…menulis untuk mencicil ketidaktahuan

manusia benalu

Posted in Renungan by daengrusle on June 2, 2006

Go to fullsize image

apa yang anda ketahui tentang benalu? waktu ngikutin pelajaran biologi di sekolahan dulu, kita tahu bahwa benalu adalah tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lainnya secara parasit (parasitism). artinya dia menumpang hidup dan berkembang biak pada tumbuhan induknya, bahkan the worst case, dia memakan makanan, meminum minuman dan mungkin bernafas melalui tumbuhan induk tersebut. sesekali kita mendapati bahwa benalu ini malah hidup sejahtera di atas penderitaan si tumbuhan induk yang sekarat.

Tuhan sering memperlihatkan perilaku manusia dengan perumpamaan-perumpamaan yang dicontohkan oleh hewan dan tumbuhan, sebagaimana contoh benalu diatas. manusia benalu adalah manusia pemalas dan pengemis dalam artian yang sarkasme. mereka hidup dengan perilaku egois, namun dengan jiwa sosial yang kelewat tinggi (over social). hidup menggantungkan peruntungan pada kehidupan orang lain, mengharapkan tetesan nafkah dari kerja keras orang lain, bahkan kadang2 berperilaku sebagai tuan majikan di kehidupan orang lain.

mental ini sering muncul karena sedari kecil si manusia benalu ini disuguhi dengan fasilitas-fasilitas yang didapat dengan mudah atau tersedia dengan sendirinya. mereka tidak diajarkan untuk mengerti betapa sulitnya mendatangkan fasilitas tersebut. habit ini kemudian berlanjut di fase hidup berikutnya, ketika remaja dan beranjak dewasa, karena semua jalan dibuka dengan mudahnya, maka dia belajar dan terbentuk menjadi manusia benalu yang tidak mengerti kerja keras. sumber penghidupannya hanya diperoleh melalui meminta, mengemis, merengek, mengeluh, dan semua sifat negatif dari seorang pengemis dan pemalas.

sayang sekali kalau kita dilingkupi oleh manusia-manusia benalu ini. padahal di sekelilingnya banyak contoh-contoh perjuangan manusia yang seharusnya bisa meningkatkan semangat hidup untuk lebih dari sekedar menjadi manusia.

contoh paling mengharukan yang baru2 saja terjadi adalah pada saat terjadinya gempa Yogya-Jateng, dikisahkan melalui milis tetangga, ketika seorang loper koran yang juga terkena efek gempa, diri, keluarga dan harta bendanya luluh lantak, namun ketika seseorang dermawan menawarkan bantuan langsung ke dirinya, dia menolak dengan halus dan mengatakan sebaiknya bantuan ini diserahkan ke posko atau langsung ke desa yang bersangkutan, karena disana jauh lebih banyak orang yang membutuhkan. betapa mulia nya hati sang loper, disaat bencana menyelimuti dirinya dan 'berhak' untuk egois dan mengasihani diri sendiri, dia lebih memilih untuk mendahulukan yang lain.

juga contoh yang lain, diberitakan bahwa bekas korban bencana tsunami Aceh, juga bahu membahu membantu dan memberikan bantuan untuk saudara-saudara mereka yang mengalami gempa di yogya-jateng, padahal semua orang tahu bahwa mereka, para korban tsunami ini, belum sepenuhnya pulih dari derita dan trauma akibat bencana yang menghilangkan nyawa 200,000 saudara mereka. manusia mulia, antagonis dari manusia benalu.

manusia benalu rupanya juga turut serta dalam gegap gempitanya penyaluran bantuan untuk korban gempa yogya-jateng ini. beberapa kali diberitakan di banyak media, bahwa beberapa oknum yang mengaku relawan justru menilep bantuan untuk diri sendiri, bahkan tega-teganya mencuri 6 buah sepeda motor operasional para relawan untuk menjangkau korban bencana di daerah terpencil dan jalur transportasi yang terputus. manusia benalu ini juga diberitakan banyak berkeliaran di puing-puing rumah yang hancur akibat gempa di bantul dan klaten dengan menjarah sisa harta yang masih bernilai namun tak terselamatkan oleh korban. bahkan, bukan hanya puing yang dirampok, rumah dan toko yang masih kokoh berdiri pun tidak luput dari penjarahan. apa motivasi mereka selain menunjukkan betapa rendah nilai kehidupan mereka sebagai manusia benalu itu? 

mudah2an juga, bencana gempa ini tidak melahirkan benalu-benalu baru, manusia-manusia dengan tingkat ketergantungan yang tinggi pada bantuan sesama, low-competitive, beggar mentality, desperate occupant….namun semoga melahirkan manusia-manusia baru dengan semangat hidup yang besar yang telah ditempa dan diuji dengan derita dan kesabaran, amin!

betapa kemanusiaan menjadi lebih berarti ketika kita mendapati kesahajaan hidup dalam kesejatian.

About these ads

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. vendy said, on June 2, 2006 at 7:53 am

    tak punya masalah dalam hati adalah berkah dalam hidup. salam kenal. semoga silaturahmi bisa terjaga selalu :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: