
		<link>http://daengrusle.wordpress.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih/</link>
		<comments>http://daengrusle.wordpress.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 03:17:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.wordpress.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih/</guid>
		<description><![CDATA[


Pesta Blogger 2008
kemaren adalah &#8216;pesta&#8217; pertama yang saya ikuti. Pesta tahun lalu saya gak bisa hadir berhubung keterbatasan geografis (dan finansial), karena waktu itu masih menetap di Balikpapan. Nah, tahun ini saya punya kesempatan dan waktu untuk menghadiri pesta ke-dua ini yang dilaksanakan di Auditorium BPPT Sudirman.
&#160;
Setelah janjian dan saling nunggu dgn rekan2 dari Komunitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=30&subd=daengrusle&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="22112008109.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/22112008109jpg/" rel="attachment wp-att-468"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="22112008109.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/22112008109jpg/" rel="attachment wp-att-468"><img alt="22112008109.jpg" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/22112008109.jpg" /></a></p>
<p>
<a href="http://pestablogger.com" target="_blank">Pesta Blogger 2008</a></p>
<p>kemaren adalah &#8216;pesta&#8217; pertama yang saya ikuti. Pesta tahun lalu saya gak bisa hadir berhubung keterbatasan geografis (dan finansial), karena waktu itu masih menetap di Balikpapan. Nah, tahun ini saya punya kesempatan dan waktu untuk menghadiri pesta ke-dua ini yang dilaksanakan di Auditorium BPPT Sudirman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah janjian dan saling nunggu dgn rekan2 dari <a href="http://angingmammiri.org" target="_blank">Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri</a> di Sarinah Thamrin, n sempat nyarap dulu di salah satu fast food sono. Kami kemudian japruts (baca; jalan kaki) menuju BPPT; <a href="http://i-rara.com" target="_blank">Rara</a>, pak RT, <a href="http://rusdianto.net" target="_blank">Anto</a>, <a href="http://www.tee-za.net" target="_blank">Teeza</a>, Chaliq, Fadhlan(?), pak <a href="http://khalidmustafa.info" target="_blank">Khalid Mustafa</a>, adeknya pak Khalid, Irwinday. Bapak Kepala Genk: <a href="http://hasant.wordpress.com" target="_blank">Hasanuddint</a> rupanya sudah berada di TKP, dan estimasi kami meleset, kami yang lebih telat.</p>
<p>Tiba di TKP, rupanya sudah ramai orang2 pada antri untuk ngedaftar. Di pintu nya sudah banyak blogger2 yang nampang, foto2, atau nyebar quesioner buat doorprize.Saya gak perlu daftar lagi, soale termasuk perwakilan dari <a href="http://angingmammiri.org" target="_blank">AngingMammiri</a> yang kebetulan dapat green card lima blogger untuk jadi wakil resmi. Di pintu masuk ketemu blogger2 terkenal; <a href="http://enda.goblogmedia.com" target="_blank">Enda Nasution</a>, <a href="http://budiputra.com" target="_blank">Budi Putra</a>, dan <a href="http://daengbattala.com" target="_blank">Daeng Battala</a>. Di situ juga kemudian bergabung Bapak Kepala Genk, Hasanuddin yang ikhlas menunggu dan membagikan goddie bag gretongan kami, ada juga Mamie dan temennya, ada Daeng Marowa, Daeng Sukri, Daeng Ngitung. Sempat anak-anak AM-ers ini bernarsis ria dengan para seleblog he2.</p>
<p><a title="with-enda-dan-arul.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/with-enda-dan-aruljpg/" rel="attachment wp-att-472"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="with-enda-dan-arul.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/with-enda-dan-aruljpg/" rel="attachment wp-att-472"><img alt="with-enda-dan-arul.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/with-enda-dan-arul.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://mamie-lily.com" target="_blank">mamie</a>, saya, <a href="http://enda.goblogmedia.com" target="_blank">enda</a>, <a href="http://daengbattala.com" target="_blank">amriltg</a>, eko, <a href="http://asruldinazis.wordpress.com" target="_blank">arul</a></em></p>
<p></p>
