…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

Sekolah Mahdi di Abu Dhabi

Posted in Abu Dhabi by daengrusle on May 5, 2011

Sekolah Mahdi

 

Sejak awal April 2011 lalu, Mahdi sudah mulai bersekolah. Nama sekolahnya Jubilee International School, konon sekolah arab/lokal yang disulap jadi sekolah international. Sekolah ini, menurut salah satu sopir taxi yang pernah saya tumpangi, dulunya bernama Sekolah Jabar Ibn al Hayyan yang khusus mendidik anak-anak local. Baru beberapa tahun belakangan mereka membuka kelas internasional dengan kurikulum berbasis Amerika (sigh).

 

Letak sekolahnya di daerah Madinat Zayed, tengah kota AbuDhabi. Posisinya berada di belakang Madinat Zayed Mall, tapi kalau ngomong ke sopir taxi nya bilangnya di belakang Shoe Mart. Di dekat Jubilee ada juga sekolah lain, tapi kelihatannya sekolah Arab: Madrasah Abdullah bin Ouyainah .

 

Di kalangan masyarakat Indonesia di Abu Dhabi, sekolah Jubilee ini cukup popular. Ada puluhan anak Indonesia yang sekolah di sana. Dan kelihatannya, anak-anak Indonesia disana well-accepted. Pada saat registrasi, Vice Principal nya, Madam Solafa akan sumringah kalau dia tahu kita dari Indonesia. Dia sepertinya hapal nama anak2 Indonesia yang sekolah di situ. Ada juga banyak anak-anak Malaysia yang bersekolah disini. Kelihatannya memang sekolah ini favorit untuk anak2 Asia Tenggara.

 

Sebetulnya Mahdi baru akan terdaftar secara ‘resmi’ di bulan September 2011 nanti, di kelas Grade-1. Namun mengingat terlalu lama waktu ‘nganggur’nya, pihak sekolah membolehkan Mahdi untuk mengikuti kelas KG 2 (Kinder Garden 2). Kebetulan ada salah satu siswa dari Malaysia yang berhenti karena orang tuanya mudik ke Malaysia, jadilah Mahdi diijinkan untuk menggantikan kursinya.

 

Ketika didaftarkan ke sekolah ini, Mahdi dan Maipa – yang juga ikut mendaftar utk kelas KG 1 bulan September 2011 nanti, harus menjalani test wawancara langsung dengan Madam Solafa. Wawancara nya hanya ditanya nama, ditanya gambar dan angka, tapi semuanya dalam bahasa Inggris. Meski sudah diajarin di rumah, Mahdi dan Maipa seperti mengkerut di depan Madam Solafa. Mereka diam dan kelihatan takut, tapi lucu sekali ekspresinya.

 

Awal masuk sekolah, Mahdi masih resisten. Alasannya, dia gak punya teman disitu. Belum lagi ada barrier bahasa yang mungkin membuat dia sungkan. Perlu effort berlebih untuk membangunkan, memandikan dan memakaikan seragam untuk Mahdi. Tapi belakangan sudah lumayan tidak resisten lagi, mungkin karena dia sudah punya kawan sesama Indonesia di kelasnya. (berarti selama 2 pekan bersekolah disitu, dia tidak tahu kalau ada juga anak Indonesia disitu. Baru setelah ikut pengajian di KBRI dia ketemu ‘temen kelasnya’ yang rupanya anak Indonesia bernama Raska, anak pak Ahmad ketua IA –ITB UAE).

 

Kelihatannya sekolah tempat Mahdi belajar cukup bagus, meski bukan yang terbaik di Abu Dhabi. Tapi satu yang membuat nyaman adalah antusiasnya pihak sekolah menerima kami. Guru2nya yang sebahagian orang Philipina juga kelihatannya baik-baik saja. Tapi satu yang membuat saya juga agak heran, hamper tiap hari Mahdi diberi Homework banyak sekali, mulai dari pelajaran menulis, membaca, berhitung sampai bahasa arab.

 

Anyway, sudah 3 hari Mahdi tidak masuk sekolah. Sejak senin kemarin dia kena cacar air dan mesti beristirahat paling tidak 10 hari. Mahdi kelihatan senang dengan ‘libur’ ini…hehehe.

 

Get well soon, son!

Advertisement

16 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. asudomo said, on May 6, 2011 at 5:58 am

    get well soon mahdi

  2. indobrad said, on May 6, 2011 at 11:51 am

    Semangat ya Mahdi. Jangan kelamaan libur. hehehe

  3. bisot said, on May 7, 2011 at 2:21 am

    Daeng, emang mau berapa lama tinggal di abu dabhi? bahasa pengantarnya bagaimana daeng? btw, semoga cepat sembuh yah Mahdi :)

    • daengrusle said, on May 7, 2011 at 8:49 am

      Om Bisot, insya Allah sampe anak2 gw SMP-SMA biar mereka familiar dgn lingk internasional, sekalian gw nabung n punya cukup duit utk bisa sekolahin mereka ke Europe. :p

      Jadi ya klo memungkinkan sampe 10-15thn..hehehe

      Umumnya bhs pengantarnya bhs Inggris, tp ada muatan lokal bahasa arab yg intens diajarkan ke mereka..

      • kHie said, on May 7, 2011 at 12:42 pm

        10-15 tahun? gak minat mengangkat saya jadi anak, oom? hihihi

        cepat sembuh, Mahdi :)

      • daengrusle said, on May 7, 2011 at 12:44 pm

        Hehehe,
        Walah, kodong deh gw diminta jadi bapak angkatmu, Khie..

        Ada ide lain? :p

  4. Miftahgeek said, on May 7, 2011 at 8:39 am

    Sesama orang Indonesia kalo disana ngobrol nya pake bahasa Arab ato Indonesia kang? :)

    • daengrusle said, on May 7, 2011 at 8:40 am

      Sesama indonesia ya pake bhs indonesia he3
      Cuman anak2 sini dah faseh ngomong bhs inggris dan sesekali ngerti bhs arab gaul juga :)

  5. rianadhivira said, on May 7, 2011 at 5:11 pm

    ehem mas, numpang ngasih kuote ya, “yang memalukan bukanlah ketidaktahuan, melainkan ketiadaan keinginan untuk belajar”-Plato semoga Mahdi cepet sembuh.

    *salim silaturrahmi

  6. Ipul dg. Gassing said, on May 11, 2011 at 8:14 am

    gambarnya kegedean Oom..sampe melewati batas postingan..hihihi
    btw, thanks untuk share-nya
    tunggu saya di sana, dalam transit menuju Europe
    :D

    • daengrusle said, on May 11, 2011 at 8:15 am

      Hahaha, kegedean ya.
      Klo sa liat di Ipad, ok2ji.

      Wah, jgn lupa bawa Naada juga tawwa jalan2 ke belanda…:)

  7. Fajri said, on May 24, 2011 at 10:33 am

    Mabrook buat Mahdi & Maipa, semoga betah sekolahnya..apalagi banyak teman Indonesia kan..Kapan main ke rumah lagi? Main2 lagi sama Rahman & Rafi..:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.