<p>Di pintu masuk saya juga sempet ketemu Andrian, yang tempo hari menyelenggarakan IBC2007 (Inspired Blog Competition), kebetulan beberapa tulisan saya lolos di ajang itu. Rencananya kumpulan postingan yang katanya menginspirasi itu akan diterbitkan dalam bentuk buku, dan kebetulan tulisan saya yang bertajuk &#8220;Menulislah dan Anda Abadi&#8221; ditaruh sebagai halaman pembuka, pengantar buku itu. Nah, saya sempat menanyakan status penerbitan buku itu yang dijawab Ardian bahwa buku nya terkendala soal penerbit. Belum ada penerbit yang cocok untuk dijadikan kendaraan. Saya bilang, bukannya sekarang banyak tuh penerbit yang gampang menerbitkan buku semacam Grasindo dan lainnya, sebagaimana yang AM lakukan sebelumnya, Apalagi jenis buku nya lumayan bagus: Inspired Blog! Tapi anyway, saya sempet diberikan e-book atau draft buku tersebut. Bangganya!Setelah merasa capai di pintu masuk, kami kemudian memutuskan masuk saja ke hall nya. Anak-anak AM-ers memilih untuk menempati balkon yang memang tidak begitu penuh. Sorak-sorai temen2 AM-er kelihatannya paling gemuruh, manakala MC (Panji) atau ketua panitia Ndorokakung menyebut komunitas AM atau ketika mengundang wakil AM menjadi panelis diskusi: Daeng Battala. Ha2, dasar udik&#8230;hehe, udik tapi keren boss&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a title="22112008110.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/22112008110jpg/" rel="attachment wp-att-469"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="22112008110.jpg" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/22112008110jpg/" rel="attachment wp-att-469"><img alt="22112008110.jpg" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/22112008110.jpg" /></a></p>
<p></p>
<p>Sebenarnya jalannya acara awal di hall terkesan garing, kurang greget dan membosankan. Banyak peserta yang kemudian tidak begitu fokus mengarahkan perhatiannya ke panggung yang notabene diisi oleh orang2 yang berkompeten di bidangnya. Tapi karena flow dan diskusi dikemas kurang menarik ya jadinya bikin peserta terkesan bosen. Tapi ada juga acara yang cukup meriah dan menarik atensi semua peserta pesta, yakni penganugerahan penghargaan komunitas. Most Promising (atau Promoting?) Community jatuh ke <a href="http://baliblogger.org/" target="_blank">Bali Blogger Community</a> yang waktu itu perwakilannya hanya tiga orang. Di bidang lain ada penganugerahan Blogging for Society Award yang jatuh ke Komunitas Blogger Yogya: <a href="http://cahandong.org/" target="_blank">Cah Andong</a>. Hadiahnya berupa uang pembinaan 10 juta rupiah dari Oxfam, piagam, seperangkat komputer dari HP.</p>
<p><span id="more-30"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><a title="berempat.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/berempatjpg/" rel="attachment wp-att-474"><img alt="berempat.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/berempat.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em><a href="http://rusdianto.net" target="_blank">anto</a>, dg ngitung, me, daeng rhiry</em></p>
<p></p>
<p>Apa ya kriteria penganugerahan penghargaan komunitas itu? Terutama yang jenis Blogging for Society Award. Kalau ukurannya adalah intensitas aktivitas komunitas dalam melakukan event, termasuk event amal dan edu-social activity kelihatannya AngingMammiri adalah yang paling aktif. Tapi anyway, tidak apa-apa. Mungkin ada kriteria tertentu yang sangat special sampai <a href="http://cahandong.org/" target="_blank">CahAndong</a> yang katanya lebih banyak kumpul2 senang2 dan makan2 itu bisa memenangkan award ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa gossip berhembus kalo ada muatan &#8220;conflict of interest&#8221; dalam penganugerahan ini, tapi be positive thinking aja. Untuk ke depannya, menurut usul <a href="http://asruldinazis.wordpress.com" target="_blank">daeng Arul</a>, mestinya PB ini diselenggarakan oleh komunitas blogger daerah saja biar kesannya lebih meng-Indonesia tanpa menghilangkan identitas lokal yang lagi marak! Tp buat saya, pestablogger mesti emang meriah untuk semua, bukan untuk salah satu komunitas saja!</p>
<p>Ada juga acara live event musik yang keren banget yang dibawakan oleh group band yang kebetulan sedang mengadakan promo album amal untuk penderita tuna netra. Saya sempat membeli CD nya, lumayan keren..</p>
<p><a title="band-utk-tunanetra.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/band-utk-tunanetrajpg/" rel="attachment wp-att-475"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="band-utk-tunanetra.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/band-utk-tunanetrajpg/" rel="attachment wp-att-475"><img alt="band-utk-tunanetra.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/band-utk-tunanetra.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p align="center"><em>Â band indie yg show amal utk penderita tunanetra- jualan CD musikalisasi puisi</em></p>
<p>
<strong>Break Out Session: Keren</strong></p>
<p>Nah, setelah acara Hall yang berlangsung dari jam 10.00 sampai jam 12.00, kemudian dilakukan acara Break Out Session. Acara yang diselenggarakan setelah makan siang ini dibagi-bagi menjadi beberapa sesi menurut minat atau tema yang mungkin menarik buat para Blogger.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, di sesi ini saya memilih Photoblogger! bareng temen2 lain: Antok, Daeng Ngitung (yang sempet ngasih pelajaran praktis soal motret pake DSLR), dan daeng Sukri. Great one, kebetulan di samping kami ada juga Mas Doy asal Pontianak, yang rupanya adalah penekun dunia photograper juga. Doy sempet men-share beberapa foto hasil bidikan dan kreasi nya melalui PS.</p>
<p>Sebenarnya di awal kurang greget karena terkesan hanya jadi ajang jualan produk Ca**n doang, dan memang kelihatannya kurang mendapat atensi peserta kecuali pembicaranya saja he2. Tapi rupanya hanya berlangsung singkat, sesi selanjutnya adalah pemaparan cara dan teknik fotografi oleh tiga fotografer kawakan: <a href="http://jerryaurum.wordpress.com" target="_blank">Jerry Aurum</a>, <a href="http://kristupa.kompasiana.com" target="_blank">Kristupa Saragih</a> &#8211; pendiri dan admin FN fotografer.net, dan Oscar &#8211; kurator foto. Luar biasa! Sesi ini yang bikin saya gak nyesel ikut berpesta, he2. Kebetulan juga si Kristupa ini masih temen sekampus saya dulu di jurusan geologi UGM, yang rupanya masih inget juga sama saya. Di akhir acara saya sempet berfoto2 bareng Kristupa dan Oscar. Setelah acara break out session ini, saya pulang. Saya gak ikut acara penarikan door prize (emang ada?), secara kesan pertama di acara Hall sudah tidak begitu menarik.</p>
<p><a title="oscar-me-and-kristupa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/oscar-me-and-kristupajpg/" rel="attachment wp-att-473"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="oscar-me-and-kristupa.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/oscar-me-and-kristupajpg/" rel="attachment wp-att-473"><img alt="oscar-me-and-kristupa.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/oscar-me-and-kristupa.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p style="text-align:center;"><em>oscar, me, <a href="http://kristupa.kompasiana.com" target="_blank">kristupa</a></em></p>
<p>
<strong>Nyasar di Kopdar Blogor</strong></p>
<p>Di perjalanan pulang, saya menumpang bus dari Komdak ke Cibinong. Sebelum tiba di terminal Cibinong, saya memilih turun di deretan kios handphone sekitar 500 meter dari terminal Cibinong. Tak dinyana saya lewat di depan Warung Mie Janda, yang rasa2nya sering denger, baca dan lihat di milis <a href="http://blogor.org/" target="_blank">Blogor &#8211; Bogor Blogger Community</a>. Wah, rupanya bener, dan kebetulan sedang ada acara kopdar mereka disana. Saya kemudian diundang masuk dan makan mie gratis, enak tenan. Dua gretongan dalam sehari! Saya menyempatkan mengikuti rapat Blogor utnuk membahas salah satu undangan berpartisipasi di ajang sosialisasi &#8220;Masyarakat Gemar Makan Ikan dan Fishery Club&#8221;. He2, what a great coincident.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a title="blogor.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/blogorjpg/" rel="attachment wp-att-476"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="blogor.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/blogorjpg/" rel="attachment wp-att-476"><img alt="blogor.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/blogor.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p>Dalam sehari, saya menghadiri tiga kopdar sekaligus: Kopdar Angingmammiri, PestaBlogger2008 dan Kopdar Blogor! Great!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di perjalanan menuju pesta, ada momen yg sempet saya jepret. Seorang bocah pengemis yg lelap diemper jembatan sudirman. Ia tentu tak sedang bermimpi untuk ikut ke pestablogger kan?</p>
<p><a title="tak-ikut-pesta.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/tak-ikut-pestajpg/" rel="attachment wp-att-471"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="tak-ikut-pesta.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/tak-ikut-pestajpg/" rel="attachment wp-att-471"><img alt="tak-ikut-pesta.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/tak-ikut-pesta.JPG" /></a></p>
<p></p>
<p>foto lain:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a title="aku-sendiri.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/aku-sendirijpg/" rel="attachment wp-att-477"><img alt="aku-sendiri.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/aku-sendiri.JPG" /></a></p>
<p><a title="anrtok.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/anrtokjpg/" rel="attachment wp-att-478"><img alt="anrtok.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/anrtok.JPG" /></a> anto</p>
<p><a title="with-adit.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/with-aditjpg/" rel="attachment wp-att-479"><img alt="with-adit.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/with-adit.JPG" /></a> with radithya-kambingjantan <a title="with-adit.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/with-aditjpg/" rel="attachment wp-att-479"></a></p>
<p><a title="with-farhan.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/with-farhanjpg/" rel="attachment wp-att-480"><img alt="with-farhan.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/with-farhan.JPG" /></a> with AM-ers + Farhan<a title="with-farhan.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/with-farhanjpg/" rel="attachment wp-att-480"><br /></a></p>
<p><a title="rara-bu-rt-am.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/rara-bu-rt-amjpg/" rel="attachment wp-att-481"><img alt="rara-bu-rt-am.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/rara-bu-rt-am.JPG" /></a> Rara, bu RT AM<a title="rara-bu-rt-am.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/rara-bu-rt-amjpg/" rel="attachment wp-att-481"><br /></a></p>
<p><a title="rara-hasant-piwing-dm.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/rara-hasant-piwing-dmjpg/" rel="attachment wp-att-482"><img alt="rara-hasant-piwing-dm.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/rara-hasant-piwing-dm.JPG" /></a> Rara, Hasant, Piwing, DM, Farhan <a title="rara-hasant-piwing-dm.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/rara-hasant-piwing-dmjpg/" rel="attachment wp-att-482"></a></p>
<p><a title="kekasih-ndy.JPG" href="http://daengrusle.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih-tapi-keren-juga/kekasih-ndyjpg/" rel="attachment wp-att-483"><img alt="kekasih-ndy.JPG" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/kekasih-ndy.JPG" /></a> PilkaNdy Goes to Him!</p>
<p>selesai!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengrusle.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengrusle.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengrusle.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengrusle.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengrusle.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengrusle.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengrusle.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengrusle.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengrusle.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengrusle.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengrusle.wordpress.com&blog=2700838&post=30&subd=daengrusle&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.wordpress.com/2008/11/25/pestablogger2008-garing-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b41ffda0b616efc871388fa54143238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daengrusle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/22112008109.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">22112008109.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/with-enda-dan-arul.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">with-enda-dan-arul.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/22112008110.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">22112008110.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/berempat.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">berempat.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/band-utk-tunanetra.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">band-utk-tunanetra.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/oscar-me-and-kristupa.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">oscar-me-and-kristupa.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/blogor.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">blogor.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/tak-ikut-pesta.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">tak-ikut-pesta.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/aku-sendiri.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">aku-sendiri.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/anrtok.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">anrtok.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/with-adit.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">with-adit.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/with-farhan.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">with-farhan.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/rara-bu-rt-am.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">rara-bu-rt-am.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/rara-hasant-piwing-dm.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">rara-hasant-piwing-dm.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/11/kekasih-ndy.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">kekasih-ndy.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>